SINOPSIS MOHABBATEIN episode 614 “KECURIGAAN MIHIR” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 614 “KECURIGAAN MIHIR” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 614 “KECURIGAAN MIHIR” by. Sally Diandra Shagun sedang berfikir, kira kira siapa yang akan ditelfonnya “Aku akan merayakan hari Diwali lagi” ujar Shagun sambil memesan manisan, saat itu Abhishek datang “Aku datang untuk menemani kamu di hari Diwali karena kamu pasti sendirian saat ini” mereka berdua kemudian saling mengucapkan selamat hari Diwali satu sama lain, Abhishek lalu memberikan manisan dan hadiah untuk Shagun, Shagun sangat menyukai kain saree itu dan bertanya “Apakah Ishita yang mengirimkan semua ini ?”, “Bagaimana kamu bisa tahu ?” tanya Abhishek heran “Hanya Ishita yang bisa melakukan hal ini”, “Kamu benar, dia yang membeli semuanya, tapi aku yang memberikannya, oh iya aku lapar, bagaimana kalau kita beli makanan ?” ujar Abhishek “Kamu mau pesan makanan apa ? Makanan China ?” tanya Shagun 

Dirumah keluarga Bhalla, seluruh keluarga Bhalla sedang menikmati makan malam dengan perasaan bahagia “Dimana Simmi ?”, “Simmi bilang kalau dia baru memulai proyek baru dengan temannya” sahut nyonya Bhalla menimpali ucapan suaminya, Ishita berfikir kalau Simmi pasti sedang bertemu dengan Ashok, Mihir lalu mengajak Ishita ngobrol, Raman memberitahu Ishita untuk menjawab pertanyaan Mihir “Hadiah apa yang Raman berikan ke kamu untuk hari Diwali ini ?”, “Raman memberikan sebuah kalung yang sangat cantik ini dan juga perhiasan, dia memberikan semuanya yang aku minta” jawab Ishita senang “Aku seharusnya belajar romantis dari Raman” saat itu Simmi datang, Ishita dan Prateek langsung melirik kearah Simmi, tiba tiba Ishita memegang tangan Raman dan berkata “Kamu telah memberikan begitu banyak hadiah padanya, lalu bagaimana dengan aku ? Semua orang tahu kalau kamu sangat mencintainya” semua orang terkejut melihat perubahan sikap Ishita, 

Ishita langsung berakting seperti Shagun dan meminta hadiah yang special di hari Diwali “Ishita, bersikaplah seperti biasa”, “Raman, ini adalah hari Diwali yang membosankan, kalian semua makan makanan vegetarian, kita akan mengadakan pesta, aku akan memesan ayam” ujar Ishita sambil meminta mereka untuk mengucapkan selamat hari Diwali “Ishita, bersikaplah biasa dan jangan mendekat” pinta Raman, Ishita kemudian mengucapkan selamat hari Diwali pada nyonya Bhalla, Sarika dan yang lainnya, Ishita juga memeluk Mihir “Janggut ini membuat kamu tambah tampan, Mihir” kemudian Ishita menghampiri Simmi dan mengucapkan selamat hari Diwali sambil memeluknya, Ishita mencium bau parfum laki laki pada tubuh Simmi “Simmi, apakah ada orang baru dalam kehidupanmu ? Aku tahu itu sangat tidak menyenangkan bukan ? Siapa yang akan menyukai kamu ? Tapi kamu telah bertemu seseorang kan ?”, “Omong kosong apa ini ? Bukan seperti itu !” bentak Simmi 

“Simmi, hari ini hari Diwali dan kamu meninggalkan rumah untuk bertemu dengan seseorang, kami jadi ingin tahu siapa orang yang sangat special itu ?”, “Aku pergi untuk menyelesaikan proyekku !” Ishita langsung berteriak “Diam kamu ! Kamu mungkin bisa saja membodohi keluarga Bhalla tapi bukan aku ! Kamu pergi untuk menemui pacarku kan ? Ashok Khanna !” mereka semua kaget mendengar ucapan Ishita “Kenapa kamu pergi dan menemui Ashok ?”, “Apa yang kamu katakan ?” tanya Simmi heran “Kamu bisa saja membodohi Ishita, tapi bukan aku ! Aku adalah Shagun ! Katakan padaku kenapa kamu menemui pacarku ?” bentak Ishita “Apa yan kalian lihat pada dirinya ? Ishita berbohong !”, “Kenapa kamu berkeringat, Simmi ? Apa yang terjadi antara dirimu dan Ashok ?” teriak Ishita sambil mengguncang guncang tubuh Simmi “Aku tidak akan mengatakannya padamu !” bentak Simmi ketus 

“Kamu tahu kan apa yang bisa aku lakukan ?”, “Aku tidak takut padamu !” Ishita mulai melemparkan barang barang yang ada disana sambil berkata “Aku tidak akan mengampuni Simmi !” melihat situasinya sudah tidak terkendali, Raman meminta Prateek untuk menghentikan tindakan Ishita, Prateek langsung datang diantara mereka berdua dan menghentikan Ishita, memintanya untuk tenang “Pergi kamu dari sini !” ujar Ishita sambil memegang kepalanya, Ishita pura pura pusing, Raman segera memegangnya, lalu mereka membawa Ishita ke kamarnya, nyonya Bhalla sangat ketakutan “Aku sangat takut tadi tapi Simmi ,,,” ujar nyonya Bhalla 

Raman meminta Ishita untuk beristirahat dan teringat pada kenangan manis mereka berdua, tiba tiba Ishita bangun dan bertanya “Ada apa, Raman  ?”, “Istirahat saja dulu, kamu tadi pingsan, kamu tidak minum obat kan ?” ujar Raman “Apakah aku melakukan sesuatu ?”, “Tidak ada” kemudian Ishita minum obat dan merasa bersalah ketika melihat Raman khawatir, Raman kemudian pergi dari sana meninggalkan Ishita, Ishita segera memuntahkan pil yang ditelannya tadi sambil bergumam “Rasanya sulit untuk membuat Simmi jujur, Simmi pasti tidak akan mengatakannya, untung saja seluruh keluarga tahu tentang hal ini sekarang, mereka pasti akan membuat Simmi menjawab, bagaimana caranya aku tahu apa yang terjadi ?” gumam Ishita, 

Prateek menelfon Ishita dan menaruh ponselnya di saku sehingga Ishita bisa mendengar semua orang sedang bertanya ke Simmi untuk mengatakan yang sebenarnya tentang Ashok “Ini adalah kehidupanku ! Aku akan melakukan apapun tapi aku tidak menemui musuhnya kak Raman, kalian semua lebih percaya pada perempuan yang kondisinya kurang waras !” Simmi segera berlalu dari sana “Raman, bagaimana kondisi Ishita ?”, “Dia baik baik saja, ayah” sahut Raman “Prateek, bagaimana kondisi Ishita ? Aku rasa kita harus memanggil dokter” Prateek langsung menimpali ucapan tuan Bhalla “Jangan ! Penyerangan itu hanya dalam jangka waktu yang singkat, dia akan membaik”, “Raman, kamu juga seharusnya tenang” Mihir lalu mengajak Raman pergi, sementara Prateek merasa cemas, Amma menangis dan berkata “Arwah Shagun telah merasuki Ishita” Ishita yang mendengar ucapan Amma, merasa sedih mendengar penderitaan keluarganya, Ishita pun menangis, 

Raman juga khawatir sambil menangis “Raman, apakah kamu menyembunyikan tangisanmu ?”, “Keadaan Ishita semakin memburuk” ujar Raman sedih “Apapun yang kamu lihat tadi, aku ragu, Raman ,,, Ishita hanya berpura pura kerasukan !” ujar Mihir “Apa yang kamu katakan ? Aku tahu itu bukan kebiasaan Ishita, dia tidak akan menyakiti ibu mertua, dia benar benar kerasukan”, “Tapi belum bisa dipastikan kalau Ishitalah yang melempar cobek batu itu kan ? Apakah dia menyakiti orang lain ? Apakah ada orang yang benar benar serius terluka ? Aku bisa memperhatikannya ketika dia melakukannya ke Simmi, dia memukul Simmi dengan bunga plastik, dia melempar bantal, itu tidak menyakitkan, dia melempar vas tapi tidak menyakiti siapapun, dia memang kasar dan beteriak kencang tapi tidak menyakiti siapapun, Raman” Raman mulai berfikir begitu mendengar penjelasan Mihir SINOPSIS MOHABBATEIN episode 615 by. Sally Diandra

Bagikan :