SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 752 “KENANGAN YANG MEMILUKAN” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 752 “KENANGAN YANG MEMILUKAN” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 752 “KENANGAN YANG MEMILUKAN” by. Sally Diandra 
Di Australia ,,, 
Mani sedang ngobrol dengan Ishita “Ishu, kenapa kamu tidak mencoba untuk bicara dengan putrimu sampai sekarang ?”, “Aku telah kehilangan Ruhiku karena bayi itu” Mani menggeleng “Itu bukan salahmu, Ishu ,,, dia itu putrimu, apakah kamu tidak ingin bertemu dengannya ? Kita bisa mencarinya di media sosial”, “Mani, kalau aku bertemu dengannya, bisakah aku menghentikan diriku sendiri ? Aku tidak bisa melupakan semuanya, apakah kamu pikir aku bisa hidup dengan tenang ? Tidak, Mani ,,, aku harap aku bisa melihatnya sekali saja bagaimana rupanya” ujar Ishita sedih “Apa yang akan aku lakukan setelah bertemu dengannya ? Aku tidak tahu, Mani ,,, seberapa besar dia membenciku, keluarga adalah hal yang berbeda tapi Raman membenciku, aku tahu kalau Raman tidak suka melihat wajahku”, 

“Tenang, Ishita ,,, sabar” hibur Mani “Aku minta maaf, kamu tenang saja, aku akan melihat Aaliya dulu” Ishita kemudian pergi meninggalkan Mani, begitu Ishita pergi, Mani bergumam pada dirinya sendiri “Maafkan aku, Ishu ,,, aku seharusnya tidak membahas masalah ini, aku harap kamu bisa bertemu dengan putrimu segera” gumam Mani, Ishita sendiri menangis diluar kamar Mani sambil berkata “Aku ingin sekali melihat putriku sekali saja, aku sangat berharap, aku benar benar minta maaf, aku tahu putriu pasti akan bahagia” ujar Ishita sedih 

Di Delhi, India ,,, 
Pihu meminta Neelu untuk membuat makanan untuknya “Baiklah, aku baru akan mengatur beberapa barang” Pihu memeriksa foto fotonya dan menunjukkan pada Neeli, dilihatnya foto nyonya Bhalla dan Amma, Pihu segera menyembunyikannya, kemudian Pihu menunjukkan foto itu ke Adi dan berkata “Kak Adi, nenek kelihatan sangat bahagia dengan nenek Iyer, sebenarnya ada masalah apa ?” Adi merasa bingung “Apa yang harus aku jelaskan padanya ?” kemudian Adi membuat alasan “Aku suka kakek dan nenek Iyer tapi kenapa nenek membenci mereka ?”, “Aku juga tidak tahu, aku masih kecil saat itu kemudian aku pergi ke London untuk sekolah, kamu tanya saja sama nenek” ujar Adi 


“Bukankah sekolah kita mengajarkan pada kita untuk menyayangi tetangga kita, kita seharusnya membuat mereka bersahabat” Adi sangat menyukai ide Pihu lalu mengajak Pihu menemui nyonya Bhalla, mereka berdua mulai bertengkar, nyonya Bhalla terkejut melihat mereka bertengkar “Aku tidak bisa menghadapi Pihu lagi, dia tidak boleh masuk ke kamarku lagi ! Dia mengacaukan semuanya !” ujar Adi ketus “Bahkan kak Adi juga sudah mengacaukan kamarku, ini adalah rumahku !” mereka kembali bertengkar “Sudah, sudah ! Jangan bertengkar ! Adi kamu yang lebih tua seharusnya tidak bertengkar dengan adikmu yang masih kecil” Adi menyela ucapan neneknya “Nenek, Pihu itu yang mengajak kakaknya yang berusia 21 tahun ini berkelahi, maka aku bisa bertengkar juga”, “Nenek akan mengunci kalian berdua di kamar sampai pertengkaran kalian berakhir !” Pihu langsung menyela “Itu artinya nenek tahu kan kalau bertengkar itu tidak baik ?”, “Iyaaa tapi tidak masalah kalau menyelesaikan masalah dengan bertengkar” nyonya Bhalla menimpali ucapan Pihu 

“Lalu kenapa nenek bertengkar dengan nenek Iyer ? Neneknya kak Shravan itu orangnya baik, aku tahu kalau nenek berteman dengannya sebelumnya, aku pernah melihat fotonya, aku mendapatkannya dari kamar bibi Simmi, jadi nenek harus berteman lagi dengan nenek Iyer kalau tidak aku akan mengunci kalian berdua di kamar untuk menyelesaikan pertengkaran kalian” nyonya Bhalla nampak marah dan meminta Pihu dan Adi untuk tidak mengatakan tentang hal seperti itu lagi” nyonya Bhalla segera pergi meninggalkan mereka, Simmi hanya terdiam sambil menatap ke arah mereka 

Tak lama kemudian Shagun datang kesana dan menyapa mereka semua “Apa yang terjadi sayang ?” Neelu menyela “Nyonya Bhalla sedang menangis”, “Kenapa ?” Pihu menyela ucapan Shagun “Aku tidak mengatakan sesuatu yang salah” Shagun segera menemui nyonya Bhalla dikamarnya “Semua ini salah, kak ,,, nenek jadi sedih”, “Nenek sedih karena teringat dengan persahabatan mereka” sahut Adi, saat itu Shagun mendapatkan CD terbaru dari penyanyi Ruhaan untuk Pihu, Pihu sangat senang menerimanya 

Di Australia ,,, 
Aaliya sedang ngobrol dengan Vivaan ditelfon “Aku akan sampai disana lima menit lagi” Ishita memintanya untuk tetap berada dirumah karena mungkin Aaliya lelah “Biar aku saja yang ke rumah sakit” ujar Ishita “Aku akan menemui temanku di rumah sakit untuk membuat pesta kecil kecilan untuk menghiburnya karena ayah sudah membaik sekarang, aku akan menginap dirumah Nikki”, “Lalu bagaimana dengan buku bukumu ?” tanya Ishita heran “Hari ini semuanya dikerjakan secara online, ibu ,,, aku sudah besar, usiaku sudah 21 tahun sekarang, ibu yang harus makan tepat waktu” Ishita masih saja merasa cemas “Aku akan mengantar kamu ke rumah Nikki”, “Sebenarnya, Nikki sudah ada didepan” Aaliya langsung keluar dan berlari keluar lalu pergi bersama seorang laki laki, Ishita sempat melihatnya “Aaliya bersama seoarang laki laki ? Dia bilang dia mau pergi sama Nikki, oooh jadi sekarang Aaliya sudah mulai bohong padaku” gumam Ishita 

Di Delhi, India ,,, 
Nyonya Bhalla masih bersama Shagun “Shagun, berapa lama lagi kita harus bohong seperti ini ?”, “Kita akan berbohong sampai kita rasa perlu untuk mengatakannya, Pihu itu masih kecil” nyonya Bhalla menangis sambil memikirkan kejadian malam itu ketika Raman tidak bisa memaafkan dirinya sendiri “Aku tahu kalau semua ini adalah kesalahannya, Ishita bunuh diri karena Raman” Simmi menimpali “Kak Raman bahkan tidak bisa hidup normal lagi”, “Semuanya berubah dan Romi ku ,,,” nyonya Bhalla teringat ketika Raman memarahi dan menghajar Romi habis habisan “Aku melihatnya di rekaman CCTV, saat itu kamu tertidur ! Apakah kamu berharap Niddhi mengambil putriku dan memberikan kamu uang ?”, “Cukup, kak !” Romi juga sangat marah mendengar tuduhan Raman dan menyalahkan semua ini pada Raman 

“Kamu yang membawa Niddhi kerumah, kamu yang seharusnya bertanggung jawab atas semua ini, kak Raman ! Ayah, tolong jelaskan pada kak Raman kalau tidak aku akan mengangkat tanganku juga ! Aku tidak akan tinggal disini, kamu yang berkerja dan aku hanya menanti bantuanmu saja, aku akan kembali ke rumah ini kalau aku sudah menjadi seseorang !” Abhishek datang kesana dan memberitahu Raman kalau Ishita telah meninggal karena bunuh diri, nyonya Bhalla melanjutkan ceritanya lagi “Mihika mendukung Romi pada malam itu dan permasalahan menjadi semakin buruk” nyonya Bhalla teringat ketika Mihika memarahi Raman karena Ishita jadi bunuh diri “Romi, kamu tidak salah ! Kak Raman lah yang salah !” Mihika langsung membawa Romi pergi dari sana dan meninggalkan Raman 

Di rumah keluarga Iyer, Amma berkata “Aku tidak akan pernah melupakan keluarga Bhalla dan Raman, kita telah kehilangan putri kita, apa salahnya Mihika kalau dia mendukung Romi ? kenapa kita harus memutuskan hubungan kita dengannya ? Keluarga kita punya harga diri !” ujar Amma kesal, dirumah keluarga Bhalla, Shagun meminta nyonya Bhalla untuk melupakan semuanya “Ibu, semuanya akan baik baik saja, percayalah padaku” Adi memperhatikan mereka dari kejauhan dan berkata “Nenek, aku tahu kalau kamu sangat merindukan nenek Iyer, nenek menyayanginya dan aku rasa Pihu akan bergabung dengan hubungan kerinduan ini, aku ingin satu hubungan untuk mengakhiri kerenggangan ini” gumam Adi 

Di Australia ,,, 
Di konser musiknya Ruhan, Aaliya sampai disana dengan seorang laki laki “Ayooo kita masuk” dari jauh Ishita rupanya mengikuti Aaliya dan berfikir “Kenapa Aaliya datang kesini dengan berbohong padaku ?” Ishita lalu meminta penjaga untuk membiarkannya masuk kedalam “Aku harus menemui putriku, aku kesini bukan untuk menonton konser”, “Kamu ini berpakaian kain saree ? Ini bukan dress codenya, kamu bahkan tidak punya tiket masuk, aku akan bicara dengan madam dulu, tunggu disini !” penjaga itu lalu masuk ke dalam dan bicara dengan Niddhi dan memberitahu asistennya tentang semuanya “Jangan biarkan perempuan itu masuk, aku tidak suka wanita asal India dan drama mereka, apakah kamu tidak bisa mengurusnya ? dimana perempuan itu ?” tanya Niddhi kesal, sementara itu Ishita berusaha memanggil manggil Aaliya dan berharap orang itu mengijinkannya bertemu dengan Aaliya, saat itu Niddhi berjalan kearah Ishita SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 753 by. Sally Diandra

Bagikan :