SINOPSIS MOHABBATEIN episode 733 “RAHASIA KELUARGA” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 733 “RAHASIA KELUARGA” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 733 “RAHASIA KELUARGA” by. Sally Diandra Shagun bertanya tentang Shanaya “Kamu bilang dia itu seperti Ishita ?”, “Iyaa, Ruhi bilang dia itu Ishita” Ruhi menyela pembicaraan Shagun dan nyonya Bhalla “Aku sudah bilang kan sama nenek tentang paratha itu, itu ibu Ishi yang membuatnya dan diberikan ke ayah, mungkin mereka melakukan sandiwara ini untuk menyelamatkan kita dari masalah, seperti ketika ibu Shagun dan ibu Ishi melakukan sandiwara yang dulu untuk menyelesaikan masalah yang ada” Shagun sangat senang mendengarnya “Tapi aku mohon jangan bilang siapa siapa ya”, “Iyaaa ini adalah rahasia keluarga kita, Sarika dan Niddhi tidak boleh tahu tentang hal ini” kemudian nyonya Bhalla berlalu dari sana, Shagun tersenyum bahagia 

Nyonya Bhalla memberitahu kabar gembira ini pada Amma, Amma menangis bahagia, Amma kemudian memberitahu Appa kalau Shanaya adalah Ishita, Appa juga menangis bahagia dan menceritakan hal ini pada Bala kalau Shanaya adalah Ishita mereka “Apa ? Dia Ishu kita ?” Bala kaget dan merasa senang, lalu Bala menyampaikan kabar baik ini ke Vandu, sementara nyonya Bhalla juga menceritakannya ke suaminya, tuan Bhalla “Ruhi yang yakin tentang hal itu kalau Shanaya adalah Ishu kita” ujar Bala penuh semangat, Vandu sangat bahagia mendengarnya dan memeluk Bala erat, Shravan hanya terdiam menatap ke arah mereka dan berkata dalam hati “Ruhi memang tidak bisa menjaga rahasia” bathin Shravan kesal 

Ashok meminta Suraj untuk membiarkannya tidur ketika Suraj berulang kali membangunkannya “Ayooo cepat turun, Ashok ! Dan lihat ada apa di bawah ?” Ashok akhirnya turun dan dilihatnya Sarika ada disana dan menyebutnya sebagai seorang pecundang, Suraj meminta Ashok untuk melihat sebuah video, Ashok menontonnya ketika Shanaya menampar dirinya “Saat ini video ini sudah tersebar di media sosial, bagaimana bisa Shanaya membuat video ini ?” tanya Suraj marah “Ketika aku melihatnya, aku langsung datang kesini, bahkan pembantu kami yang bernama Neelu juga tertawa melihat video ini” sahut Sarika geram 

“Aku akan mengurusi Shanaya nanti” saat itu Shanaya menelfonnya “Aku akan menjawab telfonnya, lihat saja !” Ashok mulai ngobrol dengan Shanaya dan ternyata Ashok malah bicara dengan sangat sopan sambil tersenyum, Suraj dan Sarika merasa heran dan menatap ke arah Ashok, begitu Ashok sudah menutup telfonnya, Sarika langsung memarahinya “Aku hanya menunggu saat yang tepat” bela Ashok kemudian berlalu dari sana “Suraj, tidak ada yang akan terjadi pada Ashok”, “Iya Sarika, kamu benar” sahut Suraj 

Raman dan Niddhi akhirnya pulang ke rumah, seluruh keluarga merasa bahagia, Raman lalu meminta Niddhi untuk beristirahat dikamar, dia akan membawakan makanan untuk Niddhi yaitu pasta, nyonya Bhalla lalu mengejek Niddhi “Aku tahu kalau mereka menjebakku” Niddhi merasa kesal, Raman lansung memarahi seluruh keluarganya “Kalian bisa melakukan apa saja, aku akan selalu bersama Niddhi”, “Simmi ambilkan pakodas lagi” pinta tuan Bhalla, mereka semua tertawa, Raman merasa heran “Kenapa mereka jadi overacting seperti itu ? Aku menyalahkan mereka dan mereka tidak bereaksi apa apa, mereka pasti punya rencana” bathin Raman, kemudian Raman mengajak Niddhi untuk ikut dengannya Raman membawa ke Niddhi ke kamar 

“Klienku menelfon, apa yang harus aku lakukan ?”, “Aku yakin kalau kamu tidak tidur di penjara, aku bersama dirimu, istirahatlah sekarang” saat itu Neelu menemui mereka dan mengabarkan kalau Shanaya datang dan mau bertemu dengan Raman “Baiklah, aku akan datang” Neelu kemudian meninggalkan kamar Raman “Raman, kenapa dia kesini ?”, “Aku yang menelfonnya, ini tentang kontrak, kemudian kita bisa menikah” sahut Raman “Rasanya tidak baik bertemu dengannya”, “Dia tidak begitu buruk, itulah mengapa kamu bisa keluar dari penjara, seseorang yang membantumu di saat seperti ini, jadi lebih istirahatlah” Niddhi langsung mengelak “Bagaimana bisa aku istirahat jika dia ada disini, aku akan mengurusnya” sahut Niddhi 

Raman dan Ishita saling tersenyum satu sama lain begitu mereka bertemu, seluruh keluarga juga tersenyum melihat Ishita, Neelu lalu memberikan kopi ke Ishita, Ruhi bergumam “Aku yakin kalau dia adalah ibu Ishi” saat itu Shagun datang dan menyapa Shanaya “Ishita ,,, maksudku apakah kamu yakin kalau kamu itu Shanaya”, “Iyaaa dan Raman mempunyai hasil laporan DNA-nya” sahut Ishita “Hal itu tidak diperlukan, semua orang merindukan Ishita disini, mungkin keinginan kami akan menjadi kenyataan” Ishita melihat ke wajah seluruh keluarganya, mereka semua tersenyum “Mereka semua menatapku dengan penuh cinta, apakah mereka sudah tahu ,,,” bathin Ishita, 

Niddhi yang saat itu datang kesana, juga merasa heran “Kenapa mereka semua mengelilingi Shanaya ?” bathin Niddhi “Sudah pergi sana kalian semua, biarkan kami bekerja, Shanaya ,,, mari ikut denganku ke kamar, kita akan membahasnya disana”, “Iyaaa mari, pekerjaan itu memang lebih penting” mereka kemudian bergegas menuju kamar dan Niddhi mengikutinya, Raman pun berkata “Aku rasa kita seharusnya membahas soal ini sendirian” Raman langsung menutup pintu kamarnya, Niddhi kesal “Apa perlunya harus menutup pintu kalau hanya membahas pekerjaan ?” Sarika menimpali “Aku sudah bilang sama kamu kan untuk berhati hati, semua orang menyayangi Shanaya, hal itu mungkin saja terjadi ketika Raman mengusirmu dari kehidupannya” Niddhi tidak suka dengan ucapan Sarika 

“Aku percaya dengan Raman, dia sangat mencintaiku, aku sudah sering melihat gadis gadis luar negeri, mereka itu nggak ada apa apanya, jangan khawatir, aku ini tidak takut” Niddhi kemudian berlalu dari sana, Sarika bergumam sinis “Kamu akan takut, Niddhi ,,, aku tahu keluarga ini dengan baik, sepertinya ada yang tidak beres” gumam Sarika geram Raman dan Ishita akhirnya turun ke bawah “Senang sekali bisa bertemu dengan kalian semua”, “Sering seringlah datang kemari” sahut nyonya Bhalla, Ishita bergegas keluar dan dilihatnya rumah keluarga Iyer, 

Ishita lalu masuk ke dalam rumah mereka untuk menemui Amma dan Vandu, Amma memintanya duduk, Ishita lalu ngobrol dengan Vandu dan memuji rambut Vandu yang indah dan panjang, saat itu Ishita masih mengenakan rambut wig pendeknya “Bolehkah aku merapikan rambutmu ? Aku suka sekali melakukan itu” Vandu setuju dengan permintaan Ishita dan memberikan Shitija ke Amma 

“Rambut itu seperti kita, ketika kita kecil dulu, hidup itu sangat sederhana, kita tumbuh besar kemudian kita mendapat begitu banyak masalah dan harus sepakat dengan semua permasalahan yang ada, seperti rambut yang awut awutan, kita berusaha sekeras mungkin untuk mengikatnya, kita harus memperlakukan permasalahan kita seperti rambut, itu sangat mudah, kita bisa menyelesaikan apapun, karena bagaimanapun juga seorang perempuan harus kuat dalam situasi apapun” ujar Ishita sambil membuat kepang di rambut Vandu “Hidup ini akan mudah untukmu” Vandu tersenyum mendengar wejangan Ishita “Kamu itu selalu berfkiran positif, kamu pasti tumbuh dewasa dengan sangat baik”, “Aku juga merasakan hal yang sama ketika melihat kamu tapi sekarang aku harus pergi” Ishita kemudian pamit dan berlalu dari sana 

Vandu memberitahu Amma kalau Shanaya itu Ishu, adiknya “Ketika dia saja bisa mengambil resiko yang sangat besar untuk keluarganya, maka aku bisa membuat sebuah permulaan yang baru untuk keluargaku” Amma terharu mendengarnya dan berharap rencana Ishita akan berhasil dan dia bisa pulang segera ke rumah, sementara itu Raman yang melihat Ishita masih disana langsung membawa Ishita ke suatu tempat “Apa yang kamu lakukan ? Satu kesalahan kecil bisa menggagalkan rencana kita”, “Maafkan aku, Raman ,,, aku baru saja menemui Vandu” Ishita jadi merasa bersalah “Sudah, lebih baik kamu pergi saja sana” Raman lalu melihat ke sekelilingnya dan segera pergi dari sana 

Malam itu Niddhi tidak bisa  tidur dengan tenang, perasaannya gelisah, Niddhi teringat pada Raman dan Shanaya, sambil minum air, Niddhi berfikir “Kenapa seluruh keluarga mengejar ngejar Shanaya, apa yang terjadi sama Raman ? Dia tidak mengijinkan aku masuk ke dalam kamarnya tadi, tapi aku rasa salah, dia itu sangat mencintai aku, dia bertengkar dengan keluarganya dan membunuh Ishita demi aku, pasti dia juga tidak akan membiarkan Shanaya mengganggu hubungan kami berdua” gumam Niddhi, 

Niddhi lalu ke ruang tamu dan dilihatnya Raman sedang tertidur sambil meracau “Shanaya tinggalkan aku, apa yang kamu lakukan ?” Niddhi langsung marah dan membangunkan Raman, ponsel Raman pun jatuh kelantai “Nama siapa yang kamu sebut tadi ?”, “Apa ? Aku tertidur, sudah sana tidurlah” Raman jadi bingung, Niddhi melihat ponsel Raman jatuh dilantai, Niddhi segera mengambilnya dan berlalu dari sana, Raman hanya tersenyum sambil bergumam “Kamu mengambil ponselku rupanya” Raman malah kelihatan senang, karena itu memang rencananya SINOPSIS MOHABBATEIN episode 734 by. Sally Diandra

Bagikan :