SINOPSIS MOHABBATEIN episode 715 “RENCANA PERNIKAHAN RAMAN” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 715 “RENCANA PERNIKAHAN RAMAN” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 715 “RENCANA PERNIKAHAN RAMAN” by. Sally Diandra Shagun kaget begitu mendapat telfon dari guru sekolah Ruhi dan Adi, guru lalu memberitahu Shagun kalau Adi terluka dan Ruhi menangis melihatnya “Datanglah segera ke sekolah nyonya Shagun, bahkan saya tadi sudah berusaha menelfon tuan Raman tapi ponselnya tidak aktif” Shagun segera memberitahu Simmi apa yang dikatakan oleh guru sekolah Adi dan Ruhi, kemudian mereka berdua bergegas pergi ke sekolah, tak lama kemudian Shagun dan Simmi membawa Ruhi dan Adi pulang kerumah, nyonya Bhalla menangis, Simmi berusaha menghibur ibunya “Ibu, ibu jangan menyalahkan diri ibu sendiri” Amma menyela ketika sampai disana “Apakah Adi baik baik saja ?” sedangkan Shagun beralih ke kamar Raman dan dilihatnya Raman sedang tertidur pulas, 

Shagun langsung mengambil air dan dipercikkan air itu ke wajah mantan suaminya itu agar Raman bangun, Raman pun bangun dan bertanya “Ada masalah apa denganmu, Shagun ?” Shagun segera menceritakan soal luka di tubuh Adi “Adi itu terluka dan kamu malah tidur disini”, “Kepalaku pusing” sahut Raman “Sudah tidak usah bohong, Raman”, “Dia berkata benar, memangnya adalah masalah besar apa sampai sampai Adi terluka di sekolah ?” tanya Niddhi santai 

“Kamu bilang ini bukan permasalahan yang besar ? Lalu kenapa aku harus bicara sama kamu ? Raman, apa yang kamu lakukan dengan wanita lain disini ? Anak anak membutuhkan kamu !” Simmi dan yang lainnya langsung masuk ke kamar Raman, Simmi menyalahkan Niddhi “Sudah cukup ! Aku memang yang membawa Niddhi kesini ! Aku tidak peduli dengan anak anak ! Anak anakku akan mendapatkan seorang ibu karena aku akan menikahi Niddhi !” semua yang hadir disana termasuk Ruhi dan Adi kaget dan tidak percaya dengan ucapan Raman, 

Amma langsung menangis “Apa yang kamu katakan, kak ? Bagaimana bisa kamu melakukan semua ini ?” Raman menyela pertanyaan Simmi “Kenapa tidak ? Aku akan melakukan hal ini untuk diriku sendiri ! Niddhi dan aku adalah pasangan yang sempurna satu sama lain” Shagun langsung menampar Raman dengan keras, Raman jadi marah 

"Tutup mulutmu, Raman ! Kamu melakukan semua ini untukku, anak anak tidak suka dengan perempuan ini” Raman menyela “Adi juga tidak menyukai Ishita dulu, dia itu anakku dan sekarang semuanya telah berubah”, “Itu adalah Ishita, seseorang yang kamu cintai, seseorang yang biasanya kamu kunjungi ketika dia dipenjara, kita belum tahu apakah dia mati atau masih hidup, lalu kamu membicarakan soal pernikahan ?” Raman semakin marah 

“Kalian semua ini tolol ! Aku sudah bilang aku melihatnya sendiri dia melompat dari atas tebing dan jatuh ke dalam jurang, aku juga membutuhkan seseorang juga, aku ingin hidup untuk diriku sendiri dan Niddhi yang mendukung aku”, “Baik ! Aku akan membawa anak anakku dari sini dan pergi dari sini” Raman langsung mengingatkan Shagun soal Manoj 

“Apakah dia bisa menerima tiga anak sekaligus ? Anak anakku dan bayinya Ishita, apakah kamu punya keberanian, Shagun ? Aku sudah muak memenuhi keinginan semua orang, aku akan mendapatkan kebahagiaan, Niddhi dan aku akan menikah, ini adalah keputusan terakhirku ! Aku tidak peduli siapa yang akan datang dan siapa yang tidak, jadi lebih baik, kalian semua pergi dari sini karena ini adalah kamarku !” Ruhi dan Adi hanya menangis melihat perubahan sikap Raman, mereka semua kemudian pergi meninggalkan kamar Raman 

Raman meminta maaf pada Niddhi “Mereka semua itu memang kurang waras” ujar Raman kesal, Simmi juga menangis “Bagaimana bisa kak Raman melakukan hal ini ? Dia melupakan Ishita begitu cepat dan akan menikahi Niddhi” Amma menyela ucapan Simmi “Aku pikir kita seharusnya tidak usah bicara lagi dengan Raman sekarang”, “Ibu juga sedang sakit, aku tidak tahu apa yang akan kak Raman lakukan ?” Amma menimpali ucapan Simmi lagi “Raman sedang mengalami trauma yang sangat besar, kita harus bersabar dan mengurus anak anak sekarang” Simmi memeluk Amma erat 

Di dalam kamar Raman, Niddhi bertanya ke Raman “Raman, apakah kamu baik baik saja ?”, “Iyaa, maafkan aku” sahut Raman “Sudah santai saja, oh iya bagaimana dengan Shagun ?” tanya Niddhi penasaran “Kamu tidak tahu tentang dia, hanya ada satu cara untuk membuat mereka diam, aku rasa kita seharusnya segera menikah” Niddhi merasa senang dan memeluk Raman sambil tersenyum bahagia 

Shagun merasa jengkel dan memberitahu Manoj tentang rencana Raman yang akan menikahi Niddhi “Dia itu benar benar egois ! Aku sudah bilang padanya kalau aku tidak akan melepaskan anak anakku bersamanya” Manoj menatap ke arah Shagun “Ada apa ?”, “Apa maksudmu, Shagun ?” tanya Manoj heran “Aku akan merawat anak anakku bersamaku”, “Apa yang kamu katakan ini ? Aku harus meyakinkan kedua orangtuaku dengan susah payah, apa yang akan aku katakan pada mereka ? Bayi yang ada dalam kandunganmu ini akan bersama Raman juga bukan ?” saat itu perawat masuk ke ruang kerja Manoj dan memberitahu mereka kalau ruangan sonografinya sudah siap “Baiklah kami akan kesana” ujar Manoj, sementara Shagun merasa cemas 

Ruhi sangat merindukan Ishita, saat itu dipeluknya foto Ishita sambil berkata “Tidak ada seorangpun yang bisa mengambil tempat ibu Ishi, ibu Ishi telah mengubah hidupku, aku bisa mendapatkan ayah karena ibu Ishi, aku ingat apa yang selalu kamu katakan padaku ketika ibu Ishi mengajariku” Ruhi teringat ketika Ishita berjanji kalau dirinya tidak akan pernah meninggalkan Ruhi “Ibu Ishi, pulanglah cepat” kemudian Ruhi menelfon seseorang 

Manoj meminta Shagun untuk tidak setres karena dia akan melakukan sonografi pada kandungannya “Manoj, aku setres” Shagun masih memikirkan anak anaknya “Bagaimana bisa aku membiarkan anak anakku menderita” bathin Shagun “Aku sudah bilang padamu kalau itu tidak mungkin”, “Manoj, kita harus memikirkan tentang hubungan kita, jika anak anakku membuat perbedaan dalam hubungan kita, aku tidak bisa meneruskan hubungan ini” Shagun segera pergi meninggalkan Manoj 

Romi memberitahu Adi untuk terus menelfon mereka dan terus berhubungan, Romi kemudian mengakhiri telfonnya dan memberitahu Simmi kalau Adi bisa mengerti “Aku bilang padanya kalau Raman sedang meeting” saat itu dilihatnya Ruhi sedang sibuk di dapur “Ruhi, apa yang kamu lakukan di dapur ?”, “Seseorang akan datang, ibu Ishi biasanya membuatkan makanan ringan dan menyiapkan teh untuk tamu yang akan datang” ujar Ruhi santai menjawab pertanyaan Romi, tak lama kemudian Pathak datang ke rumah mereka “Aku datang untuk bertemu dengan Ruhi, aku tahu kalau Raman sedang tidak ada dirumah”, “Paman Neil, apakah paman membawa surat yang aku katakan pada paman kemarin” Pathak mengangguk “Iyaa, apakah kamu yakin, Ruhi ?”, “Aku tidak senang kalau ayah menikahi tante Niddhi, jadi aku telah mengambil keputusan ini” Simmi menyela pembicaraan mereka 

“Apa itu ?”, “Aku juga terkejut ketika Ruhi mengatakannya padaku, aku telah membuat surat seperti yang Ruhi katakan, aku datang ke sini untuk mencari tahu apa yang Ruhi ingin lakukan” ujar Pathak heran “Aku akan memberikan surat surat ini pada ayah, kalau ayah telah melupakan ibu Ishi maka dia akan melupakan kita juga, aku tidak suka dengan tante Niddhi, dia tidak akan pernah bisa menjadi ibuku, ayah akan memutuskan apa yang harus dia lakukan sekarang” tiba tiba Simmi meminta Pathak pulang “Jangan ! Aku bisa mengerti segalanya” sahut Ruhi sambil meminta surat surat itu kemudian membubuhkan tanda tangannya di surat tersebut 

“Paman Neil, kamu adalah pengacaraku, berikan surat surat ini ke kantor ayah besok pagi, aku akan pergi untuk mengerjakan PR ku dulu kalau tidak ibu Ishi akan marah padaku” Ruhi bergegas menuju ke kamarnya, Romi dan Simmi merasa semakin cemas, Simmi dan Romi lalu memeriksa surat surat itu dan menangis “Apa yang harus aku lakukan ? Aku tidak bisa melukai perasaan Ruhi, kalian bisa membantu aku sekarang, tolong berikan surat surat ini pada Raman nanti, aku mohon” pinta Pathak SINOPSIS MOHABBATEIN episode 716 by. Sally Diandra

Bagikan :