SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 808 “ISHITA MENANTANG RAMAN” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 808 “ISHITA MENANTANG RAMAN” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 808 “ISHITA MENANTANG RAMAN” by. Sally Diandra Mihir dan Adi datang juga ke pesta tersebut, Mihir melihat ke arah Raman, Raman lalu menghampiri mereka “Apa yang Adi lakukan disini ?”, “Dia itu kan anakmu, dia harus melihat bagaimana bisnismu, dia adalah pewaris keluarga Bhalla jadi dia juga harus belajar bisnis ini” Mihir mendukung Adi “Baiklah, kamu tahu, Adi ,,, kalau ibu Ishi mu itu akan menikah dengan Mani, apakah dia akan menjadi ibu Ishimu sekarang ?”, 

“Lalu memangnya kenapa ? Ayah juga akan menikah, apakah ayah juga tidak akan menjadi ayahku ? Siapa yang mengatakan pada ayah ?” tanya Adi heran “Aaliya yang bilang ke Ruhaan, aku juga baru tahu”, “Lalu kenapa ayah kelihatan sangat khawatir ?” Raman sangat kesal dan marah begitu mendengar ucapan Adi, Raman segera berlalu dari sana, Mihir lalu memberitahu Adi “Kamu pasti akan mendapat tamparan dari ayahmu, ayooo ikut denganku, kita akan minum minum sambil ngobrol ngobrol” ujar Mihir, sementara Adi mengkhawatirkan Ishita yang akan menikah dengan Mani 


Semua orang memuji Raman karena telah membuat sebuah iklan dengan Ruhaan, Ashok dan Romi sangat marah begitu melihat semua orang memuji Raman dan bisnisnya mulai merangkak naik, Romi memberitahu Ashok “Ashok, aku tidak bisa berada disini dimana semua orang memuji Raman”, “Ini adalah bisnis yang biasa, kita akan bicara dengan Ruhaan tentang kampanye iklan, kita akan melakukan pemasarannya dengan baik” sahut Ashok “Kenapa Ruhaan akan membuat iklan untuk kita ?”, “Karena managernya adalah Ni ,,, maksudku Nimrit, dia adalah teman lamaku, dia bisa melakukan hal ini untukku” sahut Ashok “Baiklah, aku akan pergi sekarang”, “Aku akan menelfon Nimrit dan membuat janji dengannya” Ashok bergegas menelfon Niddhi dan memintanya untuk bertemu dirumahnya setengah jam lagi 

Sementara itu Ishita masih menikmati minumannya, Raman hanya menatapnya dan meminta manager hotel untuk menyiapkan sebuah kamar segera, Ishita benar benar mabuk sambil menari mari dengan beberapa pria, kemudian memeluk Raman dan menari dengannya, Raman memegangnya dan mencoba untuk membatasi geraknya, Ishita yang masih dalam keadaan mabuk lalu berfoto selfie dengan beberapa pria, Raman segera menjauhkan Ishita dari para pria itu, dia berusaha untuk menghentikan aksi Ishita yang berlebih lebihan karena mabuk, Raman juga berusaha menjauhkan para pria itu dari Ishita, Raman lalu menggeret Ishita pergi dari sana 

“Heeei, kemana kamu mau membawa aku pergi ? Aku ingin berpesta”, “Kita akan pulang ke rumah !” bentak Raman “Aku ingin memotret foto foto yang bagus dulu” ujar Ishita yang kemudian minta minum lagi “Apa kamu sudah gila ? Sudah cukup ! Ayooo ikut denganku” tiba tiba Ishita tertawa dan “Lihat kan kamu kalah kan dengan tantangan ini ? aku ini sangat mabuk, tapi aku bisa berdiri tegak kan ? Suaraku juga rendah, aku tidak seperti kamu, Raman ,,, aku masih bisa mengendalikan diriku, sedangkan kamu selalu berteriak kencang” teriak Ishita “Ayooo ikut denganku ke kamar, ada sebuah kejutan untukmu” dalam perjalanan ke kamar, Ishita kembali meminta minuman “Bahkan Raman bisa membagi minumannya untukku” manager hotel lalu memberikan tas Ishita, Raman bergegas membawanya 

Ruhi melihat lihat apartemen keluarga Bhalla sambil berfikir untuk melihat Pihu sekali lagi, Ruhi lalu pergi kesana dan bertanya ke Neelu “Neelu, kenapa kamu begitu gelisah ?” tanya Ruhi sambil melihat kondisi dapur yang berantakan “Neelu, ada apa semua ini ?”, “Pihu ingin membuat kue tanda terima kasih, lihat kondisi dapurnya sekarang, aku harus membersihkan semuanya” ujar Neelu, Pihu datang dan menyapa Ruhi 

“Bagaimana penampilanku sebagai seorang chef ? Aku membuat kue tanda terima kasih, apakah kamu mau membantu aku ?” Ruhi akhirnya membantu Pihu “Kuenya akan di panggang selama 20 menit”, “Kita akan berdoa untuk Sang Dewi, apakah kamu tidak menonton serial televisi ?” tanya Pihu sambil menceritakan tentang Parvati, Ruhi tertawa dan ikut berdoa bersama Pihu, Ruhi melirik kearah Pihu sambil tersenyum “Kak Ruhi, kakak harus menutup mata kakak dan berdoa” pinta Pihu polos, akhirnya Ruhi berdoa agar kuenya enak 

Ashok menemui Niddhi di rumahnya sendiri dan berkata “Kamu telah ketinggalan sebuah pesta yang luar biasa, kita akan berpesta disini” Niddhi langsung berdebat dengan Ashok “Kamu kira kamu bisa menghina aku setiap waktu dan bisa menyuruhku kembali ke Australia ?”, “Aku tahu kalau kamu marah, kamu bisa menghukum aku juga” hibur Ashok “Aku ingin Ruhaan bekerja untukku dan Romi”, “Apa kamu sudah sinting ? Kalau Romi tahu aku ini masih hidup, dia pasti akan membunuhku atau memberitahu semua orang” Niddhi merasa cemas 

“Tidak, Romi itu sangat membenci Raman sekarang”, “Keturunan tetap saja keturunan, kalau Romi tahu aku ini masih hidup, dia pasti akan meminta pertanggung jawabanku untuk permusuhannya dengan Raman, jangan lupa aku menculik bayinya Ishita karena Romi !” saat itu Romi datang ke sana dan bertanya ke pelayan rumah tentang Ashok, Niddhi mendengar suaranya “Beraninya kamu mengundang aku kesini untuk menjebakku” Niddhi sangat marah “Bukan seperti itu, Niddhi ,,, sekarang pergilah dulu dan bersembunyi, kita akan bicara lagi nantI” Niddhi segera berlalu dari sana, Romi datang dan melihat kepergiannya namun Romi tidak melihat wajah Niddhi 

Dirumah Raman, Ruhi berkata “Kita akan memberikan lapisan gula di kuenya sekarang, kita akan menulis terima kasih untuk ayah dan ibu”, “Biar aku saja yang melakukannya” Pihu kemudian menulis terima kasih untuk Ruhi, Ruhi jadi sangat tersentuh dan bertanya “Ada apa ini, Pihu ?”, “Kita bisa mengucapkan terima kasih pada seseorang yang kita sayangi, aku sangat menyayangi kamu, kamu ini sudah seperti kakakku saja, kak Adi itu memang kakak yang terbaik, tapi aku selalu berharap agar bisa mempunyai kakak perempuan juga, lihat aku telah mendapatkannya hari ini” Ruhi terharu dan memeluk Pihu, Neelu melihat ke arah mereka dan berfikir “Nyonya Bhalla pasti akan sangat senang begitu melihat mereka, bahkan mendiang Ruhi usianya juga sama seperti gadis ini, aku berharap Ruhi bisa bersama dengan Pihu” bathin Neelu sedih

Romi meminta Ashok untuk bicara dengan Nimrit dan mendapatkan Ruhaan untuk iklan produk mereka “Iyaa, pestanya baru saja berakhir, kita akan bekerja nanti saja, kamu bisa menghabiskan waktumu dengan pengantinmu”, “Iyaa, sama seperti kamu yang sedang berada disini bersama pacarmu, siapa dia ? Apakah kamu tidak mau mengenalkan dia padaku ?” tanya Romi penasaran “Bukan seperti itu, Romi” Ashok berusaha mengelak, kemudian Romi pun pergi, Niddi mendengar pembicaraan mereka dan kembali kesal dan marah 


Raman membawa Ishita ke sebuah kamar hotel, Ishita sangat menyukai dekorasi kamarnya “Apakah kita sedang berbulan madu ? Aku sangat menyukainya”, “Lebih baik kamu tidur saja” pinta Raman “Aku ingin minum lagi”, “Sudah, Ishita ,,, hentikan draman ini !” bentak Raman “Kamu ini memang tipe orang yang bosanan, kamu menantang aku kalau aku tidak bisa minum, aku bisa melakukannya dan menunjukkannya, lihat bagaimana aku berjalan dengan tegak” ujar Ishita yang saat itu sedang mabuk dan tiba tiba berjalan tersandung, 

Raman langsung tertawa geli “Coba kamu berjalan dan tunjukkan padaku”, “Kamu memang mempunyai semua keberanian itu, lebih baik aku pergi saja” sahut Raman “Aku tidak mau minum sendirian, kamu tidak bisa menerima tantanganku ini, kalau kamu mempunyai minuman yang lain, kamu tidak bisa berjalan tegak dan kamu pasti akan berteriak, coba apakah kamu bisa menerima tantanganku ini ?” tantang Ishita SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 809 by. Sally Diandra

Bagikan :