SINOPSIS MOHABBATEIN episode 559 “RAMAN MENJADI TERSANGKA” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 559 “RAMAN MENJADI TERSANGKA” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 559 “RAMAN MENJADI TERSANGKA” by. Sally Diandra Ishita sedang memberitahu Raman tentang perselingkuhan Rinki dengan pria lain selama Mihir berada di Amerika “Rinki yang mengatakannya sendiri padaku, ini bukan perkara yang mudah, Raman ,,, dia telah berbohong padaku, apapun yang dia katakan padaku, semuanya itu salah, aku bertemu dengan laki laki itu ketika semua orang ke rumahnya bibi Pammi untuk pemujaan Dewa Ganesha, aku bilang sama Rinki untuk mempertemukan aku dengan pria ini”, “Lalu ?” Ishita menangis sambil teringat dengan pertemuannya dengan Kumar di lingkungan sekitar rumah Pammi, saat itu Ishita memarahi Kumar “Kenapa kamu mengajak Rinki berselingkuh ? dan sekarang kamu malah memeras dia, kamu tidak boleh melakukan hal ini karena aku akan memberitahu istrimu !”, “Siapa yang bilang kalau aku mengejar ngejar dia ?” tanya Kumar heran “Rinki !” bentak Ishita kesal

“Kamu seharusnya mencari tahu dulu informasinya dengan benar, Rinki menceritakan hal yang sensitif padaku, dia bilang kalau suaminya sedang pergi jauh dan tidak ada seorangpun yang memberikan perhatian padanya, aku datang kesini untuk mengakhiri segalanya, Rinki yang memeras aku, dia akan memberitahu istriku tentang perselingkuhan ini untuk menghancurkan rumah tanggaku, aku ingin Rinki yang menjauhi aku” ujar Kumar kesal “Aku tahu kalau kamu mempunyai foto fotonya” balas Ishita geram “Dia bohong ! Baca smsnya ! Dia yang tidak berperasaan memerasku, aku harap kamu bisa menjelaskan padanya untuk menjauhi aku, ini akan menjadi bantuan yang sangat besar untukku” pinta Kumar, Ishita segera menelfon Rinki namun Rinki tidak mengangkat telfonnya, kemudian Ishita mengirimkan sms ke Rinki “Rinki, kamu berbohong padaku, hasil dari kebohongan ini tidak akan baik” kemudian Ishita berkata pada Kumar kalau Kumar tidak akan bertemu dengan Rinki lagi, 

Raman kemudian bertanya pada Ishita “Kenapa kamu tidak mengatakan padaku sebelumnya ?”, “Kamu tahu kan apa yang terjadi pada Simmi ? Sekarang masalah ini diluar kendali kita, aku ingin membahasnya dengan kamu, Raman ,,, ada satu hal lagi, aku tidak ingin kita berdua menceritakan hal ini pada keluarga kita dulu” pinta Ishita “Tapi kita harus mengatakan pada mereka kalau Rinki hilang, polisi akan mencurigai kamu”, “Rinki akan kehilangan reputasinya tapi apa yang akan kita katakan pada Abhishek ?” tanya Ishita cemas “Tidak usah cemas, aku akan mengurusinya” ujar Raman 

Abhishek akhirnya bertemu dengan Ashok “Aku tidak percaya padamu, jika ada yang ingin kamu katakan, kamu bisa mengatakannya”, “Aku akan mengatakan apa yang aku lihat, pak inspektur ,,, Raman dan Rinki bertengkar dan Raman mengancam akan membunuh Rinki” Abhishek tidak percaya dengan ucapan Ashok “Apa yang sebenarnya ingin kamu katakan ?”, “Aku kenal siapa Raman,  dia itu orangnya kasar, aku hanya khawatir saja” ujar Ashok “Cukup omong kosong ini !”, “Apakah Raman mengatakan padamu kalau dia bertemu dengan Rinki kemarin ? Kamu bisa tanya sama Raman dimana dia kemarin sekitar jam 5 sore dan bersama siapa ? Kalau tidak salah Raman mengenakan kemeja berwarna hitam dengan setelan jas dan celananya yang berwarna merah maroon” Abhishek langsung pergi dari sana “Aku yakin kalau Raman pasti tidak akan mengatakan pada siapapun kalau dia bersama Shagun kemarin” ujar Ashok senang 

Dirumah keluarga Bhalla, tuan Bhalla meminta Raman untuk menelfon Mihir dan mencari tahu Rinki “Tapi kenapa Abhishek membawa Ishita ke kantor polisi ? Apakah itu artinya Ishita bertanggung jawab atas hilangnya Rinki ?”, “Iyaaa, tapi mungkin aku telah keliru, penyelidikannya masih berjalan dan kami telah mendapatkan saksi mata, rupanya Raman dan Rinki bertengkar di jalan dan Raman mengancam hendak membunuh Rinki” ujar Abhishek yang tiba tiba muncul disana “Apakah kamu sudah gila, Abhishek ? Siapa yang mengatakan semua ini ?” tanya Raman heran, semua orang tertegun mendengar penjelasan Abhishek, mereka terperangah dan tidak percaya “Aku tidak bisa mengungkapkan kasus ini tapi tolong katakan padaku, Raman ,,, dimana kamu kemarin ?” saat itu Raman hendak mengatakannya tapi tiba tiba teringat ketika dirinya menyelamatkan Shagun diruang pendinginan 

“Aku tidak bisa mengatakannya pada Abhishek tapi apa yang akan Ishita pikirkan ? Manoj sangat mencintai Shagun, Manoj dan Ishita tidak boleh terluka hatinya” bathin Raman cemas “Aku kemarin ada meeting”, “Dengan siapa ?” tanya Abhishek lagi “Aku tidak bertemu dengan Rinki, apakah kamu akan setuju begitu saja jika ada seseorang yang mengatakan sesuatu padamu ?”, “Tapi Rinki hilang, Raman ,,, tugasku adalah mencarinya, apakah kamu mengenakan kemeja hitam dengan setelan jas celana merah maroon ?” sahut Abhishek menimpali ucapan Raman “Iya, kenapa ?”, “Saksi mata kami mengatakan hal ini” Raman mulai kesal “Apakah kamu sudah kurang waras ? Siapapun bisa mengenakan pakaian seperti itu, kenapa aku harus melakukan hal ini ?” tanya Raman kesal “Raman, katakan saja yang sebenarnya” Ishita menyela “Kamu percaya padaku kan ? Aku tidak bertemu dengan Rinki !” bentak Raman 

Akhirnya Raman pergi bersama Abhishek, Ashok menatap mereka dari kejauhan sambil tersenyum, kemudian Ashok menyuruh anak buahnya untuk memberikan paket yang dibawanya itu ke Ishita “Raman baru saja menyelamatkan Shagun, sekarang bagaimana CD ini akan mempengaruhi Ishita ? Kita lihat saja” kemudian orang suruhan Ashok segera mengirimkan paket itu kerumah keluarga Bhalla, sesampainya disana, Neelu memintanya untuk menunggu, 

Saat itu Ishita sedang menenangkan nyonya Bhalla sambil berfikir kalau ibu mertuanya ini tidak tahu tentang perselingkuhan Rinki, Neelu menemui Ishita dan memberitahu kalau diluar ada kurir yang membawa paket untuk Ishita, Ishita bergegas keluar dan menemui kurir tersebut lalu menerima paket darinya yang tidak ada nama maupun alamat pengirim, Ishita merasa heran, kemudian Ishita memutar CD yang diterimanya itu, Ishita terkejut bukan main ketika melihat Raman dan Shagun sedang berada di ruang pendingin dan Raman mulai semakin mendekat ke Shagun sambil memeluknya dan menciumnya, Ishita teringat pada ucapan Raman sambil menangis “Aku yakin pasti ada alasan dibalik semua ini, Raman tidak mungkin mengkhianati aku, tapi kenapa dia tidak mengatakannya padaku ?” Ishita kembali menangis sambil teringat akan Raman 

Nyonya Bhalla mencegah suaminya pergi ke kantor polisi “Rinki menghilang dan sekarang Raman dibawa kesana untuk diinterogasi, biar aku saja yang kesana”, “Lebih baik kita tinggal dirumah saja, seperti yang dikatakan oleh Abhishek tadi, kita pasti akan mendapat telfon dari seseorang yang meminta uang tebusan kalau Rinki diculik” ujar tuan Bhalla menimpali ucapan istrinya “Biar aku yang mengurusi Abhishek” nyonya Bhalla tetap pergi ke kantor polisi, sementara itu Ishita masih menangis sambil berkata “Raman tidak mungkin melakukan hal ini !” Ishita kemudian memutar lagi CD itu dan dilihatnya kapan rekaman ini dibuat dan ternyata jam 5 sore, dalam hati Ishita berkata “Abhishek mengira kalau Raman bertemu dengan Rinki pada jam 5 sore, ternyata Raman sedang bersama Shagun” bathin Ishita 

Di kantor polisi, Abhishek meminta Raman untuk tidak menyulitkan mereka dan menjawab pertanyaannya dengan benar “Ada masalah apa denganmu, Abhishek ?”, “Aku tahu kalau kamu berbohong, Raman !” saat itu nyonya Bhalla datang ke sana dan langsung membela Raman, nyonya Bhalla memarahi Abhishek “Raman dan Ishita bisa saja memberikan nyawa mereka dan kamu bicara seperti ini ?” bentak nyonya Bhalla, saat itu Ishita datang juga ke kantor polisi dan berkata “Abhishek, saksimu itu yang bohong sama kamu, Raman ada di suatu tempat pada jam 5 sore kemarin dan orang itu bukan Rinki” semua orang tertegun dengan ucapan Ishita, terutama Raman SINOPSIS MOHABBATEIN episode 560 by. Sally Diandra

Bagikan :