SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 814 “RAHASIA RUHAAN TERUNGKAP” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 814 “RAHASIA RUHAAN TERUNGKAP” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 814 “RAHASIA RUHAAN TERUNGKAP” by. Sally Diandra Ishita bertanya ke Niddhi “Niddhi, kamu seharusnya mempunyai belas kasihan pada kami dan katakan pada kami tentang Ruhi, ini sudah 7 tahun, tolong katakan pada kami !” ujar Ishita sedih, sementara Niddhi hanya diam saja tetap tidak mau buka suara, Aaliya dan Adi datang kesana dan bertanya soal Ruhi “Madam Nimrit ? Aku dulu bekerja sebagai asisten pribadinya Ruhaan, aku pernah bilang sama kamu kan, ibu ,,, kalau madam Nimrit adalah ibunya Ruhaan dan dia yang menghajarnya, aku tadi juga melihat Ruhaan ada disini dan dia pergi terburu buru” Raman tertegun mendengar ucapan Aaliya “Ruhaan kesini ?” mereka semua bergegas mencari Ruhaan, 

Sementara itu Pihu ingin pergi ke tempat Raman “Pihu, ayahmu sedang pergi, ada sebuah pekerjaan yang sangat penting, kamu tidak bisa pergi kesana” namun Pihu bersikeras meminta “Sini, mama akan membawamu ke ayahmu” sela Shagun “Mama, kenapa mama ganti baju ? Ayah telah merusak rencana pernikahan ini, ayoo kita pergi” Mihir menyela rencana mereka “Shagun, jangan bersikap seperti ini”, “Aku baik baik saja” sela Shagun santai “Shagun, jangan bawa Pihu kesana, karena Ishita juga ada disana, kalau Pihu tahu ,,,” Shagun menyela ucapan Simmi “Itulah sebabnya aku akan membawa Pihu kesana, Raman telah meninggalkan prosesi pernikahan yang belum selesai tapi Raman tidak bisa dekat dengan Ishita begitu melihat Pihu” ujar Shagun santai 

Ruhi sedang berjalan terburu buru keluar dari hotel sambil berkata “Aku tidak boleh tertangkap, kalau tidak mereka akan tahu kalau aku adalah Ruhi, aku harus melarikan diri secepatnya, tapi kemana aku harus pergi ?” saat itu ada sebuah mobil yang melintas di depannya, Ruhi segera meminta tumpangan untuk keluar dari hotel sambil mencari taksi, tanpa di duga ternyata mobil itu adalah mobilnya Ashok, Ruhi kaget begitu melihat Ashok “Bukankah dia Ruhaan ? Dia seharusnya bersama Niddhi, apa yang dilakukannya disini ?” bathin Ashok sambil memperhatikan Ruhaan dari dalam mobil, 

Ashok lalu keluar dari mobilnya dan menemui Ruhaan “Tentu saja, kenapa tidak ? Aku akan menolong Ruhaan si bintang rock terkenal, Niddhi tadi menelfonku dan memintaku untuk membantu kamu” Ruhi sedikit tidak suka dengan sikap Ashok dan bertanya tanya “Bagaimana bisa nyonya Niddhi kenal dengan paman Ashok ?” bathin Ruhi, Ruhi berusaha menghindar “Jangan sok pintar, Ruhaan ,,, aku tahu kalau Niddhi ditangkap polisi, ayooo ikutlah denganku, kamu akan aman bersamaku” dengan terpaksa Ruhi akhirnya setuju dan pergi bersama Ashok, sementara itu Ishita, Raman dan semua orang sedang mencari Ruhaan di jalan, sambil bertanya pada semua orang yang lewat disana 

Mihika memberitahu Appa lewat telfon kalau mereka belum bisa menemukan Ruhi, Appa menangis sedih “Mihika, terus beritahu aku kalau ada perkembangan tentang Ruhi” kemudian Appa menutup telfonnya, tiba tiba tuan Bhalla mendekat dan memberikan saputangannya ke Appa kemudian mencoba menghibur Appa “Aku juga berharap kita bisa menemukan Ruhi” tuan Bhalla mulai membuka percakapan “Kita tidak tahu apakah Niddhi meracuni pikirannya, apakah Niddhi membuat Ruhi seperti dirinya, aku juga berharap kita bisa menemukan Ruhi” ujar Appa sedih 

Ishita sedang ngobrol dengan Raman, Ishita berharap mereka bisa menemukan Ruhi “Kenapa kita tidak bisa menemukan Ruhaan ? Kita tidak tahu bagaimana Niddhi merawatnya”, “Tidak akan terjadi apa apa pada Ruhi, kita telah mengalami hukuman ini selama 7 tahun, aku janji aku akan menemukan Ruhi, kali ini kita tidak akan membiarkan Ruhi pergi lagi dari kita” ujar Raman sambil memeluk Ishita yang sedang menangisi Ruhi, Raman berusaha menghiburnya “Raman, aku takut”, “Aku janji, tidak akan terjadi apa apa pada Ruhi” saat itu Romi melihat kebersamaan kakaknya dan tertingat bagaimana dulu Raman marah padanya dan menghajarnya begitu mengetahui Ruhi telah meninggal, Shagun juga sudah sampai disana dan melihat Raman sedang berpelukkan dengan Ishita, 

Romi kemudian bergegas menemui Niddhi lagi dan bertanya padanya tentang Ruhi “Kak Raman dan kak Ishita dalam keadaan menderita seperti ini semuanya gara gara kamu !” Mihika langsung mencegah Romi agar tidak bertindak lebih jauh lagi “Romi hentikan ! Niddhi memang menginginkan kita bersikap seperti ini agar dia bisa bebas” bentak Mihika, Romi pun menangis dan secara sopan bertanya tentang Ruhi “Keluarga kami tercerai berai, itu semua karena kamu, Niddhi ,,, katakan padaku tentang Ruhi, aku janji aku tidak akan membiarkan terjadi sesuatu padamu” Niddhi langsung mendorong Romi dengan keras dan berkata “Aku tidak akan pernah mengatakan padamu tentang Ruhi ! Dia itu sudah meninggal !” bentak Niddhi sengit 

Shagun yang masih menatap kebersamaan Raman dan Ishita langsung meminta Ishita untuk mengendalikan dirinya sendiri, saat itu Pihu datang dan berkata “Aku ingin bicara dengan ayah”, “Pihu, kita akan bicara soal pernikahannya nanti saja” pinta Shagun “Aku ingin bertanya sesuatu yang lain, mama ,,, apakah Ruhaan akan kembali ke Australia ? Tadi aku melihatnya pergi dengan sebuah mobil, mama tahu siapa yang bersamanya, itu paman Ashok, temannya paman Romi” Raman dan Ishita langsung kaget begitu mendengar ucapan Pihu yang polos “Paman Ashok lalu menaruh tasnya Ruhaan di mobilnya, aku ingin bertemu dengan Ruhaan” Shagun lalu menyela “Iyaa, Raman ,,, Pihu tadi memang berteriak memanggil Ruhaan, kami pernah bertemu dengannya di konser ketika kami pergi ke Australia, cegah dia, Raman”, “Pihu, kamu telah sangat banyak menolong kami” Raman dan Ishita bergegas pergi ke rumah Ashok 

Dirumah Ashok, Ashok meminta Ruhaan untuk makan dulu “Ngomong ngomong berapa umurmu ? Dan dimana kamu dilahirkan ?” Ashok mencoba menginterogasi Ruhi, Ruhi merasa jengah dan tidak suka dengan sikap Ashok “Kenapa kamu bertanya padaku ?”, “Jawab saja pertanyaanku” pinta Ashok lagi “Umurku 16 tahun”, “Lalu bagaimana dengan kedua orang tuamu ?” Ruhi langsung berbohong tentang orang tuanya “Aku sedang mengadakan tour dengan madam Nimrit, orang tuaku percaya padanya”, “Apakah madam Nimrit pernah menceritakan padamu tentang masa lalunya ? Apakah kamu tahu tentang seorang gadis yang bernama Ruhi ?” Ruhaan langsung menggeleng “Tidak, aku rasa seharusnya aku pergi saja dari sini” Ashok langsung memegang tangan Ruhaan dan berkata 

“Niddhi adalah managermu, kenapa kamu ingin terlibat dalam permasalahan ini ?”, “Madam Nimrit memberikan aku gebrakan yang pertama dan aku sukses karena dia, bisakah kamu menelfonkan taksi untukku ?” Ruhi mulai ketakutan dengan sikap Ashok “Kamu tidak bisa membantu Niddhi, tapi orang tuamu bisa membantunya, ayooo telfon mereka !” Ruhi menggeleng “Aku tidak mau ! Aku tidak ingin membuat masalah dengan orang tuaku, aku yang akan mengatasinya sendiri”, “Aku merasa kamu sedang menyembunyikan sesuatu” Ashok berusaha mendekat ke arah Ruhi “Aku rasa aku harus pergi dari sini”, “Apa yang kamu sembunyikan, Ruhaan ? Katakan padaku” Ashok terus berusaha mendekat ke arah Ruhi 

“Aku ingin kamu membintangi sebuah iklan untuk perusahaanku, katakan padaku cepat sekarang !”, “Biarkan aku pergi !” Ruhi berusaha berontak dan tiba tiba terjatuh, topinya terlepas dan rambutnya tergerai panjang, Ashok kaget melihatnya dan langsung menangkap Ruhi “Yaa Dewa, kamu itu bukan anak laki laki melainkan seorang anak perempuan, kamu pasti Ruhi kan ? Kamu berusaha menyembunyikan hal ini dariku, hari ini adalah hari yang terbaik dalam hidupku, sekarang aku bisa membuat Raman melakukan apapun, karena nyawanya Ruhi ada padaku” Ashok merasa senang “Hanya karena kamu sudah tahu yang sebenarnya, itu tidak berarti kalau kamu bisa menyakiti keluargaku !” Ashok tertawa senang “Apa yang akan kamu lakukan ?” Ruhi langsung mendorong Ashok dengan keras dan bergegas berlari keluar dari rumah Ashok 

“Ruhi, berhenti !” Ashok kemudian menangkap Ruhi lagi, Ruhi berusaha melarikan diri dan mengunci pintu rumah Ashok “Seberapa jauh kamu akan berlari, aku sudah tahu kebenaran tentang dirimu !” teriak Ashok, saat itu Raman dan Ishita sudah sampai dirumah Ashok dan mereka terkejut begitu melihat Ruhaan dengan rambutnya yang panjang dan tahi lalatnya pun terlihat samar diatas bibirnya, Raman dan Ishita baru menyadari kalau sebenarnya Ruhaan adalah Ruhi mereka, Ishita dan Raman menangis haru karena mereka telah menemukan Ruhi SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 815 by. Sally Diandra

Bagikan :