SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 811 “PERSIAPAN PERNIKAHAN RAMAN & SHAGUN” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 811 “PERSIAPAN PERNIKAHAN RAMAN & SHAGUN” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 811 “PERSIAPAN PERNIKAHAN RAMAN & SHAGUN” by. Sally Diandra Raman sedang menangis teringat pada Ruhi “Ruhi adalah satu satunya orang yang menyatukan aku dengan Ishita” ujar Raman sedih sambil melihat foto Ruhi sambil menangis, saat itu Ishita datang ke rumah keluarga Bhalla “Aku harus menemukan Niddhi segera” ujar Ishita sambil melihat adanya wadah api suci disana “Simmi, ada apa ini ?”, “Kak Raman akan menikah dengan Shagun, Ishita ,,, tidak ada seorangpun dari kami yang menginginkan hal ini” Ishita terkejut “Bolehkah aku bicara dengannya ?”, “Iyaa, kamu bisa bicara dengannya” sahut Simmi, 

Sementara itu Raman sedang bergumam pada dirinya sendiri “Aku harus mengakhiri semua ini” gumamnya sambil menangis, Simmi menemuinya dan memintanya untuk bertemu dengan seseorang, Raman segera membasuh mukanya dan memintanya untuk keluar dari kamarnya “Kak, Ishita ingin bicara dengan kamu”, “Keputusanku tidak akan berubah, aku tidak ingin bicara dengan siapapun !” bentak Raman, Ishita hanya bisa menangis dan berkata “Simmi, biarkan dia melakukan apapun yang ingin dia lakukan, dia sudah memilih jalannya sendiri, aku tidak punya pilihan, biarkan dia bahagia” Ishita segera pergi dari sana, kemudian menuju ke apartemennya sendiri dan menangis sedih disana, 


Ishita teringat pada pernikahannya dengan Raman dan berfikir untuk memberikan ucapan selamat ke Raman “Hubungan kita telah dilahirkan, kenapa kamu malah menjauh dari aku, Raman ?” tangis Ishita, Ishita sakit hati dan terus saja menangis “Aku sudah meninggalkan semuanya dan pergi dari sini, jadi kenapa aku harus menangis ?” saat itu Ruhi juga ada di apartemennya dan menatap kearahnya sambil berfikir “Rupanya Ishita sudah tahu tentang pernikahan itu” Ruhi segera menutup pintu kamarnya Niddhi sedang ngobrol dengan Ruhi ditelfon “Apa ? Kamu ingin tinggal disini selama pernikahan Raman dan Shagun ?”, “Iyaa, Ishita sedang menangis disini, aku ingin memastikan dia tidak melakukan sesuatu disini, aku akan pulang ke Australia dengan penerbangan besok pagi” Ruhi berusaha meyakinkan Niddhi “Baiklah, jangan lupa dengan janjimu !”  

Saat itu Ishita memanggil Ruhi “Ruhi, apakah kamu tidak tahu bagaimana caranya membersihkan rumah ? Anak anak memang tidak tahu aturan !” ujar Ishita kesal, dari dalam kamarnya Ruhi bergumam “Aku tahu kalau Ishita pasti sedang terluka perasaannya, itu adalah kebiasaan lamamu dengan membersihkan sesuatu untuk mengalihkan pikiranmu ketika kamu sedang sedih” gumam Ruhi sambil menangis dan berkata pada dirinya sendiri “Apa yang terjadi padaku ? Kenapa aku menangis begitu melihat Ishita sedih ?” saat itu Ishita mendapat telfon “Apa ? Kamu sudah mendapatkan Niddhi ? Aku tidak akan melepaskan Niddhi ini ! Dia telah menghancurkan kehidupan semua orang !” ujar Ishita kesal, kemudian Ishita berteriak ke Ruhi “Ruhi, kunci pintunya ya !” Ishita segera berlalu dari sana 

Pihu sedang menunjukkan kalung untuk Shagun dan memberitahu Raman kalau dia telah menyimpan baju pengantin untuk ayahnya “Itu tidak perlu, Pihu ,,, ini hanya perayaan kecil kecilan saja , heiii kenapa kamu sedih ?”, “Aku tidak tahu, kenapa tidak ada seorangpun yang bahagia ?” Shagun datang kesana dan mencoba menghibur Pihu, Pihu lalu mencium mereka berdua “Kalian berdua memang orang tua yang terbaik di dunia dan menikah kedua kalinya demi aku” ujar Pihu polos, Shagun kemudian meminta Pihu untuk keluar dulu, begitu Pihu keluar, Shagun berkata “Raman, aku ingin bicara denganmu, aku tahu kalau kamu tidak bahagia dengan pernikahan ini, aku melakukannya hanya untuk Pihu, aku tidak ingin merebut apapun dari Ishita, aku hanya ingin membuat semua ini menjadi nyata untuk Pihu" Raman hanya terdiam dan tidak memberikan komentar apapun 

"Aku tahu kalau aku ini hanyalah ibu pengganti bagi Pihu tapi aku yang membesarkan Pihu, aku yang melihat semua perkembangannya mulai dari langkah pertamanya, kata pertamanya, ketika dia memanggilku mama, dia itu putriku, Raman ,,, aku telah kehilangan Ruhi dan masa kecilnya, aku tidak tahu tentang sifat keibuan tapi Pihu yang menjelaskan padaku apa itu artinya menjadi seorang ibu” Raman hanya terdiam kemudian pergi meninggalkan Shagun, Shagun pun menangis “Tidak ada seorangpun yang bisa merebut Pihu dan keluargaku, Pihu adalah duniaku, hidupku, aku tidak akan membiarkan hal ini terjadi” gumam Shagun 

Raman memberitahu ayahnya dan Simmi “Aku tahu kalau kalian semua tidak bahagia, tapi aku mohon lakukan semua ini demi kebahagiaan Pihu, dia sangat berarti bagiku, ibu telah menelfon selama 15 kali, tolong katakan padanya kalau keputusanku tidak akan berubah, aku bisa melakukan apa saja untu kebahagiaan Pihu, mintalah padanya untuk setuju dengan hal ini demi Pihu, kalian juga harus setuju” Simmi pun menangis begitu mendengar ucapan Raman 

Romi memberitahu Ishita kalau Ashok dan Niddhi belum keluar juga “Kamu terlihat sangat letih, lebih baik kamu pulang saja, aku yang akan duduk disini dan menunggunya”, “Kamu itu berhubungan dengan bisnisnya Ashok, lebih baik kamu masuklah ke dalam dan cari tahu, kamu bisa menemukan petunjuk tentang Niddhi” Romi tersenyum dan berkata “Pikiran detektifmu memang tidak berubah sampai sekarang, kak ,,, Raman memanggilmu seperti itu kan ? Detektif”, “Sudah kamu pergi saja sana” Romi segera pergi 

“Detektif ? Aku benar benar berharap mata mata ini bisa berjalan baik pada hari ini, Raman akan menikah hari ini, aku ingin memberinya satu hadiah yaitu informasi tentang Ruhi, aku ingin mengembalikan Ruhi padanya, aku berharap aku bisa melakukan hal ini” gumam Ishita Raman sedang menangis dan berfikir “Apa yang terjadi denganku ? Aku berharap aku tidak melalukan hal ini, tapi semua ini untuk Pihu, pernikahan ini harus terjadi” gumam Raman, 

Sementara itu di tempat Ishita, Ishita sedang menangis “Aku tidak mempunyai hak untuk menangis, aku seharusnya bahagia untuk Raman, karena dia akan menikah” gumam Ishita sedih, Pihu sedang bertanya pada Mihir “Paman, apakah paman mendapatkan haldinya ?”, “Iyaa, paman sudah mendapatkannya, bagaimana kamu bisa tahu semua ritual pernikahan ?” Mihir merasa heran “Makanya paman nonton saja serial sinetron di televisi” kemudian Pihu mengajak Mihir untuk mengoleskan haldi itu ke Shagun, Simmi juga mengoleskan haldi itu ke Shagun “Ayah juga harus di beri haldi” sela Pihu, kemudian Simmi berlalu dari sana 

Di rumah Ashok, Ashok merasa heran dengan kedatangan Romi “Romi, apakah kamu tidak punya pekerjaan lain ? Kamu mau mempermainkan aku yaaa ?” saat itu Ashok mendapat telfon, Romi segera masuk ke dalam kamar sambil bertanya “Apa yang terjadi semalam ?” Ashok merasa heran begitu mendengar ucapan Romi “Kenapa kamu kok jadi ingin tahu tentang gadis itu ? Apakah ada yang kurang menarik dalam kehidupanmu sendiri ?” Romi pura pura tersenyum “Aku hanya ingin tahu saja, aku tahu kamu pasti akan sangat senang sekali”, “Kesenangan ada pada hidup Raman, hari ini dia akan menikah” Romi tertegun 

“Kenapa aku harus mendapat undangan pernikahannya ?”, “Karena Raman menikahi mantan istrinya sendiri, aku harap aku bisa mendukung Ishita dengan membuat perasaannya membaik” Romi sangat marah mendengarnya dan mencoba mencari beberapa informasi, saat itu Ashok pergi sebentar, Romi segera memeriksa ponsel Ashok dan mencatat beberapa nomer telfon 

Raman datang untuk acara haldi, Pihu mengoleskan haldi itu ke Raman dan bertanya “Ayah, kenapa mata ayah berwarna merah ? Apakah ayah menangis ?”, “Tidak, hanya ada sesuatu di mata ayah, jadi mata ayah jadi merah” Raman mencoba menutupi dirinya “Ketika aku berpura pura sakit batuk untuk bolos sekolah, ayah tahu aku berbohong kan ? Sama halnya saat ini ketika aku mengetahui kalau ayah berbohong, kenapa ayah menangis ? Apakah ayah sedang bersedih ?”, “Pihu, ayah harus bersiap siap untuk pernikahan ini, ayoo cepat oleskan haldinya” Raman berfikir untuk mengontrol emosinya, kalau tidak Pihu pasti akan mengetahui semuanya SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 812 by. Sally Diandra

Bagikan :