SINOPSIS MOHABBATEIN episode 603 “HAPPY DIWALI” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 603 “HAPPY DIWALI” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 603 “HAPPY DIWALI” by. Sally Diandra Shravan dan Ruhi sedang ngobrol berdua sambil asyik menggambar, tak lama kemudian Shravan selesai menggambar tulisan Happy Diwali dan membiarkannya hingga cat lukisnya kering, kebetulan saat itu Amma dan Appa pulang kerumah “Aku akan sangat capek sekali kalau harus ke teras” Appa rupanya sangat malas untuk pergi dan mulai beristirahat di sofa dimana ada gambar Shravan yang terletak disana “Kertas gambarku ,,,” Ruhi langsung menyela “Shravan, jangan bilang padanya, nanti kakek akan marah pada kita begitu tahu kalau kita menaruh kertas gambar yang basah di sofa untuk di keringkan” akhirnya Ruhi dan Shravan pergi dari sana, nyonya Bhalla datang dan bertanya pada Appa “Pak Iyer, kenapa wajahmu kelihatan tidak sangat letih dan sakit ?", “Madhu yang akan mengobatiku” kemudian Appa berlalu dari sana, nyonya Bhalla tiba tiba tertawa geli begitu melihat tulisan happy diwali menempel di baju kurtanya yang bagian belakang 

Seluruh keluarga mengambil kembang api itu untuk dibakar “Aku akan memanggil Ishita” Prateek segera mencegah Raman dan menyarankan agar Ishita tetap berada di rumah saja, Raman kemudian mengajak Prateek untuk ikut bergabung bersama mereka “Aku tidak bisa ikut, kebetulan aku ada pekerjaan” ujar Prateek “Kak Ishita sedang bersiap siap”, “Kalau begitu biar aku cegah dia” ujar nyonya Bhalla menyahut ucapan Sarika “Jangan nyonya Bhalla “Kedengarannya akan tidak baik jika anda mengatakan padanya, lebih baik kunci saja pintunya, Ishita akan merasa kalau dia terkunci dengan tidak sengaja dan kamu bisa pulang kerumah kapan saja, ini untuk kebaikan Ishita sendiri”, “Aku rasa saran tuan Prateek ini benar juga, terima kasih, tuan Prateek” sela Amma menimpali ucapan Prateek, 

Sementara itu Ishita sudah selesai bersiap siap dikamarnya kemudian berjalan ke arah pintu utama, nyonya Bhalla sudah mengunci pintunya dan mereka semua pergi, saat itu Ishita melihat pintunya terkunci, Ishita segera mengetuk ngetuk pintunya “Aku rasa mereka mengunci pintu ini dengan tidak sengaja” Ishita segera memanggil semua orang untuk menolongnya, kebetulan salah seorang tetangga mendengar teriakanya “Nyonya Ishita, kenapa kamu memanggil tuan Raman ?”, “Tolong bukakan pintunya” akhirnya tetangganya Ishita membuka pintu rumah tersebut “Terima kasih, nyonya”, “Mari ikut denganku, nyonya Ishita ,,, untuk merasakan ladu buatanku” pinta tetangga itu 

Saat itu semua orang sedang merayakan Diwali dan membakar kembang api, para perempuan tertawa melihat pakaian Appa yang lucu karena ada tulisan happy diwalinya, Romi juga melihat hal ini sambil tersenyum “Pak Iyer, baju kurta yang mana yang kamu pakai ?”, “Ini adalah kurtaku yang terbaik, bahkan banyak perempuan yang tersenyum begitu melihat aku” Romi menggeleng “Tidak, pak Iyer ,,, mereka tersenyum melihat pantatmu, disana ada tulisan happy diwali” Appa kaget “Apa ?aku akan pergi dulu dan ganti baju” Appa langsung pergi dari sana Ishita sangat menyukai ladu dan membuat alasan agar dirinya bisa keluar dari rumah tetangganya, akhirnya Ishita bisa keluar dari rumah tetangganya, 

Raman sedang membakar beberapa kembang api, semua orang tersenyum melihatnya, tiba tiba ada seseorang menjatuhkan sebuah cobek dari teras atas, untung saja Raman bisa selamat karena langsung pindah dengan cepat, semua orang kaget dan buru buru berlari ke arah Raman, Appa melihat ini semua melalui jendela, Appa melihat Ishita turun dari atas “Ishita, apa yang kamu lakukan diteras atas sana ?” Appa segera menggeret Ishita menemui semua orang “Aku baik baik saja, kembang api itu tiba tiba meledak ditanganku” ujar Raman, 

Vandu merasa kalau kembang api itu sudah rusak “Itu artinya Suraj ingin menyakiti kami, itulah mengapa dia mengajak aku ke toko temannya” bathin Vandu “Ini adalah cobekku, aku menaruhnya diteras atas, bagaimana bisa jatuh kebawah ? Aku tidak menaruhnya di tepi, seseorang pasti telah melemparnya ke bawah” ujar Amma “Seseorang telah melemparkannya dengan sengaja pada kak Raman”, “Ayooo ikut denganku, kita akan membicarakan hal ini dirumah” sela tuan Bhalla menimpali ucapan Romi 

Amma dan nyonya Bhalla melihat pintu utama rumahnya terbuka dan berfikir “Bagaimana ini bisa terjadi ?” Raman langsung mencari cari Ishita dan melihat ada Appa “Ayah, apa yang ayah lakukan disini ?”, “Aku membawa Ishita !” sahut Appa, Raman segera mengecek kondisi Ishita “Aku tadi melihat Ishita datang dari teras” mereka semua terkejut mendengar ucapan Appa “Bagaimana bisa dia keluar ? Aku yang mengunci pintunya” sela nyonya Bhalla “Ishita terlihat sangat tegang, aku menguncinya di kamar”, “Itu artinya Shagun telah merasuki Ishuku lagi” sahut Amma “Ishita pergi ke teras untuk mencari udara segar, itu tidak berarti dia yang melakukan hal ini”, “Sepertinya ada yang tidak beres, panggil Abhishek” ujar nyonya Bhalla, Appa dan romi juga bersikeras, Romi akhirnya menelfon Abhishek 

Vandu meminta Bala untuk ikut bersamanya “Bala, kita harus pergi ke rumahnya Ashok dan Suraj, ayooo ikut denganku !” pinta Vandu, saat itu Ashok sedang menulis sebuah catatan dan berkata “Rencanaku telah berhasil, Shagun tidak meninggalkan Ishita, bagus juga Suraj tidak mendapatkan catatan ini, tapi ada apa dengan Suraj ? Dia jadi gila gara gara Vandita” ujar Ashok senang “Raman telah mati ! Karena Shagun telah menghancurkan keluarganya” saat itu Bala dan Vandu datang kesana dan bicara dengan Suraj “Suraj, kenapa kamu melakukan ini semua ?”, “Apa ?” tanya Suraj heran “Aku rasa Suraj benar benar berusaha ingin berubah tapi ternyata aku salah, kembang api itu sudah rusak, Raman dan anak anak bisa saja terluka, ini adalah kesalahanku mempercayai kamu, tuan Suraj ,,, kamu tidak akan pernah berubah” ujar Vandita kesal 

“Aku tidak tahu apa apa” Ashok datang dan menghampiri mereka “Lebih baik kalian berdua keluar !”, “Ashok, jangan ikut campur ! Vandita, aku tidak tahu apa apa tentang hal ini, lebih baik kalian pergi saja” ujar Suraj, Bala dan Vandu akhirnya pergi dari sana, kemudian Suraj bertanya soal pestanya Ashok “Rencanaku berubah, aku akan pegi ke suatu tempat” Ashok bergegas bersiap siap “Itu adalah toko temanku, bagaimana bisa kembang apinya meledak ? Bagaimana bisa Vandita bicara seperti itu ?” ujar Suraj 

Abhishek datang kerumah keluarga Bhalla dan mengecek kembang api yang rusak, Raman sedang mengobati lukanya “Kembang api Ini tidak rusak dari pabriknya, seseorang yang telah membuatnya rusak” Sarika menyela ucapan Abhishek “Aku melihat sendiri kak Ishita melakukan sesuatu dengan kembang api itu dan dia bilang padaku dia sedang mengeceknya untuk keamanan anak anak” Raman dan Romi langsung berteriak “Sarika, tidak usah mengatakan hal yang bukan bukan”, “Tapi Sarika tidak salah” Appa ikut membela Sarika “Ayah, apakah maksud ayah, Ishita yang melempar cobek itu ?”, “Ini tidak akan terjadi secara kebetulan, Raman ,,, aku melihat sendiri Ishu turun dari teras atas, dia sangat khawatir, ini sungguh aneh, padahal Madhu dan nyonya Bhalla sudah mengunci pintunya, bagaimana bisa dia keluar ?” tanya Appa 

“Aku yang membuka pintunya dan mengeluarkan nyonya Ishita keluar” sela salah satu tetangga mereka “Tapi Ishita pergi ke teras atas bukan ?”, “Tidak ! Nyonya Ishita pergi ke apartemenku, dia sangat menyukai ladu buatanku dan itulah mengapa aku membuatnya lagi untuknya” sahut perempuan itu “Apakah kamu tidak memperhatikan hal yang lain”, “Iyaa, dia bilang dia akan pergi ke teras dan tidak mau membawa ladu” ujar perempuan itu sambil memberikan ladu untuk Ishita pada mereka kemudian pergi dari sana “Ishita tidak mugkin melakukan hal ini, kenapa dia mencoba untuk membunuh aku ?”, “Aku tahu tapi kecurigaan tetap akan mengarah pada Ishita” ujar Abhishek “Kecurigaan apa ?” tanya Ishita yang tiba tiba muncul disana SINOPSIS MOHABBATEIN episode 604 by. Sally Diandra

Bagikan :