SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 853 “PENCULIKKAN ISHITA” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 853 “PENCULIKKAN ISHITA” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 853 “PENCULIKKAN ISHITA” by. Sally Diandra Para preman sedang ngobrol bersama “Untung saja perempuan tadi tidak melihat apa yang berada di dalam karung itu ? Boss pasti akan menelfon kita, kita akan pergi bersama, baru setelah itu kita makan” ujar salah satu preman, sementara itu supir taksi bertanya ke Ruhi “Nona, kemana kalian akan pergi ?”, “Kami sedang ada urusan, pak ,,, kami tidak akan mengunjungi siapapun” sahut Ruhi, saat itu Pihu melihat sticker yang tertempel di mobil van yang dikenalinya, Pihu langsung menunjukkannya ke Ruhi, 

Ruhi meminta supir taksi itu untuk menghentikan mobilnya “Nona, daerah disini tidak aman, kamu pasti tidak akan bisa mendapatkan taksi untuk pulang kerumah”, “Tidak apa apa, pak ,,, kami akan mengurusnya, nanti ayah kami yang akan menjemput kami” begitu Ruhi dan Pihu turun, supir taksi itu segera meninggalkan tempat tersebut, Pihu bertanya “Kak Ruhi, apa benar ayah akan datang nanti ?”, “Tidak, aku bilang seperti itu agar supir taksi itu pergi dari sini” ujar Ruhi, 

Raman sudah mendapatkan informasi yang detail tentang taksi yang di tumpangi Ruhi dan Pihu “Apakah kamu yakin ?”, “Iyaa, tuan ,,, supir kami menurunkannya di pusat kota” Raman mulai khawatir dan berharap kedua putrinya itu baik baik saja, saat itu Shagun menelfon Raman “Raman, Ruhi belum pulang”, “Aku akan menjemput Ruhi dan Pihu” Shagun tertegun “Jadi mereka berdua bersama sama ? Bagaimana bisa mereka sampai disana ? Mereka itu sangat ceroboh”, “Aku juga mulai marah, jangan khawatir, aku akan menjemputnya” sahut Raman 

Mihir bertanya ke Aaliya “Apa kamu menelfonku karena kasus kecelakaan Vandu ?”, “Maaf, aku sangat takut, makanya aku menelfon kamu” ujar Aaliya cemas “Tenang, Aaliya” hibur Mihir “Dia tadi bicara denganku ketika sedang mengendarai mobil, lalu kecelakaan itu terjadi”, “Aku akan pergi ke kantor polisi” sahut Mihir “Apakah kamu tidak memarahiku ?”, “Kamu menyadari kesalahanmu, itu sudah cukup” saat itu mereka melihat Vandu dan Bala pulang kerumah, mereka terlihat begitu sedih, Vandu dan Bala tidak bicara sedikitpun dengan mereka dan bergegas pergi dari sana 

Sementara itu Pihu menunjukkan mobil van itu ke Ruhi “Ada karung di dalam mobil itu, kak” saat itu para preman melihat mereka berdua dan merasa heran “Siapa mereka itu ?” gumam salah satu preman, Pihu berusaha meyakinkan Ruhi tentang sticker yang tertempel di mobil van itu “Ini adalah sebuah petunjuk kalau bibi Ishita memang berada disini” sahut Pihu, preman itu akhirnya mengetahui kalau Pihu dan Ruhi sedang mencari Ishita “Gadis gadis ini memang sangat pintar, mereka mencari perempuan itu rupanya, aku harus memberitahu boss dulu” ujarnya, Ruhi memberitahu Pihu “Pihu, kita harus memberitahu ayah, aku rasa tempat ini tidak aman” ujar Ruhi cemas 

Vandu bertanya pada Bala “Bala, kenapa kamu menyalahkan dirimu sendiri ?”, “Bala, apakah ini benar ?” sela Amma “Iyaa, Bala sudah memberitahu inspektur polisi kalau dia yang melakukan kecelakaan itu” ujar Vandu sambil menangis, Mihir dan Aaliya hanya menatap kearah mereka “Itu karena aku mencintai kamu, Vandu ,,, kita ini adalah satu, jadi bagaimana bisa kesalahan kita berbeda ? Apa gunanya hubungan ini ketika aku tidak bisa menolong kamu, aku juga bertanggung jawab dalam hal ini, kamu melakukan semua ini untukku, aku senang dengan semua usahamu, aku sendiri hanya memikirkan untuk mengerjaimu saja” Mihir tersenyum mendengar penjelasan Bala 

“Aaliya, inilah yang dinamakan cinta sejati, tidak dibutuhkan sesuatu untuk mengekspresikannya” jelas Mihir, Aaliya lalu meminta maaf pada Vandu dan Bala “Ini bukan kesalahan kamu, Aaliya ,,, kamu berusaha untuk memberikan kegembiraan dalam kehidupan pernikahan kami yang membosankan” Preman itu lalu memberitahu teman temannya tentang dua orang gadis yang mencari Ishita “Ini akan menjadi masalah”, “Kalau begitu kita bunuh saja perempuan itu, lalu pergi dari sini, kita akan melemparkan mayatnya, agar tidak ada seorangpun yang akan tahu” sahut preman yang lain, 

Saat itu Raman sudah sampai disana dan bertanya pada Pihu “Pihu, apakah kamu baik baik saja ? Ruhi, apa kamu sudah gila dengan membawa Pihu kesini ? Kalau terjadi sesuatu padanya bagaimana ?” tanya Raman cemas “Ayah, kak Ruhi berbohong tentang bibi Ishita” kemudian Pihu menceritakan semuanya ke Raman, Raman sangat terkejut “Apakah kamu yakin ?”, “Iyaa, ayah ,,, aku ingat, aku pernah memberikan sebuah petunjuk ke nenek seperti di serial televisi penculikan Parvati” Raman langsung menyela “Ini bukan serial televisi, Pihu ,,, apa kamu yakin kalau semua ini bukan sebuah cerita ?”, “Ayah, aku rasa Pihu ini hanya bicara saja” sahut Ruhi “Tidak ada apa apa disini, lebih baik kita pulang ke rumah saja” ajak Raman, 

Saat itu para preman sedang mengangkat karung itu untuk dibuang, boss mereka menelfon “Baiklah, pekerjaannya berlebih, uangnya harus double” pinta preman, Raman memberitahu kedua putrinya “Daerah disini tidak aman”, “Ayooo ikut dengan ayah” pinta Raman “Ayah, kita tidak bisa meninggalkan bibi Ishita disini”, “Ayah tidak mau mendengarkan apapun, ayooo ikut, ayah” tepat pada saat itu Ishita melemparkan cincinnya ke tempat mereka, Ruhi lalu mengambilnya dan menunjukkannya ke Raman “Ayah, bukankah ini cincinnya Ishita ?”, “Iyaa, itu berarti yang dikatakan oleh Pihu adalah benar” sahut Raman heran 

“Cincin ini jatuh dari lantai atas, ayah”, “Aku akan pergi kesana dan memeriksanya” Ruhi langsung menyela “Aku juga ingin melihat Ishita” Raman mencegahnya “Jangan, lebih baik kalian berada di dalam mobil saja dan kunci mobilnya !” Raman segera masuk ke dalam sebuah gudang sambil memanggil manggil Ishita, Raman tidak melihat siapapun disana, dilihatnya mobil van itu sudah pergi “Mereka rupanya yang menjatuhkan cincin itu, dengan begitu aku akan datang kesini dan mereka pun pergi” gumam Raman 

Raman kembali ke mobil dan memberitahu Ruhi dan Pihu “Mereka memang telah menculik Ishita, tidak akan terjadi apa apa padanya, dia itu wanita yang kuat” saat itu Shagun menelfon Raman “Ayah, lebih baik kita pulang saja”, “Baiklah” kemudian mereka bertiga pergi dari sana 

Semua orang bertanya pada Shagun tentang Raman yang belum pulang juga bersama Ruhi dan Pihu “Tenang saja, mereka akan sampai” semua orang merasa cemas, tak lama kemudian Raman pulang bersama Ruhi dan Pihu, kemudian Raman menyuruh Ruhi dan Pihu masuk ke kamar, lalu memberitahu semua orang kalau Ishita telah diculik, seluruh keluarga terkejut “Raman, kamu bilang ini semua adalah rencananya” sela tuan Bhalla 

“Tadinya aku juga berfikiran seperti itu, tapi dia ini memang diculik, ini bukan rencananya untuk mencegah kepergian Ruhi, ayah” Raman kemudian menceritakan semuanya pada seluruh keluarganya “Itu artinya para preman melaksanakan perintah seseorang, kalau tidak mereka pasti akan meminta uang tebusan” sela Romi “Niddhi pasti yang telah melakukan hal ini” sahut Simmi ketus 

“Kalau begitu kita harus pergi dan bertanya pada Niddhi” Mihir juga ikut buka suara “Semoga saja tidak terjadi sesuatu pada Ishita” Mihika menyela ucapan Raman “Aku rasa seharusnya kita memberitahu polisi dan memberikan semua informasinya secara detail”, “Jangan, kita sudah melakukan kesalahan yang sama tujuh tahun yang lalu, aku masih menerima hukumannya sampai sekarang, kalau Niddhi tahu kita memberitahu polisi, dia bisa saja menyakiti Ishita, dia melakukan semua ini untuk Ruhi, karena Ruhi bersama kita” Shagun ikut menyela ucapan Raman “Aku rasa Ashok bersama Niddhi dalam hal ini, kita harus bertanya padanya”, “Aku akan mencobanya” sela Romi “Jangan, Ashok akan kehilangan kepercayaannya padamu, Romi ,,, kita harus memikirkan rencana yang lain” 

Sementara itu Aaliya yang ada disana hanya berdiam diri sambil berkata dalam hati “Mereka itu hanya bicara saja, sedangkan ibu sedang dalam bahaya, aku harus memberitahu ayah” bathin Aaliya Aaliya lalu memberitahu Mani “Apa ? Niddhi menculik Ishu ? Aku akan mengurusnya, beraninya dia melakukan hal ini !”, “Ayah, tunggu dulu !” namun Mani sudah pergi dari sana, Aaliya lalu menelfon Adi namun Adi tidak menjawab telfonnya, Aaliya segera menelfon Mihir, 

Mihir bergegas pergi dan mencegah Mani yang ingin bertemu dengan Niddhi “Aku tidak akan berhenti, Mihir ! Aku tidak akan membiarkan Niddhi !”, “Mani, aku mohon dengarkan aku sekali saja, kami semua juga sangat mengkhawatirkan Ishita, kami tidak menemui Niddhi itu ada alasannya, karena dia bisa saja menyakiti kehidupan Ishita, kita harus memikirkannya secara baik baik, kita tidak bisa marah marah begitu saja, karena kita bisa kehilangan banyak hal dengan kemarahan, kita telah kehilangan Ruhi, hubungan Raman dan Ishita juga retak karena kemarahan” Mani terdiam mendengarkan penjelasan Mihir 

“Aku mohon padamu, Mani ,,, saat ini kami sedang mengawasi Niddhi, aku sudah menyewa seorang detektif swasta, tidak ada seorangpun yang tahu, bahkan tidak juga Raman, simpan hal ini untukmu sendiri, aku mohon percayalah padaku, kita harus tenang, ini tentang nyawa Ishita” Aaliya hanya terdiam memperhatikan mereka “Kami tidak mendapatkan permintaan apapun dari penculik Ishita, jadi saat ini Ishita masih selamat, kita akan melakukan sebaik mungkin untuk mendapatkannya, kalau kamu melakukan sesuatu ke Niddhi, hal itu bisa menyakiti Ishita, kami tidak menginginkan hal itu” jelas Mihir SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 854  by. Sally Diandra

Bagikan :