SINOPSIS MOHABBATEIN episode 653 “BENCI TAPI RINDU” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 653 “BENCI TAPI RINDU” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 653 “BENCI TAPI RINDU” by. Sally Diandra Raman mengajak Shagun bersamanya, saat itu seluruh keluarga Bhalla datang ke sana untuk melihat kondisi Ishita dan Raman, nyonya Bhalla menangis “Raman bilang pada kami kalau Ishita dibawa kesini” nyonya Bhalla lalu mulai berdoa untuk Ishita, mereka terkejut ketika melihat Raman datang sambil membawa Shagun, mereka baru menyadari kalau Shagun ternyata masih hidup “Raman, dengarkan aku dulu !” Shagun melihat ke arah mereka semua sambil menangis, Romi juga sampai disana dan terkejut begitu melihat Shagun masih hidup “Shagun ternyata masih hidup !” ujar Raman, Sarika secara diam diam pergi dari sana dan memberitahu Ashok, Ashok sangat senang dan tersenyum menang begitu mendapat kabar terbaru dari Sarika “Raman baru saja menangkap Shagun dan sekarang seluruh keluarga Bhalla tahu kalau dia masih hidup” ujar Sarika, 

Di rumah sakit Raman meminta Shagun berhenti mengoceh “Ishita sedang berjuang dengan nyawanya sendiri saat ini, jika terjadi sesuatu padanya maka ,,,” Raman tidak melanjutkan ucapannya dan segera pergi dari sana, Ashok mendengar semua pembicaraan ini melalui telfon sambil tersenyum senang “Ashok, apakah kamu dengar itu ?”, “Luar biasa, Sarika ,,, lihat nasibku, aku kira aku telah kehilangan Shagun, ternyata Raman sendiri yang menangkapnya” Ashok kemudian menutup telfonnya dan bergumam “Ishita Bhalla, aku telah menggagalkan kamu dalam tantanganmu yang ketiga, apa yang akan terjadi pada Raman sekarang ?” gumam Ashok senang 

Raman bergegas pergi ke ICU dan dilihatnya Ishita masih terbaring lemah disana “Apa perlunya kamu melakukan semua ini, Ishita ? Jika terjadi sesuatu padamu, maka ,,, apa yang kamu pikirkan ? Kamu selalu saja melakukan apapun yang kamu inginkan, masalah dalam kehidupan kita selalu berhubungan dengan kamu, aku sangat marah padamu, Ishita ,,, kita telah berjanji kalau kita tidak akan pernah menyembunyikan apapun satu sama lain” ujar Raman sambil menangis, Raman tidak memegang tangan Ishita, dihapusnya airmatanya sendiri, 

Raman sangat khawatir, saat itu dokter datang, Raman langsung bertanya “Apakah istriku ini akan sembuh ?”, “Iya, kami sudah mengoperasinya tapi apapun bisa terjadi dalam kasus seperti ini, karena ini adalah serangan buaya, kami akan selalu melakukan pemantauan selama satu hari ini dan penyembuhannya bisa memakan waktu sampai beberapa minggu, berdoalah untuk istrimu, tuan ,,, semoga saja tidak ada komplikasi” jelas dokter “Aku tidak bisa kehilangan dirinya, dokter” ujar Raman sedih, 

Sementara itu Shagun juga sedang di obati tangannya, Shagun meminta dokter untuk mengijinkannya pergi “Anda harus beristirahat, nyonya ,,, hal ini bisa mempengaruhi bayi anda, keluarga anda meminta kami untuk merawat anda” ujar dokter, Raman lalu datang kesana “Anda harus tetap beristirahat, nyonya ,,, kami tidak akan membiarkan anda pergi” Raman menatap ke arah Shagun dengan perasaan kesal, kemudian pergi dari sana, Shagun hanya bisa menangis 

Keesokan harinya, Raman menjenguk Ishita, Ishita sudah terbangun dan melihat kedatangan Raman namun Raman langsung pergi, saat itu Shagun juga sudah dalam taraf penyembuhan, hari berikutnya, Romi dan Sarika datang menemui Ishita, Ishita tersenyum melihat kedatangan mereka dan berharap Raman juga datang, namun ternyata tidak, Romi dan Sarika memberikan makanan untuk Ishita, lalu pergi, Ishita hanya bisa menangis, sementara itu Abhishek dan Prateek sedang ngobrol dengan Shagun, mereka membantu penyembuhan Ishita, 

Raman menjenguk Ishita pada malam hari, Raman hanya duduk diluar kamar Ishita sambil menangis, Ishita dan Shagun juga menangis dikamarnya sendiri sendiri, nyonya dan tuan Bhalla gantian menjenguk Ishita dan memberikan bekal makanan untuk Ishita kemudian mereka pun pergi meninggalkan Ishita, hingga akhirnya beberapa hari telah berlalu Adi datang menjenguk Ishita dan menangis begitu melihat Ishita, Adi langsung memeluknya, nyonya dan tuan Bhalla terlihat kesal melihat Ishita, 

Hari berikutnya Raman melihat Ishita sedang berada di kamar, Raman mengirimkan makanan untuk Ishita melalui salah satu perawat, Ishita melihat kedatangan Raman dan memberikan tanda padanya untuk masuk ke dalam kamar, namun Raman langsung pergi dari sana, hari selanjutnya, Raman menangis sendiri dengan perasaan marah dan menghentikan dirinya sendiri untuk menemui Ishita lagi, Ishita sangat sedih 

Keesokan harinya, Bala memberitahu seseorang kalau dirinya tidak bisa datang saat ini karena dia harus mengajar, kemudian Balal memberikan les pada murid muridnya dan mendapat gangguan dari murid muridnya “Aku tidak bisa konsentrasi pada hal apapun” saat itu Khosla datang dan berteriak kearah Bala didepan semua murid muridnya “Ada banyak sekali kesalahan pada pusat training disana, komputer tidak datang, kamu seharusnya pergi kesana dan lihat semuanya, trainingnya akan segera dimulai !” ujar Khosla “Bagaimana bisa ? Aku sedang sibuk mengajar murid muridku”, “Tapi aku sudah menginvestasikan banyak uang di pusat training tersebut, kamu tidak bisa mengabaikannya, aku tidak bisa bekerja dengan rekan bisnis yang seperti itu !” Khosla lalu pergi dari sana, 

Bala merasa khawatir, akhirnya Bala menjadwal ulang kelasnya dan berterima kasih pada muridnya yang telah datang, para murid kemudian mulai bergosip “Hal ini akan mempengaruhi pendidikan kita, pak Bala rupanya mencoba mencari uang yang lebih banyak lagi dan mempermainkan masa depan kita” Bala mendengar pembicaraan mereka dan segera berlalu dari sana, Khosla lalu memberitahu semuanya pada Suraj “Lakukan tekanan seperti ini terus pada Bala” ujar Suraj sambil teringat pada tamparan Vandu yang menyakitkan “Masalah ini akan menghancurkan Vandu” gumam Suraj senang 

Setelah beberapa hari terbaring dirumah sakit, Ishita memberitahu dokter kalau dirinya sudah merasa baikkan “Apakah aku bisa pulang ke rumah sekarang ? Suamiku akan datang untuk menjemputku” ujar Ishita, saat itu yang datang Romi, dokter lalu meminta perawat untuk menyiapkan surat keluar dari rumah sakit, kebetulan Ishita mendapat telfon, sedangkan Romi melakukan beberapa formalitas untuk mengeluarkan Ishita dari rumah sakit, rupanya Ashok yang menelfon Ishita “Ishita, lihat hasilnya kalau kamu melawan aku, aku sudah bisa membuka kedokmu dalam 3 langkah, kenyataan tentang Shagun akhirnya terkuak, berdoa saja untuk Raman, semoga semuanya berhasil” Ishita hanya bisa menangis 

Seluruh keluarga Bhalla dan Shagun menunggu kedatangan Ishita dirumah, Romi membawa Ishita pulang, Raman nampak berkaca kaca dan bertanya “Bagaimana keadaanmu ? Kamu kelihatan baik baik saja, apakah kamu bertemu Shagun ,,, ooh sebenarnya aku lupa kalau kamu memainkan permainan ini bersama Shagun, kami semua mengira Shagun sudah meninggal dan lihat sekarang dia masih hidup” semua orang hanya terdiam “Aku tidak bertanya padamu, tapi aku yang akan mengatakan padamu, kamu tidak perlu mengatakan apapun, aku yang akan mengatakannya hari ini ! Aku mempunyai banyak sekali pertanyaan dan aku ingin mengetahuinya, aku memang bodoh, aku kira Shagun yang melakukan permainan ini tapi ternyata Ishita juga melakukan hal ini juga !” bentak Raman “Ayah mertua, kedua istriku ini memang hebat dan ahli dalam memainkan permainan, Ishita telah melewati batasannya !” ujar Raman kesal, Ishita hanya bisa menangis mendengar kemarahan Raman SINOPSIS MOHABBATEIN episode 654  by. Sally Diandra

Bagikan :