SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 749 “PIHU BAYANGAN RUHI” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 749 “PIHU BAYANGAN RUHI” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 749 “PIHU BAYANGAN RUHI” by. Sally Diandra 
Di Delhi, India ,,, 
Di rumah keluarga Bhalla, nyonya Bhalla sedang ngobrol dengan Neelu “Sebentar lagi Pihu (anak Ishita & Raman) datang” nyonya Bhalla lalu menemui Pihu “Nenek kita kamu akan ketinggalan episode hari ini” ujar nyonya Bhalla sambil teringat pada Ruhi kecil dulu, Pihu sangat mirip dengan Ruhi bahkan dalam sikapnya juga, dia adalah bayangannya Ruhi “Bagaimana bisa aku meninggalkan episode ini, nenek ,,, aku selalu datang tepat waktu”, 

“Yaa sudah ayoo ikut nenek dan kita lihat pertunjukkannya” ujar nyonya Bhalla sambil mengenakan kacamatanya, Pihu lalu berpura pura bersandiwara “Nenekku tidak akan menjadi tua, ketika filmnya mulai, nenek tidak akan menjadi tua” nyonya Bhalla tersenyum senang, Pihu lalu meminta semua orang untuk diam dan melihat pertunjukkannya “Kita akan melakukan dosa besar kalau sampai kita ketinggalan acaranya”, “Kita tidak akan melakukan dosa ini sayang” kemudian mereka mulai serius melihat acaranya 


Di Australia ,,, 
Seorang laki laki menolak untuk di operasi, Ishita tersenyum melihatnya, Ishita kemudian memberitahu perawat kalau dirinya akan mengurus orang itu, Ishita segera menarik selimut agar wajahnya terlihat dan dilihatnya Mani menyeringai lemah disana “Aku baru saja datang, maafkan aku, tadi aku harus menangani kasus panggilan darurat”, “Kamu tahu kan, Ishu ,,, kalau aku ini paling tidak suka dengan rumah sakit dan semua situasinya, aku bisa bisa gugup kalau disini terus” Ishita tersenyum “Bicaralah terus, kamu ini seperti anak anak saja, kita ini sudah bersama sama sejak tujuh tahun yang lalu, jadi aku sangat kenal kamu dengan baik, dokter sudah menunggu, ayooo Mani ,,,”, “Kamu akan menemani aku di ruang operasi kan ?” Aaliya menyela “Ayah, ayah harus keluar sebagai pemenang setelah operasi nanti !” Aaliya berusaha memberikan semangat ke Mani, 

Tak lama kemudian Mani dibawa ke ruang operasi, Mani memegang tangan Ishita erat dan meminta Ishita untuk tidak pergi kemana mana “Aku tidak akan pergi kemana mana, ini akan menjadi operasi terakhir”, “Iyaa betul, setelah ini tidak ada operasi lagi” kemudian operasinya di mulai “Dokter, apakah semuanya akan baika baik saja ?”, “Jangan khawatir, dia akan mulai berjalan setelah operasi ini” ujar dokter yang mengoperasi Mani, kemudian Ishita keluar dan memberitahu Aaliya kalau operasinya sudah dimulai “Tidak usah khawatir” ujar Ishita sambil memeluk Aaliya 

Di Delhi, India ,,, 
Pihu sangat marah melihat keluarganya mulai membuat masalah ketika sedang menonton acara di TV “Aku akan berpuasa untuk acara kepahlawanan Parvati ini”, “Lalu mau diapakan makanan ini ? Aku membuat masakan ayam kesukaanmu, Pihu” Neelu menyela ucapan Pihu “Kalau begitu Pihu tidak akan memakannya hari ini”, “Aku akan memakannya karena Neelu sudah memasaknya, aku akan berpuasaya minggu depan saja, ayooo aku mau makan, aku sudah lapar” ujar Pihu senang 

Dirumah keluarga Iyer, Amma sedang ngobrol dengan Appa “Aku akan membuat minuman yang berprotein untuk Shravan dulu”, “Kita sudah sepakat tidak akan mengkonsumsi minuman seperti itu, Madhu ,,, tapi kamu malah merusaknya” Amma langsung menyela ucapan Appa “Dia itu belum makan apa apa, dia jadi semangat sekali melakukan fitnes, kalau aku tidak membuat minuman ini, dia bilang dia akan makan ayam dan telur, jadi aku melakukan hal ini, dia itu cucunya seorang Brahmana Iyer, dia tidak boleh makan makanan yang bukan vegetarian”, “Itu bagus, Vandu tidak melakukan semua ini, buatkan aku kopi, Madhu” Amma lalu menyela “Kamu itu seharusnya minum minuman yang berprotein, suamiku”, “Jangan sekarang, baiklah aku akan minum kopi nanti saja” ujar Appa 

Di Australia ,,, 
Ishita dan Aaliya sedang menunggu Mani di luar ruang operasi, mereka berdua sedang ngobrol “Untung saja, ibu bersamaku kalau tidak siapa nanti yang akan mendukung ayah ?”, “Operasi ini pasti tidak akan di lakukan jika aku tidak ada disini, ayahmu telah menyelamatkan aku tujuh tahun yang lalu, itulah mengapa aku ada disini dan dia ada di dalam sana terbaring di atas meja operasi” ujar Ishita sambil teringat ketika Mani melompat ke dalam sungai dan menyelamatkan Ishita, Mani meminta Ishita untuk membuka matanya, tak lama kemudian Ishita pun tersadar “Apa yang kamu lakukan, Ishita ?”, “Aku masih hidup ? Tidak ! Mani, kenapa kamu menyelamatkan aku ? Aku tidak ingin hidup !” Ishita mulai menangis histeris 

“Ishita, sadar ! Sadar, Ishita !” Ishita langsung mendorong Mani sambil berkata “Tinggalkan aku sendirian !” Ishita kemudian berlari ke depan truk, Mani segera mendorongnya menjauh dan Mani yang tertabrak truk itu, Ishita terharu “Ayahmu telah memberikan aku kehidupan, kemudian dia menggunakan kursi roda, aku benar benar berharap ayahmu akan sembuh setelah operasi ini, aku hanya ingin melihatnya berjalan, aku merasa sangat bersalah”, “Dia pasti akan berjalan, ibu ,,, ibu sudah melakukan banyak hal padanya, ibu membawanya ke Australia dan merawatnya dengan baik” ujar Aaliya 

Di Delhi, India ,,, 
Nyonya Bhalla bertanya pada Pihu tentang puasanya “Aku akan berpuasa, nenek ,,, aku makan ayam karena aku tidak ingin membuang buang makanan, aku akan meminta maaf ke sang Dewi”, “Pihu, tidak semudah itu sayang” Pihu menyela “Kalau begitu aku harus memperbaikinya, seperti yang Parvati lakukan dalam pertunjukkannya tadi, dia pergi ke kuil Dewi Vaishno tanpa alas kaki, aku juga akan pergi kesana, aku akan pergi ke kuil yang terdekat, aku bersumpah, nenek” nyonya bhalla menyela “Kuilnya itu jauh, Pihu”, “Aku akan pergi kesana dengan mobil, nenek ,,, dan aku tidak akan mengenakan sendal dari mobil ke kuil” nyonya Bhalla tersenyum “Itu cara bertobat yang modern” Pihu lalu pergi dari sana, mereka semua tertawa dan menyebut Pihu sebagai ratu drama 

Di Australia ,,, 
Ishita bertanya pada perawat “Suster, kenapa operasinya tidak berakhir juga sampai sekarang ?”, “Dokter bilang kali ini operasinya akan memakan waktu yang cukup lama, untuk seorang istri yang sangat mencintai suaminya, apa yang akan bisa terjadi pada suami yang seperti itu ?” Aaliya menyela “Jangan khawatir, ibu ,,, aku memanggilmu ibu, itulah mengapa perawat itu salah paham, kamu dan paman Mani telah memberikan aku dan Vivaan kasih sayang seperti layaknya orang tua, itulah mengapa kami memanggilmu, ayah dan ibu” Ishita tersenyum “Aku mempunyai sebuah keluarga yang sempurna tapi aku tidak sempurna, aku tidak bisa menjadi seorang istri yang baik dan ibu yang baik” Ishita menangis SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 750 by. Sally Diandra

Bagikan :