SINOPSIS MOHABBATEIN episode 709 “DETIK DETIK TERAKHIR” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 709 “DETIK DETIK TERAKHIR” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 709 “DETIK DETIK TERAKHIR” by. Sally Diandra Anak anak meminta maaf pada Raman “Kalian harus berjanji untuk tidak melakukan hal seperti ini lagi” pinta Raman pada anak anaknya, sementara itu Shagun menemui Ishita dipenjara “Ishita, aku akan berusaha sebaik mungkin untuk membebaskan kamu, anak anak juga berdoa dan kamu tahu apa jawaban Dewa atas doa anak anak ? Kamu harus kembali pulang ke rumah dan merawat bayimu, kamu tahu kan kalau aku ini bukan ibu yang baik, kamu harus mengurus semua ini, Ishita” pinta Shagun

“Aku pasti akan melakukannya, aku percaya pada Raman, aku tahu kalau dia akan berusaha sebaik mungkin” Shagun menyeka airmatanya, sipir penjara meminta Shagun untuk pulang, Shagun segera memeluk Ishita dan berkata “Kita akan bertemu dirumah sekarang” Shagun kemudian berlalu meninggalkan Ishita, begitu Shagun pergi, Ishita bergumam pada dirinya sendiri “Aku ingin pulang kerumah, aku tidak siap untuk mati, aku ingin melihat anak anakku tumbuh besar, aku ingin hidup dengan anak anakku dan suamiku, aku percaya pada Raman, dia pasti akan mengeluarkan aku dari sini” gumam Ishita sedih 

Malam harinya, Ruhi berteriak memanggil Ishita dan bangun dari tidurnya, Adi langsung memeluk Ruhi dan berkata “Tidak akan terjadi apa apa pada ibu Ishi, Ruhi”, “Tapi kalau ada jallad yang lain yang datang kesana, lalu bagaimana ?” tanya Ruhi cemas “Tidak ada seorang pun yang akan mengganti tempatnya, jangan khawatir” hibur Adi, Ruhi kemudian berdoa untuk Ishita, Adi berharap Dewa menjawab doa Ruhi 

Keesokan harinya, inspektur penjara memberitahu Ishita kalau dirinya sangat beruntung karena jallad sedang berlibur hari ini dan butuh waktu untuk mencari jallad yang lain, jadi hukum gantungnya akan di tunda dulu, teman teman Ishita yang satu penjara dengannya bertepuk tangan untuk Ishita dan memeluk Ishita “Suamimu pasti akan punya waktu untuk naik banding untuk kasusmu ini” ujar salah satu teman Ishita “Ini hasil dari doa anak anakku” ujar Ishita sambil tersenyum 

Dirumah keluarga Bhalla, Ruhi sangat senang karena Ishita akan segera pulang “Ayah, apakah kita bisa membawa ibu Ishi sekarang ?” tanya Adi penuh semangat “Tidak bsa begitu, Adi ,,, ayah akan menemui nona Niddhi dulu, kalian semua berdoa saja”, “Baiklah, aku akan mengabarkan hal ini pada nenek dan kakek Iyer” ujar Ruhi senang, 

Vandu sedang memandikan Shitija, Vandu membuka keran air dan keluar dari kamar mandi untuk mengambil handuk, tiba tiba sebuah buku dan foto jatuh dari atas lemari, Vandu berteriak ketika melihat foto Ishita “Aku tidak ingat apa yang telah aku campurkan dalam susu itu, aku memang tidak bisa melakukan apa apa untuk kamu” Vandu menyalahkan dirinya, saat itu bak kamar mandi mulai penuh dan Shitija ditinggal sendirian di dalam kamar mandi smentara Vandu menangis karena teringat pada ucapan Suyyash yang pedas yang menyalahkan dirinya, 

Shitija pun menangis, sedangkan Vandu memegangi kepalanya dan depresinya kambuh lagi, Bala masuk ke dalam kamar dan dilihatnya Vandu sedang minum wine “Vandu, ada apa ?” tanya Bala sambil melihat ada handuk namun Shitija tidak ada “Dimana Shitija ?” Vandu masih juga tidak menjawab, Bala mendengar suara air, Bala segera berlari ke kamar mandi dan berteriak memanggil Shitija “Shitijaaaa !!!” Bala segera mengambil Shitija, sedangkan Vandu sedang menyalahkan dirinya sendiri sambil mabuk “Aku memang kakak yang tidak berguna” Vandu mulai meracau dan Bala merasa sangat sedih, kemudian Bala memeluk Vandu dan berkata “Semuanya akan baik baik saja” hibur Bala 

Raman menemui Niddhi, mereka berdua sedang menunggu jawaban dari orang yang mereka mintai bantuan kemarin untuk kasus naik bandingnya Ishita, orang itu lalu meminta mereka untuk membuat janji bertemu dengan hakim, Raman meminta padanya, orang itu lalu pergi, saat itu Niddhi mendapat telfon, Niddhi kaget “Tuan Bhalla, asistenku baru saja menelfon kalau pihak penjara sudah menyewa jallad lain dan hukuman gantung akan tetap dilaksanakan pada hari yang sama” Raman kaget bukan main, saat itu Shagun menelfon Raman “Raman, aku telah berusaha keras tapi orang orang di organisasi wanita tidak bisa membantu Ishita” Raman terkulai lemas dan terduduk di kursi dengan perasaan sedih, Niddhi langsung berteriak “Tuan Bhalla !!!” Raman sedang memikirkan sesuatu 

Tak lama kemudian, Raman pulang ke rumah, Adi dan Ruhi langsung bertanya tentang Ishita “Ibu Ishi tidak akan datang” mereka semua menangis pilu, Simmi juga berlari menuju ke kamarnya dan menangis disana, Ruhi juga pergi keluar sambil menangis, Ruhi berteriak memanggil Ishita dengan kerasnya “Ibuuuu Ishiiiii !!!” Romi segera meminggirkan Ruhi dari tengah jalan karena banyak mobil yang berlalu lalang, Romi lalu memeluk Ruhi dan Adi, Vandu juga sedang menangis dan minum lebih banyak wine lagi, Vandu memeluk Bala yang juga menangis melihat keadaan istrinya yang seperti itu, Amma juga menangis dan berdoa untuk Ishita 

Di penjara, sipir penjara meminta Ishita untuk ikut dengannya “Ikutlah denganku, ada seseorang yang ingin menemuimu” Ishita tidak menanggapinya, sipir penjara merasa heran “Kenapa kamu tidak menjawabnya ? Aku kira ,,,” Ishita menyela “Ini belum saatnya” ujar Ishita kemudian menemui Raman, Raman menangis melihatnya, Raman lalu memeluknya erat dan berkata “Maafkan aku, Ishita”, “Jangan katakan maaf, aku harus mengatakan sesuatu padamu, aku harus berterima kasih padamu, aku tidak akan mengeluh dengan hidupku ini, hidupku telah lengkap, aku adalah seorang wanita yang lengkap, kamu dan Ruhi telah membuat aku merasakan kebahagiaan seorang ibu, aku tidak ingin yang lainnya, aku tidak ingin apa apa, aku bahagia, aku mempunyai seorang suami yang sangat mencintai aku, keluarga yang baik, juga anak anak yang manis, aku mencapai semua ini hanya dalam beberapa tahun saja dimana banyak orang tidak bisa mencapainya dalam 60 tahun, aku telah memiliki semuanya, terima kasih, Raman” ujar Ishita sambil memegang tangan Raman dan menciumnya dengan mesra, kedua bola mata Raman nampak berkaca kaca SINOPSIS MOHABBATEIN episode 710 by. Sally Diandra

Bagikan :