SINOPSIS MOHABBATEIN episode 558 “RINKI MENGHILANG” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 558 “RINKI MENGHILANG” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 558 “RINKI MENGHILANG” by. Sally Diandra Dirumah sakit, Raman sangat berterima kasih pada Laxmi karena telah datang sebagai malaikat, kamu telah memenuhi impian kami, apakah kamu asli orang Delhi ?”, “Aku tinggal di Delhi sejak 18 tahun yang lalu” sahut Laxmi “Dokter Manoj pasti akan tahu semuanya, lalu apa hobbymu ?”, “Aku suka menyanyi dan menjahit” Laxmi kembali menjawab pertanyaan Raman “Apakah kamu punya penyakit keturunan ?” Laxmi langsung menggeleng “Tidak ! Dokter Manoj telah melakukan semua test padaku, kamu bisa melihat hasil testnya, oh iya dokter Manoj bilang padaku tentang bayarannya”, “Meskipun banyak uang yang dikeluarkan tetaplah tidak akan cukup untuk pekerjaan seperti ini, aku ingin memberikan sebagian uangnya untuk si bayi agar dia sehat dan baik baik saja, maaf ,,, jangan merasa kesal” ujar Raman sambil memberikan uang itu ke Laxmi 

“Oh iyaa, makanan apa yang kamu suka ?”, “Aku ini seorang vegetarian” Raman merasa senang “Istriku juga tidak suka makan daging dagingan, oh iya kamu bisa menelfon dokter Manoj kapan saja kalau membutuhkan bantuannya”, “Jangan khawatir bayinya akan baik baik saja” sela Laxmi “Terima kasih”, “Nyonya Shagun bilang pdaku, kalau kamu dan istrimu adalah orang yang baik, sesuatu yang baik selalu bersama orang baik, aku merasa senang bisa menjadi sebuah jalan keluar untuk kebahagiaan kalian berdua” Raman tersenyum dan kembali mengucapkan terima kasih pada Laxmi kemudian Laxmi berlalu dari sana, kedua bola mata Raman berkaca kaca karena terharu 

Mihika menemui Abhishek dan memberitahunya kalau ponselnya Rinki mati dan Rinki tidak menemui siapapun “Abhishek, aku merasa kalau ada sesuatu yang tidak beres”, “Kalau sudah lebih dari 24 jam, kamu bisa mengisi laporan orang hilang, lalu aku akan mulai melakukan penyelidikan” sahut Abhishek “Tapi aku belum bilang ke kak Raman dan kak Ishita” ujar Mihika cemas “Kita ini keluarga, kenapa harus buang buang waktu percuma ? Mereka pasti akan mengatakan hal yang sama” ujar Abhishek 

Sementara itu dirumah sakit, Raman sedang ngobrol dengan Manoj dan Shagun, Raman kemudian memeluk Manoj dengan perasaan bahagia “Kamu harus berterima kasih juga ke Shagun, tuan Raman” Shagun langsung menyela ucapan Manoj “Tidak ! Ishita telah melakukan banyak hal padaku, selamat, Raman”, “Terima kasih, Shagun” ujar Raman, Raman lalu bertanya tentang formulir persetujuan “Aku sudah mendapatkan tanda tangan Ishita”, “Tapi belum ada tanda tanganmu, tuan Raman” Raman kemudian menandatangani formulir itu “Tidak akan ada masalah pada kelegalannya bukan ?” Manoj menggangguk mengiyakan pertanyaan Raman “Tapi bagaimana caranya kamu bisa mendapatkan tanda tangan nyonya Ishita ?”, “Aku memintanya untuk menandatangani formulir ini kalau dia percaya padaku dan dia melakukannya, aku ingin Ishita tahu tentang hal ini semua” ujar Raman senang 

Saat itu Abhishek tidak bisa melihat rekaman CCTV dengan jelas dan meminta anak buahnya untuk mengambail semua rekaman CCTV di jalan, tak lama kemudian Abhishek melihat CCTV dimana Ishita bertemu dengan Rinki malam itu di jalan “Mihika bilang kalau Rinki hilang dan disini Rinki sedang bertemu dengan Ishita, kenapa Ishita tidak menceritakan tentang pertemuannya dengan Rinki malam itu ? Sepertinya ada sebuah misteri disini” Abhishek mulai berfikir, 

Tak lama kemudian Abhishek menemui Ishita dan bertanya tentang Rinki karena Mihika mengisi laporang orang hilang, Ishita lalu meminta Abhishek untuk ikut bersamanya “Bagaimana bisa kamu tahu ?”, “Tidak ada seorangpun yang tahu kalau kamu bertemu dengan Rinki kemarin malam, kami sudah melihatnya di rekaman CCTV yang berada di luar klinikmu, katakan padaku, apa yang kamu sembunyikan ?” tanya Abhishek peuh selidik “Aku tidak bisa mengatakannya pada seluruh keluargaku, Rinki menceritakan padaku tentang masalah pribadinya” sahut Ishita “Baiklah, tidak usah menceritakan padaku tentang apa yang dia ceritakan tapi ini sudah masuk dalam kasus kepolisian, bantu aku, kita harus dimana dia berada saat ini ?”, “Dia ada di Dehradun” Ishita kemudian menelfon teman Rinki yang dikunjungi oleh Rinki malam itu, 

Ishita sengaja menekan tombol speaker agar Abhishek juga bisa mendengarnya “Maaf, aku tidak pernah bertemu lagi dengan Rinki setelah dia menikah”, “Apakah Rinki tidak sampai ke rumahmu, Nikki ?” tanya Ishita cemas “Rinki tidak datang kesini, apakah semuanya baik baik saja ?” Nikki malah balik bertanya “Iyaa baik baik saja, mungkin aku salah dengar” Ishita kemudian mengakhiri telfonnya dan berkata “Aku yang memintanya untuk pergi ke Dehradun, aku tidak tahu kalau ternyata dia tidak datang kesana”, “Masalah ini menjadi serius, kamu adalah satu satunya orang yang bertemu dengannya terakhir kali tapi kamu harus ikut denganku ke kantor polisi, maafkan aku, Ishita ,,, cobalah mengerti keadaanku” Ishita mengangguk “Aku bisa mengerti, tapi aku minta jangan katakan hal ini pada keluargaku sekarang, ini semua demi Rinki”, “Baiklah” sahut Abhishek 

Raman sedang menunggu di luar laboratorium, dokter Manoj memberitahunya kalau embrio bayinya akan siap malam ini “Hari itu akan datang, tuan Raman ,,, tenang, semua testnya akan keluar, berdoalah agar semuanya lancar” hibur Manoj “Bagaimana kalau kamu pergi ke kantor dulu dan datang lagi kesini malam nanti” Raman langsung memeluk Manoj dan berterima kasih lagi padanya kemudian pergi dari sana, ketika akan keluar dari rumah sakit, tiba tiba seorang perempuan mengajak Raman ngobrol, secara spontan Raman langsung memeluknya kemudian pergi begitu saja, perempuan itu merasa heran dan bertanya pada salah seorang perawat “Apakah pria itu baru saja menjadi ayah ?”, “Tidak, nyonya ,,, dia baru akan menjadi seorang calon ayah” ujar perawat sambil memperhatikan kepergian Raman 

Di kantor polisi Abhishek bertanya pada Ishita tentang Rinki “Abhishek, kamu harus menemukan Rinki secepatnya”, “Apa yang Rinki katakan pada malam itu ? Kamu bisa mengatakannya padaku, agar kita bisa mendapatkan petunjuk” ujar Abhishek “Tapi aku tidak bisa mengatakannya pada Raman ataupun keluargaku, bagaimana bisa aku menceritakannya padamu ?”, “Ini penting, Ishita ,,, tolong bantu aku” pinta Abhishek “Coba kamu telfon Raman” ujar Ishita, Abhishek langsung melacak ponsel Ishita dan menunjukkan sms Ishita ke Rinki di ponsel itu “Kalalu kamu bohong, hasilnya tidak akan baik, Ishita”, “Iyaa aku memang mengirimkan sms ini tapi ,,,” Ishita merasa ragu ragu “Ishita, kebungkamanmu ini akan melawan dirimu sendiri”, “Aku tidak akan mengatakan apa apa !” teriak Ishita sambil meminta Abhishek untuk menelfon Raman, 

Abhishek akhirnya menelfon Raman “Raman, Rinki hilang”, “Apa Rinki hilang ? Lalu kamu mencurigai Ishita, Ishita bahkan rela mati demi keluargaku, Abhishek !” bentak Raman “Bagaimana aku bisa mendapatkan petunjuk kalau Ishita tidak mau mengatakan apa apa padaku ?”, “Abhishek, aku harus ngobrol dengan Raman secara pribadi” pinta Ishita “Ishita, kamu harus mengatakannya, karena kamu dicurigai”, “Raman, aku mohon secara pribadi” pinta Ishita “Abhishek, berikan kami waktu untuk ngobrol sebentar” akhirnya Abhishek meninggalkan ruangan itu, kemudian Ishita menceritakan pada Raman tentang perselingkuhan Rinki dengan pria lain, Raman kaget dan tidak percaya 

Ashok memberikan sejumlah uang pada informannya yang berada dikantor polisi dan bertanya padanya tentang kabar baru apa lagi yang dimilikinya “Tuan, Rinki , adiknya Raman menghilang, Raman dan Ishita sedang diiterogasi oleh inspektur Abhishek” ujar informan itu yang notabene adalah polisi juga “Baiklah, pergilah sana”, “Ashok, kamu telah membuat sebuah rencana besar untuk membunuh Ishita, kemudian menunjukkan CD ini untuk menyalahkan Raman dan Shagun tapi gagal semua, sudah lupakan semuanya dan fokus pada pekerjaanmu saja” ujar Suraj cemas “Suraj, kamu ini tidak mempunyai tujuan yang pasti, kabar buruk utuk keluarga Bhalla adalah kabar baik untukku, kamu ini terlihat tidak seperti yang aku harapkan, lihat saja bagaimana aku mengubah keadaannya berada di pihakku, lihat bagaimana aku memanfaatkan CD ini, ini adalah kartu AS-ku, Suraj” ujar Ashok senang “Apa itu ? Katakan padaku kalau hal itu sensitif” ujar Suraj, 

Kemudian Ashok menelfon Abhishek “Aku sedang sibuk, tuan Ashok ,,, aku tidak ingin buang buang waktu”, “Aku mempunyai informasi tentang kasus yang sedang membuatmu sibuk, aku tahu tentang Rinki, dimana Raman tidak mengatakannya padamu, datang dan temui aku di rumahku, jangan katakan hal ini pada Raman, kalau kamu bilang sama dia, maka aku tidak bisa memberikan kamu informasi ini” ujar Ashok senang “Baiklah, aku akan datang” ujar Abhishek SINOPSIS MOHABBATEIN episode 559 by. Sally Diandra

Bagikan :