SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 755 “RUHAAN ADALAH RUHI ?” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 755 “RUHAAN ADALAH RUHI ?” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 755 “RUHAAN ADALAH RUHI ?” by. Sally Diandra Pihu menangis sejadi jadinya dan memberitahu Shagun kalau temannya mengatakan bahwa Shagun itu bukanlah ibu kandung Pihu, Shagun dan Raman juga tidak menikah “Ibunya temanku adalah seorang guru dan bu guru mengkonfirmasi hal ini padaku” Shagun benar benar merasa kesal dan segera berlalu dari sana dan memarahi gurunya Ruhi “Bu guru, asal kamu tahu saja, aku bisa membuktikan kalau Pihu itu adalah putriku !” guru dan kepla sekolah langsung meminta maaf pada Shagun “Anak anak itu sangat sensitif, jadi berhati hatilah dalam berbicara” ujar Shagun geram, dalam hati Shagun berkata “Kali ini aku bisa mengurusnya tapi bagaimana aku bisa mengurusnya suatu saat nanti ?” bathin Shagun 


Di Australia, Niddhi memarahi Ruhaan dan memintanya untuk pergi rekaman “Gigiku sakit !” Ruhaan lalu menangis “Kamu bisa minum obat penghilang rasa sakit, aku selalu mendapatkan masalah dengan dramamu ini ! Semua usahaku ini sia sia saja, padahal aku sudah menginvestasikan banyak uang untuk membuat kamu menjadi seorang musisi terkenal, kamu ini memang remaja yang penuh sensasi, minum obat ini ! Aku ingin kamu masuk dapur rekaman sekarang juga ! Aku tunggu !” Ruhaan sangat sedih dengan sikap Niddhi padanya, tak lama kemudian Aaliya sampai juga dirumahnya Ruhaan dan bersiap siap mengenalkan dirinya pada Ruhaan, saat itu pembantu rumah Niddhi yang membuka pintu “Haiii aku Aaliya, aku adalah asisten pribadi Ruhaan yang baru, manager yang memberikan alamat rumah ini” pembantu itu lalu menyuruh Aaliya duduk 

“Aku akan mengatakan pada Ruhaan kalau kamu telah datang” Aaliya kemudian menunggu diruang tamu dan melihat fotonya Ruhi sambil berkata “Teman temanku pasti akan cemburu begitu mereka tahu kalau aku adalah asisten pribadi Ruhaan” saat itu Ruhaan datang dan Aaliya langsung menyapanya “Haaiii aku Aaliya, maafkan aku, kamu telah menerima aku bekerja, adikku juga fans beratmu” Aaliya mencoba mengajak Ruhaan ngobrol “Gigiku sakit dan aku mau minum obat dulu 

“Madam Niddhi bilang kalau kamu harus rekaman, obat penghilang rasa sakit ini sangat kuat, kamu pasti akan merasa mengantuk, jika kamu bilang maka aku kira rekamannya ditunda dulu saja” Ruhaan langsung berteriak “Jangan ! Maksudku bagaimana bisa kamu tahu tentang obat penghilang rasa sakit ini ?”, “Ibuku seorang dokter gigi, makanya aku tahu tentang hal ini, kamu bisa menemuinya untuk diobati, hanya 10 menit saja, aku akan menelfonnya” Ruhaan lalu meminta Nancy untuk memberitahu Niddhi tentang hal ini, Aaliya segera mengajaknya ikut dengannya 

Di Delhi, India ,,, Pihu memberitahu Simmi kalau Shagun telah menghardik kepala sekolah dan guru sekolahnya “Bagaimana bisa kamu mendengarnya, Pihu ?”, “Maafkan aku, mama ,,, aku mendengar semuanya, aku jadi tahu kalau ibu sudah mengucapkan kata kata yang sangat hebat !” puji Pihu “Itu perilaku buruk, Pihu”, “Kalau begitu mama harus memakai sindoor di kening kepala mama” pinta Pihu polos “Baiklah, sekarang pergilah main sana” nyonya Bhalla dan Simmi bisa melihat kalau sebenarnya Shagun sedang bersedih 

Di Australia, Aaliya membawa Ruhaan ke rumahnya dan menunjukkan jalan ke kamar mandi “Apakah aku telah melakukan kesalahan dengan membawa Ruhaan kesini ? Dia itu sangat takut sama madam Niddhi, siapa dia sebenarnya ?” bathin Aaliya heran, sementara itu di Delhi, India ,,, nyonya Bhalla sedang menghibur Shagun “Shagun, suatu hari nanti, Pihu akan tahu kalau kamu dan Raman tidak menikah”, “Tidak apa apa, ibu ,,, aku melakukan ini semua untuk kebahagiaan Pihu, aku akan melakukan sandiwara ini, kesalahan yang telah aku buat pada Ruhi dulu, tidak akan aku ulangi pada Pihu, dulu aku meninggalkan Ruhi ketika dia berusia 6 bulan, aku bisa melihat Ruhi dalam diri Pihu, dia adalah putriku” nyonya Bhalla mengangguk “Iyaa dia adalah Ruhi kita” ujar nyonya Bhalla senang 

Di Australia, topi Ruhaan tiba tiba terbang terkena angin, Ruhaan tersenyum melihat rambutnya yang panjang, Ruhaan lalu berbalik dari berubah menjadi Ruhi yang dibawa oleh Niddhi tujuh tahun yang lalu “Apa yang aku lakukan ? Jangan buka rambutku, kamu ini laki laki bukan perempuan !” Ruhi teringat ketika Niddhi memintanya untuk tidak menangis terus dan menerima nasibnya “Aku tahu kalau ada yang salah yang terjadi padamu ! Ini semua karena ibu Ishi mu itu ! Kamu adalah anak tirinya, dia memberikan kamu padaku untuk mendapatkan anak kandungnya sendiri ! Dia telah mempermainkan perasaanmu, dia pasti akan merasa lebih senang dan bermain main dengan putri kecilnya sendiri, dia tidak tahu kalau kamu itu hidup atau tidak !” ejek Niddhi sinis 

“Aku punya satu solusi, lupakan masa lalumu dan ibu Ishi mu itu ! Aku adalah keluargamu sekarang, kita akan tunjukkan pada ibu tirimu itu kalau kamu bisa hidup tanpa Ishita ! Aku akan memberikan kamu nama dan identitas yang baru, tidak ada seorangpun yang akan tahu tentang kita, kamu tidak punya pilihan lain, Ruhi !” Niddhi lalu memeluk Ruhi sambil berkata “Kadang anak anak harus menghadapi kesalahan orangtuanya, kamu menyukai rambut panjangmu ini kan ? Ruhi, ketika kamu sudah siap untuk melupakan masa lalumu itu, apa perlunya mempunyai rambut yang panjang ? Kita akan mengubah ini, kamu sekarang bukanlah Ruhi, kamu adalah Ruhaan !” Ruhi teringat pada nasibnya yang buruk 

“Aku bukan Ruhi, aku adalah Ruhaan” dari arah luar kamar mandi, Aaliya bertanya “Ruhaan, apakah kamu baik baik saja ?” Ruhi bergegas mengikat rambutnya yang panjang dan mengenakan topinya lagi lalu menemui Aaliya “Iyaaa, aku baik baik saja, gigiku masih sakit”, “Ibuku akan datang sebentar lagi, dia sedikit terlambat karena dia pergi membeli obat untuk ayah, kamu bisa istirahat dikamarku, aku akan mengambil es batu, kamu pasti akan merasa baikkan” ujar Aaliya 

Di Delhi, India ,,, Mihir pulang kerumah Raman dan Pihu segera berlari menemuinya “Pihu, kenapa kamu tidak bersiap siap pergi ke pesta ?”, “Pesta apa, paman Mihir ?” tanya Pihu heran “Ayahmu dapat penghargaan lagi” nyonya Bhalla menyela “Tapi Raman tidak ada disini, apa yang akan kita lakukan disana ?”, “Raman juga akan langsung datang kesana, bibi” akhirnya nyonya Bhalla dan Simmi setuju untuk datang “Apakah paman Bhalla juga akan datang kesana ? Putramu akan ada disana juga”, “Putra apa ?” sahut tuan Bhalla “Dia itu tidak mau hidup dan tinggal bersama kami dan sampai saat ini dia masih menjauh dari kita” namun Mihir bersikeras meminta tuan Bhalla juga ikut datang 

“Dimana Shagun dan Adi ?” Adi datang kesana “Aku baru saja pergi belanja, aku harus menyesuaikan dengan ayah”, “Kami yang harus menyesuaikan denganmu, karena kamu adalah masa depan bisnis keluarga Bhalla” ujar Mihir, Pihu lalu bertanya tentang baju yang akan dikenakannya, saat itu Raman menelfon Mihir “Raman, kamu akan datang kan di pesta nanti malam ? Kenapa kamu malah pergi ke kantor ?”, “Mihir, Raman pasti akan datang ke pesta itu, serahkan saja padaku” sela Shagun “Siapa yang bisa meyakinkan Raman kalau keadaannya seperti ini ?” Adi langsung menyahut pertanyaan Mihir “Hanya satu satunya orang, paman ,,, kamu tahu kan ?” 

Di Australia, Aaliya kembali bertanya ke Ruhaan “Ruhaan, apakah kamu baik baik saja ? Kamu tahu, aku benar benar tidak bisa percaya, seorang penyanyi terkenal, Ruhaan ada dirumahku sekarang, semua orang adalah fansmu, caramu bicara dengan awak media benar benar sangat keren, kamu itu masih sangat muda dan sudah bisa mencapai kesuksesan seperti ini, aku salut padamu !” ujar Aaliya penuh semangat 

“Tapi semua orang kadang tidak mendapatkan semuanya, kamu memiliki keluarga yang mendukung kamu”, “Iyaa keluarga itu sangat penting, tunggu ,,, aku akan mengambil sesuatu buat kamu” tiba tiba Ruhaan menangis sambil berkata “Tidak semua orang bisa mempunyai keluarga” Ruhaan teringat pada kenangan terakhirnya bersama Ishita, ketika Ishita mengambil bayinya dari Niddhi dan memberikan dirinya pada Niddhi, Ruhaan menangis sedih dan dilihatnya di rumah Aaliya ada foto Ishita, Ruhaan tertegun SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 756 by. Sally Diandra

Bagikan :