SINOPSIS MOHABBATEIN episode 624 “PATHAK SANG PEMBUNUH ?” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 624 “PATHAK SANG PEMBUNUH ?” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 624 “PATHAK SANG PEMBUNUH ?” by. Sally Diandra Raman dan Ishita dalam perjalanan ke restauran yang akan mereka gunakan untuk makan malam berdua, tiba tiba mobil mereka berhenti karena mogok “Aku akan mengecek mobilnya” Ishita merasa khawatir sambil melihat ke sekitar mereka dan memberitahu Raman kalau dia mendengar suara “Ishita, kamu disini saja, aku akan mengeceknya”, “Jangan, Raman ! Kamu disini saja !” Ishita semakin cemas “Tenang, Ishita” kemudian mereka berdua masuk ke dalam hutan bersama sama, dilihatnya ada seseorang yang sedang menggali tanah, orang itu mengenakan pakaian serba hitam dengan penutup kepala dengan warna senada “Mungkin dia membutuhkan bantuan kita, ayooo ikut aku”, “Tidak, Raman ! Kita akan pergi saja dari sini” Ishita menjadi panik “Ayooo ikut, Ishita” akhirnya mereka menghampiri orang itu, 

Orang itu melihat mereka dan langsung lari menjauh dari sana “Heiiii, berhenti ! Berhenti !” teriak Raman, orang itu segera lenyap melarikan  diri dengan mobilnya,  Ishita merasa heran “Apa yang orang itu lakukan disini ?”, “Aku juga tidak tahu” tiba tiba Ishita menjerit ketakutan “Ada apa, Ishita ?” saat itu Ishita melihat tangan yang menyembul keluar dari dalam tanah “Raman, lebih baik kita pergi saja dari sini”, “Tempat ini diluar jangkauan untuk menelfon polisi” ujar Raman “Kita pergi saja dari sini, Raman” saat itu mereka mendengar ada seseorang yang datang ke arah mereka, ternyata Abhishek yang datang 

“Raman, Ishita ,,, apa kalian baik baik saja, kebetulan aku lewat sini dan melihat mobil kalian parkir ditepi jalan” Ishita langsung menunjukkan tangan itu ke Abhishek “Mobil kami tiba tiba mogok, lalu aku mengeceknya dan kami mendengar suara dari arah sini, lalu kami kesini dan melihat ada seseorang yang sedang menggali, tapi kemudian mereka lari menghindari kami dengan mobil hitamnya” jelas Raman “Aku akan mengeceknya” Abhishek lalu pergi dari sana dan memberitahu anak buahnya tentang mobil hitam tersebut, Abhishek meminta anak buahnya untuk menghentikan semua mobil hitam yang lewat di gardu polisi, seluruh anak buah Abhishek segera bergerak cepat menuju ke lokasi mereka 

Ishita memeluk Raman dengan wajah ketakutan, mereka melihat polisi sedang menggali keluar mayat tersebut, Abhishek datang kesana lagi dan mengabarkan kalau mereka tidak bisa menemukan mobil hitam itu tapi anak buahnya akan memberitahu begitu mereka begitu mendapatkan informasi tentang mobil hitam tersebut “Raman, apakah kamu memperhatikan nomer kendaraannya ?”, “Tidak, tadi itu sangat gelap” Abhishek kemudian mengecek mayat itu, ternyata Abhishek mengenali mayat yang dikubur disana, ternyata itu mayat si penjaga gedung apartemen yang hilang, 

Abhishek teringat ketika dirinya ngobrol dengan penjaga gedung, Ishita juga merasa mengenali mayat itu, Abhishek segera mengirimkan sms ke Ishita kalau mayat itu adalah penjaga gedung apartemen Ishita yang akan memberitahu dirinya tentang orang yang membantu Ashok untuk menyakiti Raman “Lebih baik kalian pulang saja” pinta Abhishek sambil berfikir “Siapa yang telah melakukan hal ini dengan menghentikan penjaga gedung agar tidak memberikan informasi yang detail padaku?” bathin Abhishek, sementara itu  Raman sedang ngobrol dengan Ishita “Bagaimana caranya kita pulang ? Mobilku mogok, akan aku pikirkan dulu” ujar Raman “Kita akan meminta bantuan dari Abhishek, Raman”  pinta Ishita

Kemudian Ishita dan Raman kembali ke lokasi kejadian lagi, saat itu Abhsihek mendapatkan manset kancing dan mulai mengeceknya “Kancing manset ini sangat mahal, ini tidak mungkin milik si penjaga gedung, mungkin orang yang membunuh penjaga gedung itu”, “Iyaa, pak ,,, ini bukti yang bisa memberatkan orang itu” ujar anak buah Abhishek, saat itu Raman dan Ishita sampai disana dan melihat kearah mereka “Bolehkah aku melihat kancing manset itu ?” Abhishek memberikannya ke Raman, 

Tiba tiba Raman kaget “Aku tahu siapa orang ini”, “Bagaimana kamu bisa tahu, Raman ?” Abhishek dan Ishita jadi penasaran “Aku yang memberikan hadiah kancing manset ini, aku bahkan membuat inisial namanya disini, tapi dia tidak mungkin melakukan hal ini”, “Bagaimana bisa ? Ada mayat disini, katakan padaku” Raman tetap tidak percaya “Dia tidak mungkin melakukan hal ini, aku akan bicara dengannya sebelum kamu menyebutnya sebagai si pelaku kejahatan”, “Baiklah, ayooo ikut aku” mereka kemudian pergi dari sana Sebuah mobil hitam datang ke area parkir, orang itu segera naik ke atas dan meninggalkan jejak kaki yang berlumpur, 

Tak lama kemudian Raman, Ishita, Abhishek dan beberapa polisi datang kesana, Abhishek meminta anak buahnya untuk mengambil posisi mereka masing masing, Ishita bertanya ke Raman “Raman, apakah kamu yakin ?”, “Bagaimana bisa aku lupa kancing manset ini” ujar Raman sambil menunjuk ke mobil hitam yang terparkir disana, Abhishek dan anak buahnya segera mengeceknya ban mobil dan merasa yakin kalau orang itu yang telah melakukan kejahatan tersebut, Abhishek dan Raman meminta Ishita untuk tetap tinggal disana, mereka lalu pergi untuk mengecek orang itu dan melihat jejak kaki di anak tangga 

Raman segera memencet bel pintu apartemennya, Pathak lah yang membuka pintu, Abhishek kaget “Kamu ?” Pathak juga kaget dan langsung menutup pintu, namun Abhishek berhasil mendorong pintu itu dan menangkapnya, Raman langsung bertanya “Pathak, dari mana saja kamu ?”, “Aku berada dirumah” Abhishek segera menunjukkan kancing manset itu ke Pathak “Aku tidak tahu”, “Jangan bohong, Pathak ! Katakan padaku kejahatan apa yang telah kamu lakukan ? Aku yang memberikan kamu kancing manset ini, katakan sejujurnya ! Apalagi sepatu dan pakaianmu terkena lumpur” ujar Raman kesal “Pathak, katakan saja sejujurnya” pinta Abhishek 

Bala sedang memikirkan sesuatu “Kenapa Vandu menceritakan permasalahannya pada Raman bukan padaku ?” bathin Bala, saat itu Vandu sedang bekerja dan Bala membantu pekerjaannya sambil ngobrol dengannya, Vandu merasa kesal, Bala berfikir “Raman benar, Vandu sedang marah, aku ini memang suami yang kurang peka, aku seharusnya memperhatikan dia” bathin Bala “Bala, lebih baik kamu tidur saja, aku akan tidur terlambat karena aku masih mempunyai banyak pekerjaan” Vandu kemudian berlalu dari sana “Permasalahannya menjadi semakin besar, aku harus menemukan sebuah ide untuk menghiburnya” gumam Bala, sementara itu ketika Vandu sudah berada diluar, Vandu tertawa geli sambil berkata “Suamiku yang kasihan, aku tidak tahu apa yang Raman katakan padanya, tapi aku sangat menikmati hal ini” gumam Vandu senang 

Akhirnya Abhishek menahan Pathak, Raman meminta Abhishek untuk tidak menyiksa Pathak “Aku yakin, Abhishek ,,, dia tidak mungkin melakukan hal ini”, “Kalau dia mau bekerja sama dan menjawab semua pertanyaan kami, kami tidak akan menyiksanya Raman" jelas Abhishek “Abhishek, aku tidak bisa percaya kalau Neil Pathak mendukung Ashok, apakah dia yang membunuh penjaga gedung itu ?” tanya Ishita cemas, Raman dan Ishita meminta pada Abhishek untuk mengijinkan mereka tetap berada disana sampai sesi interogasi, Abhishek mengijinkan mereka SINOPSIS MOHABBATEIN episode 625 by. Sally Diandra

Bagikan :