SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 759 “MANI MELAMAR ISHITA” by. Sally Diandra

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 759 “MANI MELAMAR ISHITA” by. Sally Diandra Ishita sedang menceritakan kisah sedihnya ke Mani “Ya sudah sekarang lebih baik kamu makan dulu” kemudian Ishita pergi meninggalkan Mani, kemudian Mani bergumam “Aku harus memberikan waktu pada Ishu, hidupnya masih saja terjebak dengan hal itu” gumam Mani sedih, sementara itu di Delhi, India ,,, nyonya Bhalla bertanya ke Raman “Raman, apa yang terjadi dengan tanganmu ?” Raman tidak menjawab pertanyaan ibunya, malah mengajak Pihu ngobrol tentang pertunjukkannya, ketika Pihu hendak bicara, Shagun langsung menyela “Pihu, kalau kamu mau melanjutkan ngobrol tentang pertunjukkanmu, kamu akan ketinggalan bis sekolah, ayoo sudah berangkat sekarang”, “Mama, bisakah aku melihat foto album pernikahanmu dengan ayah ?” Shagun tertegun 

“Kenapa ?”, “Aku ingin menunjukkannya pada temanku, maka dengan begitu dia akan yakin kalau mama dan ayah itu memang sudah menikah, kenapa sampai sekarang kalian berdua tidak menunjukkan foto album itu ke aku ?” Shagun langsung menyahut “Aku akan bicara dengan kepala sekolahmu, apakah temanmu mengatakan sesuatu padamu ?” tanya Shagun cemas, Pihu menggeleng dan bersikeras ingin melihat foto pernikahan Shagun dan Raman “Aku ingin melihat pakaian pengantinmu dan perhiasan yang mama kenakan pada waktu itu” nyonya Bhalla lalu meminta Shagun untuk mengambil album pernikahannya yang lama, Raman terlihat sangat muda sekali pada waktu itu, Pihu kemudian melihat lihat album pernikahan Shagun dan Raman 


“Mama terlihat sangat cantik” saat itu Pihu melihat foto dirinya di album tersebut, Adi menduga kalau itu adalah fotonya Ruhi “Tahunnya kan sangat jauh sekali, sedangkan aku baru lahir 7 tahun yang lalu, kenapa aku bisa ada disini ?” Adi menyela “Itu fotoku, tanggal dikameranya sepertinya salah setting” namun Pihu masih penasaran dengan foto dirinya di dalam album foto tersebut “Ayah, apakah itu aku ?”, “Pihu, bis sekolahmu sudah datang” Raman mencoba mengalihkan perhatian Pihu, Shagun segera meminta Pihu berangkat sekolah, begitu Pihu sudah berangkat, nyonya Bhalla buka suara “Hari ini kita bisa mengatasi Pihu, tapi apa yang akan terjadi nanti ketika Pihu tahu kalau kamu dan Shagun itu belum menikah ?” nyonya Bhalla merasa cemas 

Di Autralia, Mani bertanya pada Ishita yang baru saja masak begitu banyak makanan khas India Selatan “Ishu, buat siapa kamu masak makanan khas Tamil sampai begitu banyak seperti ini ?”, “Aku sedang merayakannya karena kamu sudah bisa berjalan lagi dengan kakimu sendiri” Ishita merasa sangat senang “Terima kasih, Ishu” Mani kemudian duduk untuk menikmati makanan buatan Ishita tersebut, Mani sangat menyukai makanan itu “Bagaimana ? Enak ? Puji aku dong dan hadiahnya mana ?” saat itu Aaliya datang dan memperhatikan mereka berdua “Aku akan mencium tangan si juru masak” ujar Mani sambil memegang tangan Ishita, Ishita merasa kikuk “Mani ,,,” Ishita kemudian melepaskan tangannya dari genggaman tangan Mani sambil berkata “Kamu ini memang sukanya bergurau, sudah makan saja” Ishita kemudian berlalu meninggalkan Mani, 

Aaliya langsung bertanya ke Mani “Ayah, jadi ibu tidak mengindahkan ucapanmu tadi”, “Dia merasa canggung dan aneh” ujar Mani cemas “Ayah harus mendobrak hal ini, kalian berdua itu sama sama sendirian” Mani menyela ucapan Aaliya “Aaliya, kamu tidak mengerti”, “Jangan jadi orang yang kalah seperti ini, ayah ,,, bagaimana kalau kita merencanakan sesuatu, ayah bisa menghabiskan waktu seharian bersama ibu, kemudian kalian berdua bisa makan malam berdua dengan candle light dinner, ayah jangan takut, berjanjilah padaku kalau ayah akan mengungkapkan perasaan ayah ke ibu” Mani menggeleng 

“Aku rasa Ishita tidak akan setuju dengan hal ini”, “Tidak ! Berjanjilah padaku, ayah” Aaliya tetap bersikeras “Baiklah, aku janji”, “Nah gitu dong ! Serahkan semua persiapannya padaku” Aaliya nampak bersemangat “Terima kasih, Aaliya ,,, ayooo sekarang kamu makan”, “Iyaaa tentu saja, perutku sudah lapar” Aaliya kemudian duduk dan mulai menikmati makanan buatan Ishita bareng Mani, dalam hati Mani berfikir kalau dirinya harus melanjutkan hubungan pertemanannya dengan Ishita lebih jauh lagi tapi Ishita pasti akan menolak dan hal ini pasti akan berimbas pada hubungan pertemanan mereka tapi Mani merasa tetap harus mencobanya 

Di Delhi, India ,,, Raman keluar dari apartemennya dan tanpa sengaja, kemejanya terkena cat hitam dari seorang pria yang tidak sengaja mengenainya, Raman langsung memarahinya, saat itu Amma datang kesana dan ikut bertengkar dengan Raman “Aku sudah meminta ijin dari para warga komplek apartemen, jadi aku tidak perlu bertanya padamu” Raman malah mengejek Amma “Ibu tahu kan kalau Mihika tinggal bersama Romi tanpa menikah terlebih dulu”, “Aku tahu tentang putriku, Mihika bahkan Ishita, sekarang kamu menuduh Mihika lalu bagaimana dengan Shagun yang tinggal di sini dirumah kalian tanpa menikah denganmu !” Amma tak kalah sengit membalas sindiran Raman, 

Nyonya Bhalla yang mendengar pertengkaran mereka, segera keluar dan ikut bertengkar dengan Amma, Raman pun menggerutu “Kenapa kita tidak pergi saja dari lingkungan sini ?” nyonya Bhalla semakin cemas “Aku takut hal ini pasti akan terjadi, pasti ada yang menanyakan tentang hubungan pernikahan Raman dan Shagun” bathin nyonya Bhalla, karena masih merasa kesal, Raman jadi marah pada Shagun ketika Shagun berusaha untuk membantunya “Semua orang selalu punya kebiasaan mencampuri kehidupan orang lain !” Raman kemudian berlalu dari sana, nyonya Bhalla segera meminta maaf ke Shagun dan berkata kalau Amma telah merusak suasana hati Raman, 

Sementara itu Aaliya sedang menyiapkan makan malam special untuk Mani dan Ishita melalui telfonnya, saat itu Ruhaan mendengar pembicaraannya “Aaliya, ada apa denganmu ? Sejak kamu datang tadi, kamu selalu sibuk menelfon” Ruhaan merasa penasaran “Aku sangat bahagia, Ruhaan ,,, karena ayahku akan melamar ibuku hari ini, jadi aku menyiapkan semuanya itu untuk mereka berdua”, “Apa maksudmu ?” Ruhaan jadi heran “Mereka berdua itu sebenarnya belum menikah, aku yakin kalau ibuku pasti akan setuju !” Aaliya merasa sangat bersemangat, 

Saat itu Nancy datang sambil membawa obat untuk Ruhaan, Ruhaan langsung marah ke Nancy dan meminta Aaliya untuk pulang dan menyiapkan dekorasinya juga untuk kedua orang tuanya “Ruhaan, maafkan aku” Aaliya jadi merasa tidak enak kemudian berlalu dari sana meninggalkan Ruhaan, begitu Aaliya pergi, Ruhaan atau Ruhi bergumam pada dirinya sendiri “Semua orang memulai kehidupan baru mereka, bagi mereka itu sangat mudah, kenapa mereka jadi orang tua tiri ? Aku benci dengan ibu Ishi, aku tidak ada hubungannya lagi dengan kamu maupun ayah !” ujar Ruhaan sambil menangis 

Di Delhi, India ,,, Amma meminta maaf pada Shagun “Shagun, aku seharusnya tidak mengatakan hal yang buruk tentang kamu, tadi Raman mengata ngatai aku jadi aku rasa, aku harus menjawab sindirannya”, “Tidak apa apa, bibi Iyer ,,, aku bisa mengerti” Shagun tidak mempermasalahkannya “Kamu itu sudah seperti Ishuku, aku tidak beranggapan yang buruk sama kamu, aku bisa melihat seberapa besar kamu telah berkorban untuk Pihu dan keluarga itu, tidakkah kamu berfikir kalau kamu itu sepantasnya dihargai ?” Shagun tersenyum manis 

“Aku melakukan semua ini untuk Ishita, bahkan meskipun dia tidak meminta apapun padaku”, “Kamu tinggal bersama Raman demi Pihu, apakah kamu mengira kalau hubungan yang palsu ini bisa terus disembunyikan ? Kamu seharusnya mendapatakan kehormatan” saat itu Adi mendengar pembicaraan Amma dan Shagun “Apa maksudnya ini ? Ayah dan ibu Shagun akan menikah ? Bagaimana hal ini bisa terjadi ? Ayah masih mencintai ibu Ishi” gumam Adi sedih 

Mihir sedang ngobrol dengan Raman “Raman, kenapa kamu melamun ? Ada apa ?”, “Aku ingin memberikan kehormatan untuk Shagun dimana dia pantas mendapatkannya” Mihir tertegun “Apa yang kamu katakan ?”, “Shagun telah tinggal bersamaku dirumahku sejak tujuh tahun yang lalu, sebelumnya aku tidak pernah berfikir, tapi hari ini ketika ibu mertuaku, maksudku nyonya Iyer bilang hal yang buruk tentang Shagun, aku rasa orang lain pasti akan berfikiran yang sama sepertinya, aku sudah tidak mempunyai tempat untuk cinta dalam hidupku tapi aku tidak bisa menghancurkan kehidupan Shagun, aku rasa seharusnya aku menikahi Shagun” Mihir merasa lega “Raman, jika kamu berfikiran seperti itu, lanjutkanlah, aku selalu mendukungmu” hibur Mihir 

Adi sedang ngobrol dengan Shravan, Shravan lalu menunjukkan foto Bala dan memberitahu Adi tentang timnya, sementara Adi mengajak Shravan ngobrol tentang Raman dan Shagun “Seharusnya kamu tanya saja sama paman Raman, dia mungkin akan berteriak, tapi bicaralah secara langsung dengannya” saran Shravan 

Di Australia ,,, Ishita akhirnya pulang kerumah dan memanggil Mani dan Aaliya, namun tidak ada jawaban, Ishita kemudian beralih menuju ke kamarnya dan dilihatnya ada beberapa lilin dan dekorasi kamar yang indah, Mani lalu menghampirinya “Mani, ada apa ini ? Waah dekorasi untuk apa ini ? Siapa yang ulang tahun ?”, “Ini acara yang special untuk wanita yang sangat special” Ishita langsung menyela “Oooh untuk Aaliya ? Dia sudah mendapatkan pekerjaan tapi kamu juga sudah bisa berjalan, jadi ini alasan special untuk itu juga” Mani tidak menjawab dan menyuruh Ishita duduk di kursi “Apakah kamu mau melakukan latihan dulu denganku ?” tanya Ishita bingung 

“Kamu adalah wanita yang sangat special itu, Ishu ,,, aku ingin mengatakan sesuatu padamu, dimana aku tidak bisa mengatakannya sampai sekarang, aku ingin mengatakan apa yang aku rasakan padamu” Mani mulai gugup “Kamu selalu bersama denganku dalam semua kesedihanku, penderitaan dan perjuangan, aku ingin kamu selalu bersamaku dalam kebahagiaanku, berjalan bersama sama denganku” ujar Mani sambil mengulurkan tangannya ke arah Ishita dan memegangan tangan Ishita “Aku ingin kamu menjadi pendamping hidupku selama lamanya” Ishita terkejut dan tidak percaya SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 760 “MANI MELAMAR ISHITA” by. Sally Diandra
Bagikan :
Back To Top