SINOPSIS MOHABBATEIN episode 574 "DNA RAMAN" by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 574 "DNA RAMAN" by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 574 "DNA RAMAN" by. Sally Diandra Dirumah sakit, Simmi meminta perawat untuk melakukan test DNA karena Simmi ingin mengetahui yang sebenarnya, Simmi kemudian menyuap perawat yang bekerja disana, Simmi segera memberikan contoh rambut Raman dan mengisi formulirnya “Hasilnya akan keluar dalam dua hari lagi, nyonya” ujar si perawat, saat itu Raman juga datang kerumah sakit yang sama dan ngobrol dengan salah satu perawat yang ada disana, kebetulan Simmi mendengar pembicaraan mereka kalau Raman adalah ayah dari bayi yang dikandung Shagun dan dilihatnya Raman juga menandatangani formulir, Simmi terkejut dan tidak percaya, saat itu Raman melihat kearah Simmi, 

Dirumah keluarga Iyer, Appa sedang mengenakan pakaian yang cukup keren dan bertanya ke Vandu “Vandu, bagaimana penampilanku ?” dalam hati Vandu juga merasa heran dengan penampilan ayahnya “Aku rasa ini cara yang tepat untuk mengatakan yang sebenarnya pada ayah “Ayah, mungkin ayah akan merasa sedikit sedih, karena penampilan ayah tidak cukup bagus, baju ini tidak cocok untuk ayah” Appa tertegun mendengar ucapan Vandu “Ayah, aku ini kan putrimu, ayah ini kelihatan seperti badut dengan pakaian seperti ini” sahut Vandu lagi, Appa langsung pergi tanpa berkata apa apa, Vandu jadi tidak mengerti “Ada apa yang terjadi pada ayah ? Sejak kapan dia jadi begitu sensitif seperti itu ? Aku harap Amma sudah bicara dengan Bala” ujar Vandu cemas 

Dirumah sakit, Simmi marah sama Raman “Kakak, bagaimana bisa kamu mengkhianati Ishita ?”, “Simmi, ini bukan seperti itu !” Raman mencoba memberi penjelasan “Aku dengar apa yang perawat tadi katakan kalau kamu adalah ayah dari bayi yang dikandung Shagun !” Raman jadi tidak berkutik dan terdiam “Kebungkamanmu sudah menjadi jawaban bagiku, Ishita sangat mencintaimu, kak ,,, dia sangat percaya sama kamu, kamu mengkhianatinya hanya untuk perempuan yang seperti itu yang telah memberikan kamu penderitaan selama bertahun tahun ?” Raman langsung menyela “Aku akan mengatakan semuanya pada saat yang tepat, Simmi”, “Bagaimana bisa aku katakan pada Ishita kalau kamu telah mengkhianatinya !” saat itu Shagun datang juga ke rumah sakit dan berkata “Simmi, Raman tidak mengkhianati Ishita ! Jangan percaya pada cerita yang setengah setegah”, “Aku tidak bicara sama kamu, Shagun ! Tidak usah ikut campur ! Semua ini terjadi gara gara kamu ! Kak Raman telah mengkhianati Ishita dan keluarga kami juga !” bentak Simmi marah 

“Simmi, dengarkan aku”, “Aku akan bicara dengan Simmi” Raman menyela ucapan Shagun “Raman, biarkan aku mengatakan yang sebenarnya”, “Apa itu kebenarannya ?” Simmi langsung menyahut “Simmi, kehamilanku ini adalah masalah pribadiku, hal ini sangat ribet untuk seorang wanita lajang seperti aku, aku memang hamil dan anakku tidak mempunyai nama ayahnya, bayi ini membutuhkan nama ayahnya dalam lingkungannya nanti, Raman bilang kalau dia akan membantuku, itu saja tapi aku mohon percayalah sama Raman” pinta Shagun “Kamu pikir aku ini bodoh dan percaya begitu saja denganmu”, “Aku tidak tahu, Simmi ,,, tapi aku mohon percayalah pada Raman” Shagun sangat berharap 

“Setelah melihat ini semua, aku tidak tahu mana yang benar dan mana yang tidak !” Simmi bergegas meninggalkan mereka, Raman berterima kasih pada Shagun “Aku telah melakukan kesalahan sebelumnya, keluarga Bhalla berfikir kalau aku ini jahat, jangan pikirkan aku, Raman”, “Aku sangat berterima kasih untuk semua ini, Shagun” sahut Raman menimpali ucapan Shagun “Kamu telah melakukan banyak hal untukku, jangan berterima kasih, Raman” saat itu perawat menghampiri mereka dan meminta Shagun untuk melakukan beberapa test “Aku akan menunggu disini”, “Lebih baik kamu pulang saja, Raman” pinta Shagun “Aku bisa menunggu” akhirnya Shagun pergi bersama si perawat 

Siang itu Amma pulang kerumah dan berfikir “Apa yang telah aku lihat tadi ? Bala bersama seorang pemuda ? Apa yang harus aku katakan sama Vandu ?” saat itu Mihir datang dan bertanya tentang Mihika, Amma berfikir untuk menceritakan semua ini sama Mihir “Mihir, apakah aku bisa bertanya sesuatu padamu ? Ini sedikit agak memalukan “Boleh, tanya saja, ada apa ?”, “Aku ingin bertanya tentang hubungan cinta diantara dua pria” Mihir mulai berfikir dan berkata “Itu terjadi ketika aku pergi ke Amerika, pernikahan sesama jenis diijinkan disana, India seharusnya juga mengikutinya, menurutku itu tidak apa apa” Amma jadi semakin khawatir begitu mendengar penjelasan Mihir 

“Baiklah, au hanya bertanya untuk pengetahuan saja” saat itu Bala pulang dan menyapa Mihir, Mihir menyukai penampilan baru Bala “Aku merasa sangat lelah, rasanya tenagaku terkuras habis”, “Kalau begitu kamu harus istirahat” Mihir kemudian berlalu dari sana, Bala lalu bertanya ke Amma “Ibu mertua bagaimana harimu hari ini ?” tanya Bala, saat itu Mihir bertemu dengan Varun, murid Bala di pintu keluar “Maaf, aku mau bicara dengan pak Bala secara pribadi” pinta Varun, kemudian Mihir menemui Mihika, sedangkan Bala mengajak Varun kekamarnya “Apa yang dilakukan oleh Bala ? Apa yang harus aku katakan pada Vandu ?” ujar Amma cemas 

Nyonya Bhalla dan bibi Shaila sedang ngobrol dengan Ishita “Aku tidak ingin apa apa, aku cuma mau makan ice cream Sitaphal (rasa apel)”, “Waah itu kesukaanku juga, bibi ,,, aku akan membelikannya” saat itu Simmi pulang kerumah dan berfikir “Aku tidak bisa mengatakannya pada Ishita” bathin Simmi sambil ngeloyor pergi ke kamarnya, Ishita merasa heran dan langsung menyusul Simmi “Simmi, ada apa ? Apakah ini ada hubungannya dengan Raman dan Shagun ?” tanya Ishita penasaran, sementara itu dirumah keluarga Iyer, Varun memberitahu Bala kalau kakak pacarnya telah memukulinya, Amma datang kesana dan mendengar pembicaraan mereka “Pak Bala, kamu harus melakukan sesuatu, aku tidak bisa menerima perpisahan ini sekarang” ujar Varun sedih 

Dirumah keluarga Bhalla, Simmi memberitahu semuanya pada Ishita dan bertanya “Apa yang kamu pikirkan, Ishita ?”, “Aku tidak tahu, Simmi ,,, sikap Raman memang berubah, aku berharap aku bisa percaya pada apa yang dikatakan oleh Shagun itu benar tapi aku punya pemikiran yang aneh, tapi seharusnya Raman mengatakannya padaku, dengan begitu aku bisa membantu Shagun, kita tidak bisa membicarakan hal ini dirumah” saat itu Shaila datang “Kita akan membahasnya nanti lagi” ujar Ishita, sementara itu dirumah keluarga Bhalla, Bala meminta Varun untuk bersabar”Kita tidak bisa memutuskan hal ini secara buru buru, aku akan mencoba bicara dengannya, dia pasti akan mengerti percayalah padaku” Amma semakin khawatir dan berkata dalam hati “Aku akan bicara dengan Vandu sebelum Bala bicara dengannya, Bala itu memang laki laki yang brengsek ! Perasaan Vandu pasti akan hancur” Amma mulai berfikir 

Abhishek datang kesana untuk bertemu dengan Mihika dan Mihir memberitahunya kalau Mihika sedang pergi ke kantor “Apakah Mihika terlibat dengan masalah ketidak legalan ?”, “Tidak usah khawatir, Mihir” saat itu Appa mendengar pembicaraan mereka, Abhishek lalu mendapat telfon “Baik, aku akan menelfon kamu lagi nanti” Abhishek kemudian memberitahu Mihir tentang skandal kencan di internet “Rupanya gadis yang masih sekolah melakukan chatting dengan para pria dewasa dan mengundang mereka untuk bertemu kemudian mereka memeras para pria tersebut dengan meminta sejumlah uang, kami akan menangani keributan ini” ujar Abhishek, Appa yang masih disana terkejut “Oooh, aku akan menangkap gadis itu sebelum dia menjebak aku, aku akan membantu para polisi” gumam Appa 

Dirumah keluarga Bhalla, bibi Shaila meminta Ishita untuk menelfon Raman dan memintanya untuk membelikan ice cream “Bibi, dia sedang sibuk meeting dan meminta aku untuk tidak menelfonnya dulu”, “Kamu itu kan sangat penting untuknya, biar aku saja yang menelfon dia” ujar bibi Shaila, saat itu Shagun dan Raman sedang dalam perjalanan kemuudian masuk ke dalam kedai ice cream, Shagun minta ice cream Sitaphal (rasa apel), Shagun kemudian duduk disana sambil makan ice cream, Raman tersenyum melihat kearah Shagun, saat itu Ishita menelfon Raman dan memintanya untuk membelikan ice cream sitaphal, Raman kaget sambil melihat kesekelilingnya mencari Ishita “Raman, jangan lupa belikan yaa”, “Kamu rupanya juga ingin makan ice cream sitaphal ?” ujar Raman sambil tersenyum SINOPSIS MOHABBATEIN episode 575 by. Sally Diandra

Bagikan :