SINOPSIS MOHABBATEIN episode 601 “TEKA TEKI PEMILIK PISTOL” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 601 “TEKA TEKI PEMILIK PISTOL” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 601 “TEKA TEKI PEMILIK PISTOL” by. Sally Diandra Vandu sedang ngobrol dengan Amma ditelfon “Ibu, aku sedang membeli makanan ringan untuk anak anak” saat itu Vandu sedang dalam perjalanan, Vandu sedang bersama teman sekerjanya “Aduuuh aku lupa, dompetku tertinggal didalam kelas, aku pinjam uangmu dulu”, “Tapi aku juga nggak punya uang” ujar temannya Vandu “Yaa sudah kalau begitu aku ambil barang barang ini besok saja”, “Biar aku bayar saja biayanya” tiba tiba Suraj muncul didepan mereka “Tidak usah, terima kasih, tuan Suraj” Vandu menolak pertolongan Suraj “Aku kan tidak begitu buruk, kamu bisa mengembalikan uangku nanti”, “Tidak, tuan Suraj ,,, aku tidak bisa menerima uang darimu” Suraj lalu mengecek tagihannya “Ini jumlah yang sangat besar, kamu bisa membeli makanan ringan di toko yang lain, dimana kamu bisa mendapatkan diskon disana, itu adalah toko temanku” rupanya Vandu setuju “Aku akan mengambil mobil dulu” Vandu dan temannya akhirnya pergi bersama Suraj 

Pria pembuat pistol itu membawa catatan siapa saja yang telah membeli senjata dari dirinya dan diberikannya pada Abhishek “Aku pasti akan datang kapanpun anda memanggil aku, pak polisi” ujar pria tersebut, tak lama kemudian Abhishek bertemu dengan Raman dan keluarga Bhalla “Ayooo Abhishek, katakan, siapa pemilik pistol itu ? Apakah dari salah satu anggota keluarga kami ?”, “Pemiliknya bernama Maddy” semua orang tertegun “Kami tidak kenal siapa itu Maddy”, “Itu mungkin bisa jadi nama kecil seseorang, semakin sulit untuk mencari tahu sekarang” ujar Abhishek cemas, tiba tiba Ishita datang dan berkata “Apa yang akan kamu lakukan ? Aku rasa aku akan membantu kalian semua tapi beberapa orang tidak pantas untuk mendapatkan pertolongan, aku tidak akan mengatakannya, aku tahu siapa Maddy ini”, “Kalau begitu katakan pada kami, siapa dia ?” sela Raman 

“Kamu pasti penasaran ingin mengetahuinya, aku suka itu, tiba tiba Shagun menjadi sangat penting”, “Kami akan melakukan apapun yang kamu katakan, aku mohon katakan pada kami” pinta Raman, Ishita menolaknya namun Raman bersikeras “Baiklah, tapi aku punya satu syarat”, “Oke !” ujar Raman “Anak anakku ! Adi harus datang padaku dan bilang kalau dia mencintai aku, dia juga harus bilang seberapa besar dia merindukan ibunya” pinta Ishita, Raman langsung meminta Sarika untuk memanggil Adi, tak lama kemudian Adi datang dan berkata “Bibi Sarika sudah menceritakan semuanya padaku”, “Sayangku” ujar Ishita begitu melihat Adi “Ibu Shagun ? Aku kangen sama kamu, aku sangat menyayangi kamu”, “Ibu juga sangat menyayangi kamu, ibu juga sangat kangen sama kamu, Adi” Raman langsung menyela 

“Siapa Maddy ini ?”, “Bahkan Ruhi juga harus mengatakan seberapa besar dia mencintaiku” Raman kembali menyuruh Sarika untuk memanggil Ruhi, dalam hati Amma berfikir “Sebenarnya apa yang Shagun inginkan ?” bathin Amma cemas, Sarika akhirya datang kesana bersama Ruhi “Aku menyayangi kamu, ibu Shagun ,,, aku juga kangen sama kamu”, “Ibu juga menyayangi kamu dan merindukan kamu juga sayang, katakan pada ibu, apa pertanyaanmu ?” Raman langsung menyuruh Ruhi untuk masuk ke kamarnya “Aku akan mengatakan pada kalian semua, Maddy itu sebenarnya adalah nama panggilan dari dokter Manoj Paul !” mereka semua terkejut “Dokter Manoj ?”, “Iyaa, itu nama kecilnya, aku sudah cukup lama tinggal bersamanya, kalau kamu tidak percaya, tanya saja sama Manoj, tidak perlu mengucapkan terima kasih” Ishita kemudian pergi dari sana 

“Aku tidak percaya ini, aku kenal siapa Manoj, dia itu orang yang baik, jika dia mempunyai pistol itu, bagaimana bisa pistol itu bisa masuk ke dalam rumahku ?” tanya Raman heran “Iyaa tapi mungkin seseorang memanfaatkan namanya untuk membeli pistol ini, jadi itu bisa siapa saja, apakah kamu tidak merasa aneh ketika pistol itu tiba tiba muncul dan hilang begitu saja ?” tanya Abhishek “Jika Ishita tidak melakukan penyerangan pada saat itu, kita tidak akan tahu kalau pistol itu ada disini, kita akan bertanya pada dokter Manoj”, “Dia itu dokter yang terhormat, apa yang kamu katakan, Abhishek ?” tuan Bhalla menyela pembicaraan mereka “Sudah, telfon saja dokter Manoj” pinta tuan Bhalla 

Suraj akhirnya mengantar Vandu pulang kerumahnya “Terima kasih, tuan Suraj ,,, untuk tumpangannya, tunggu dulu, aku akan mengembalikan uangnya”, “Tidak ! Itu saja sudah cukup, kamu sudah mempercayai aku, aku hanya ingin mengatakan kalau aku sebenarnya sudah muak pada perseteruan yang terjadi antara Ashok dengan keluargamu, tapi aku harus selalu mendukung Ashok namun sebenarnya aku tidak punya masalah apa apa untuk melawan keluargamu, aku sudah menjelaskan hal ini pada Ashok juga” Vandu langsung menyela “Aku tidak ingin terlibat didalamnya, kamu adalah muridku dan aku adalah dosenmu, aku akan mengambil uangnya, tunggu dulu” saat itu Ishita melihat Suraj sedang bersama Vandu, Vandu segera mengambil makanan ringan itu dan pergi dari sana, Ishita merasa heran “Apa yang terjadi pada kak Vandu ?” gumam Ishita 

Shravan memberitahu Ruhi kalau ibunya membelikan makanan kesukaan mereka juga, sementara itu Vandu memberitahu Bala tentang bantuan Suraj sehingga dia mendapat diskon juga “Bala, apa yang sedang kamu pikirkan ?”, “Maaf, aku sedang memikirkan masalah Raman, aku tidak tahu bagaimana membuat Ishita sembuh, Raman dan aku tadi pergi kerumah Ashok, Prateek menyarankan kalau Ashok bicara dengan Shagun yang ada didalam diri Ishita, mungkin Ashok bisa membujuknya untuk keluar dari tubuh Ishita tapi Ashok menghina Raman dan menolak untuk datang kesini” ujar Bala sedih 

“Apa yang bisa kita harapkan, Suraj bilang kalau Ashok itu jahat, dia malah meminta maaf padaku, tapi aku tidak percaya padanya tapi aku merasa kalau Suraj berusaha untuk menjadi orang yang baik” ujar Vandu “Apakah aku harus bicara dengan Suraj untuk meminta Ashok datang bertemu dengan Ishita ?”, “Itu ide yang bagus, Vandu ,,, tapi apakah Ashok akan setuju ?” tanya Bala cemas “Paling tidak kita bisa mencobanya”, “Baiklah, telfonlah Suraj” Vandu kemudian menelfon Suraj “Tuan Suraj, apakah kita bisa bertemu sekarang ? Aku mempunyai sebuah tugas penting”, “Baiklah, aku sedang dalam perjalanan, kebetulan aku masih berada di disekitar lingkungan rumahmu, aku bisa datang ke rumahmu” Vandu langsung menggeleng “Jangan, kita akan bertemu di dekat kedai kopi saja” sahut Vandu 

Abhishek sedang menginterogasi dokter Manoj “Ini bukan pistolku, kenapa aku harus membeli pistol ini ?”, “Itulah mengapa aku bertanya padamu, dokter Manoj ,,, mungkin seseorang meminta padamu untuk membeli pistol ini ?” Manoj tetap menyangkal pertanyaan Abhishek “Ini sungguh aneh, bagaimana bisa pistol ini berada dirumah keluarga Bhalla ?” Abhishek semakin heran, sementara itu Vandu sedang bertemu dengan Suraj “Aku tidak yakin kalau Ashok akan setuju”, “Aku benar benar mengharapkan bantuanmu, Ashok telah menghina Raman, ini semua tentang hidup Ishita dan anak anaknya” pinta Vandu penuh harap “Aku tidak bisa berjanji, tapi aku akan mencoba” ujar Suraj 

Tak lama kemudian, Suraj sedang ngobrol sama Ashok dan meminta Ashok untuk bertemu dengan Ishita “Apa yang kamu katakan, Suraj ? Apakah aku harus membantu Raman dan Ishita ? Kenapa ?”, “Ashok, aku ini kakakmu, aku hanya akan memikirkan tentang kebaikanmu saja, jadikanlah Raman sebagai temanmu, Raman pasti akan berada dibawahmu karena bantuanmu itu, ambil keuntungan dari situasi ini” Ashok bergegas pergi meninggalkan Suraj “Ashok, katakan padaku, apakah kamu ini mengerti atau tidak ?” teriak Suraj 

Dirumah keluarga Bhalla, semua orang sedang pusing memikirkan datangnya pistol itu “Siapa orang itu ? Siapa yang ingin membunuh kita ?”, “Aku rasa itu pengaruh ilmu hitam juga, tuan Prateek, apakah kita bisa melakukan pemujaan ?” sahut Amma menimpali ucapan Romi “Jangan khawatir, nyonya Iyer ,,, bagaimana Raman, apa yang Ashok katakan ? Apa dia mau datang ?” belum juga Raman menjawab pertanyaan Prateek, Ashok sudah berada disana dirumah keluarga Bhalla, semua orang tertegun “Ashok, apakah kamu mau menolong kami ?”, “Aku datang kesini untuk bertemu dengan Ishita, katakan padaku, apa yang harus aku katakan padanya ?” tanya Ashok santai, Prateek lalu memberikan benang berwarna hitam untuk Ishita sambil berkata “Kamu harus bisa meyakinkan Shagun untuk meninggalkan tubuh Ishita, tuan Ashok ,,, dia tidak akan berbuat apa apa padamu, Shagun percaya padamu dan ini untuk perlindunganmu, jangan dibuang” ujar Prateek, kemudian Raman mengantar Ashok bertemu dengan Ishita di dalam kamar SINOPSIS MOHABBATEIN episode 602 by. Sally Diandra

Bagikan :