SINOPSIS MOHABBATEIN episode 728 by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 728 by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 728 by. Sally Diandra Raman dan Abishek datang ke sana dengan membawa laporan itu “Laporan ini menunjukkan kalau Shanaya itu bukan Ishita” Ishita langsung menyela “Jadi sudah jelas semuanya sekarang dan siapappun bisa mengambil salinannya juga” dalam hati Raman berkata “Untung saja aku bisa mengubah laporannya tepat waktu” bathin Raman, Raman lalu meminta Niddhi untuk ikut dengannya dan mulai berteman dengan Shanaya kalau dia masih curiga, Niddhi mengira kalau Raman benar 

Amma bertanya ke Simmi dan Sarika apakah mereka berdua akan datang dalam acara pemujaan ? Sarika menghina Amma, Simmi meminta Sarika untuk tidak berkata apapun “Sudah kamu tidak usah banyak omong Sarika, datang saja kalau kamu mau” Simmi benar benar merasa kesal, tak lama kemudian Raman dan Niddhi pulang ke rumah, Amma langsung menguncang Raman untuk ikutan pemujaan dan memintanya untuk mengundang Shanaya 

Ashok menemui tuan Raichand “Tuan Raichand, aku minta maaf, aku sangat bingung begitu melihat Shanaya kemarin” Ashok berusaha untuk meyakinkan tuan Raichand “Semuanya sudah jelas sekarang, aku bisa melakukan hal ini untuk calon istriku”, “Sungguh ? Lalu bagaimana kalau kamu melarikan diri nanti, sampai sekarang saja kamu tidak bisa mengesankannya” Ashok langsung menyela “Aku akan mengesankannya” dalam hati Ishita berfikir kalau Ashok sangat ingin menikahinya, aku akan memberikan pelajaran padanya” bathin Ishita kesal “Tuan Raichand, kenapa kamu tidak memberitahu aku dan malah memberikan kontrak itu ke pesaingku Raman” ujar Ashok kesal, 

Kemudian Ashok memberikan bunga ke Ishita “Kenapa kamu mengira kalau ayahku akan bertanya padamu terlebih dulu sebelum memutuskan persoalan bisnisnya”, “Kita berdua ini akan menikah bukan ?” ujar Ashok santai “Itu tidak akan terjadi, baik ayahku dan aku yang akan mengurusi bisnis kami, kami ini orang yang sensitif, kamu tidak akan menikahiku hanya karena uangku, aku akan menikah dengan seseorang hanya demi cinta, kamu memang tampan tapi bagaimana kami bisa percaya padamu” sindir Ishita ketus “Katakan padaku, aku bisa berbuat apa saja” pinta Ashok mengiba 

Raman memberitahu Amma tentang undangannya untuk tuan Raichand “Aku pikir tidak akan baik mengundang tuan Raichand, ibu”, “Raman, aku mohon ,,, aku akan merasa tenang dan damai, Shanaya juga akan mendapat kesempatan untuk melihat pemujaan ala India selatan” Niddhi langsung menyela “Aku rasa itu ide yang bagus untuk berteman dengan Shanaya, aku yang akan mengundangnya”, “Terima kasih, Niddhi” Amma kemudian berlalu dari sana, 

Sarika yang mendengar pembicaraan mereka merasa kalau Niddhi pasti punya sebuah rencana Ishita masih ngobrol dengan Ashok dan meminta Ashok untuk mengambilkan sendalnya dikamarnya “Apa ?” Ashok kaget “Kamu bilang kamu mencintai aku kan ?” akhirnya Ashok setuju dan bergegas mengambilkan sendal untuk Shanaya “Lihat dia, berapa orang jatuh karena uang dan dia itu memang bodoh, dia tidak tahu kalau dia itu tidak akan mendapatkan uang sepeser pun” ujar tuan Raichand, saat itu 

Ashok datang sambil membawakan sendal untuk Shanaya “Tolong pakaikan di kakiku” Ashok melakukan hal itu juga “Sekarang kamu boleh pergi” Ashok lalu pamitan dan pergi meninggalkan mereka berdua, Ishita tertawa karena bisa memperdaya Ashok Sarika sedang ngobrol dengan Niddhi “Niddhi, kenapa kamu tertarik untuk mengundang Shanaya ?”, “Aku mempunyai sebuah rencana dan aku juga butuh bantuanmu” kemudian Niddhi menelfon Ishita untuk datang ke acara pemujaan di rumah keluarga Iyer “Kamu bisa kan datang bersama ayahmu di pemujaan Satyanarayana” tuan Raichand memberikan kode ke Ishita untuk tidak datang 

“Aku tidak tahu apakah kami bisa datang kesana atau tidak” Niddhi mencoba memaksa Ishita untuk datang “Baiklah aku akan datang nanti” Ishita sebenarnya senang bisa bertemu dengan keluarganya dan pemujaan ini untuk Vandu, kakaknya, sementara itu Niddhi merasa senang karena Ishita mau datang “Jika dia Ishita, dia pasti akan merasa lemah begitu melihat keluarganya”, “Lalu apa rencanamu, Niddhi ?” Niddhi tersenyum mendengar pertanyaan Sarika “Tunggu dan lihat saja nanti” ujarnya dengan senyum penuh arti 

Amma sedang menyiapkan pemujaan, Simmi sedang ngobrol dengan Vandu, ibunya Bala juga ada disana dan menyapa mereka semua, Vandu sangat takut begitu melihat ibu mertuanya ini dan segera pergi dari sana, Bala menemui ibunya dan bertanya “Ibu, kenapa ibu datang ke sini ? Lebih baik ibu pulang saja, aku tidak ingin terjadi masalah lagi” pinta Bala, Simmi juga bertanya ke Vandu “Kenapa ibu mertuamu datang kesini seperti itu, ayooo ikut denganku” Vandu menangis dan berkata 

“Aku takut, aku tidak mau merusak pekerjaan apapun lagi, ibunya Bala membenci aku, tolonglah kamu bisa mengerti kan ?” ujar Vandu dengan wajah ketakutan “Tidak, tidak ada seorangpun yang membenci kamu, kami semua tahu kalau kamu sudah berusaha sebanyak mungkin” Simmi berusaha memotivasi Vandu dan mengingatkannya agar dirinya bisa menghadapi semua masalah yang ada 

Ibunya Bala merasa tidak suka “Aku melakukan ini semua karena kamu, Bala”, “Ibu aku mohon maafkan lah Vandu dulu” akhirya ibu Bala setuju dengan permintaan Bala, Amma hanya memperhatikan mereka dan berharap agar Shanaya datang pada pemujaan nanti “Aku tidak bisa ikut dalam pemujaan ini”, “Shanaya akan datang nanti, mukanya mirip sekali seperti Ishita. Kamu harus datang ke pemujaan dan menemuinya” Vandu akhirnya setuju 

Niddhi dan Ishita akhirnya datang ke pemujaan, ibunya Bala sangat kaget dan berkata “Ishita ,,,” Niddhi langsung menyela “Nyonya Iyer, Shanayamu telah datang” ujar Niddhi, Amma bergegas memberikan tilak ke IShita “Terima kasih, nyonya Iyer”, “Dimana ayahmu, Shanaya ?” sela Appa “Kebetulan ayah ada pekerjaan jadi tidak bisa datang” Appa lalu mengenalkan Bala dan ibunya ke Ishita “Aku suka sekali dengan nuansa etnic seperti ini, lalu dimana keluargamu, Niddhi ?”, “Mereka akan datang” ujar Niddhi, 

Saat itu Ruhi dan Shravan datang kesana, Ishita melihat ke arah Ruhi, Niddhi dan Sarika sedang menyelidiki Shanaya, Niddhi lalu memanggil Ruhi “Ruhi, ayoo sapa nona Shanaya dulu” ujar Niddhi sambil memberikan kode ke Sarika, Ishita lalu ngobrol dengan Ruhi “Aku tadi memesan dosa dari hotel dan memakannya, rasanya enak sekali, aku memakannya dengan tangan karena kamu yang mengajariku, sekarang pergi dan bermainlah dulu” 

Amma lalu menyela dan menyuruh Ishita ikut dengannya dan duduk, Ishita melirik ke arah Vandu, Vandu terkejut begitu melihat Ishita “Apa yang harus aku lakukan ? Aku tidak bisa mengontrol diriku” Bala lalu mengenalkan istrinya, Vandu ke Ishita “Haiii ,,, namaku Shanaya Raichand” ujar Ishita sambil berjabat tangan dengan Vandu, Vandu menangis dan berkata “Dia itu mirip sekali seperti Ishu” Niddhi tersenyum SINOPSIS MOHABBATEIN episode 729 by. Sally Diandra

Bagikan :