SINOPSIS MOHABBATEIN episode 631 “ANCAMAN ASHOK” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 631 “ANCAMAN ASHOK” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 631 “ANCAMAN ASHOK” by. Sally Diandra Raman sangat marah ketika melihat kebersamaan Ishita dan Abhishek, dengan perasaan kesal Raman mengobrak abrik kamarnya, Ishita tertegun ketika masuk ke dalam kamar “Raman, maafkan aku, aku bersikap aneh ketika aku sedang setres, aku tidak bermaksud menyakiti perasaanmu”, “Tapi kamu bicara dengan Abhishek, bukan denganku ! Kita berdua ini dulunya kan berteman !” ujar Raman kesal “Raman, kamu adalah yang terpenting untukku, kalau kamu merasakan yang lain, kamu salah” ujar Ishita sedih

Raman langsung memeluk Ishita dengan penuh cinta sambil berkata “Aku merasa kamu akan pergi jauh dariku”, “Tidak, tidak ada yang bisa memisahkan kita berdua” mereka kemudian saling berpelukkan, Ishita mencoba menenangkan suaminya Vandu meminta Bala untuk ikut dengannya “Vandu, aku tidak bisa tidur dengan nyenyak sebelum aku melemparkan uang ganti rugi ke wajahnya Suraj !”, “Bala, Suraj sendiri bahkan tidak peduli” sahut Vandu “Tapi aku peduli ! Aku akan pergi ke ATM dan memberinya uang” Vandu segera ikut pergi dengan Bala, 

Tak lama kemudian Bala dan Vandu bertemu dengan Suraj dirumahnya, Bala langsung memberikan uang itu ke Suraj, sementara Suraj menolak uang dari Bala, kebetulan pelayannya Suraj tanpa sengaja menanbrak Vandu hingga kain sareenya basah oleh minuman, Suraj langsung memarahi pelayannya itu “Tidak apa apa, ini kesalahanku”, “Kamu bisa membersihkan kain sareemu di kamar mandi” Suraj menyuruh pelayannya untuk mengantar Vandu ke kamar mandi yang ada di kamar tamu, 

Sementara Bala menunggu, saat Vandu masuk ke kamar tamu itu, dilihatnya Ashok sedang tertidur di kamar tamu, Vandu kemudian bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan kain sareenya, setelah selesai, Vandu segera keluar dari kamar mandi dan didengarnya Ashok mulai meracau dalam tidurnya “Raman ,,, dia masih hidup, mereka berdua bersama sama, aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri” Vandu terkejut begitu racauan Ashok tersebut “Raman ,,, kamu telah dikhianati” 

Keesokan harinya, Ishita terbangun dan melihat kearah jam, Ishita segera bersiap siap lalu turun kebawah, Ishita bertanya ke Simmi “Simmi, apakah ada yang mencurigaiku ?”, “Tidak ada, tapi kita harus waspada, Ishita” Ishita kaget ketika melihat Ashok datang kerumah mereka, nyonya Bhalla dan Amma juga terkejut melihat Ashok “Mau apa kamu kesini ?”, “Aku kesini mau bertemu Shagun” ujar Ashok menimpali pertanyaan nyonya Bhalla yang terlihat kesal “Dia sudah mati !” Ashok tersenyum sambil berkata

“Bukankah anakmu sendiri yang menyuruh aku datang kesini untuk mengikatkan benang hitam untuk Shagun, panggil dia” Ishita merasa khawatir namun tetap menemui Ashok dengan gayanya yang menawan dan sensual mirip Shagun “Aku pasti akan datang padamu kalau kamu memanggilku, semua orang disini tidak suka sama kamu dan aku juga tidak menyukai ini ,,, nyonya Iyer, lebih baik kamu pulang saja”, “Iyaaa, bibi Iyer, lebih baik bibi pulang saja karena saat ini Shagun yang ada didalam tubuh Ishita” Simmi mendukung Ishita, 

Amma pun pulang kerumahnya “Ibu, ayooo ikut denganku” Simmi mengajak ibunya ke kamar dan meninggalkan Ishita hanya berdua dengan Ashok, Ashok langsung bertepuk tangan “Penampilan apa ini ?”, “Diam kamu, Ashok ! Katakan padaku, mau apa kamu kesini ?” bentak Ishita “Aku datang kesini untuk mengungkap kamu, tapi tidak ada untungnya, aku akan bermain bersama kamu saja tapi ada satu syarat, kamu akan melakukan pekerjaan dimana Shagun belum menyelesaikannya dengan baik, aku ingin Raman mati !” Ishita tertegun 

“Apakah kamu sudah gila ? Bagaimana bisa aku membunuh suamiku sendiri ?”, “Kamu harus membunuh Raman, Ishita ,,, aku tidak peduli bagaimana caranya kamu melakukannya, pikirkan saja bagaimana reaksi keluargamu begitu mereka mengetahui kebohonganmu ini dan ketika Raman tahu kalau Shagun ternyata masih hidup, apakah dia masih punya rasa hormat padamu ? Bagaimana juga dengan Ruhi ? Apa yang akan dia katakan tentang sandiwara palsumu ini ?” Ishita menangis mendengar ancaman Ashok 

“Aku harus melakukan semua ini karena ancamanmu, untung saja Shagun dan aku bisa bersama, baiklah katakan saja sejujurnya tapi kamu juga akan terungkap !” Ishita mulai menyerang Ashok “Aku suka dengan keberanianmu, Ishita ,,, pendekar wanita modern masa kini, tapi apakah kamu kira Raman akan selamat kalau kamu bisa mengungkap tentang aku ? Aku masih mempunyai salah satu anggota keluarga Bhalla yang gagal kamu temukan, mulai dari Simmi, Sarika dan Pathak” Ashok merasa senang dan diatas angin 

“Jika terjadi sesuatu padaku, informanku itu akan melakukan pekerjaanku”, “Bagaimana kamu bisa mengetahui semua ini ?” tanya Ishita geram “Aku tahu semuanya, Ishita ,,, rencanamu memang sangat brilian, aku membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyadarinya, tapi jangan lupa, Ishita ,,, kamu harus membunuh Raman ! Kalau tidak aku akan membunuh Ruhi, Adi dan bayi yang ada dikandungan Shagun saat ini, itu adalah rencana pintarku, pikirkan 100 kali sebelum kamu menolak aku karena hasilnya akan sangat buruk, Ishita” ujar Ashok santai

Ishita langsung mengambil pisau buah yang sedari tadi dibawa oleh Ashok untuk mengupas buah yang dipegangnya “Pergi kamu dari sini, Ashok !” ujar Ishita sambil mengacungkan pisau buah tersebut “Aku tidak lemah seperti kamu, kelemahanmu adalah keluargamu yang ada ditanganku, jadi pikirkan 1000 kali” Ishita kembali menangis mendengar ucapan Ashok Didalam kamar, nyonya Bhalla berkata pada Simmi kalau Ashok itu orang yang rendahan “Biarkan ibu bicara dengan Ashok, Simmi” pinta nyonya Bhalla

“Lebih baik kita telfon kak Raman saja, ibu ,,, biar kak Raman datang kerumah dan dia akan mengatasi Ashok, ingat kan, bu ,,, bagaimana Shagun memotong tangan Ishita, jadi kita tunggu kak Raman saja, biarkan saja Ashok ngobrol dengan Ishita” Simmi berusaha menenangkan ibunya, di ruang tamu, Ashok memberitahu Ishita “Ishita, kamu yang telah memulai permainan ini dan aku yang akan mengakhirinya, aku akan memberitahu kamu apa yang harus kamu lakukan, kamu sangat menyayangi anak anakmu bukan ? Ingat apa yang aku yang aku katakan” 

Saat itu Raman pulang kerumah, Raman langsung berteriak kearah Ashok “Ashok, keluar kamu dari sini ! Jangan dekat dekat dengan istri dan keluargaku !”, “Aku datang kesini untuk bertemu dengan Shagun” ujar Ashok santai “Ashok, lebih baik kamu pergi sekarang”, “Keluar kamu, Ashok !” Ashok akhirnya keluar dari rumah mereka dengan langkah gontai Raman langsung memeluk Ishita “Aku selalu bersamamu, Ashok tidak akan bisa berbuat apa apa” Raman mencoba menghibur Ishita, Simmi dan nyonya Bhalla lalu keluar dari kamar dan dilihatnya Ishita sedang menangis “Ishita, ada apa ?”, “Aku akan membunuh Ashok !” Raman menimpali ucapan ibunya, Ishita segera menghentikannya “Jangan, Raman ,,, kamu jangan pergi kesana” Ishita merasa khawatir dan memeluk Raman erat 

“Kak Raman, kamu harus bisa mengendalikan emosimu, kamu sendiri yang menyuruh Ashok kesini untuk mengikatkan benang ke Shagun, jadi dia datang kesini lagi dengan alasan itu” Ishita menyela ucapan Simmi “Kamu jangan pergi kemana mana, Raman”, “Aku selalu bersama kamu” Raman kembali menenangkan Ishita “Lebih baik kamu kerjakan saja pekerjaanmu, aku baik baik saja” Raman kemudian berlalu dari sana, setelah Raman pergi, Ishita langsung memeluk Simmi sambil berkata “Simmi, kita harus memberitahu yang lain, Ashok ,,,”, “Apa yang dia katakan ?” sela Simmi “Dia mengancam aku dengan menyuruh aku untuk membunuh Raman” Simmi kaget “Apa ? Apakah dia sudah gila ?”, “Makanya kita harus bertemu dengan yang lain dan merencanakan sesuatu” Simmi mencoba menghibur Ishita “Tenang, aku akan menelfon mereka” ujar Simmi, 

Nyonya Bhalla baru selesai ngobrol sama Pammi ditelfon, nyonya Bhalla memberitahu Simmi dan Raman kalau dirinya tidak akan pergi ke rumah Pammi untuk mengikuti pesta kitty, Simmi merasa ini adalah kesempatan yang baik, mereka semua akan pergi ke pesta itu dan Ishita bisa bertemu dengan Shagun, lalu Simmi akan menjauhkan Raman dari Ishita, Simmi segera meminta ibunya untuk bersiap siap untuk menghadiri pesta itu, Raman juga menyetujui usulan Simmi 

“Kalau begitu Ishita dan aku akan berada dirumah” gumam Raman, kemudian Ishita menelfon Simmi dan memintanya menelfon Raman ketika Shagun datang nanti, rupanya Raman sedang memanggang kue buatannya sendiri, Raman memberitahu Ishita kalau kue buatannya ini sangat bagus untuk pengusir setrees, Ishita sedang merasa gelisah sambil menunggu telfon dari Simmi dan juga mengkhawatirkan Raman “Bagaimana caranya mengatasi keadaan ini ?” bathin Ishita cemas SINOPSIS MOHABBATEIN episode 632 by. Sally Diandra

Bagikan :