SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 774 “BUNGA LILY TANDA MATA” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 774 “BUNGA LILY TANDA MATA” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 774 “BUNGA LILY TANDA MATA” by. Sally Diandra Raman sedang ngobrol di telfon, Adi datang kesana bersama Mihir “Raman, kami semua sangat khawatir sekali, untung saja kamu selamat”, “Lebih baik kalian segera pesan tiket lagi dan pulanglah ke Delhi !” bentak Raman “Aku akan tinggal bersamamu, ayah” Raman tertegun “Ada masalah apa dengan kalian semua ?”, “Kami semua menyayangimu, ayah” sahut Adi “Aku tidak membutuhkan kasih sayang orang lain, kalian berdua harus kembali ke Delhi !” Adi membantah ucapan Raman “Usiaku sudah 21 tahun, ayah ,,, aku akan melakukan apapun yang ingin aku lakukan, ayah santai saja, jangan marah seperti itu sama semua orang” Raman tidak suka dengan sikap Adi 

“Bicara yang sopan, Adi !”, “Ayah pasti tidak akan berkata seperti itu kalau ibu Ishi ada disini !” Adi mulai berani dengan Raman “Berani benar kamu menyebut namanya didepanku !”, “Lihat, apakah ayah bicara dengan sopan padaku ? Ayah tidak boleh melakukan apapun pada semua orang, hatinya ayah menjadi sekeras batu setelah ibu Ishi meninggalkan kita semua” Raman langsung menampar putra sulungnya ini “Ayah itu takut pada perasaan seseorang !” Adi bergegas pergi meninggalkan Raman, begitu Adi pergi, Mihir langsung bertanya pada Raman “Raman, apa yang kamu lakukan ? Adi sudah besar sekarang”, “Batu tidak pernah punya perasaan !” Raman juga berlalu dari sana, Mihir lalu juga ikutan pergi, 

Ishita meminta Mihika untuk mengerti keadaannya “Itulah mengapa aku tidak ingin bertemu dengan orang lain, aku mohon ,,, jangan katakan pada siapapun kalau aku masih hidup”, “Tapi kakak harus datang ke pesta pernikahanku” Ishita merasa senang, Mihika juga meminta Mani dan Aaliya yang saat itu juga ada disana untuk datang juga ke pesta pernikahannya “Maafkan kami, Mihika ,,, kami tidak bisa datang kesana”, “Aku tidak menikah dengan Mihir, kakak ,,, tapi dengan orang lain, aku akan menceritakannya nanti, aku sangat bahagia” ujar Mihika senang “Baiklah, aku juga bahagia kalau begitu, lalu bagaimana dengan ayah dan ibu ?” dalam hati Mihika berkata “Rasanya tidak tepat untuk mengatakan pada kak Ishita kalau kak Raman sudah berubah sekarang” Mihika lalu berkata 

“Semuanya baik baik saja, kakak”, “Kami harus segera pergi ke Australia, Mihika” sahut Ishita “Iyaaa tapi kamu harus sembuh dulu” sela Mani “Ketika aku dibawa kesini, aku dalam keadaan pingsan, seseorang telah membawaku kemari, aku ingin berterima kasih pada orang itu”, “Aku akan mencoba mencarinya, Ishu” Mani menyela lagi, saat itu perawat datang dan bertanya pada Ishita “Nyonya, bagaimana keadaanmu ?”, “Siapa yang membawa aku kesini ?” tanya Ishita heran “Orang itu satu pesawat denganmu, nyonya ,,, kami mempunyai nomer ponselnya tapi sayang sekali aku tidak tahu namanya,aku akan meminta orang itu untuk menemui anda, nyonya” perawat itu kemudian pergi, 

Mani kemudian meminta Mihika untuk pulang “Biar aku saja yang menemani Ishita”, “Tidak, kak Mani ,,, aku akan tinggal disini, kakak lebih baik pergi dan istirahat saja dulu” Mani langsung menyela ucapana Mihika “Aku juga ingin ,,,” Ishita langsung menengahi pembicaraan mereka berdua “Mani, aku harus bicara cukup banyak dengan Mihika, lebih baik kamu pergi saja dulu “Baiklah tapi jangan lupa, segera telfon aku kalau kamu membutuhkan sesuatu” sahut Mani 

Perawat memanggil Raman “Tuan, kamu telah menyelematkan pasien itu dari pembajakkan pesawat, dia ingin berterima kasih padamu”, “Suster, aku tidak punya waktu” kemudian Raman mematikan ponselnya dan teringat pada ucapan Adi, saat itu Adi bertanya pada resepsionis tentang nona Indrani, sementara itu Mihika sedang menyuapi makanan untuk Ishita, Ishita tersenyum senang, Aaliya lalu mengambil foto mereka dengan berfoto selfie bersama, Raman datang kesana untuk menemui Ishita atau Indrani, perawat lalu memberitahu Ishita 

“Nyonya, orang yang membawa anda kesini sudah datang dan ingin bertemu dengan anda” ujar perawat “Iyaaa, aku harus berterima kasih padanya” saat itu Mani sedang mengurusi Ishita, sedangkan Raman ternyata mendapat telfon dari Nupur “Tuan Raman, kami sudah sampai dihotel, bisakah kamu datang kesini untuk bertemu ? Kita harus membahas sesuatu tentang pemotretan iklan, karena kami harus segera kembali ke Australia”, “Baiklah, aku akan datang kesana” perawat lalu menghampiri Raman dan berkata “Aku sudah bilang pada nyonya Indrani kalau anda sudah datang”, “Aku harus pergi untuk pertemuan penting, bisakah kamu memberikan bunga ini saja padanya ?” ujar Raman sambil memberikan buket bunga itu 

Ishita tersenyum begitu melihat bunga pemberian Raman “Maaf, nyonya ,,, dia harus kembali bekerja, dia minta maaf pada anda karena belum bisa menemui anda”, “Apakah dia tahu kalau aku suka dengan bunga lily putih ?” Mihika langsung menimpali ucapan Ishita “Bunga lili putih itu artinya selamat, itulah mengapa dia memberikan bunga ini” Mani jadi teringat pada ucapan Shagun dan berfikir untuk pergi dulu dan melihat lihat diluar “Ishu, aku akan pergi dulu” Mani kemudian berlalu dan berfikir “Mungkin dia itu bukan Raman, kenapa aku terlalu berlebih lebihan memikirkannya ?” bathin Mani, Mihika ternyata menemui Mani dan bertanya “Kak Mani, kenapa kamu jadi sangat khawatir ?”, “Aku harus memastikan apakah orang yang menyelamatkan kakakmu itu adalah Raman” sahut Mani penasaran 

“Apa ?”, “Iyaa Mihika, Raman itu satu pesawat dengan Ishu, sedari tadi aku berusaha memberitahu Ishu tentang hal ini, sampai kemudian aku melihat bunga lily putih tadi, aku rasa dia itu Raman” Mihika menyahut “Aku tahu kalau kak Raman ada di pesawat itu, aku datang kesini untuk mengecek keadaannya kemudian aku bertemu dengan kak Ishita, aku rasa orang itu bukan kak Raman, kalau tidak dia tidak akan pergi meninggalkan kak Ishu disini” Mani paham maksud Mihika “Iyaa, mereka sedang berada di Mumbai, aku tidak tahu bagaimana reaksinya nanti kalau dia bertemu dengan Raman” saat itu Mani mendapat telfon dari Nupur, 

Mihika mulai berfikir “Apa yang harus aku lakukan ? Bagaimana caranya menyembunyikan fakta kalau kak Ishita masih hidup ? Mereka sangat merindukan kak Ishita tapi kak Ishita tidak ingin bertemu dengan mereka, apalagi kak Raman juga sangat berubah banyak, aku tidak ingin mengambil keputusan yang salah, aku juga sudah berjanji pada kakak, jadi seharusnya aku mendengarkannya” bathin Mihika

Ruhaan sangat mengkhawatirkan Raman dan Ishita, namun Ruhaan jadi marah “Aku ini bukan apa apanya bagi mereka ! Jadi buat apa aku mencemaskan mereka ?” saat itu Nupur meminta Ruhaan bersiap siap dan memberitahu kalau Raman akan datang kesana untuk membahas soal pemotretan, Ruhaan sangat senang begitu mengetahui kalau Raman ternyata baik baik saja “Apakah kamu bicara dengannya ?”, “Iyaa, apakah kamu mau bicara dengannya ?” Nupur balik bertanya 

“Tidak, tidak usah, pesawatnya dibajak kan ? Itulah mengapa aku mengkhawatirkannya, aku sangat senang, lalu bagaimana dengan tuan Abhimanyu ?”, “Kerabatnya yang ada di dalam pesawat itu dan dia terkena tembak jadi dia tidak bisa datang sekarang untuk meeting kali ini” Ruhaan pun menangis untuk Ishita dan teringat padanya, saat itu bell pintu kamar berdering “Aku rasa itu pasti tuan Bhalla” Ruhaan masih terus menangis dan berkata “Aku ini bukan Ruhi ! Aku adalah Ruhaan dan aku tidak peduli pada siapapun !” perasaan benci itu muncul lagi dalam diri Ruhaan 

Adi sedang ngobrol dengan Mihika “Bibi Mihika, bibi harus segera menyelesaikan pilihan baju bibi, apalagi bibi sudah datang kesini untuk memilih pilihan baju bibi”, “Adi, bibi sangat sibuk, aku tidak bisa datang, bagaimana kalau kamu saja sendiri yang memilih desain lahenga untukku ?” pinta Mihika, saat itu Raman akhirnya bertemu dengan Ruhaan lagi dan Raman menceritakan tentang Adi “Putraku itu sudah besar sekarang, tapi dia itu tidak pernah akur denganku” tiba tiba Ruhaan keceplosan “Sejak kecil kan memang begitu” Raman tertegun “Bagaimana kamu bisa tahu ?” Ruhaan jadi salah tingkah begitu mendengar pertanyaan Raman SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 775  by. Sally Diandra

Bagikan :