SINOPSIS MOHABBATEIN episode 560 “SHAGUN SANG IBU PENGGANTI” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 560 “SHAGUN SANG IBU PENGGANTI” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 560 “SHAGUN SANG IBU PENGGANTI” by. Sally Diandra Di kantor polisi, Ishita memberikan CD itu ke Abhishek, Abhishek lalu mulai menonton CD tersebut, Ishita menangis sambil melirik ke arah Raman, nyonya Bhalla juga kaget dan tidak percaya begitu menonton CD tersebut, Raman jadi terpaku dan tidak bisa berkata apa apa, Raman benar benar tegang “Rekaman ini menunjukkan kalau Raman tidak bersama Rinki, lihat saja jam dan tanggalnya di rekaman ini” ujar Ishita, Raman sendiri merasa gelisah karena hal inilah yang ditakutkannya “Tapi siapa yang membuat CD ini ?” bathin Raman heran, sementara itu Shagun sedang pergi ke apotik untuk membeli suntikan insulin “Maaf nyonya, suntikan insulinnya sudah habis, perempuan itu yang baru saja membelinya tadi” Shagun menoleh ke arah perempuan tersebut “Bukankah itu Laxmi ? Dia kan tidak punya penyakit diabetes”, “Nyonya, dia itu Parul bukan Laxmi, aku kenal dia dengan baik, dia selalu membeli insulin sejak beberapa bulan yang lalu” ujar pegawai apotik tersebut 

Di kantor polisi, Abhishek masih saja tidak percaya “Tapi itu tetap saja tidak membuktikan kalau Raman tidak bersama Rinki” Ishita hanya bisa menangis mendengar jawaban Abhishek dan segera berlalu dari sana “Aku akan bicara dengan Ishita dulu” Raman segera mengejar Ishita, ketika bertemu Ishita, Raman mencoba menjelaskan pada istrinya ini “Ishita, kemarin Shagun pergi ke pabriknya Ashok untuk mencari bukti yang bisa memberatkan Ashok, aku mengikutinya, kemudian kami terkunci di ruang pendingin bahan makanan, saat itu temperatur udaranya turun, kemudian Shagun mulai tidak bisa bernafas, aku memberikan bantuan nafas buatan atau CPR padanya” Ishita hanya terdiam “Kamu ini seorang dokter kan, kamu pasti bisa mengetahuinya”, “Tapi kenapa kamu tidak menceritakannya padaku ?” sahut Ishita “Ishita, aku tidak punya waktu waktu itu, tiba tiba begitu banyak hal yang terjadi, Shagun telah berubah, Ishita ,, tidak ada seorangpun yang akan percaya padanya dan dokter Manoj mencintai Shagun, aku pergi kesana untuk membicarakan tentang dokter Manoj” ketika Raman hendak menjelaskannya, 

Saat itu Shagun menelfon Raman “Aku akan bicara denganmu lagi nanti” kemudian Raman mengangkat telfon Shagun “Raman, ini tentang Laxmi, jangan tutup telfonnya, aku sedang mengikutinya, sepertinya ada seseorang yang menderita diabetes dirumahnya, ini akan menjadi masalah yang sangat besar kalau dia berbohong, Raman ,,, datanglah ke rumah sakit nanti” ujar Shagun cemas “Baiklah, aku akan datang” ujar Raman, Raman berbohong pada Ishita tentang telfon dari kantor dan berkata “Ishita, kamu mempercayai aku kan ? Aku akan memberikan penjelasan padamu dan kamu bisa memikirkannya apa saja” Raman kemudian pergi meninggalkan Ishita yang masih menangis sambil melihat kepergian Raman “Kamu itu akan pergi ke kantor atau pergi menemui Shagun, Raman ,,, aku tidak bisa mempercayai kamu, kamu pasti akan berbohong lagi padaku” ujar Ishita sedih 

Shagun sedang menemui Laxmi dirumahnya “Laxmi, apakah kamu mempunyai penyakit diabetes ?” Laxmi langsung menyangkal “Jangan berbohong ! Aku melihat kamu membeli suntikan insulin sejak beberapa bulan yang lalu di apotik, siapa yang menderita diabetes ? Kamu atau keluargamu ? Jawab pertanyaanku, Parul !” ujar Shagun kesal “Iyaaa, aku memang mempunyai penyakit diabetes, lalu apa masalahnya ?”, “Kami ingin seorang perempuan yang sehat yang bisa menjadi ibu pengganti, bukan seorang perempuan penderita diabetes karena bayinya akan menderita diabetes juga, bagaimana bisa hasilnya keliru ?” ujar Shagun heran 

“Aku dulu juga pernah menjadi ibu pengganti sebelumnya, hasilnya keluar dengan jelas karena salah satu staf rumah sakit berada dibalik semua ini” Shagun terkejut “Nyonya Shagun, aku melakukan pekerjaan ini demi uang”, “Tapi kamu telah menjalankan bisnis yang ilegal, aku harus membawa kamu ke kantor polisi” Parul segera menyela “Kalau begitu kamu juga harus membawa dokter Mukherjee ke polisi ! Kamu juga bisa mengambil bayaranmu dari dokter Mukherjee !” Shagun langsung menampar pipi Parul dengan keras “Apakah kamu ingin mempermainkan nyawa seorang anak ? Lebih baik kamu jangan datang lagi ke klinik dokter Mukherjee !” Shagun segera berlalu dari sana dengan perasaan kesal 

Ishita dan nyonya Bhalla akhirnya sampai juga dirumah, nyonya Bhalla meminta maaf ke Ishita dan berkata “Aku yakin kalau Shagun yang melakukan semua ini, aku akan memukul Raman kalau dia pulang nanti, dia telah menghancurkan perasaanmu dan ibunya juga”, “Ibu, ibu tenang saja, Raman telah mengatakan padaku kenyataan yang sebenarnya, dia bilang kalau dirinya dan Shagun terkunci di dalam ruang pendingin, kemudian Shagun pingsan karena temperatur udaranya terlalu dingin, itulah mengapa dia melakukan hal itu” jelas Ishita “Aku tidak percaya ini !” ujar nyonya Bhalla kesal 

“Aku juga tidak bisa mengabaikan hal ini, ibu” nyonya Bhalla lalu memberikan restu pada Ishita “Ishita, aku akan bicara sama Raman nanti” ujar nyonya Bhalla “Kita harus memikirkan tentang Rinki, ibu ,,, bukan Raman dan Shagun” pinta Ishita, kemudian Ishita dan nyonya Bhalla masuk ke dalam rumah dan melihat Mihir sudah ada disana, Mihir bertanya pada seluruh keluarga “Kemana Rinki pergi ?”, “Aku sudah mencoba menelfon semua teman temannya tapi mereka tidak tahu semua” sahut Simmi yang sudah pulang dari rumah sakit, Ishita berbisik pada ibu mertuanya “Ibu, jangan katakan apapun pada Mihir” saat itu Mihir bertanya pada Ishita dan nyonya Bhalla 

Raman dan Shagun menemui dokter Manoj dirumah sakit dan bertanya “Manoj, bagaimana bisa Laxmi yang punya penyakit diabetes itu lolos uji ?”, “Rupanya ada seseorang yang mengganti hasilnya, kita harus membuat mereka di hukum ! Kita akan mencari ibu pengganti yang baru kalau tidak embrio yang sudah dibekukan ini tidak bisa digunakan lagi, jadi kita harus memulai semua prosesnya dari awal lagi, karena kalu tetap dipaksakan program ibu pengganti ini tidak akan berhasil dengan baik” Raman menangis mendengar penjelasan dokter Manoj dan berkata “Ishita telah melakukan banyak hal untukku, kita harus memberikan kesempatan ini padanya” ujar Raman

“Kita akan berusaha, waktu kita tinggal sedikit” ujar Manoj cemas “Kita akan mendapatkan seseorang yang akan melahirkan bayiku dan Ishita” ujar Raman, Shagun menatap kearah mereka “Bagaimana kita bisa mendapatkan seorang ibu pengganti dalam satu hari ? Inseminasi (pembuahan) tidak mungkin di lakukan hari ini” ujar Manoj cemas “Kita membutuhkan seorang ibu pengganti yang cocok dan sehat kan ? Aku ini sehat, aku juga telah mempunyai dua orang anak, aku akan menjadi ibu pengganti untuk bayninya Ishita” Raman dan Manoj terkejut “Raman, Ishita telah melakukan banyak hal untukku dan menyelamatkan anak anakku, aku telah melakukan cek up seluruh tubuh, aku cocok dan Raman mengenal aku dengan baik, dia adalah ayah dari anak anakku, kenapa kita tidak mengambil kesempatan ini ?” Raman hanya terdiam menatap kearah Shagun 

“Raman, setujuilah saja, kita akan memulai prosedurnya sekarang”, “Aku tidak tahu, Shagun” ujar Raman bingung “Raman, aku ingin melakukan hal ini untuk Ishita, dia telah melakukan banyak hal untukku, dia telah mengambil aku dari bak sampah, dia juga telah mengubah hidup Adi dan merawat Ruhi, dia telah melakukan banyak hal untuk anak anakku, aku ingin memperbaiki semua kesalahanku, jadi aku mohon” Shagun meminta penuh harap “Ruang operasi dan embrionya telah siap saat ini, kamu dan Manoj juga ada disini, kita seharusnya memulai prosedurnya dan tidak buang buang waktu lagi” pinta Shagun 

Dirumah keluarga Bhalla, Mihir memberitahu semua orang “Aku tahu kalau ada masalah disini, dia tidak bicara denganku dengan baik, aku juga tidak tahu kalau dia tidak menemui kalian semua, lalu kemana dia pergi ?”, “Kita akan segera menemukannya, Mihir” sela Ishita “Ishita, apakah kamu menyembunyikan sesuatu ? Simmi bilang kalau Rinki menemui teman teman prianya, siapa mereka ? Siapa yang Rinki temui, aku bahkan mendapatkan tagihan kartu kredit !”, “Aku tidak tahu tentang hal itu, Mihir ,,, kamu bisa bertanya pada Rinki kalau dia pulang nanti” ujar Ishita, kemudian Ishita pergi untuk menelfon seseorang 

Nyonya Bhalla meminta Amma untuk menelfon Raman “Dia tidak mengangkat telfonnya, aku takut dengan apa yang dilakukannya, aku juga tidak tahu dimana dia saat ini hingga begitu sibuk dan tidak bisa dihubungi, aku ingin mengatakan padanya kalau Mihir sudah kembali, tolong kamu telfon dia, Madhu” pinta nyonya Bhalla “Baiklah, jangan tegang begitu, Toshi” pinta Amma, Neelu lalu memberitahu mereka kalau Abhishek datang, dia memanggil semua orang “Mungkin dia tahu tentang Rinki” ujar nyonya Bhalla 

Raman akhirnya mengirimkan Shagun ke ruang operasi, Raman sangat berterima kasih padanya untuk bantuannya ini “Aku melakukannya dengan tulus dan ikhlas, Raman”, “Tidak usah khawatir, Raman” ujar Manoj menimpali ucapan Shagun kemudian mengajak Shagun masuk ke dalam ruang operasi, ketika mereka pergi, Raman bergumam pada dirinya sendiri “Aku hanya ingin melihat Ishita bahagia, ketika dia tersenyum sambil menggendong bayi kami dan berdoa pada Dewa karena telah membuat semuanya membaik” gumam Raman senang, sementara itu dirumah keluarga Bhalla, Mihir bertanya pada Abhishek “Abhishek, apakah kamu menemukan Rinki ?”, “Iyaa Abhishek, katakan ! Apakah kamu sudah menemukan Rinki ?” sela nyonya Bhalla menimpali ucapan Mihir “Rinki ,,, Rinki telah meninggal” semua orang terperangah dan tidak percaya mendengar ucapan Abhishek, kedua bola mata mereka berkaca kaca SINOPSIS MOHABBATEIN episode 561  by. Sally Diandra

Bagikan :