SINOPSIS MOHABBATEIN episode 618 “SURAJ CINTA VANDU ?” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 618 “SURAJ CINTA VANDU ?” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 618 “SURAJ CINTA VANDU ?” by. Sally Diandra Di dalam kamar, Raman menangis sambil memperhatikan Ishita yang sedang tertidur disampingnya dan teringat pada kenangan mereka berdua, tak lama kemudian Ishita bangun, Raman langsung memintanya untuk istirahat lagi, Ishita melihat kearah pergelangan tangannya sendiri yang terluka, Raman menyuruh Ishita minum air putih “Ada apa, Raman ? Apakah kamu marah padaku ?”, “Tidak” ujar Raman “Kamu seharusnya tidak marah padaku, maafkan aku, Raman” Raman lalu memaafkan Ishita “Aku seharusnya tidak meragukan kamu” mereka berdua kemudian berpelukkan, Raman lalu menyuruh Ishita untuk istirahat 

Tak lama kemudian, Ishita menangis sambil ngobro dengan Prateek “Aku tidak bisa menghadapi semua ini” Ishita membagi penderitaannya dengan Shagun melalui video call “Ishita, kamu telah berkorban begitu banyak untuk keluargamu dengan menyakiti dirimu sendiri sekarang”, “Aku tidak bisa menyakiti siapapun, Shagun ,,, Romi sudah seperti adikku sendiri jadi aku harus menyakiti diriku sendiri” sahut Ishita “Jika terjadi sesuatu padamu, maka ,,,”, “Jika terjadi sesuatu pada mereka, Shagun” Prateek menyela “Selama kamu ada disana, tidak akan terjadi apa apa pada siapapun, sudah lebih baik sekarang kamu pulang saja” pinta Prateek, 

Saat itu Raman terbangun dan dilihatnya Ishita sudah tidak ada disampingnya “Kemana Ishita pergi ?” Raman mulai cemas, sementara itu Shagun meminta Ishita untuk istirahat “Maafkan aku mengganggu kalian semua, terima kasih” Ishita kemudian berlalu dari apartemennya Prateek, Raman sedang mencari cari Ishita dan dilihatnya Ishita baru datang dari luar “Ishita, apakah kamu baik baik saja ?”, “Aku baru pergi jalan jalan di taman” Raman merasa lega dan berdoa pada Dewa karena dirinya sangat mencintai Ishita, Raman merasa tidak sanggup kalau harus kehilangan Ishita, 

Raman kemudian mengikatkan benang Mauli ditangan Ishita dan memeluknya dengan penuh cinta, nyonya Bhalla juga mengikatkan benang ditangan Ishita dan mencium kening menantunya ini, tuan dan nyonya Bhalla memberikan restu untuk Ishita, Ishita berterima kasih pada sang Dewi sambil berfikir kalau dirinya harus bisa menyelesaikan misteri ini dengan penuh cinta dan membuat sebuah usaha lagi, nyonya Bhalla teringat pada Simmi karena hari ini adalah hari Bhai dooj, Ishita meminta Raman untuk memberikan hadiah pada Simmi “Simmi menemui Ashok, musuhku, Ishita”, “Aku tahu, tapi hari ini festival Bhai dooj, jangan rusak perayaannya, Raman” pinta Ishita, 

Sementara itu Simmi mengira kalau Raman melupakannya tapi ternyata tadi Raman bertanya ke Simmi “Iyaa, kamu telah melakukan hal yang seperti itu, Simmi”, sedangkan Ishita mencoba meyakinkan Raman “Kita telah kehilangan Rinki, hanya Simmi yang ada, pikirkan tentang dia dan juga kedua orangtuamu, Raman” pinta Ishita, saat itu nyonya Bhalla meminta Simmi menyiapkan Ananya, ditempat Raman, akhirnya Raman setuju “Ya sudah kalau begitu, bersiap siaplah” ujar Ishita, dalam hati Raman berkata “Ishita selalu peduli pada semua orang, bukan pada dirinya sendiri” bathin Raman 

Vandu sedang mengepak manisan untuk Ishita, Amma masih sedih dan cemas memikirkan Ishita “Semuanya akan baik baik saja, ibu” saat itu para mahasiswa menemui Vandu lagi dirumahnya dan menantangnya “Apa yang kalian katakan ?” Bala langsung memarahi mereka “Bu Vandita, kamu seharusnya juga menerima hadiah dari kami, kenapa kamu berpura pura ?”, “Hadiah apa ?” bentak Vandu “Kami tahu kalau Suraj mendapat nilai yang bagus karena dia telah memberikan kalung berlian padamu, kamu lalu membuatnya berada di rangking teratas” Bala menyela “Kami memang memesan kalung berlian dan kami membayarnya untuk itu, ini berlian palsu” sahut Bala, 

Salah satu mahasiswa memberikan nota kalung berlian Vandu yang sebenarnya dan nama Suraj tertulis didalamnya, Vandu segera mengeceknya dan teringat ucapan Suraj, Vandu jadi marah dan meminta mahasiswanya untuk menunggu, Vandu segera menelfon Suraj dan memintanya untuk datang kerumahnya sekarang juga “Sekarang ?”, “Iyaa, kamu kira aku tidak akan tahu” bentak Vandu “Baiklah, aku akan datang” Ashok yang saat itu mendengarnya bertanya “Ada masalah apa, Suraj ?”, “Apakah aku melakukan kesalahan ? aku harap Vandita tidak mengatakan tentang hal itu” gumam Suraj “Memangnya apa ?” tanya Ashok lagi 

Ishita mendatangi rumah Amma dan bertanya “Ada apa ini ?” tanya Ishita heran begitu melihat banyak mahasiswa yang datang ke rumah Amma, sedangkan Ashok bertanya ke Suraj “Suraj, apa yang telah kamu lakukan ? apakah kamu menyukainya ? Sehingga kamu memberikan dia kalung berlian yang asli ? Katakan padaku ! Aku belum pernah melihat kamu memberikan hadiah pada siapapun, ada banyak perempuan dari kelas atas dan kamu mencintai Vandita yang sederhana itu ?”, “Jangan berkata seperti itu, Ashok ! Aku tidak seperti kamu ! Aku tahu bagaimana caranya menghormati wanita” sahut Suraj kesal “Terimalah kenyataan itu kalau kamu memang mencintai Vandita !”, “Aku tidak ingin membahas hal ini” ujar Suraj “Aku akan ikut denganmu !” Ashok memaksa, 

Sementara itu Ishita sedang mengecek kalung berlian itu dan berkata “Kalung berlian ini memang nampaknya asli, kak ,,, apakah Suraj menjebak kamu ?”, “Aku telah melakukan kesalahan dengan percaya padamu, aku rasa aku ini tidak seperti Ashok, aku benar benar salah” ujar Suraj yang datang kesana bersama Ashok, Vandu langsung menyahut “Suraj, kenapa kamu melakukan hal ini ?”, “Apa yang mereka katakan ?” tanya Suraj heran “Apakah ini kalung berlian yang asli atau palsu ? Kamu bilang kamu membayarnya 30.000 (6 juta) pada penjual perhiasan dan aku telah memberikan uangnya padamu” salah satu mahasiswa menyela 

“Tapi itu harganya 18 lakhs (360 juta), oleh karena itu dia membeli nilainya !” Suraj lansung menengahi “Aku telah bohong padamu, bu Vandita ,,, itu adalah kalung berlian yang asli” Vandu langsung menampar Suraj dengan keras didepan semua orang, semua mahasiswa yang ada disana tersenyum senang “Beraninya kamu, Suraj ! Bagaimana bisa kamu berfikir seperti ini ? Aku memberikan kamu nilai untuk usahamu, aku kira kamu akan menjadi contoh untuk lain, ambil kalung berlian ini dan keluar dari sini !” bentak Vandu, Ashok langsung bertengkar dengan Vandu, 

Saat itu Raman datang kesana dan mendengar keributan mereka, Raman ikut berbaur dengan mereka “Suraj, berusaha untuk menjebakku !”, “Vandu, kamu telah melakukan kesalahan dengan mempercayai keragu raguan ini” sela Raman, Raman kemudian memarahi Ashok dan menyuruh mereka untuk pergi meninggalkan rumah mertuanya “Aku akan melaporkan Suraj ke polisi dan dia harus melupakan kontrak itu !” bentak Bala, Ashok segera mengajak Suraj pergi dari sana, Suraj pun pergi, sedangkan Ashok berhenti sejenak ketika melihat Simmi dan Ananya, kemudian Ashok juga pergi dari sana 

Raman meminta Vandu untuk tidak khawatir, Bala memberitahu mahasiswa kalau semua ini bukan kesalahan Vandu “Kalian seharusnya konsentrasi pada pelajaran kalian untuk mendapatkan nilai yang baik” ujar Bala, sementara Ishita meminta Vandu untuk tidak kesal terus, tak lama kemudian dirumah keluarga Bhalla, Ishita meminta mereka untuk memulai tika nya, Ishita bertanya tentang Romi ke Sarika “Romi telah menyelesaikan tika nya dan pergi untuk bekerja” sahut Sarika “Kalau begitu ,,, Simmi, lakukan tika nya untuk Raman” pinta Ishita SINOPSIS MOHABBATEIN episode 619 by. Sally Diandra

Bagikan :