SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 “SHAGUN MULAI MERACUNI PIKIRKAN PIHU” episode 806 by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 “SHAGUN MULAI MERACUNI PIKIRKAN PIHU” episode 806 by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 “SHAGUN MULAI MERACUNI PIKIRKAN PIHU” episode 806 by. Sally Diandra Dirumah Niddhi, Ruhi memberitahu Niddhi kalau dia hanya ingin melihat Pihu, Niddhi akhirnya mengijinkannya dan bergumam pada dirinya sendiri ketika Ruhi sudah pergi “Aku harus terus mengawasi Ruhi, kalau tidak dia akan bermain ganda denganku” saat itu Shagun sedang mencari Pihu dan memberitahu Raman kalau Pihu tidak ada dikamar mandi, Raman jadi sangat khawatir dan bergegas bertanya pada perawat, saat itu Ishita datang kesana dan bertanya “Dimana Pihu ?” mereka semua mulai panik dan mencari Pihu dimana mana, semua orang sangat khawatir memikirkan Pihu, Ruhi juga datang kesana sambil berfikir 

“Aku sudah berbohong pada nyonya Niddhi, aku hanya ingin memeluk Pihu, kenapa aku jadi tertarik padanya ? Ketika aku tidak ingin membangun hubungan ini lagi” bathin Ruhi, kebetulan Ruhi bertemu dengan Pihu yang sedang menangis, saat itu Pihu duduk di dekat gudang, Ruhi bergegas menghampirinya dan bertanya “Pihu, kenapa kamu duduk disini ? Kenapa kamu menangis ?”, “Jangan keluarkan aku dari sini, kalau tidak bibi Ishita akan membawaku, dia bilang ke ayah kalau dia akan merebut aku dari ayah, dia tadi bertengkar dengan ayah, dia akan membuat aku jauh dari ayah dan mama” Ruhi terharu lalu memeluknya “Pihu, tidak akan terjadi apa apa padamu” hibur Ruhi, Pihu hanya bisa menangis 

Dirumah sakit, Raman dan semua orang sangat mengkhawatirkan kondisi Pihu, Simmi menyela “Apakah ada seseorang yang akan menculik Pihu ?”, “Diam kamu, Simmi ! Untuk apa ada seseorang yang ingin menculiknya ?” bentak Raman kesal, saat itu Mani dan Aaliya datang kesana, Ishita memberitahu mereka kalau Pihu tidak ada disini, Raman langsung menyalahkan Ishita dan berkata yang kasar pada Ishita seperti biasanya, Mani tidak terima dengan perlakuan Raman, Mani segera mendebat semua ucapan Raman 

“Kamu itu seharusnya belajar bagaimana cara bicara yang baik, Raman !”, “Rasa hormat tidak bisa diterima dengan hanya memohon” sahut Raman sambil kembali menghina Ishita di depan semua orang, Mani dan Raman pun bertengkar, perawat langsung meminta mereka untuk keluar dari rumah sakit, sementara penjaga rumah sakit sedang berusaha mencari Pihu “Hanya orang tuanya Pihu saja yang boleh tinggal disini” pinta petugas rumah sakit, Ishita pun menangis, sedangkan Raman segera berlalu dari sana 

Aaliya juga berlalu dari sana dan menyebut Adi sebagai seorang pengecut karena gagal mencegah Raman “Lalu kenapa kamu sendiri kesini untuk menemui Pihu ?” balas Adi kesal “Aku kesini mau menemui ibuku”, “Dia itu bukan ibumu ! Dia itu ibu Ishiku ! Ayahku dan ibu Ishi pasti akan menyelesaikan masalah diantara mereka” Aaliya sangat kesal dengan Adi dan memarahi Adi kemudian bergegas pergi dari sana 

Sementara itu Pihu datang menemui Ishita, Ishita melihat putri kecilnya ini sambil menangis dan bertanya “Pihu, kamu dari mana saja ?”, “Bibi, aku mohon jangan bertengkar dengan ayah, aku akan ikut denganmu” Ishita merasa senang mendengar ucapan Pihu “Sungguh ?”, “Iyaa, bibi harus sangat menyayangi aku” pinta Pihu polos “Itu pasti sayang, aku pasti akan melakukannya” ujar Ishita sambil memeluk putri kecilnya ini, tiba tiba saja khayalan Ishita sirna, ternyata semua itu hanya imaginasinya belaka, 

Ishita bergegas mencari Pihu, hingga akhirnya Ishita bisa menemukan Pihu sedang duduk di depan gudang rumah sakit, Ishita bergegas kesana “Pihu, kenapa kamu duduk disini sayang ? Semua orang sibuk mencari cari kamu” saat itu Ruhi ada disana juga dan menatap ke arah Ishita “Ayooo ikut denganku, biar semua orang tidak khawatir lagi sekarang”, “Aku harus mengatakan sesuatu padamu, bibi ,,, lebih baik bibi pergi saja dari sini, jangan bertengkar dengan mamaku dan ayah, aku sangat menyayangi mereka” Ishita terpana dan hanya bisa menangis begitu mendengar permintaan Pihu 

Raman memberitahu ayahnya kalau dirinya akan melaporkan hilangnya Pihu ke polisi, sementara itu Aaliya bertanya tentang Ishita ke Raman “Apakah ibumu juga hilang ? Dia itu mengambil putriku !” Adi langsung menyela “Ibu Ishi tidak mungkin melakukan hal ini !”, “Sudah hentikan drama ini ! Dan laporkan saja ke kantor polisi !” Amma merasa kesal dengan sikap Raman “Aku pasti akan melaporkannya, aku tidak percaya pada perempuan itu ! Dia telah mengkhianati aku selama 7 tahun lamanya, dia melarikan diri jadi dia bisa saja mengambil putriku” saat itu semua orang yang hadir disana melihat Ishita datang bersama Pihu, 

Raman bergegas memeluk Pihu sambil menangis “Lihat kan Ishita mengambil putriku dan hendak pergi, katakan padaku sekarang !” Ishita hanya terdiam mendengar tuduhan Raman padanya “Pihu, katakan pada ayah, kemana bibi ini membawa kamu pergi ?”, “Aku tidak membawanya kemana mana, Raman ,,, aku tidak ingin hak asuhnya, pertengkaran kita yang kasar telah mempengaruhinya” Ishita kemudian beralih ke Pihu “Pihu, kamu akan tetap tinggal dengan mamamu dan ayahmu” ujar Ishita sambil menangis, 

Raman lalu meminta seluruh keluarganya untuk ikut dengannya dan pergi meninggalkan Ishita bersama Pihu, Adi pun menangis sedih untuk Ishita, Ishita juga menangis sambil melihat kepergian Pihu, Raman segera memberikan Pihu ke Shagun, Shagun memeluknya erat lalu mereka semua pergi dari sana 

Tuan Bhalla meminta Simmi untuk pergi dulu karena dia akan menyelesaikan masalah administrasinya “Adi, ayooo ikut kakek”, “Tapi ibu Ishi, kakek ?” tanya Adi cemas “Semuanya akan baik baik saja, Adi” hibur tuan Bhalla, sementara itu Amma juga mengajak Ishita untuk ikut dengan mereka, Ishita terduduk lemas sambil menangis “Madhu, sudah biarkan saja dia menangis, mungkin dengan begitu kesedihannya akan segera berkurang” sela Appa, Amma merasa sedih meratapi nasib Ishita “Kenapa semua ini terjadi pada Ishu ? Dia tidak bisa tinggal dengan putri kandungnya sendiri” Aaliya yang saat itu masih disana mendengar semua pembicaraan ini dan bergegas menelfon Mani, 

Mani pun datang menemui Ishita dan memegangnya, Ishita segera menyeka airmatanya begitu melihat sahabatnya ini, Mani memberikan saputangannya “Menangislah, Ishu ,,, aku tidak akan menghentikannya, Pihu sudah ditemukan sekarang”, “Pihu akan lebih bahagia bila bersama dengan keluarganya, kita akan kembali ke Australia, Mani” ujar Ishita pasrah “Tapi kamu ingin menyatukan lagi kedua keluargamu kan ? Kamu juga ingin merubah Raman ,,,” Ishita langsung menyela 

“Apakah dia pernah berubah ? Aku kira jika aku bisa mengubah Raman, maka aku akan merasa damai tapi hal itu tidak akan terjadi, ketika aku bertemu dengan Pihu tadi, perasaanku jadi tergugah” ujar Ishita sambil menangis mengeluarkan semua kesedihannya “Ketika dia pergi tadi, aku merasa nyawaku juga ikut lenyap bersamanya, aku tidak tahu kenapa ? Pihu sangat takut begitu melihat aku, dia merasa kalau aku ini adalah orang asing yang akan menjauhkannya dari ayah dan ibunya” Mani hanya terdiam mendengarkan keluh kesah Ishita 

“Untung saja dia bersama Raman, aku telah membuat sebuah kesalahan dengan datang kesini, Mani ,,, aku benar benar egois, seharusnya aku tidak menambah masalah disini, Pihu tidak akan pernah tahu kalau aku adalah ibu kandungnya, Raman pasti tidak akan mengatakannya, dia memang tidak pernah berubah, apakah ada seseorang yang bicara begitu kasar seperti dia ?” Aaliya yang terdiam disana mulai berfikir 

“Apa yang paman Raman pikirkan tentang dirinya ? Dia telah sangat menyakiti perasaan ibu, apakah dia peduli dengan perasaan orang lain ? Sungguh sangat menjijikkan !” bathin Aaliya kesal “Baiklah, Ishu ,,, kita akan pulang ke Australia besok”, “Kita akan menyelesaikan pekerjaan kita disini lalu pergi, oke ?” pinta Ishita “Apakah kamu bisa mengurusnya ?”, “Aku bisa” Aaliya pun berkata pada dirinya sendiri “Sudah cukup, aku akan memberikan pelajaran pada Raman Bhalla !” gumam Aaliya 

Malam itu, Shagun meminta Pihu untuk tidur, Pihu meminta Raman untuk pergi, Raman pun berlalu dari sana, Pihu lalu memberitahu Shagun kalau dia telah bilang pada Ishita apa yang Shagun katakan, ternyata sebelumnya Shagun menemui Pihu, Pihu memeluknya dan berkata “Mama, aku tidak ingin pergi dengan bibi itu”, “Mama juga tidak akan pergi kemana mana” sahut Shagun “Mama, siapa sebenarnya bibi itu ? Kenapa dia ingin merebut aku ? Dia mau membawa aku kemana ?”, “Dia tidak akan membawa kamu kemana mana kalau kamu melakukan sesuatu, apakah kamu mau ?” Pihu mengangguk “Iyaa aku mau, aku tidak ingin meninggalkan mama dan ayah”, 

“Kalau begitu katakan pada bibi itu untuk pergi dari sini, karena kamu sangat bahagia dengan mama dan ayah, mintalah padanya untuk tidak bertengkar dengan ayah dan jangan membuat masalah dengan kita” Pihu teringat pada apa yang di ajarkan Shagun “Bibi itu lalu setuju dengan permintaanku”, “Sekarang dia sudah pergi, tidak ada seorangpun yang akan menjauhkan Pihuku dariku, bibi itu pasti tidak akan datang lagi, sekarang tidurlah” Pihu pun tertidur, Shagun merasa bersalah melakukan hal ini sambil berfikir “Aku tidak bisa memberikan putriku pada Ishita, sekarang Pihu adalah cara untuk membuat Raman dan Ishita menjauh” bathin Shagun SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2  episode 807 by. Sally Diandra

Bagikan :