SINOPSIS MOHABBATEIN episode 581 “SHAGUN BUNUH DIRI” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 581 “SHAGUN BUNUH DIRI” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 581 “SHAGUN BUNUH DIRI” by. Sally Diandra Di rumah keluarga Bhalla, Raman dan Ishita mendengar nyonya Bhalla sedang memarahi Shagun, Ishita bahkan juga ikut bertengkar dengan Shagun, Shagun sangat marah “Aku telah menerima semua resikonya untuk bayi yang ada dalam kandunganku ini ! Aku bahkan tidak punya tempat untuk pergi kemana mana, bahkan aku juga tidak memikirkan masa depanku sendiri, oleh karena itu aku tidak akan memberikan bayi ini pada kalian, itu adalah masalahku sekarang” Raman langsung menyela Shagun dan menghentikannya “Tidak, Raman ! Kali ini aku akan pergi meninggalkan negara ini, kamu tidak bisa berbuat apa apa karena pacarku dokter Manoj yang mempunyai surat tentang ibu pengganti tersebut, kalian semua tidak mempunyai bukti apa apa, anak ini adalah anakku, aku kira aku akan memberikan bayi ini untuk Ishita tapi kamu tidak pantas menerimanya, Ishita ,,, aku tidak akan mendengarkan siapapun” Raman tercengang mendengar ucapan Shagun 

“Raman sekarang sepenuhnya adalah milikmu, Ishita ,,, aku tidak mengejar ngejarnya, kamu telah menyelamatkan anak anakku pada saat gempa bumi tempo hari dan aku rasa untuk membalas bantuanmu, aku mau mengandung anak ini tapi ternyata keluarga Bhalla tidak pantas menerima ini semua, aku memang tidak hebat seperti Ishita, sekarang bayi ini adalah milikku ! Begitu pula Ruhi dan Adi juga anak anakku, ingat itu ! Dan lihat saja suatu saat nanti mereka pasti akan datang padaku karena Ishita tidak mempunyai apa apa yang menjadi miliknya sendiri”, ”Shagun dengarkan aku !” sela Raman “Lepaskan aku, Raman ! Biarkan aku pergi !” Shagun bergegas pergi dari sana, Raman bingung karena saat itu Ishita menangis dan bergegas masuk ke kamarnya sendiri 

Mihir memberitahu Raman kalau Shagun bisa berbuat apa saja, Mihir segera memberitahu Abhishek tentang rencana Shagun, Raman sangat khawatir, tak lama kemudian Abhishek datang “Aku belum dapat informasi apa apa tentang Shagun” ujar Abhishek “Aku tidak tahu kalau Shagun akan melakukan hal ini” Ishita lalu menyela pembicaraan mereka “Shagun mengirimkan pesan melalui video” semua orang bergegas melihat video kiriman Shagun “Haiiii Ishita, aku saat ini sudah berada di bandara, aku akan pergi jauh bersama anak Ishita, kamu tidak akan pernah tahu bagaimana rupa bayimu sendiri, Ishita ,,, hanya aku yang tahu karena aku akan menjadi ibunya !” ujar Shagun di videonya, setelah selesai melihat video kiriman Shagun, Ishita meminta Raman dan Abhishek untuk mencari Shagun 

Mereka semua bergegas mendatangi bandara “Aku akan mencari Shagun, security disini pasti tidak akan mengijinkan kalian” ujar Abhishek, tak lama kemudian akhirnya Abhishek bisa menangkap Shagun yang saat itu sedang mengantri di tempat loket pembelian tiket penerbangan, Abhishek meminta Shagun untuk ikut bersamanya, saat itu Abhishek ditemani oleh para polwan, Abhishek kemudian membawa Shagun bersamanya dan mengajaknya bertemu dengan seluruh keluarga Bhalla, Shagun kaget sambil memperhatikan semua orang yang ada didepannya, tiba tiba Shagun pura pura kepeleset sehingga semua barang barangnya terjatuh, polwan yang menjaganya berusaha membantu mengembalikan barang barang Shagun ke tasnya, Shagun juga pura pura mengambil barang barangnya tapi setelah mereka lengah, Shagun bergegas berlari dari sana menghindari mereka semua, semua orang terkejut dan berusaha mengejar Shagun, 

Shagun berlari keatap gedung, Ishita mencegah Abhishek untuk tidak mengejar Shagun lagi “Aku akan bicara dengannya” ujar Ishita, Ishita kemudian menghentikan Shagun dan meminta maaf padanya “Jadi kamu meminta maaf padaku untuk mendapatkan bayi ini kan ? Lihat apa yang akan aku lakukan, Ishita !” Ishita tetap berusaha mencegah Shagun karena Shagun sedang mengandung anaknya, Ishita berusaha memegangi Shagun “Lepaskan aku, Ishita ! Aku akan menang kali ini ! Karena aku tidak akan membiarkan bayi ini menjadi milikmu ! Kamu akan tahu bagaimana rasanya kehilangan seorang anak !” ujar Shagun sambil mendorong Ishita kebelakang dan langsung melompat dari atap gedung tersebut, Ishita kaget dan berteriak lantang “Shaguuuuuunnnn !!!” Ishita benar benar shock melihat Shagun yang terjatuh ditanah, 

Saat itu Raman, Mihir dan Abhishek sampai disana “Shagun melompat turun kebawah” mereka bertiga tercengang mendengar ucapan Ishita, Raman juga menangis “Anakku ,,,” ujar Raman sedih “Ayooo kita turun, mudah mudahan tidak terjadi apa apa” pinta Abhishek, saat itu Ishita sudah turun dan menghampiri Shagun yang tergeletak di tanah, semua orang juga ikut mengejar Ishita, mereka melihat tubuh Shagun yang sudah tidak bernyawa lagi, Abhishek segera mengecek kondisi Shagun dan memberitahu mereka kalau Shagun sudah meninggal dunia, Raman segera memegang Shagun yang sudah terdiam, 

Raman sangat shock, Ishita juga menangis dan berkata “Shagun sudah terpengaruh oleh kata kata kita, aku minta maaf, aku tadi sudah berusaha untuk menyelamatkan dia tapi gagal” Mihir mencoba menghibur Ishita, Abhishek meminta Mihir untuk membawa Raman pergi dari sana karena dia akan membawa mayat Shagun untuk diperiksa, Abhishek juga meminta polisi yang lain untuk mencatat waktu kematiannya yaitu 01.15 dini hari kemudian Abhishek menyuruh mereka untuk pulang kerumah 

Raman akhirnya pulang ke rumah dengan darah yang menempel di bajunya “Raman, apakah kamu bisa menemukan Shagun ? Darah apa ini ? Aku sudah bilang sama kamu kan kalau Shagun itu tidak akan memberikan kita kedamaian” Raman langsung menyela ucapan ibunya “Cukup, ibu ! Dia sudah mati sekarang ! Dia bunuh diri !” semua orang yang ada disana terkejut “Apakah kalian semua puas sekarang ? Bayiku yang belum meninggal juga meninggal bersama dengan dirinya” ujar Raman sedih, Ishita menyela “Aku sudah mencoba untuk menghentikan Shagun tapi dia melompat dari atas, apa yang akan aku katakan pada Adi dan Ruhi ?” semua orang mencoba menghibur Ishita 

Raman lalu bergegas menemui dokter Manoj dirumahnya, Manoj kaget melihat penampilan Raman yang tidak karuan “Darah apa ini Raman ? Apakah kamu baik baik saja ? Bagaimana Shagun ? Tapi bagaimana Shagun bisa baik baik saja, dia itu sangat dihina” ujar Manoj, Raman hanya terdiam dan bingung sambil melihat Manoj yang sedang mengemasi barang barangnya “Aku akan meninggalkan rumah ini karena seluruh tetangga sudah menghina aku, mereka tidak punya rasa kemanusiaan, aku baru saja akan mendatangi rumahmu untuk mengajak Shagun pergi, ayooo kita pergi, aku sudah menyiapkan sebuah rumah baru untuk kami, aku akan tinggal disana bersama Shagun” Raman masih saja terdiam, lidahnya terasa kelu dan berat untuk mengabarkan kondisi Shagun pada Manoj “Raman, katakan padaku, Shagun baik baik saja kan ? Kenapa kamu terlihat sedih ?” Raman lalu menangis begitu mendengar pertanyaan Manoj, Manoj mulai kehilangan kesabarannya dan bertanya pada Raman lagi, Raman akhirnya buka suara “Shagun sudah meninggal, Manoj ,,, dia bunuh diri” Manoj kaget dan tidak percaya dengan ucapan Raman “Aku tidak bisa menyelamatkan dia, aku minta maaf, Manoj” Manoj terduduk lemas dan menangis 

Malam harinya Ishita sedang tertidur dan tiba tiba Ishita terbangun dan bertanya “Siapa disana ?” tanya Ishita penasaran, tiba tiba sebuah vas bunga jatuh ke lantai karena angin yang kencang berhembus dari jendela kamar Ishita, Ishita turun dari tempat tidurnya dan mengambil vas tersebut, Ishita melirik ke arah jam dindingnya dan dilihatnya jam 01.15 dini hari, Ishita mencoba mengecek jam tersebut dan ternyata jam itu mati, Ishita merasa heran “Bagaimana bisa jam ini mati ? Aku baru mengganti baterai jamnya kemarin” gumam Ishita heran sambil teringat ucapan Abhishek yang mengatakan “Sekarang jam 01.15 dini hari” Ishita kembali mengecek ke jam dindingnya dan berkata “Shagun meninggal pada jam segini dan jam ini juga mati di jam 01.15 dini hari” Ishita kaget dan menjatuhkan jam tersebut SINOPSIS MOHABBATEIN episode 582 by. Sally Diandra

                                                                                                                                                                                   

Bagikan :