SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 896 "TANTANGAN TUAN SINGHAL" by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 896 "TANTANGAN TUAN SINGHAL" by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 896 "TANTANGAN TUAN SINGHAL" by. Sally Diandra Ishita menantang Singhal, Raman datang kesana sambil bertepuk tangan dan berkata “Iyaa, tuan Singhal, Ishita akan melengkapi kontrak ini dengan baik, aku memang tidak bilang padamu karena aku ingin Ishita merasa lebih percaya diri, dia bisa mengurus rumahku dan anak anak, jadi kontrak ini pasti sangat kecilnya baginya” nyonya Bhalla menyela ucapan Raman “Sungguh sangat memalukan kalau kamu mengira seorang perempuan itu adalah orang yang lemah, kekuatan dunia tidak akan bisa menghentikan tekad seorang perempuan, Ishita telah melakukan banyak hal, banyak masalah yang datang dalam keluarga kami dan dialah yang menyelamatkan kami, seorang perempuan yang bisa mengurus keluarganya layaknya seperti tulang punggung yang menyangga keseluruhan tubuh, Ishita tidak sendirian, kami ada bersama dirinya” Ishita hanya terdiam mendengar ocehan ibunya ke tuan Singhal 

“Kamu pikir hal ini sudah basi ?” Simmi ikut menyela ucapan Mihika “Kami akan menantang kamu !”, “Sudah cukup ! Buktikan padaku kalau aku salah ! Dan tunjukkan padaku dengan menyelesaikan proyek ini, aku punya satu syarat, kalau proyek ini tidak bisa selesai, kamu harus mengembalikan seluruh invetasiku dengan bunga 15% dan penaltynya 25%, katakan padaku apa kamu setuju ?” Raman langsung menyela ucapan tuan Singhal “Tidak ! Kami akan mengembalikan investasimu 30% dan penaltynya 50%, aku mendukung dan Ishita” Ishita akhirnya menerima tantangan tuan Singhal, 

Nyonya Bhalla menyahut “Tuan Singhal, apa kamu takut ?”, “Tidak ! Aku akan mengirimkan surat suratnya” tuan Singhal lalu pergi meninggalkan mereka, Raman memberitahu Ishita tentang apa yang telah dilakukannya itu sungguh sangat hebat “Aku bangga pada, Ishita” semua orang juga bangga pada Ishita sama seperti Raman, Ishita kemudian memeluk mereka penuh haru 

Tuan Singhal sedang ngobrol dengan Ashok “Apa yang keluarga pikirkan tentang diri mereka sendiri, Ishita menantang aku !” Niddhi ikut buka suara “Tantangan itu berbeda dan menyelesaikan tantangan juga berbeda”, “Aku tahu Ishita, dia itu seorang wanita penjuang, dia itu petarung” sela Ashok “Kalau begitu kalian harus menantangnya dengan suatu hal yang lebih sulit” sahut Niddhi, saat itu Mihir mendapat sebuah sms dan berkata “Bagaimana bisa tuan Singhal melakukan hal ini ? Aku harus memberitahu Ishita” gumam Mihir 

Ishita berterima kasih pada Raman “Aku berusaha memahami tuan Singhal, ketika dia bilang dia tidak bisa mempercayai aku karena aku ini seorang perempuan, aku merasa gagal”, “Tapi bagus juga tadi tuan Singhal jadi diam saja” sahut Raman, Ishita lalu mendapat telfon dari Mihir “Mihir, tuan Singhal tidak mengundurkan dirinya” ujar Ishita “Tapi ada sedikit masalah, apa kamu sudah mengecek emailmu ? Apa Raman ada disana ? Tolong nyalakan speaker ponselmu ”Tuan Singhal meminta detail presentasinya besok untuk melihat apa uniknya proyek ini dan bagaimana kamu bisa mendapatkan keuntungan tambahan sebanyak 50%” Ishita dan Raman tertegun “Bagaimana bisa dia melakukan hal ini ? Bagaimana bisa kita menyiapkan laporannya, tuan Singhal rupanya ingin balas dendam” Ishita mulai gusar 

“Tenang saja, hal itu tidak sulit, kamu bisa melarikan diri dari rumah dan mempunyai ide untuk mengatasi semua krisis yang ada, jadi pikirkan saja kalau proyek ini seperti keluarga, kamu pasti akan menyiapkan sebuah laporan yang bagus !”, “Kamu bersamaku kan ?” tanya Ishita “Aku tidak bersamamu kali ini, kamu memiliki Mihir, Adi dan Aaliya sebagai timmu, aku harus meyakinkan semua orang untuk mendapatkan kesempatan ikut dalam kompetisi memasak, aku ini seorang ayah, bukan seorang ibu, jadi aku harus menyiapkan pidatonya, aku tahu kamu pasti akan bisa melakukannya” Raman kemudian berlalu dari sana, 

Ishita lalu memberitahu Mihir kalau Raman sudah pergi “Baiklah, aku akan datang kesana” ujar Mihir sambil meminta Adi untuk menyiapkan berkas berkasnya “Kita akan lembur sepanjang malam malam ini”, “Datanglah kemari cepat yaa, agar kita bisa memulai bekerja” sahut Ishita 

Raman sedang ngobrol dengan ibunya “Aku tidak bisa menulis sebuah pidato dan aku juga telah meninggalkan Ishita sendirian, aku tidak tahu apa yang akan terjadi nanti”, “Sudah jangan khawatir, Ishita pasti bisa mengurusnya, kadang kita harus melakukan hal ini untuk membuat orang yang kita sayangi merasa lebih percaya diri dan mandiri, aku tahu hal ini sangat sulit dengan meninggalkan Ishita sendirian, aku masih ingat ketika aku meninggalkan kamu sendirian di sekolah pada hari pertama sekolah, kamu memelukku sambil menangis, ibu berusaha menjelaskan padamu, saat itu ibu berfkir bagaimana caranya meninggalkan kamu sendirian, memikirkan pendidikanmu kalau ibu meninggalkan kamu sendirian, lalu ketika ibu datang ke sekolah untuk menjemputmu, ibu melihat kamu sedang tersenyum dan melompat lompat, Ishita pasti akan melakukan hal yang sama dengan caranya sendiri kalau dia gagal, kamu ada disana untuk membantunya” tanpa mereka sadari rupanya Ruhi mendengar pembicaraan mereka, 

Ruhi lalu tersenyum “Aku bisa mengerti, ibu ,,, tapi bagaimana caranya membuat pidato untuk menyakinan anggota PTA ?”, “Aku ada disini, ayah ,,, mereka pasti akan yakin, kita akan melakukan sedikit perubahan dalam pidatomu” Raman tersenyum dan berkata “Ruhi sudah dewasa sekarang”, “Aku akan membuatkan makanan, kalian berdua bisa membuatnya sekarang, terima kasih ya, Ruhi” puji nyonya Bhalla 

Dirumah Mani, Shagun sedang membuat makanan kesukaan Pihu dan sangat merindukannya, Shagun berfikir untuk menelfon Pihu, Aaliya menghampirinya “Apa yang kamu buat, ibu Shagun ?”, “Pasta” Shagun kemudian memberikan pasta itu ke Aaliya lalu menelfon Pihu “Mama, aku sangat kangen sama kamu”, “Mama bahkan juga sangat kangen sama kamu sayang” sahut Shagun “Aku tahu, aku selalu saja cegukan“ sela Pihu “Ibu sangat menyayangimu, oh iya ibu membuat pasta kesukaanmu”, “Jangan khawatir, aku akan datang ke tempatmu segera, tidak ada seorangpun yang bisa memisahkan kita” Shagun mengangguk mengiyakan ucapan Pihu, 

Sementara itu Mani juga sedang menikmati pasta buatan Shagun dan bertanya ke Aaliya tentang Shagun “Dia sedang sibuk dengan telfonnya dan aku sangat menikmati pekerjaanku, paman Mihir membimbing semua orang dengan sangat baik, dia memuji hasil kerjaku dan Adi didepan klien kami” saat itu Shagun datang kesana dan menyela “Iyaa memang, Mihir itu adalah seorang pengusaha dan orang yang hebat, dia menghargai hasil kerjamu kan ? Kamu seharusnya juga menghargai dirinya, belilah sebuah hadiah kecil untuknya” Aaliya langsung setuju “Iyaa seharusnya aku membelikan sesuatu untuk paman Mihir” sahut Aaliya 

Adi menunjukkan berkas berkas itu pada Ishita “Ishita, lebih baik kamu makan dulu” sela nyonya Bhalla “Baiklah ,,, Adi, kita akan memulai bekerjanya setelah Mihir datang nanti” sahut Ishita, Pihu datang kesana dan terihat sedih sambil memikirkan Shagun, Simmi menyajikan makanan untuknya “Aku tidak mau makan ini ! Bibi Neelu, buatkan aku pasta !”, “Bibi Neelu tidak datang hari ini, Pihu” sela Simmi “Nenek akan membuatkan kamu paratha”, “Tidak usah, ibu ,,, Pihu adalah seorang gadis yang baik dan tidak suka membuang buang makanan sembarangan, ayooo makan ini” pinta Raman, 

Pihu tetap tidak mau “Kalau semua orang tidak makan apapun, maka makanannya akan terbuang percuma” Raman lalu menjelaskan tentang hal itu dalam bahasa serial televisi “Ayah pernah dengar ketika Parvati bilang pada anaknya kalau makanan seharusnya tidak di sia siakan” Pihu tidak menggubris dan tetap meminta pasta “Kalau mama ada disini, dia pasti akan membuatkan pasta untukku, tidak ada seorangpun yang menyayangiku disini” Raman mulai marah “Pihu, ayah bisa mengerti, jangan keras kepala, baiklah lebih baik kamu tidur saja tanpa makan malam” Pihu langsung pergi dari sana, Raman memanggilnya kembali untuk menyelesaikan makanannya, Ishita menangis melihat sikap putri kecilnya ini 

Raman tidak mengijinkan ibunya memasak, saat itu Mihir datang, Ishita dan Adi lalu pergi bersamanya, semua orang juga mulai meninggalkan meja makan, Raman lalu menemui Ruhi dan memberitahunya kalau Pihu tidak mau makan, lalu Raman meminta Ruhi untuk menunggu sebentar dan melihat apa yang terjadi, saat itu Pihu mengambil roti dan memakannya, Raman tersenyum melihatnya “Ayah, kamu ini memang sangat baik, ayah sudah membuktikan sebagai seorang ibu yang baik” puji Ruhi “Begitu ibu Ishitamu berhasil dalam presentasinya, maka itu akan menjadi kemenangan yang sebenarnya” sahut Raman 

Mihir memberitahu Ishita tentang peningkatan sebanyak 50% yang di rasanya tidak mungkin “Aku tahu tapi kita harus menunjukkan hal ini, kita harus mencari cara yang lain”, “Dalam rencanaku proyek ini bisa menunjukkan peningkatan sebanyak 40%, lihat ini” sahut Mihir, saat itu Adi mendapat telfon dari Aalliya “Adi, aku butuh bantuan, hadiah apa yang seharusnya seorang perempuan beli untuk seorang laki laki ? Temanku itu sangat manis, aku kira aku akan membelikannya hadiah” Adi tersenyum dan menyarankan sebuah hadiah ke Aaliya “Hadiah itu tidak usah besar atau kecil, rasakan saja permasalahannya” Ishita mendengar pembicaraan Adi dan berfikir kalau Aaliya pasti akan membelikan hadiah untuk Adi, Adi tahu apa yang Aaliya pikirkan “Aku tidak pernah berfikirkan seperti ini, Aaliya dan Adi ? Wooow ,,,” gumam Ishita, 

Aaliya lalu berterima pada Adi, Adi kemudian menutup ponselnya sambil tersenyum dan kembali bergabung dengan Mihir dan Ishita, Raman membuatkan kopi untuk mereka dan melihat kertas presentasi tersebut “Apa ini ?”, “Kenapa memangnya ? Bukankah kamu selalu membuatkan aku kopi kalau aku sedang kerja lembur ?” sahut Raman “Ini presentasinya benar kan ?” tiba tiba cangkir yang dipegang Raman terlepas dari tangannya “Maaf, kopinya tumpah, aku akan membuat kopi lagi” Raman lalu pergi dari sana dan mendengar pembicaraan mereka “Aku rasa Raman memang sengaja menumpahkan kopi itu”, “Iyaa, terlihat jelas dari wajahnya, mungkin dia tidak merasa tidak cocok dengan nilai yang kita buat, kita harus memulainya dari awal“ Raman tersenyum mendengar ucapan Ishita dan berkata “Hebat, kamu memang mengerti kodeku” gumam Raman SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 897 by. Sally Diandra

Bagikan :