SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 857 “ISHITA MENYELAMATKAN DIRI” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 857 “ISHITA MENYELAMATKAN DIRI” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 857 “ISHITA MENYELAMATKAN DIRI” by. Sally Diandra Salah satu preman itu berkata pada temannya “Aku akan mengambil nampan di dapur sekalian mengecek karung yang ada di dapur” dia pun bergegas menuju ke dapur dan mulai mengecek karung tersebut, kemudian memberitahu temannya lagi “Perempuan itu ada disini, apa dia ada disini atau sudah melarikan diri ? Aku tidak bisa bertanya pada keluarganya Ismail, apa yang harus kita lakukan ?” tanyanya cemas, saat itu rupanya Raman dan Ruhi sampai juga dirumah Ismail, Ruhi yang berdandan ala Ruhaan mulai berfoto selfie dengan para tamu yang datang kerumah tersebut dan bergegas menemui anak yang sakit yang ngefans dengan dirinya, salah seorang pria berkata 

“Kami senang akhirnya kamu bisa datang juga”, “Ruhaan datang kesini untuk menemui Aslam” sela Nupur “Dimana penggemar kecilku ? Panggillah dia” pinta Ruhi, Sakina kemudian memberitahu Aslam kalau Ruhaan datang ke rumah mereka untuk menemuinya, kebetulan saat itu Ishita mendengarnya “Ayoo Ruhaan sudah datang untuk menemui kamu, ayoo ikut, ibu” Ishita kaget begitu mendengar ucapan Sakina, Sakina kemudian juga mengajak Ishita untuk ikut dengannya keluar, 

Ishita merasa senang namun buru buru berhenti ketika melihat para preman itu masih berada disana, para preman itu pun berfikir untuk menunggu disana, baru kemudian memberitahu Ismail kalau Ishita telah melarikan diri, Ishita bergumam pada dirinya sendiri “Kalau mereka menyerang Ruhi bagaimana nanti ? Aku tidak bisa mengambil resiko” gumam Ishita, saat itu Aslam sedang ngobrol dengan Ruhaan 

Sementara itu Adi bertanya ke Aaliya “Aaliya, apa yang kamu lakukan disini ?”, “Kamu pikir aku ini apa ?” sahut Aaliya ketus “Bukan begitu maksudku, kenapa kamu merasa seperti itu ?” Aaliya lalu meminta Adi untuk menceritakan semuanya sebelum semuanya terlambat “Tidak ada apa apa”, “Aku tidak akan bilang sama siapa siapa, Adi ,,, kamu pasti akan setuju dengan cara seperti ini” ujar Aaliya sambil mulai menggelitik pinggang Adi, Adi malah tidak suka dan menyuruh Aaliya menjauh darinya, saat itu Shagun masuk ke kamar Adi dan Adi nyaris bertabrakan dengan ibunya “Adi, ada apa ?” tanya Shagun, Adi hanya diam saja dan dilihatnya Aaliya keluar dari kamarnya, Adi baru menyadari kalau dirinya membayangkan Aaliya 

“Tidak ada apa apa, ibu ,,, kenapa ibu terlihat begitu gelisah seperti ini ?” tanya Adi heran “Ibu hanya berharap Ishita baik baik saja”, “Jangan cemas, ibu ,,, ayah sedang mencarinya, dia pasti akan segera pulang” hibur Adi “Ibu harap juga demikian tapi tadi sepertinya membayangkan sesuatu ?” pipi Adi langsung memerah karena malu “Tidak”, “Kamu ingin menceritakannya pada ibu Ishimu itu kan ?” Adi menggeleng “Bukan seperti itu, ibu”, “Baiklah, tidak apa apa, ibu tahu bagaimana tempat Ishita dalam kehidupanmu, iu berharap dia akan segera kembali” ujar Shagun 

Ruhi memberikan sebuah hadiah untuk Aslam, Nupur menyela “Ruhaan, kita harus pulang sekarang” Ruhaan kemudian meminta Aslam untuk menjaga kondisi kesehatannya dengan baik, Aslam sanggat berterima kasih pada Ruhaan, Ruhi kemudian bergegas pulang bareng Raman, sementara itu salah satu preman berkata “Perempuan itu mungkin sudah meninggalkan tempat ini” saat itu Ishita langsung bersembunyi begitu melihat Ismail, Aslam memberitahu Ismail, ayahnya kalau Ruhaan baru saja menemuinya, Aslam juga memberitahu tentang temannya ibunya, Sakina yang baru datang “Siapa ?” tanya Ismail, Ishita mendengar pembicaraan mereka dan bergegas kembali ke kamar, kemudian ditutupnya pintu kamar rapat rapat, 

Sakina mengetuk pintu kamar memanggil Ishita “Apakah kamu sendirian saja ?”, “Iyaa aku sendiri” Ishita kemudian mengijinkan Sakina masuk ke dalam kamar “Ayoo keluarlah dari kamar dan ikut denganku, suamiku sudah pulang, dia pasti bisa membantu kamu” Ishita menggeleng ketakutan “Aku tidak bisa keluar kamar, cobalah untuk menolongku, percayalah padaku, suamimulah yang telah menculik aku” Sakina kaget dan tidak percaya, Ishita kemudian mengatakannya lagi dan berusaha untuk menyakinkannya namun Sakina menolak untuk percaya ini semua 

“Aku tahu tentang hal ini, teman temannya itu juga terlibat, itulah mengapa aku tidak mau keluar dan berhadapan dengan mereka, aku hanya harus pergi dari sini, aku butuh bantuanmu, Sakina ,,, aku bisa melihat sebenarnya keluargamu itu keluarga yang baik, anakmu juga sedang sakit saat ini dan aku tidak akan melaporkan hal ini ke polisi, aku hanya ingin kembali ke keluargaku sendiri, tolong bantu aku” Sakina hanya bisa menangis “Sakina, percayalah padaku” kemudian Sakina memberikan pakaiannya ke Ishita dan memintanya untuk ganti baju, lalu cepat pergi dari sana, Ishita sangat berterima kasih dan meminta maaf pada Sakina, kemudian Ishita memeluk Sakina dan bergegas ganti baju 

Saat itu mobil Raman tidak mau jalan “Ayah, mesinnya tidak nyala ya ? Haruskah kita kembali ke rumah Aslam lagi untuk meminta bantuan”, “Tidak usah, Ruhi ,,, kita akan menunggu beberapa saat lagi untuk mencari bantuan, aku yakin seseorang pasti akan lewat sini” Raman kemudian bertanya pada salah seorang pria tentang bengkel terdekat “Dekat dari sini saja, ayoo ikutlah denganku, aku akan mengantar kamu kesana”, “Tidak usah, aku tidak sendirian, tolong kirimkan tehnisinya saja kesini” pinta Raman, 

Dirumah Ismail, Ismail bertanya pada Sakina tentang temannya, saat itu Ismail terkejut begitu melihat kain saree Ishita, Ismail lalu bertanya soal Ishita “Itu artinya perempua itu tidak berbohong, kamu telah menculiknya, bagaimana bisa, Ismail ?”, “Jawab saja pertanyaanku ! Apa kamu membantunya melarikan diri ?” bentak Ismail marah “Iya, aku memang membantunya !”, “Aku akan mengurusmu nanti !” bentak Ismail sambil mendorongnya dengan keras dan segera pergi mencari Ishita, Sakina berdoa untuk keselamatan Ishita 

Montir bengkel sedang memperbaiki mobil Raman, Raman dan Ruhi sedang menungguinya, saat itu Ruhi dapat telfon dari Romi, Ruhi segera memberikan ponselnya ke Raman “Apa ? Bagaimana bisa Niddhi melakukan hal ini ? Baiklah aku akan pulang kerumah”, “Ada apa, ayah ?” saat itu montir mobil sudah selesai memperbaiki mobil Raman, Raman lalu membayar montir itu dan meminta Ruhi untuk cepat cepat masuk ke dalam mobil, mereka lalu pergi dari sana, 

Sementara itu Ismail dan preman yang lain sedang mengikuti Ishita yang sedang berlari dengan mengenakan pakaian burqa, Ishita melihat mobil Raman masih ada disana, Ishita segera berlari mengejarnya sambil berteriak memanggil Raman, Raman segera menghentikan mobilnya dan berbalik ke belakang namun Raman tidak melihat siapapun disana “Ayah, kenapa ayah menghentikan mobilnya secara tiba tiba”, “Ayah merasa ada seseorang yang memanggil ayah” sahut Raman penasaran “Tapi tidak ada siapa siapa disana” tak lama kemudian mereka pun berlalu dari sana 

Para preman itu rupanya berhasil menangkap Ishita, Ismail langsung menampar Ishita dengan keras dan memasukkannya ke dalam mobil vannya lagi, Ishita meronta dan meminta mereka untuk melepaskan dirinya “Lepaskan aku ! Kenapa kalian melakukan hal ini ?” tanya Ishita sambil berteriak meminta tolong “Ismail, coba pikirkan apa yang akan anakmu yang sakit itu pikirkan kalau dia tahu kalau kamu adalah penculik ! Apakah uang ini bisa membantu ? Ini uang haram ! Aku mohon padamu, lepaskan aku” pinta Ishita “Aku akan membunuh kamu !” saat itu Anil menelfonnya “Iyaa dia bersama kamu, apa ? Baiklah” Ismail lalu memberitahu Ishita “Bossku menyuruh aku membunuh kamu, sekarang khawatirlah dengan dirimu sendiri” ujar Ismail sambil meminta temannya untuk terus mengendarai mobilnya, Ishita hanya bisa menangis dan melihat ada sebuah belati di dekatnya 

Niddhi memberitahu bu hakim kalau semua ini adalah rencana keluarga Bhalla “Mereka itu yang telah membuat Ishita menghilang”, “Hentikan omong kosong ini, Niddhi !” sela nyonya Bhalla kesal “Coba panggil saja Ruhi !”, “Ruhi sedang tidak berada dirumah” sahut nyonya Bhalla lagi “Lihat kan semua ini hanya pura pura belaka, hanya akting !” Romi langsung memarahi Niddhi “Diam kamu, Niddhi ! Kamu sendiri yang telah merencanakan ini semua”, “Sudah hentikan perdebatan ini ! Panggil Ruhi” pinta bu hakim, Shagun menyela “Ruhi sedang pergi menemui penggemarnya yang sedang sakit, dia sakit keras, Raman pergi bersamanya”, “Aku tahu kalau Ruhi pasti akan ikut denganku” sahut Niddhi ketus “Kita tunggu Ruhi pulang dulu, baru nanti kita akan membahas soal ini” ujar bu hakim 

Preman itu tiba tiba menghentikan mobilnya dan Ishita langsung menyerang tangan mereka dengan belati, kemudian Ishita mengambil senjata yang ada disana dan meminta mereka untuk keluar kalau tidak dia akan menembak mereka, Ishita lalu meminta ponsel mereka, Ismail memberikan ponselnya, Ishita segera mendorong mereka dan meminta salah satu preman untuk mengikat Ismail dan yang lainnya juga, kemudian Ishita melarikan diri dengan mengendari mobil van tersebut dan bergegas meninggalkan tempat itu 

Raman dan Ruhi akhirnya pulang kerumah, Niddhi memberitahu Ruhi kalau dirinya sangat merindukan Ruhi dan meminta bu hakim untuk mengatakan keputusannya, Raman menyela “Ruhi tidak akan pergi dengan perempuan yang sangat egois seperti kamu, Niddhi adalah dalang dibalik penculikkan Ishita !” Niddhi langsung menolaknya, Raman kemudian meminta bu hakim untuk melihat sebuah video, bu hakim melihat videonya Niddhi dan Ashok yang sedang membicarakan tentang penculikkan Ishita, Niddhi dan Ruhi kaget “Niddhi sebenarnya ingin menculik Ruhi tapi terjadi kesalahan, karena ternyata Ishita yang diculik” Niddhi langsung membantah 

“Tidak ! Aku hanya ingin menculik Ruhi saja ,,,” semua orang tersenyum mendengar Niddhi yang keceplosan “Bagus ! Kamu sudah membuktikan kalau kamu ini memang tidak pantas untuk Ruhi, kamu ini memang pintar dan perempuan yang sangat murahan, aku tidak bisa memberikan Ruhi padamu, menjijikan !” ujar bu hakim, Raman langsung memegang Ruhi sambil tersenyum, saat itu Ishita bergegas masuk ke dalam rumah dan memegang tangan Raman, mereka semua kaget begitu melihat Ishita SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 858  by. Sally Diandra

Bagikan :