SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 824 “RENCANA ULANG TAHUN RUHI” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 824 “RENCANA ULANG TAHUN RUHI” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 824 “RENCANA ULANG TAHUN RUHI” by. Sally Diandra Ishita lalu menangis begitu melihat kearah Ruhi, Ruhi segera melepaskan chunri itu “Aku menyukainya Pihu, tapi aku harus pergi” akhirnya Ruhi pergi bersama Niddhi, Adi menyuruh Pihu untuk pergi ke rumah Amma karena Amma sudah membuatkan masakan ala Tamil, India Selatan untuk Pihu “Sungguh ? Apakah aku bisa ke sana untuk makan siang ?”, “Kenapa tidak ? Kamu bahkan bisa makan disana juga” Pihu bergegas pergi ke rumah Amma, saat itu Ishita mendengar Raman dan Romi kembali bertengkar, Raman memarahi Romi dan menyalahkannya karena Romi telah membuat Ruhi pergi “Kalau kamu mau balas dendam, jangan dengan cara seperti ini ! Ambil uangmu itu dan segera angkat kaki dari sini !” Mihika mencoba merelai mereka yang saling menyalahkan satu sama lain 

“Kita semua yang telah melakukan kesalahan ini ! Aku yang bilang ke Romi untuk datang kesini, kami menyiapkan uangnya untuk membantu rencanamu, kak”, “Jadi maksudmu kami harus menerima amal dari kalian ini, aku bisa mendapatkan Ruhi sendirian !” ujar Raman kesal “Kami ini memang masih muda, kak ,,, dan kamu yang selalu menyelamatkan kami dari semua masalah, tapi apakah kami tidak punya tanggung jawab sedikitpun untuk membantu yang lebih tua dari kami ?” tanya Mihika heran “Sudah lebih baik, kalian pergi saja !” Mihika pun menangis 

“Mihika, lihat ? Kamu bahagia sekarang ? Kamu kan yang meminta aku untuk menolong kak Raman” sahut Romi, Ishita lalu mulai angkat bicara “Raman, sudah ! Tidak usah berteriak seperti itu, kenapa kamu marah pada keluargamu sendiri ?”, “Putriku telah pergi jauh dariku, apakah kamu tidak bisa melihat betapa tidak berdayanya aku ini ? Ruhi bahkan tidak mau melihat wajah kita, ini semua karena Romi !” Raman lagi lagi menyalahkan Romi “Sudah cukup, kak ! Suatu hari nanti egomu sendiri yang akan merusak dirimu”, “Baiklah, sekarang kamu minggat dari sini !” bentak Raman 

“Aku bukan anak kecil lagi sekarang, kak ,,, maafkan aku, aku sudah menikah sekarang” Romi lalu memeluk Raman dan meminta maaf dengan setulus hati namun Raman masih kesal dengan Romi dan menyuruhnya untuk pergi dari rumahnya, saat itu ternyata Ruhi sedang berdiri di belakang mereka, Raman segera mengendalikan amarahnya dan tersenyum ke arah Ruhi “Aku lupa kalau aku mau memberikan coklat ini untuk Pihu” ujar Ruhi, 

Ruhi itu lalu menaruh coklat itu disana dan bergegas pergi, begitu Ruhi pergi, Romi lalu angkat bicara “Aku berpura pura melakukan sandiwara ini karena Ruhi datang lagi kesini, kalau tidak kakak pasti akan mengatakan kalau aku melakukan draman ini juga, sekarang aku mau pergi ! Kamu mau ikut denganku, Mihika ?” Ishita menyela ucapan Romi untuk mengakhiri semua ini dan jangan pergi kemana mana “Sudah cukup, kakak ipar” Romi segera pergi dari sana, 

Raman sangat marah dan kesal kemudian segera berlalu ke kamarnya, di dalam kamar Raman melempar semua barang barang yang ada didekatnya “Semua orang rupanya mencoba mengajariku menjadi seorang ayah dan Ishita adalah akar dari semua permasalahan ini” saat itu Ishita masuk ke kamar dan bertanya “Ada masalah apa, Raman ? Katakan padaku”, “Kamu adalah sumber permasalahannya !” Ishita tertegun “Kamu yang mempunyai masalah, Raman ,,, kamu berteriak pada semua orang yang kamu sayangi dan membantu kamu dengan tulus”, 

“Lalu kamu yang memeluk semua orang ? Romi itu adalah adikku bukan adikmu ! Ketika Ruhi datang ke rumah ini, semuanya akan berakhir !” Raman kembali melampiaskan amarahnya ke Ishita “Aku tahu, aku memang tidak tertarik mendengar teriakanmu dan melihat wajahmu”, “Kalau begitu, pergilah ! Tunggu, biar aku saja yang pergi, kalau tidak kamu pasti akan melarikan diri dan menceritakan tentang kesedihanmu untuk menyalahkan aku lagi !” Raman kemudian segera pergi dari sana 

Niddhi sedang ngobrol dengan Ruhi “Keluargamu itu memang sungguh dramatis”, “Hentikan, nyonya Niddhi ! Masalahmu adalah kamu kira dirimu itu sudah menang karena aku tinggal disini, ini adalah kesalahan terbesarmu, sedangkan aku, aku mempunyai alasanku sendiri” ujar Ruhi ketus “Ishita yang telah menyelamatkan kamu, kamu memiliki pelindung” Niddhi lalu mengangkat tangannya hendak menampar Ruhi namun Ruhi segera memegang tangan Niddhi, 

Saat itu salah satu polisi bertanya “Ada apa ? Apakah ada masalah ?”, “Tidak, aku sedang berada dirumah, aku selamat dan aman, terima kasih” sahut Ruhi “Kalau begitu, aku berjaga diluar” polisi itu lalu berjaga jaga di depan “Aku harus menghadapi semuanya, ibu hakim telah memberiku penjagaan, kalau kamu mencoba menyakiti aku, maka aku akan membuka mulutku dan kamu akan masuk ke penjara, jadi kamu harus mengendalikan tanganmu” ujar Ruhi ketus 

Ishita meminta maaf pada nyonya Bhalla “Ibu, aku minta maaf, Raman bersikap seperti itu karena aku”, “Kalau saja aku ini adalah seorang ibu yang baik, seharusnya aku menjelaskan hal ini padanya” sahut nyonya Bhalla “Aku yang bertanggung jawab atas semua ini, ibu” saat itu Romi datang bersama Mihika dan menyela ucapan Ishita “Ini adalah kesalahanku, aku janji aku akan mengembalikan Ruhi kembali ke rumah ini, aku akan melakukan apapun yang kakak katakan, jadi jangan merasa lemah, kak” Ishita tersenyum dan berterima kasih ke Romi “Aku tidak akan menjadi lemah, Romi” saat itu Raman datang dan melihat kebersamaan mereka “Mihika, lebih baik kamu tunggu saja di mobil, aku akan menyusul nanti” Mihika pun keluar, 

Ishita ikut keluar dan berterima kasih pada Mihika karena telah membawa Romi ke sana “Jangan berterima kasih padaku, kak” mereka berdua lalu saling berpelukkan dan menangis bersama “Aku sangat beruntung mempunyai adik seperti kamu”, “Kadang kita bisa merasa baikkan kalau kita bisa menangis seperti ini” adik dan kakak itupun lalu saling tertawa “Kakak, aku yakin kalau Ruhi sebenarnya ingin kembali padamu, dia hanya membutuhkan sedikit keberanian, hal ini pasti akan segera terjadi” hibur Mihika 

“Aku berharap waktu itu akan segera tiba, besok adalah ulang tahun Ruhi, aku selalu merayakannya dengan menaruh hadiah untuknya di dekat fotonya, sekarang dia bersama kita, aku berharap kita bisa merayakan hari ulang tahunnya bersamanya sama seperti sebelumnya” Mihika tersenyum “Hal ini pasti akan terjadi, kak ,,, kakak bisa memberitahu tentang hal ini ke kak Raman lalu kakak bisa menelfonku nanti, aku yang akan mengurus semua persiapannya” Ishita kembali berterima kasih ke Mihika dan memeluknya erat 

Nyonya Bhalla sedang menangis sambil berkata “Ruhi telah berubah sepenuhnya”, “Toshi, jangan terlalu memikirkan tentang hal ini, pikirkan tentang kesehatanmu”, “Aku hanya ingin Ruhiku, hidupku” saat itu Pihu masuk ke kamarnya dan berkata “Nenek, apakah nenek benar benar merindukannya ?” nyonya Bhalla mengangguk ”Iyaa, Pihu”, “Semua orang saat ini sedang membicarakan tentang kak Ruhi, tidak ada seorangpun yang merindukan aku” ujar Pihu polos “Pihu, kami memang sedang sibuk karena Ruhi”, “Tapi rumah kak Ruhi kan di Australia” nyonya Bhalla menyela “Nyonya Niddhi tidak menyayangi Ruhi, sayang ,,, tapi Pihu menyayangi Ruhi jadi Ruhi akan tinggal disini” Pihu tertegun 

“Lalu dimana kak Ruhi akan tinggal, nek ? Bibi Ishita juga tinggal di kamar ayah bukan mama yang ada disana, katakan padaku, nek” saat itu Adi mendengar pembicaraan mereka, lalu menyela “Pihu, ayah dan bibi Ishita sedang bermain sebuah permainan rahasia” sahut Adi “Apa itu ? Katakan padaku, aku tidak akan menceritakan pada siapapun”, “Mereka sedang berusaha membawa kembali kak Ruhi agar bisa selamat dari nyonya Niddhi” jelas Aditya 

“Aku bisa mengerti” ujar Pihu lalu bertanya ke Raman tentang permainan penyelamatan Ruhi, Adi memberikan kode ke Raman “Iyaa, kami sedang bermain sebuah permainan, ayah harus menghadapi bibi itu untuk mendapatkan kak Ruhi kembali, jadi kamu harus membantu ayah dalam permainan ini” Pihu akhirnya setuju dan berkata “Aku akan menyayangi kak Ruhi, aku akan membantu ayah” Raman kemudian berlalu dari sana 

Niddhi memberitahu Ashok tentang Ruhi yang tidak berada ditangannya saat ini “Maafkan aku, Ashok”, “Sudah tidak usah cemas” sahut Ashok “Aku harus meninggalkan India segera, jadi mengertilah dan bantulah aku, lakukanlah sesuatu”, “Sudah santai saja, Niddhi” hibur Ashok “Kamu tahu, Ruhi memegang tanganku ketika aku mengangkat tanganku di depannya”, “Ini semua karena keluarganya ada disini, lakukanlah sesuatu yang baik sehingga dia merasa tersentuh dan menyukai kamu, maka dia akan menuruti kamu dan kembali bersamamu ke Australia” ujar Ashok “Apakah kita harus membuat sebuah pesta yang meriah untuknya, seluruh keluarga Bhalla pasti akan merasa cemburu” ujar Niddhi 

Ruhi bertanya “Apa ini semua ?”, “Undangan ulang tahunmu, aku tidak lupa dengan ulang tahunmu, Ruhi ,,, selama ini kita akan merayakannya untuk Ruhaan, bukan ,,, kita akan merayakannya untuk Ruhi, aku tahu kalau aku sering mengatakan hal yang buruk, aku setres gara gara urusan pengadilan itu, aku minta maaf untuk semuanya, pergilah dan bersiaplah, hari ini adalah ulang tahunmu” ujar Niddhi “Mana kartu undangannya ?” tanya Ruhi lalu pergi dari sana, Niddhi tersenyum senang “Aku tahu kemana kamu akan pergi, Ruhi ,,, aku juga menginginkan hal ini” ujar Niddhi sinis SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 825  by. Sally Diandra

Bagikan :