SINOPSIS MOHABBATEIN episode 621 “SIMMI BERGABUNG” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 621 “SIMMI BERGABUNG” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 621 “SIMMI BERGABUNG” by. Sally Diandra Simmi lalu memberitahu Ishita tentang Parmeet sambil menangis “Aku tidak bisa menghentikan diriku sendiri untuk menolong Parmeet karena hatiku rasanya luluh begitu melihat wajahya Ananya, oleh karena itu aku selalu bertemu dengan Parmeet dirumah sakit dan merawatnya, dia tidak bisa berjalan, suatu hari dia jatuh dari tempat tidur, aku mencoba menolongnya, itulah mengapa tanganku terkilir, aku tidak ingin siapapun tahu tentang hal ini atau curiga pada pertemuanku dengan Parmeet, aku tahu kalau Parmeet telah berbuat sebuah kesalahan pada Ishita” ujar Simmi sambil menangis “Apa yang aku lakukan ini, sebenarnya tidak benar, tapi bagaimanapun juga dia adalah ayahnya Ananya, jika bantuanku bisa menyelamatkan nyawanya, aku bisa melakukan hal ini untuk rasa kemanusiaan semata” jelas Simmi lagi “Sekarang aku tahu, luka ditanganmu itu bukan karena melempar cobek batu itu tapi karena menolong Parmeet” ujar Ishita 

“Lalu kenapa kamu menemui Ashok ?”, “Parmeet bilang Ashok harus membayar pekerjaannya yang belum dibayar, aku menemuinya untuk meminta uang itu yang menjadi haknya Parmeet, Parmeet membutuhkan banyak uang untuk transpalansi hatinya” Simmi teringat ketika dirinya menemui Ashok untuk meminta uangnya Parmeet namun Ashok menolak untuk memberikan uang itu “Saat ini Parmeet sedang sakit yang sangat serius, aku mohon bantulah dia”, “Maafkan aku, Simmi ,,, aku tidak bisa membantunya” saat itu Prateek melihat Simmi dan Ashok sedang bertemu Simmi masih menjelaskan pada Ishita, Prateek dan Abhishek 

“Aku harus memberikan uang untuk uang mukanya jadi itulah mengapa aku mengambil uang dari tabunganku yang gabung dengan kak Raman, keadaan rumah juga sedang sangat buruk, sementara operasi harus segera dilakukan, dirumah selalu saja ada arwah Shagun dan semuanya tapi kamu keadaan kamu sekarang kok normal, Ishita ? Bagaimana kalian semua tahu tentang aku ? Memangnya apa yang terjadi ?” mereka bertiga langsung saling bertatapan satu sama lain begitu mendengar pertanyaan Simmi 

“Ishita, kamu harus mengatakannya padaku !”, “Baiklah, Simmi ,,, aku akan menceritakan semuanya padamu, jangan ceritakan hal ini pada siapapun karena ini sangat penting, ini rahasia, Simmi” saat itu Neelu pulang dan mereka langsung berhenti bicara “Nyonya Ishita, apakah mau aku buatkan teh ?”, “Tidak, kami semua akan pergi, Neelu ,,, terima kasih” sahut Prateek, kemudian Prateek mengajak mereka untuk ngobrol dirumahnya saja “Baiklah, kita akan kesana” kemudian mereka semua pergi ke apartemennya Prateek 

Nyonya Bhalla pulang kerumah dan bertanya ke Neelu dimana semua orang “Nyonya Ishita dan nyonya Simmi pergi bersama tuan Prateek dan tuan Abhishek, nyonya” nyonya Bhalla langsung berfikir “Kemana mereka pergi ?” nyonya Bhalla lalu berdoa untuk Ishita agar semuanya baik baik saja, saat itu Romi juga pulang bersama Rohit, nyonya Bhalla merasa heran karena Romi pulang sendirian, lalu bertanya “Romi, dimana Sarika ? Apakah kamu tahu kemana dia pergi dan bersama siapa ?”, “Ibu, aku mohon ,,, aku tahu kalau dia itu bukan menantu yang baik, hentikan bicara seperti itu, kejadiannya selalu saja berlangsung seperti itu, dia sedang menemui kliennya” Romi kemudian berlalu meninggalkan ibunya, nyonya Bhalla semakin kesal dengan Sarika 

Di apartemen Prateek, Simmi kaget begitu mendengar cerita Ishita “Apa ? Shagun masih hidup ?”, “Iyaa, Simmi” Ishita membenarkan “Ishita, apakah ini adalah rencanamu ? Kenapa kamu tidak mengatakan padaku kalau kak Raman sedang dalam bahaya ?” tanya Simmi cemas “Kegiatanmu saja seperti itu, aku jadi curiga sama kamu”, “Semua perempuan akan melakukan hal ini untuk menyelamatkan nyawa suaminya” Simmi menimpali ucapan Ishita “Tapi kamu tidak usah khawatir, akhir akhir ini operasi tranpalansi hati selalu berlangsung dengan baik, aku akan membuat janji dengan seorang dokter yang bagus dan mengurus pembiayaannya juga” Simmi terharu

“Hatimu memang sungguh sangat mulia, Ishita” Ishita tersenyum “Kita ini kan satu keluarga, apalagi selama ini aku telah berbuat salah pada semua orang”, “Aku sangat takut pada waktu itu, kamu melukai dirimu sendiri untuk menunjukkan arwah Shagun ada didalam dirimu” ujar Simmi sedih “Aku akan melakukan apapun untuk Raman”, “Tidak ada seorangpun yang bisa melakukan hal ini, Ishita ,,, aku ingin membantu kamu” Ishita mengangguk, akhirnya Simmi bergabung dengan meraka “Tidak ada seorangpun yang tahu, bahkan tidak juga Raman” Ishita kemudian memeluk Simmi, mereka berdua menangis bersama 

Raman akhirnya pulang ke rumah, nyonya Bhalla memberitahu Raman soal kekhawatirannya dan memintanya untuk ngobrol berdua, Raman dan nyonya Bhalla lalu ngobrol dikamar, nyonya Bhalla menceritakan pada Raman tentang Romi “Raman, kamu tahu kan, kalau Romi menikahi Sarika untuk Rohit, sekarang Sarika mengelabui Romi, Romi mengira kalau aku ini membenci Sarika, aku ini bukan ibu mertua yang buruk” ujar nyonya Bhalla sambil menangis “Tenang, ibu ,,, aku akan coba bicara dengan Romi” ujar Raman, 

Saat itu Romi sedang menunggu kliennya di sebuah hotel, Romi melihat Sarika juga ada disana, Romi terkejut “Apa yang dilakukan Sarika disini ? Apakah dia mendapatkan pekerjaan lagi ? Kenapa dia tidak bilang padaku ?” ketika Sarika sudah pergi, Romi segera bertanya pada manager hotel tentang Sarika “Kami tidak membolehkan staff hotel bicara pada siapapun, tuan”, “Tapi dia itu adalah istriku” manager hotel tertegun “Jangan bohong ! Karena semua staff perempuan disini belum menikah, itu adalah syaratnya untuk mendapatkan pekerjaan ini, jadi bagaimana bisa kamu ini adalah suaminya Sarika ?” Romi langsung tak mampu berkata kata “Sarika ,,,” 

Bala sangat bahagia dan memberitahu Vandu juga seluruh keluarga tentang tawaran dari tuan Rajiv “Kita akan mengambil pinjama untuk kantor lembaga pendidikanku, tuan Rajiv akan membantu aku” seluruh keluarga mengucapkan selamat pada Bala “Bala, jangan khawatir”, “Aku telah mengajar dengan baik, kita harus mengambil langkah selanjutnya, aku merasa mendapatkan sebuah kesempatan yang sangat besar, kalau aku tidak mengambil kesempatan ini, pasti akan diambil oleh orang lain, aku tahu aku ini belum berpengalaman dalam hal bisnis, tapi kita harus mencobanya, jangan cemas” ujar Bala dengan perasaan bahagia 

Simmi dan Ishita masih terus berfikir kira kira siapa orangnya yang akan melakukan hal ini dalam keluarga mereka, kenapa dia mau saja membunuh Raman ? “Mungkin saja dia diperas oleh Ashok”, “Tapi harus ada alasannya, Ishita” Ishita setuju dengan pendapat Simmi “Semua orang kelihatannya biasa biasa saja, lalu siapa yang bisa aku curigai ? Aku tidak tahu bagaimana caranya menemukan pelaku ini yang ingin membunuh Raman” ujar Ishita cemas, sementara itu 

Raman sedang mencari Ishita, dilihatnya anak anak sedang tertidur “Ruhi memang mirip seperti aku, dia selalu saja menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut dan tidur” Raman kemudian menyelimuti Adi dan didengarnya tangisan Ruhi “Ruhi, kenapa kamu menangis sayang ?”, “Ayah, aku tidak menyelesaikan proyek Diwali dengan benar dan bu guru memarahi aku, dia memanggil ayah ke sekolah, aku tidak bisa bilang ke ibu Ishi karena ibu Ishi sedang sakit, aku tidak bisa menyelesaikan proyek sekolahku karena ibu Ishi sakit dan ayah selalu sibuk” Raman jadi merasa iba 

“Mana coba ayah lihat nilainya” Ruhi kemudian menunjukkan catatannya ke Raman “Ini hal yang mudah, tidak usah menangis” Ruhi kemudian menceritakan tentang guru barunya, Raman mencoba membuat Ruhi tersenyum dan memeluknya “Sekarang kamu tidur” Ruhi pun tertidur, dalam hati Raman merasa cemas “Anak anak sekarang juga terkena imbasnya tapi pendidikan mereka jangan sampai juga terkena imbasnya” gumam Raman sedih 

Raman kemudian masuk ke kamarnya sendiri sambil berfikir “Aku seharusnya tidak menceritakan soal proyeknya Ruhi ke Ishita, dia bisa merasa bersalah karena hal itu” bathin Raman, dilihatnya Ishita sudah berada di kamar “Bagaimana dengan Simmi ? Apakah dia bilang padamu tentang pertemuannya dengan Ashok”, “Kita seharusnya memberikan waktu ke Simmi, aku merasa khawatir padanya” sahut Ishita “Aku tidak khawatir karena kamu ada disini” Ishita tersenyum mendengar ucapan Raman sambil berkata dalam hati “Aku mengkhawatirkan kamu, Raman” bathin Ishita, lalu Raman menyuruh Ishita duduk dan memijat lehernya untuk melepaskan semua rasa setres yang ada, Ishita tersenyum senang melihat perhatian Raman yang penuh cinta, mereka berdua saling berpegangan tangan dan tersenyum satu sama lain SINOPSIS MOHABBATEIN episode 622  by. Sally Diandra

Bagikan :