SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 748 “MENINGGALNYA RUHI & ISHITA” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 748 “MENINGGALNYA RUHI & ISHITA” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 748 “MENINGGALNYA RUHI & ISHITA” by. Sally Diandra Niddhi datang kesana sambil berkata “Aku akan melihat bagaimana Ishita menyelamatkan anak anaknya “Ishita, kamu bisa datang kesini dan ambil bayimu ini dan kemudian bawa Ruhi” ujar Nidhhi, Abhishek memperhatikan Ishita sambil berkata “Ishita seharusnya mengambil bayinya itu dan melindungi mereka, dengan begitu aku bisa membuat pergerakan” Ishita menangis”Kamu tahu kan kalau seorang bayi membutuhkan perawatan, jangan balas dendam dengan seorang bayi, kamu itu seorang perempuan kan ? Apakah kamu tidak mempunyai perasaan”, “Ambil bayi ini dan jangan buat aku jadi merasa tidak berdaya dengan merendah seperti ini, berikan Ruhi padaku dan ambil bayimu ini !” saat itu Ishita menunggu Abhishek, Abhishek berharap Ishita akan melangkah ke depan 

Sementara itu Raman berkata “Niddhi saat ini sedang bersama Ishita, kalau aku pergi kesana melalui rute perbukitan, maka aku sampai disana secepatnya” saat itu Niddhi mengingatkan Ishita tentang kesepakatan mereka “Apakah kamu akan mengubah keputusanmu ? Aku tidak peduli dengan bayi ini” Niddhi saat itu hampir saja melempar bayinya Ishita, Ishita segera melepaskan Ruhi dan berlari menghentikan tindakan Niddhi 

“Suruh Ruhi kesini dulu, kalau tidak aku akan menjatuhkan bayimu ini !”, “Apakah kamu tidak tahu penderitaan seorang perempuan ?” tanya Ishitas sedih “Kamu bertanya padaku ? Jangan lupakan kesepakatan kita berdua, apa yang kamu cari di sekitar sini ? Apakah kamu menelfon Raman atau seseorang ? Aku tidak punya rasa belas kasihan, Ishita ,,, aku akan menjatuhkan bayimu ini ! Berikan Ruhi padaku !” Ruhi menyela sambil menangis “Jangan bawa aku, ibu Ishi” Ishita memegang Ruhi dan membawanya ke Niddhi, 

Ruhi menangis terus “Aku mohon, ibu Ishi ,,, jangan bawa aku” pinta Ruhi sambil mengiba, Raman berlari agar bisa sampai disana, sementara itu Nidhhi sudah mendapatkan Ruhi “Apakah aku harus menjatuhkan bayi ini ? Menjauhlah !”, “Niddhi, kamu berjanji padaku kalau kamu akan memberikan bayiku itu” tiba tiba Niddhi terpeleset dan bayi Ishita jatuh di tangan Ishita, 

Ishita melihatnya dan memeluk bayinya itu, Abhishek lalu memanggil pasukannya, sedangkan Niddhi menyuruh Ruhi duduk di dalam mobil dan langsung mendorong Ishita, Ruhi berteriak lantang “Ibu Ishiiiiii !!!!”, “Duduk saja disitu ! Dan diam !” bentak Niddhi, Ishita mencium bayinya dan Ruhi hanya terdiam melihat Ishita, saat itu Abhishek dan pasukannya menghentikan mobil Niddhi, Raman akhirnya sampai disana dan kaget, Raman teringat pada ucapan Ishita 

Abhishek meminta Niddhi untuk melepaskan Ruhi atau kalau tidak dirinya akan menembaknya, Niddhi sangat marah dan terus mengendarai mobilnya melaju ke depan, Ishita berteriak memanggil Ruhi, Abhishek bertanya “Bagaimana bayimu ?”, “Ruhiku ! Kita harus mengikuti mobil itu !” pinta Ishita, Raman berlari kembali, di dalam mobil Ruhi berkata “Aku ingin pergi ke ibu Ishi” pinta Ruhi sambil menangis

Di dalam mobil Abhishek, Ishita berkata “Jalan ini langsung menuju ke bukit, disana tidak ada belokkan, Abhishek ,,, aku takut, cepatlah !” saat itu Niddhi mengendarai mobilnya sangat cepat sekali, kemudian Niddhi memperhatikannya rutenya, Nidhhi dan Ruhi kaget ketika melihat akhir dari jalan itu adalah tebing, mobil mereka lalu jatuh dan meledak, Abhishek dan Ishita sangat terkejut begitu melihat mobil Niddhi terbakar, Ishita berteriak memanggil Ruhi sambil menangis 

Tak lama kemudian, Ishita membawa bayinya ke rumah sakit untuk di periksa “Untung saja bayinya baik baik saja” ujar Manoj “Ishita, ada apa ?” sela Amma, nyonya Bhalla juga bertanya “Abhishek, dimana Ruhi ?” Raman datang kesana sambil menangis “Aku akan mengatakannya ,,, Ishita telah mengorbankan Ruhi ! Mobilnya Niddhi jatuh di tebing” mereka semua yang ada disana terkejut “Apa yang telah Ruhi lakukan ? Kenapa kamu mengambil nyawa Ruhi ? Aku sudah bilang padamu, Ishita ! Jangan telfon Abhishek ! Kenapa Abhishek datang kesana ? Kalian berdua telah membunuh putriku !” Ishita lansung menyela “Abhishek hanya membantu, Raman”, “Baik ! Kalau begitu cari putriku ! Kembalikan dia padaku !” Abhishek menyela “Raman, dengarkan aku” Raman langsung memarahi Abhishek dan Ishita 

“Aku sudah bilang padamu jangan beritahu Abhishek ! Kamu itu menodai nama seorang ibu, kamu membuktikan kalau ibu tiri itu selalu tetap ibu tiri, aku tidak berfikir kalau aku akan mengatakan seperti ini, kamu telah menunjukkan kebenaran tentang dirimu ! Kamu lebih memilih bayimu dariapada Ruhi ! Kamu akan hidup dengan beban ini sepanjang hidupmu !” semua orang menangis mendengarnya, Raman benar benar sangat marah kehilangan Ruhi “Kamu itu sungguh egois ! Dunia ini benar telah mengutuknya ! Ibunya Bala juga benar ! Ishita memang tidak beruntung ! Aku benar benar gila telah menikahinya ! Ruhi yang mendekatkan kami berdua tapi nasibku sangat buruk ! Ruhi pasti masih hidup kalau kamu tidak datang dalam kehidupanku ! Kami semua menyelamatkan semua masalah karena kamu !” Ishita hanya terdiam sambil terus menangis 

“Apa yang ingin kamu buktikan ? kamu tidak akan menjadi seorang ibu jika ada anak kecil yang lain memanggil kamu ibu ! Kamu benar benar mandul ! Itu kenyataannya ! Jangan kaget karena kamu tidak pantas menjadi seorang ibu ! Dewa telah memberikan kamu satu kesempatan tapi kamu membuktikan kalau tidak ada seorangpun yang lebih egois daripada kamu !” bentak Raman ketus dengan perasaan marah yang tidak bisa terbendung lagi “Aku ini memang tidak berdaya, kalau tidak aku pasti akan meninggalkan kamu tapi mulai hari ini tidak ada tempat bagimu di hidupku ! Ibu mertua, bawa putrimu ini menjauh dariku !” Raman lalu segera pergi dari sana dengan perasaan marah 

Ishita nampak sedang berada di area tebing itu lagi dimana mobil Niddhi meledak disana, Ishita teringat pada ucapan Raman, Suraj dan Ashok kebetulan lewat disana, mereka melihat Ishita sedang berada diujung tebing, mereka lalu menghentikan mobil “Ishita itu sudah mati, bagaimana bisa dia ada disana ?”, “Aku juga curiga, apa yang sedang dia lakukan disana ? Kita harus mengeceknya” saat itu Ishita sudah sampai ditebing sambil menangis dan bergumam pada dirinya sendiri “Ruhi meninggal karena aku, maafkan ibu Ishi, Ruhi ,,, aku memang tidak punya hak untuk hidup” gumam Ishita, 

Di tempat Ashok, Ashok memberitahu Suraj “Sepertinya dia mau melakukan bunuh diri” tiba tiba mereka terkejut ketika melihat Ishita melompat dari atas tebing ke sungai, Suraj dan Ashok benar benar tidak percaya “Dia ternyata benar benar bunuh diri !” ujar Suraj kaget “Ceritanya berakhir sudah, Ishita telah mati dan tidak ada seorangpun yang bisa selamat dengan melompat dari ketinggian seperti itu” Ashok merasa senang dan puas, 

Sementara itu di rumah keluarga Bhalla, Abhishek mengabarkan berita duka ini pada Raman dan seluruh keluarga Bhalla juga keluarga Iyer, mereka semua terkejut dan tidak percaya mendapat kabar Ishita telah meninggal karena bunuh diri, Raman langsung menuju ke kamarnya dan menangis SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 748  by. Sally Diandra

Bagikan :