SINOPSIS MOHABBATEIN episode 623 “CEMBURU BUTA” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 623 “CEMBURU BUTA” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 623 “CEMBURU BUTA” by. Sally Diandra Di restauran, Ishita langsung memarahi Pooja dan Raman “Raman, apakah kamu sedang bekencan ? Kamu ini pembohong ! Aku telah melakukan banyak hal untuk kamu dan kamu malah melakukan hal ini ?”, “Nona, tolong katakan pada istriku” pinta Raman “Katakan saja padanya sayang kalau kamu meninggalkan istrimu demi aku” Raman kaget “Apa ? Apa kamu sudah gila ?” Ishita langsung menyela “Apa kamu datang kesini untuk kencan dengannya ?”, “Aku datang kesini untuk Ruhi !” bentak Raman “Untuk Ruhi lagi ! Kamu menikahiku juga untuk Ruhi !” Mohit segera menghampiri Pooja “Pooja, apakah ini meetingmu ?”, “Apa masalahnya denganmu, Mohit ?” tanya Pooja kesal “Aku mencintaimu !” Pooja tersenyum senang, Ishita, Raman dan Vandu hanya menatap ke arah mereka dengan perasaan heran 

Dirumah keluarga Bhalla, Sarika meminta nyonya Bhalla untuk menjaga Rohit “Tidak ! Aku tidak mau, Raman sudah menjelaskan padaku, aku tidak akan ikut campur masalahmu dengan Romi, Rohit adalah tanggungjawabmu, lakukan apapun yang kamu inginkan, aku akan melakukan apapun yang aku inginkan” Sarika tertegun “Kamu harus bisa memahami bagaimana caranya membagi tugasmu antara pekerjaan dan keluarga”, “Apa yang terjadi sekarang ? Aku benar benar harus pergi, ibu biasanya mengurusi Rohit kan ?” ujar Sarika sedih, 

Saat itu Amma datang kesana dan mau meminta resep halwa ala Punjabi “Bibi Iyer, apakah bibi bisa mengurusi Rohit sebentar ? Aku akan pergi tidak lama, aku akan pulang cepat” Amma akhirnya setuju “Terima kasih, bibi” kemudian Sarika pergi dari sana, begitu Sarika pergi, nyonya Bhalla bertanya “Madhu, kenapa kamu mau saja mengurusi Rohit ?”, “Aku tidak masalah, Toshi ,,, Sarika kan akan pulang cepat” sahut Amma santai “Hanya Sarika yang punya masalah” ujar nyonya Bhalla kesal 

Di restauran, Mohit bertengkar dengan Raman, Ishita malah memarahi Rohit “Aku yakin sekali kalau dialah yang mengejar ngejar suamiku ! Aku kenal suamiku dengan baik !”, “Aku juga tahu pacarku ! Dia tidak akan menjebak pria manapun yang sudah beristri !” Raman menyela “Aku bahkan tidak tahu namanya”, “Lalu bagaimana caranya kamu mengajak aku kemari ?” ujar Pooja “Hentikan ! Pooja, aku mencintaimu dan aku ingin melamarmu menjadi istriku”, “Aku mau menikah denganmu, Mohit ,,, karena aku sangat mencintaimu” mereka berdua lalu berpelukkan di depan banyak orang 

“Kenapa kamu mengelabui pria ini ?”, “Maafkan aku, aku akan menceritakan semuanya, aku sebenarnya ingin Mohit mengungkapkan cintanya padaku, kebetulan saat itu tuan Raman menceritakan padaku tentang masalah Ruhi, jadi aku pikir ini adalah kesempatan yang baik untuk membuat Mohit menyatakan cintanya” Ishita tertegun “Memangnya apa masalahnya Ruhi ?”, “Ini tentang proyeknya ,,, Pooja, Mohit terima kasih” kemudian Pooja dan Mohit berlalu dari sana, Raman lalu bertanya pada Ishita “Ishita, apa yang kamu katakan ?”, “Aku akan pulang dulu” sela Vandu “Tidak, kak ,,, kakak harus ikut denganku, aku takut dengan hinaan Raman nanti” ujar Ishita 

Pathak bertemu Mihir dikantor dan bertanya tentang Raman “Aku tidak tahu, kapan Raman akan datang ?” Pathak kemudian meminta tanda tangan Mihir, Mihir lalu mengecek “Untuk apa surat kuasa ini ?”, “Raman tahu tentang hal ini, tanda tangani saja” pinta Pathak “Aku tidak bisa menanda tanganinya tanpa sepengetahuan Raman”, “Ini penting, Mihir ! Aku pasti akan meminta tanda tangan Raman kalau dia ada disini” ujar Pathak kesal “Aku tidak akan menandatanganinya sampai Raman membaca berkas ini”, “Apakah kamu mencurigai aku ? Aku ini adalah anggota terlama di perusahaan ini ! Atau kamu cemburu padaku karena Raman lebih mempercayai aku ? Keluarga apa kita ini ? Ini hanya tanda tangan, aku hampir terlambat, Mihir” Pathak mulai tidak sabar 

“Ini bukan tentang satu tanda tangan, Pathak ,,, tapi ini tentang profesionalisme, kamu adalah penasehat hukum dan ini adalah perusahaan Raman Bhalla, sedangkan aku hanya seorang CEO, aku tidak bisa menandatanganinya sampai dia membaca berkas ini, sekarang tinggalkan kantorku” Pathak segera pergi dengan perasaan kesal, begitu Pathak pergi, Mihir bergumam “Aku akan memberitahu Raman tentang hal ini, bagaimana bisa Raman membuat surat kuasa ?” Mihir merasa heran 

Raman, Ishita dan Vandu sedang dalam perjalanan, Vandu dan Ishita sedang ngobrol soal kesalahpahaman tadi, Raman hanya terdiam sambil melirik kearah mereka, Raman kemudian memarahi Ishita “Raman, aku sebenarnya benar benar percaya padamu, kak Vandu memanggilku dan membicarakan tentang suami yang seperti itu, kadang kadang mereka menginginkan orang lain hadir dalam kehidupannya, jadi aku datang kesana tadi untuk melihatnya, ini semua karena kak Vandu” Vandu kaget “Vandu, apakah kamu yang mengatakan tentang hal ini ? Ini sangat buruk !” Vandu menyela ucapan Raman 

“Iyaa, aku memang mengatakan hal ini pada Ishu”, “Apakah semuanya baik baik saja antara kamu dan Bala ?” sela Raman “Iyaaa, tapi dia tidak memberikan perhatian padaku”, “Kamu bisa mengatakan padaku, aku bisa membantumu” sahut Raman lagi “Terima kasih, Raman” ujar Vandu sambil berkata dalam hati kalau Bala telah kehilangan namanya didepan Raman, Vandu kemudian mencubit Ishita, Raman melihat kelakuan kakak beradik ini sambil tersenyum 

 Akhirnya mereka sampai juga dirumah, Ishita meminta maaf pada Vandu, sementara Bala menemui Raman dan bertanya padanya tentang Ishita, kebetulan saat itu Amma sedang sibuk didapur “Aku akan memberikan Rohit pada Ishita” gumam Amma, saat itu Raman memberitahu Bala kalau Vandu bilang padanya “Dia bilang kamu sudah berubah dan tidak memberinya waktu”, “Ini sangat aneh, dia tidak bilang apa apa padaku” ujar Bala heran “Kapan kamu terakhir mengajaknya makan malam berdua diluar ? Aku akan mengajak Ishita keluar untuk makan malam hari ini, tidak akan ada yang menyakiti ketika kita sedang bermesraan” ujar Raman senang

“Aku tahu sebuah tempat yang sangat sepi pada malam hari tapi itu mungkin akan tidak baik untuk Ishita” sahut Bala “Memangnya apa yang akan terjadi direstauran ? Itu akan membuktikan seberapa besar dia mencintai aku ? Aku akan pergi kesana, kamu bisa datang kesana untuk makan malam dengan Vandu kalau tidak kamu akan menjadi santapan makan malamnya” Raman kemudian pergi meninggalkannya, Bala bergumam pada dirinya sendiri “Aku tidak mengerti apa dia memotivasi aku atau tidak memotivasi aku ?” gumam Bala 

Ishita sedang bersiap siap sambil bertanya ke Raman “Raman, apa perlunya pergi jauh jauh seperti ini ?”, “Sudah kamu ikut saja dan biarkan rambutmu tergerai saja” sahut Raman, dalam hati Ishita berkata “Apakah ini akan aman ?” bathin Ishita, saat itu Bala mendapat telfon dan memberitahu Vandu kalau pinjamannya disetujui “Tapi Bala, lebih baik kamu bicarakan dulu hal ini dengan Raman atau siapapun”, “Jangan khawatir, Vandu ,,, aku akan bertanya pada seseorang nanti” Bala kemudian terburu buru makan dan bergegas pergi, Vandu sangat mencemaskan Bala, sementara itu Simmi bertanya ke Ishita tentang acara makan malam mereka “Iyaaa dan restaurannya diluar Delhi, Simmi ,,, jalanan yang dekat situ sangat sepi, aku takut, Simmi ,,, apakah ini akan aman untuk Raman ?” tanya Ishita cemas

Kemudian Ishita menelfon Shagun, Raman berharap dirinya bisa menghabiskan malam yang romantis bersama Ishita hari ini sambil tersenyum bahagia, sedangkan Ishita sangat cemas dan menceritakan semuanya ke Shagun “Tenang, Ishita ,,, Raman pasti akan aman karena kamu bersama dirinya, aku akan meminta Abhishek untuk mengikutimu, jadi kamu bisa menikmati acara makan malammu”, “Terima kasih, Shagun” Ishita lalu mengakhiri telfonnya, Ishita memberitahu Simmi kalau Shagun bilang dia akan memberitahu Abhishek “Ya sudah kalau begitu bersiap siaplah, Ishita” Ishita tersenyum bahagia SINOPSIS MOHABBATEIN episode 624 by. Sally Diandra

Bagikan :