SINOPSIS MOHABBATEIN episode 554 “CIUMAN PENYELAMAT” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 554 “CIUMAN PENYELAMAT” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 554 “CIUMAN PENYELAMAT” by. Sally Diandra Ishita sedang membuat rencana untuk membelikan kain saree berwarna hijau untuk semua orang untuk perayaan hari Ganesh ustav di tempatnya Pammi, dengan begitu mereka mempunyai warna yang sama sehingga mudah untuk mengaturnya disana, Ishita kemudian menelfon Rinki untuk memberitahu dirinya tapi Rinki tidak mengangkat telfon Ishita, Simmi lalu memberitahu Ishita soal Rinki, namun saat itu Ishita mendapat telfon dari klinik dan meminta Simmi untuk menceritakan soal Rinki pada nyonya Bhalla dulu dan bergegas pergi meninggalkan Simmi, sementara itu Shagun mulai tidak enak badan di ruang pendingin, Raman memintanya untuk tenang karena dia ada disana bersamanya, kemudian Raman menutupi tubuh Shagun dengan jasnya, 

Saat itu Ashok dan Suraj melihatnya secara langsung melalui CCTV “Shagun, Shagun ,,, kenapa kamu melakukan hal ini ? Kamu telah melawan aku dan sekarang aku harus melakukan hal ini padamu, lalu apa yang akan Ishita pikir kalau dia tahu kamu bersama Raman disebuah ruangan yang sama yang terkunci ?” ujar Ashok senang, di ruangan pendinginan, Raman juga merasa kedinginan “Raman, rasanya aku akan mati, aku tidak bisa lagi” Raman langsung berteriak membangunkan Shagun yang mulai terkulai lemas karena kedinginan, Ashok dan Suraj yang melihat melalui CCTV merasa semakin senang “Sandiwara ini menjadi semakin menarik daripada serial film ditelevisi”, “Ashok, jika terjadi sesuatu pada Shagun, kamu pasti akan dipenjarakan !” sahut Suraj cemas 

“Tenang, santai saja ,,, semuanya sudah diatasi, aku akan menurunkan lagi suhu ruangannya” kemudian Ashok menyuruh anak buahnya untuk menurunkan lagi temperatur udara diruang pendingin itu, di dalam ruang pendingin, Raman meminta Shagun untuk tidak menutup matanya, Raman lalu mulai membuat agar Shagun kembali bangun dengan menghangatkan tangannya sambil mengajaknya bicara soal Adi dan Ruhi “Shagun, apakah kamu baik baik saja ? Tetaplah buka matamu !”, “Terima kasih, Ishita ,,, anak anak baik baik saja bukan ?” Shagun mulai meracau “Iyaaa mereka baik baik saja tapi Ishita kehilangan bayinya karena aku”, “Tidak, Raman ,,, ini bukan kesalahanmu” ujar Shagun sambil menahan dinginnya udara diruangan itu, Raman kemudian berteriak lagi meminta tolong 

Sementara itu Ishita menemui Rinki dan dilihatnya ada seseorang yang baru saja meninggalkan Rinki “Rinki, apakah ada seseorang yang datang kesini ?”, “Tidak, kak ,,, kamu tahu kan kalau aku tinggal sendirian disini” saat itu Ishita melihat ada beberapa piring yang berisi makanan “Rinki, apakah Mihir sudah pulang ?”, “Belum, kak ,,, kamu juga belum ah kan ?” dilihatnya lagi ada sebuah botol wine “Rini, siapa yang minum botol wine ini ?”, “Aku yang meminumnya, kak” sahut Rinki gugup “Baiklah, tapi disiang hari bolong begini dan ada dua gelas”, “Kakak, aku sangat merindukan Mihir, itulah mengapa aku membuat dua gelas” Rinki mulai cari alasan “Apakah kamu merasa kesepian, kamu bisa datang kerumah dan tinggal bersama kami, oh iya kamu harus datang malam nanti, kita semua akan pergi kerumahnya bibi Pammi” ujar Ishita sambil melirik ke arah gelas dan bertanya lagi 

“Kenapa bekas lipsticknya hanya berada pada satu gelas saja ?”, “Kenapa kakak bertanya terus sedari tadi ?” sela Rinki kesal “Karena aku merasa kamu sedang menyembunyikan sesuatu” balas Ishita “Aku rasa kakak harus tetap pada batasannya sebagai seorang kakak ipar”, “Aku tetap berada pada batasanku, itulah mengapa aku bertanya dengan sopan, jika itu adalah Raman, dia pasti akan menjewer telingamu” Rinki hanya terdiam dengan perasaan tidak suka “Aku hanya ingin menjelaskan padamu, Rinki ,,, saat ini kamu adalah istri seseorang, kamu seharusnya tahu batasanmu, aku hanya ingin menunjukkan jalan yang benar, aku selalu ada bersamamu” Rinki hanya terdiam “Oh iya, aku baru saja membeli kain saree hijau ini, datanglah ke tempat bibi Pammi untuk perayaan Ganesh utsav, warna hijau adalah dress code-nya, datanglah kesana yaaa” pinta Ishita, dalam hati Rinki berharap Ishita tidak menceritakannya pada Raman 

Di dalam ruang pendingin, Raman meminta Shagun untuk membuka matanya karena dilihatnya Shagun mulai terkulai lemas hingga akhirnya Shagun pun pingsan, Raman langsung merengkuhnya sangat dekat dan memeluknya, sementara Ashok masih terus menikmati apa yang dilakukan oleh Shagun dan Raman didalam sana “Klimaks filmnya baru saja dimulai” ujar Ashok senang, saat itu anak buah Ashok masuk dan memberitahu kalau Abhishek datang, Abhishek langsung masuk ke dalam ruang kerja Ashok, Ashok terkejut setengah mati “Apa yang bisa aku bantu ?” tanya Ashok gugup “Aku mendapat informasi tentang aktifitas ilegal yang diadakan disini” Ashok segera menutup layar laptopnya sambil berkata “Aku tidak tahu apa apa”, “Ini tentang tenaga kerja anak anak” Ashok berusaha tenang 

“Pabrik itu bukan atas namaku”, “Baiklah, aku ingin mengeceknya sekarang juga” Abhishek bergegas pergi dari sana, Ashok dan Suraj sangat cemas dan gelisah, saat ini Raman melepas kancing kemejanya dan menutupi tubuh Shagun dengan kemejanya itu, sedangkan diruang kerja Ashok “Abhishek, kenapa kamu membuang buang waktuku !” gumam Ashok kesal Abhishek lalu meminta kunci ruangan pendingin atau Abhishek yang akan mendobrak pintunya, Ashok akhirnya memberi kunci ruang pendingin itu, tepat pada saat itu Abhishek mendapat telfon dari komandannya yang memintanya untuk pulang ke kantor polisi segera karena pak Menteri akan datang “Baik, pak ,,, kami akan datang !” kemudian Abhishek memberitahu Ashok kalau dia akan mengeceknya nanti, lalu Abhishek pun pergi dari sana, Ashok merasa lega dan berkata “Rencananya akhirnya berjalan dengan baik, kalau tidak ,,,”, “Aku yang meminta komandan Abhishek untuk menelfon Abhishek” sela Suraj “Terima kasih, Suraj”, “Ayoo sudah keluarkan Raman dan Shagun dari sini cepat !” pinta Suraj cemas “Tunggu dulu, Suraj ,,, filmnya baru saja mulai” balas Ashok senang 

Didalam ruang pendingin, Raman melihat Shagun mulai tidak bernafas lagi, Raman segera memberikan bantuan nafas buatan melalui bibir Shagun atau CPR, Suraj yang melihatnya melalui CCTV berkata “Ashok, lihat Raman sedang memberikan CPR pada Shagun, kalau sampai Shagun mati, kamu akan ditahan ! Hentikan sekarang !” namun Ashok tetap saja tidak menggubris permintaan kakaknya “Aku bisa melihat ada cinta diantara mereka, lihat saja” tepat pada saat itu Manoj masuk ke ruangan Shagun dan langsung bertanya padanya “Dimana Shagun ? Katakan dimana dia ! Katakan padaku dimana alamatnya !” bentak Manoj

“Dia tidak ada disini, kamu benar benar salahpaham” ujar Ashok santai “Aku akan menelfon polisi !”, “Silahkan ! Pergi saja sana !” ujar Ashok kesal “Aku akan memberitahu polisi tentang hal ini” Manoj segera pergi meninggalkan Ashok dengan perasaan kesal, begitu Manoj pergi, Suraj kembali memberitahu Ashok “Ashok, kalau polisi datang dan menemukan Raman dan Shagun, ini akan menjadi masalah besar, naikkan suhu ruangannya dan keluarkan mereka segera !”, “Baiklah, aku akan menyimpan rekaman ini dulu” Ashok kemudian menyimpannya sambil berkata “Ini sangat penting, kita akan pergi sekarang” ujar Ashok 

Ishita sedang ngobrol dengan pasiennya dan mulai mengecek kondisi giginya dengan cara menghiburnya dengan kata kata yang menenangkan, kemudian Ishita bicara dengan ibunya tentang kondisi gigi si anak, sementara itu di dalam ruang pendingin, Raman bergumam “Sepertinya ada orang diluar sana” Raman bergegas mengecek pintu keluarnya “Pintunya terbuka rupanya” Raman buru buru mengangkat Shagun dan bergegas keluar dari sana, saat itu Suraj bertanya pada Ashok “Ashok, apa yang ingin kamu lakukan dengan CD itu ?”, “Kita akan mengirimkan CD ini yang berisi rekaman Raman dan Shagun tadi ke Ishita, kita tahu kalau itu adalah CPR tapi Ishita ,,, dia akan melihatnya sebagai sebuah ciuman” ujar Ashok senang “Ishita sangat percaya pada Raman dan Raman juga akan mengatakan yang sebenarnya padanya maka Ishita pasti akan setuju dengan suaminya itu”, 

“Tapi Ishita pasti tidak akan bisa memahami begitu melihat suaminya bersama mantan istri suaminya itu, CD ini akan membawa sebuah badai dalam kehidupan Raman, tidak ada seorangpun yang akan percaya pada Raman, tidak keluarga bahkan polisi, tidak ada seorangpun ! Karena semua orang akan menemukan mayat Ishita kemudian” Suraj tertegun “Mayat Ishita ?”, “Iyaaa !” Ashok mengangguk senang “Aku sudah merencanakan pembunuhan terhadap Ishita dan CD ini akan menjadi sebuah bukti rencana bodohnya”, “Kamu memang sudah kurang waras, Ashok ,,, kita ini seorang pengusaha, bukan penjahat” sela Suraj heran “Ishita sudah sangat menyusahkan kita selama ini, rencana ini akan menghancurkan Ishita, Raman dan Shagun”, “Ini tidak benar, Ashok” saat itu Ashok mendapat telfon dari seseorang “Baiklah, aku akan mengirimkan detailnya dan bayarannya juga, perempuan itu bernama Ishita Bhalla” setelah menutup telfonnya Ashok bergumam “Raman Bhalla, kisahmu akan berakhir” gumam Ashok SINOPSIS MOHABBATEIN episode 555 by. Sally Diandra

Bagikan :