SINOPSIS MOHABBATEIN episode 612 by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 612 by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 612 by. Sally Diandra Pagi itu Sarika sedang memasak di dapur sambil ngomel ngomel sendiri, menggerutu soal Romi, saat itu nyonya Bhalla datang ke dapur dan merasakan masakan Sarika “Sarika, masakannya sangat asin sekali” Sarika tidak suka dengan kritikan dari ibu mertuanya “Ini paneer, ibu”, “Coba kamu rasakan, terlalu asin” Sarika langsung menimpali ucapan ibu mertuanya dengan kata kata yang kasar “Ibu memang tidak pernah menyukai masakanku ! Ya sudah ibu masak saja sendiri karena kalian semua tidak menyukai apa yang telah aku lakukan” saat itu Ishita juga mau ke dapur dan tertegun menatap ke arah mereka, 

Kemudian Ishita bertanya “Sarika, apa seperti ini caramu bicara dengan ibu mertua ?”, “Kalau begitu kak Ishita saja yang membantu ibu di dapur daripada di dalam kamar terus, jika kak Ishita benar benar peduli pada keluarga ini” ujar Sarika sambil meninggalkan dapur begitu saja dengan langkah gontai, 

Ishita semakin tidak mengerti, nyonya Bhalla juga sangat khawatir, kemudian nyonya Bhalla memberitahu Ishita tentang kekhawatirannya yang lain yaitu anting anting Shagun yang ditemukan dibawah sofa bahkan Raman juga sangat mengkhawatirkannya, Ishita mencoba mengelak pembicaraan itu dengan mengganti topik pembicaraan “Ibu, aku akan menyiapkan makanan, ibu pergi saja, mandi saja dulu” akhirnya nyonya Bhalla pun pergi Ishita merasa cemas “Aku telah membuat mereka semua menjadi sangat khawatir, aku berharap aku bisa mengakhiri sandiwara ini secepatnya, aku tidak bisa menyakiti perasaan mereka lagi” gumam Ishita, 

Kemudian Ishita berniat hendak menelfon Shagun sambil mencari cari telfonnya, ketika sudah ketemu, Ishita langsung menelfon Shagun, ditempat Shagun, Shagun kaget ketika ponselnya berdering, karena nama Raman tertera disana, menelfon dirinya “Kenapa Raman menelfonku ?” ujar Shagun cemas, sementara ditempat Ishita juga merasa heran “Kenapa Shagun tidak mengangkat telfonnya ?” Ishita kemudian menelfonnya kembali, Ishita jadi cemas memikirkan Shagun “Apa yang terjadi pada Shagun ?” gumam Ishita 

Di kantor, saat itu Raman sedang asyik ngobrol dengan Mihir di telfon kantor “Mihir, kapan kamu pulang ? Aku sangat merindukan kamu” ujar Raman, sedangkan Ishita berfikir untuk menelfon Abhishek saja, dilihatnya di screensaver tersebut adalah fotonya, padahal Ishita merasa kalau dia menaruh foto Raman di screensaver ponselnya, kemudian Ishita mengecek ponsel tersebut dan baru menyadari kalau itu adalah ponselnya Raman 

“Itu artinya dia membawa ponselku yang tadi sedang aku cas, dia pasti bingung dan mengambil ponselku begitu saja, itulah mengapa Shagun tidak mengangkat telfonku tadi, waaduuh kalau Shagun menelfon balik ke ponselku yang ada di Raman, bagaimana ini ? Raman pasti akan mengangkat telfon itu” Ishita semakin gelisah, sementara itu Shagun berfikir untuk memberitahu Ishita kalau Raman yang menelfonnya, Shagun bergegas memencet tombol di ponselnya untuk menelfon Ishita Ishita semakin cemas sambil memikirkan sesuatu “Apa yang harus aku lakukan ?” gumam Ishita, 

Saat itu Raman masih sibuk ngobrol di telfon kantor, sedangkan ponselnya berada jauh darinya, tak lama kemudian, Abhishek datang ke rumah keluarga Bhalla “Abhishek, untung kamu datang, tolong cepat telfon Shagun dan minta dia untuk tidak menelfon ke ponselku dulu” Ishita memberitahu Abhishek kalau ponselnya tertukar dengan ponsel Raman “Aduuuh, aku lupa ! Ponselku juga tertinggal di mobil jeep” Abhishek segera berbalik untuk mengambilnya, saat itu Raman pulang kerumah dan berkata “Ishita, aku perlu bicara denganmu !” Ishita tegang, Abhishek memintanya untuk menuruti kemauan Raman, sedangkan dirinya akan menelfon Shagun 

Ishita kemudian menemui Raman dikamar “Ishita, apa yang kamu pikirkan ? Apakah kamu pikir aku ini tolol ? Aku tidak mengerti, aku harus tahu semuanya” Ishita semakin cemas begitu mendengar ucapan Raman “Kamu kira aku tidak ingin tahu !”, “Apa ?” Ishita bingung “Kenapa kamu tidak tahu ? Aku benar benar percaya pada dirimu, aku ini orang yang terpelajar, aku nyaris mengalami kerugian besar, bagaimana bisa kamu begitu ceroboh ?” Ishita jadi semakin bingung dan menangis “Maafkan aku, Raman”, “Kamu memang lebih baik meminta maaf, aku telah di khianati, aku kira aku ini gila dan ini adalah kesalahanku, kemudian aku baru tahu kalau itu adalah ponselmu” Ishita bernafas lega 

“Ponsel ,,,”, “Iyaaa, kenapa kamu mengecas ponselmu ditempat aku biasa mengecas ponselku, Neelu yang bodoh itu memberikan aku ponselmu yang mati” Ishita teringat kalau ponselnya memang tidak dinyalakan “Untung saja ponselnya tidak berdering” Ishita merasa semakin lega “Tapi kamu mempunyai banyak pasien dan aku mempunyai banyak klien, terima kasih pada ponselku yang sudah terisi” Ishita tersenyum “Iyaa, itu benar” Raman kemudian memeluk Ishita sambil berkata “Kamu juga harus mengecas pikiranmu, kalau tidak aku akan mengkasuskan hal ini pada ayahmu tapi ayah tidak bisa membayar dendanya” ujar Raman sambil tersenyum kemudian berlalu dari sana, Ishita berterima kasih pada ssang Dewa 

Ishita menemui Shagun dirumahnya “Bagaimana bisa kamu datang kesini, Ishita ?”, “Aku beralasan hendak mencari bahan bahan untuk proyeknya Ruhi, Prateek bilang kalau dia mau menemani aku, ibu mertua juga setuju karena mereka semua pecaya pada Praatek” Abhisheek lalu menyela ucapan Ishita “Penjaga apartemen menghilang dari rumahnya, mungkin dia diculik, dia telah menaruh timnya di area tersebut”, “Kita harus memikirkan sesuatu sebelum menyakiti seseorang, bagaimana caranya kita mengungkap Simmi ? Keluarga Bhalla harus tahu kalau Simmi menemui Ashok, dengan begitu mereka akan menghadapi Simmi” Ishita membenarkan ucapan Shagun 

“Iyaaa, Simmi harus menerima ini”, “Tapi bagaimana caranya kita bertanya padanya, dia pasti akan menyangkalnya, kita harus menjebaknya, dengan begitu dia akan mengakuinya” sela Shagun “Benar, Ishita tidak bisa bertanya tapi Shagun bisa bertanya, arwah Shagun masih bergentayangan dan dia bisa melihat semuanya, dia bisa bertanya pada Simmi, aku akan melakukan drama penyerangan pada makan malam hari Diwali besok, aku akan menghadapi Simmi, aku akan merusak perayaan Diwali mereka tapi apapun itu kita harus melakukannya untuk menyelamatkan Raman, jadi hal itu sudah diputuskan” ujar Ishita 

Malam harinya, Raman tersenyum ketika melihat Ishita tertidur, tiba tiba Ishita terbangun dan dilihatnya jam lalu bertanya “Ada apa ?”, “Ini hari Diwali dan kamu orang Madrasi mempunyai tradisi bukan ?” sahut Raman “Ini Diwali yang pertama”, “Aku akan merayakan hari Diwali setiap hari, aku bisa memakai pakaian dhoti ini yang di ikat oleh ayah mertua” Ishita tersenyum “Iyaaa, ayah pasti akan melakukannya” Raman kemudian bertanya tentang ritualnya “Rasanya terlihat sangat aneh kalau ayah yang melakukannya” ujar Ishita sambil tersenyum, 

Ishita sangat menyukai persiapan yang dilakukan Raman “Aku bisa melakukan semua ini untukmu, Ishita”, “Raman, duduklah” pinta Ishita “Ishita, kamu harus melepas bajuku dulu karena aku masih memakainya” Ishita tersenyum digoda Raman seperti itu “Raman, kamu memang semakin nakal” kemudian Ishita melepas pakaian Raman dan menyuruh duduk di dalam bejana kuningan, setelah itu Ishita mulai mengolesi tubuh Raman dengan minyak mawar, mereka berdua saling tersenyum, kemudian Ishita menuangkan susu ke kaki Raman, 

Sementara itu Ruhi sedang membangunkan Adi dan memberitahu kakaknya tentang hari Diwali ala Tamil dimana pasangan suami istri akan merayakannya dengan mengolesi minyak dan mandi, kemudian Adi dan Ruhi pergi ke rumah keluarga Iyer, sesampainya disana, Adi dan Ruhi memberikan ucapan selamat hari Diwali pada Amma “Nenek datang kesini untuk membangunkan kalian” ujar Amma “Jadi kalian mau merayakan hari Diwali dengan gaya Madrasi juga ?” sela nyonya Bhalla “Toshi, lihat Adi jadi malu”, “Iyaa, dia itu tidak pernah bangun pagi pagi kalau mau sekolah dan hari ini dia bangun pagi sekali” sahut nyonya Bhalla, 

Amma lalu mengucapkan selamat hari Diwali pada mereka “Madhu, kenapa kita melakukan pemujaannya pagi pagi sekali begini” Amma memberitahu nyonya Bhalla soal waktu yang paling baik “Kalau kami para Punjabi selalu merayakannya pada jam yang normal seperti orang kebanyakan, ayooo kita harus kesana” ujar nyonya Bhalla, kemudian Amma memeluk Ishita dan mereka berdua saling mengucapkan selamat hari Diwali SINOPSIS MOHABBATEIN episode 613 by. Sally Diandra

Bagikan :