SINOPSIS MOHABBATEIN episode 655 “PANGGILAN YANG DIALIHKAN” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 655 “PANGGILAN YANG DIALIHKAN” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 655 “PANGGILAN YANG DIALIHKAN” by. Sally Diandra Bala sedang memikirkan masalahnya setelah menyembunyikan dari Vandu, Bala berharap dirinya tidak menyakiti siapapun, sementara itu Ishita menceritakan semuanya pada Romi dan memintanya untuk mempercayai dirinya, Adi kemudian menyela “Ibu Ishi seharusnya membicarakan hal ini dengan ayah”, “Tapi saat ini ayahmu sedang sibuk, Adi ,,, ibu Ishi bisa ngobrol dengannya nanti” Romi kemudian menyuruh Adi untuk bermain “Kamu bisa main game dengan ponsel ini bersama Shravan” Adi bergegas bermain bersama Shravan, Romi lalu memberitahu Ishita “Aku tadi bohong sama Adi, kak ,,, sebenarnya kak Raman tidak sibuk, dia tidak makan makanannya, Sarika menemuinya untuk mengantarkan makanan untuk kak Raman, aku rasa kamu seharusnya jangan menemuinya dulu”, “Tidak, aku harus bicara dengannya, kenapa dia marah pada semua orang, dia bisa berteriak padaku” 

Ishita lalu pergi menuju ke kamar Raman dan meminta Raman untuk membuka pintu dan bicara dengannya namun tidak ada jawaban dari dalam kamar “Kakak, dia tidak akan mungkin membuka pintunya, bicaralah dengannya besok saja” namun Ishita merasa perasaannya tidak enak “Romi, dobrak pintunya !” Romi segera mendorong pintu kamar itu dan mendobrak pintunya, mereka langsung masuk ke dalam kamar dan terkejut begitu melihat kondisi Raman yang terduduk dilantai dekat tempat tidurnya, 

Ishita berteriak memanggil Raman dan bergegas menghampirinya, mereka mencoba mengguncang guncang tubuh Raman “Romi, cepat telfon dokter !” Romi segera menelfon dokter keluarga mereka “Dokter, Raman baru saja minum wine lalu pingsan”, “Kalau begitu kamu harus bisa mengeluarkan wine itu keluar dari perutnya, aku akan datang kesana” Ishita bergegas meminta bantuan Romi, sedangkan Sarika hanya terdiam memperhatikan mereka “Aku rasa racun itu telah bereaksi pada tubuh Raman begitu cepat, sekarang semua orang akan merasa kalau Raman berusaha untuk bunuh diri, bagus juga” bathin Sarika 

Saat itu nyonya dan tuan Bhalla juga sedang minum wine untuk mengurangi rasa setres mereka “Ishita pastinya mempunyai sejumlah alasan untuk melakukan ini semua” nyonya Bhalla menangis mendengar ucapan suaminya “Aku tidak tahu, siapa yang harus aku percayai, Ishita dan Shagun bersama sama dalam rencana ini, mereka telah menyembunyikan hal ini dari kita” ujar nyonya Bhalla, Sarika kemudian datang menemui mertuanya dan meminta mereka untuk ikut dengannya dengan cepat “Sesuatu terjadi pada kak Raman, dia tadi baru saja minum wine, aku takut jika hati seorang laki laki patah hati, dia bisa saja melakukan apapun, apakah dia melakukan bunuh diri ?” mereka bergegas menemui Raman 

Ketika mereka masuk ke kamar Raman, nyonya Bhalla sangat marah begitu melihat Ishita berada disana, Sarika menakut nakuti nyonya dan tuan Bhalla, tak lama kemudian nyonya dan tuan Bhalla juga Sarika keluar dari kamar Raman, dokter bertanya pada Romi dan Ishita “Ada masalah apa ? Apakah Raman berusaha melakukan bunuh diri ? Dia minum racun, untungnya dia selamat karena cairan yang diminumnya lebih banyak” Romi langsung menyela ucapan dokter “Sarika yang membuatkan jus untuk kak Raman”, “Itu mungkin saja jusnya bisa mengencerkan racunnya, acun ini sangat berbahaya karena bisa merambah ke detak jantung dan tekanan darah dalam waktu yang cepat, yang akan menyebabkan kematian, mungkin racunnya encer oleh jus, kalau tidak hal ini pasti akan sangat sulit sekali untuk tuan Raman bertahan” Ishita menangis, 

Dokter kemudian turun kebawah, Sarika berpura pura sedih “Apakah ada berita buruk dokter? Apakah kak Raman baik baik saja ?”, “Dia baik baik saja” Sarika kaget, dokter lalu memberitahu semua orang kalau Raman berusaha bunuh diri, nyonya Bhalla menangis, dokter menghiburnya lalu pergi dari sana, Sarika mulai angkat bicara “Kak Raman berusaha untuk bunuh diri ? Aku tidak percaya ini, kalau dokter tidak datang tepat waktu, kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada kak Raman, aku tidak tahu bagaimana kak Ishita bisa melakukan hal ini ? Aku tadi mengantarkan makanan dan jus pada kak Raman tapi kak Raman tidak makan apa apa, dia bahkan juga tidak berkata apa apa, kak Raman sangat sedih, hatinya sangat hancur, aku tidak tahu ibu mertua, kenapa kak Ishita melakukan hal ini ? Apa perlunya kak Ishita berbohong dan berpura pura ?” Sarika terus mengoceh “Dia memanggil ibu mertua dengan sebutan ibu, tapi ibu kan bukan mata matanya Ashok, dia pasti akan menyelamatkan hal ini dari ibu” nyonya Bhalla sangat marah setelah Sarika meracuni pikirannya 

Ishita bertanya pada Raman “Raman, kenapa kamu melakukan hal ini ? Apakah kamu tidak memikirkan kedua anakmu ?”, “Kita mempunyai tiga anak ! Shagun masih hidup dan aku tidak begitu lemah, aku ingin melihat bayi kita bermain di pangkuanmu, aku ingin melihat kebahagiaan Adi dan Ruhi” ujar Raman sambil batuk batuk “Sudah lebih baik kamu istirahat saja” ujar Ishita sambil berfikir kalau Raman tidak berusaha bunuh diri “Lalu bagaimana bisa racun ini masuk ke dalam tubuhnya ?” Ishita teringat pada ucapan Romi, Ishita memikirkan jus jeruk itu “Raman yang meminumnya, tapi Sarika yang memberikannya, itu artinya Sarika mungkin saja mata mata Ashok” bathin Ishita 

Sarika sangat khawatir kalau sewaktu waktu Ashok bisa menelfonnya, Sarika berusaha mengambil ponselnya dari Romi, kemudian Sarika berusaha menelfon Ashok, rupanya telfon Ashok sedang sibuk, Ashok sedang ngobrol dengan editor berita di salah satu TV, tentang berita yang di konfirmasinya dan memberitahu mereka, sementara itu Romi bertanya pada Adi “Adi, apakah kamu bisa memainkan permainannya ? Siapa yang menang ?”, “Aku yang menang, paman” sahut Adi, Romi kemudian mengambil p0nsel tersebut sambil berkata “Bibi Sarika mungkin akan mendapat telfon dari temannya, dia pasti akan marah” ujar Romi, 

Tak lama kemudian Ishita mendapat telfon dari Ashok di telfonnya Sarika “Sarika, apakah Raman sudah mati ? Kamu sudah melakukan tugasmu ?” Ishita teringat pada Sarika begitu mendengar suara Ashok di ujung sana, Ishita sangat kesal kemudian mengakhiri telfon Ashok tanpa berkata sepatah katapun, di tempat Ashok, Ashok juga terlihat sangat kesal sambil berkata “Kenapa tiba tiba saja Sarika memutus telfonku ?” bathin Ashok geram, kemudian Sarika berusaha menelfon Ashok “Sarika, aku tadi menelfonmu, kenapa kamu mematikan telfonnya ? Kenapa kamu juga tidak menjawab pertanyaanku ?”, “Apa ?” Sarika tertegun “Apakah Raman sudah mati atau tidak ?” tanya Ashok kesal “Belum, tapi ,,,”, “Kita ini punya kesempatan membunuh Raman ! Kamu bisa meracuni pikiran ibu mertuamu untuk mengusir Ishita !” bentak Ashok kesal, 

Sarika semakin khawatir, saat itu Romi menghampirinya dan mengembalikan ponsel Sarika, Sarika mengeceknya dan dilihatnya tidak ada miskol dari Asha “Itu artinya seseorang telah menerima telfonnya Ashok” gumam Sarika, Sarika kemudian mengecek kembali ponselnya dan dilihatnya semua panggilan ditefonnya di alihkan ke ponselnya Ishita, Sarika cemas “Itu artinya Ishita yang bicara dengan Ashok tadi ?” ujar Sarika gelisah, Ishita masuk ke kamar Sarika dan bertanya dengan tatapan penuh selidik “Ada apa, Sarika ?” Ishita menatapnya dengan penuh kemarahan, Sarika berbalik dengan wajahnya yang gelisah dan dilihatnya Ishita sudah berdiri di dekat pintu kamarnya SINOPSIS MOHABBATEIN episode 656 by. Sally Diandra

Bagikan :