SINOPSIS MOHABBATEIN episode 551 “PROGAM IBU PENGGANTI” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 551 “PROGAM IBU PENGGANTI” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 551 “PROGAM IBU PENGGANTI” by. Sally Diandra Ishita sedang ngobrol dengan Pathak di telfon dan meminta Pathak untuk menemuinya di kliniknya tapi jangan memberitahu Raman soal ini, Raman lalu menemui Ishita dan bertanya “Apakah kamu mau pergi ke klinik ? Aku baru saja membuat rencana untuk kencan makan siang dengan kamu”, “Aku ada pertemuan dengan Varun Dhawan” sahut Ishita “Kalau begitu aku akan mengantar kamu ke klinik” kemudian Raman dan Ishita segera pergi dari sana, tak kemudian Raman menandatangani sebuah berkas dan meminta Abhishek untuk menghukum Chand “Aku tidak berdaya tidak bisa menghukum Ashok, dia itu orang yang murahan, dia juga telah merusak rumah tanggaku, menyakiti Ishita dan anak anak dan sekarang aku telah kehilangan bayiku, aku berharap aku tidak berhubungan dengannya lagi tapi beberapa orang ada disana yang menjadi bagian kehidupan yang tidak diinginkannya” ujar Raman kesal “Tidak usah cemas, Raman” rupanya tanpa sepengetahuan mereka, Shagun mendengar pembicaraan mereka berdua, kemudian berlalu dari sana “Raman, aku pasti akan mengurusi semuanya” ujar Abhishek, 

Raman bergegas keluar dari sana, tiba tiba Shagun menghentikannya dan meminta maaf pada Raman, mereka berdua lalu ngobrol bersama, Shagun menyalahkan dirinya atas semua yang terjadi “Shagun, ini semua bukan karena kamu”, “Terima kasih, Raman ,,, dan maafkan aku sekali lagi” kemudian mereka berdua saling berjabat tangan “Aku harus pergi”, “Ishita pantas mendapatkan semua kebahagiaan, Raman ,,, aku tahu kalau kamu pasti akan selalu membuatnya bahagia” sahut Shagun, kemudian Raman berlalu dari sana 

Saat itu Shagun mendapat telfon dari Pathak dan Pathak memberitahu Shagun kalau dia baru saja bertemu dengan Ishita dan Pathak meminta bantuan Shagun “Aku bisa melakukan apa saja untuk membantunya” kemudian Shagun janji bertemu dengan Pathak disuatu tempat, sementara itu Raman mendatangi klinik Ishita dan menunggu Ishita yang saat itu sedang sibuk dengan pasiennya, disana Raman mendengar orang orang membicarakan tentang Ishita yang telah kehilangan bayinya dengan menyelamatkan keluarganya “Dokter Ishita akhirnya mengandung juga setelah melalui begitu banyak kesulitan tapi sekarang dia telah kehilangan bayinya” gunjing mereka, 

Raman langsung memarahi mereka yang telah bergosip tentang Ishita dan dirinya, Ishita menghampiri mereka dan menghentikan kemarahan Raman “Raman, kita seharusnya tidak usah mempedulikan gunjingan mereka”, “Baiklah, sekarang kamu duduk disini bersama mereka” ujar Raman lalu membuat mereka mentertawakan diri mereka sendiri “Raman, bukannya kita akan makan siang bersama ?”, “Tidak jadi, aku tidak jadi makan siang” Raman bergegas pergi dari sana, Ishita merasa sedih dan berkata dalam hati “Aku harus bisa membuat Raman merasa lebih baik, aku harap Pathak bisa melakukan sesuatu” bathin Ishita 

Dokter Manoj menemui Raman dikantornya “Dokter Manoj, aku ingin Ishita mempunyai bayi lagi karena banyak orang yang menghinanya kalau dia itu mandul dan tidak bisa mempunyai anak”, “Itulah mengapa aku datang kesini, tuan Raman ,,, ada sebuah cara yang bisa membuatnya menjadi seorang ibu” Raman kaget mendengar ucapan dokter Manoj “Kamu serius ? Bagaimana caranya ?” tanya Raman penasaran, dokter Manoj lalu memberitahu Raman tentang program ibu pengganti “Ini adalah satu satunya cara yang kita punyai sekarang”, “Itu artinya bayiku dan Ishita ,,,” tanya Raman bingung “”Itu artinya si bayi akan di kandung dalam rahim wanita yang lain, tehnik ini sudah terkenal sekarang, tuan Raman” jelas dokter Manoj

“Tapi aku ingin membuat Ishita bahagia dengan mengandung bayinya” pinta Raman “Menjadi seorang ibu adalah pengalaman yang menguras emosi juga fisik, kita akan menaruh telur Ishita yang subur yang telah dibuahi di dalam rahim wanita yang lain tapi itu tetap menjadi bayi kalian” jelas dokter Manoj “Tapi siapa yang akan melakukan ini semua ?”, “Ada banyak wanita yang mau melakukan hal ini, dia akan terikat secara hukum dengan kalian berdua dan akan di adakan cek up setiap waktu” ujar dokter Manoj “Aku akan coba bicara dengan Ishita dulu tentang hal ini, aku tidak tahu bagaimana dia akan bisa menerima keadaan ini” kemudian dokter Manoj keluar dari ruangan Raman, Raman mulai berfikir 

Shagun akhirnya bertemu dengan Pathak dan mulai membicarakan tentang perasaan bersalah Raman “Rasa bersalahnya akan hilang kalau Ashok bisa di penjara, Ishita ingin beberapa bukti untuk menjebak Ashok dan menghukumnya, mungkin kamu bisa membantu kami, aku tidak mengatakan hal ini dengan Ishita kalau aku bertemu denganmu” Shagun akhirnya setuju untuk membantu Ishita “Pathak, tidak perlu mengatakan pada Ishita kalau aku ikut membantu, kelemahan Ashok adalah bisnisnya” ujar Shagun sambil menceritakan tentang beberapa pabrik 

“Aku yakin kalau Ashok telah menjalankan bisnis yang ilegal” ujar Shagun, tak lama kemudian Pathak memberitahu Ishita tentang Ashok yang menggunakan tenaga anak anak dengan membayar buruhnya dengan murah “Ashok itu memang orang murahan”, “Kita akan melakukan sesuatu, Ishita” ujar Pathak, saat itu Raman sedang dalam perjalanan dan teringat pada ucapan Manoj, akhirnya ketika sampai dirumah, Raman merasa bimbang “Apakah Ishita akan setuju dengan program ini ?” Raman mulai memikirkannya dengan serius “Aku akan mencoba untuk meyakinkan Ishita” gumam Raman 

“Memangnya apa masalahnya, Raman ? Aku tahu apa itu artinya ibu pengganti tapi kita sudah mempunyai Ruhi dan Adi, aku mengerti dan aku bahagia, aku tidak ingin anak lagi, aku tahu kalau kita bermimpi untuk mendapatkan seorang anak, hal itu bisa terjadi kalau  Dewa menginginkannya” ujar Ishita “Baiklah, bagaimana kalau kita menghadiri pesta bisnis kolegaku ?”, “Aku tidak bisa ikut, Raman ,,, aku harus bersama anak anak, sekali kali kamu pergi ke pesta tanpa istrimu tidak apa apa kan ? Tapi ingat kamu harus memakai sepatu yang bersol tinggi untuk menggoda para gadis disana”, “Siapa yang bilang kalau menggoda seorang gadis bisa terjadi hanya dengan berdiri saja ?” Ishita tertawa mendengar jawaban Raman kemudian berlalu dari sana, Raman kemudian bergumam sambil memperhatikan kepergian Ishita “Aku bisa melihat dengan jelas penderitaanmu, Ishita ,,, impian kita akan segera menjadi kenyataan” gumam Raman 

Simmi mendatangi sebuah cafe bareng Ananya dan melihat Rinki juga ada disana “Mungkin Rinki sedang ngobrol dengan Mihir” gumam Simmi yang kemudian ikut bergabung dengan Rinki “Rinki, kenapa kamu nggak pulang kerumah ?”, “Aku sedang sibuk kuliah, kak ,,, dan aku juga sedang mengurusi pengendalian hama di rumahku” ujar Rinki “Mihir pasti kangen sama kamu, jadi kamu chatting sama dia sekarang” Rinki tidak menjawabnya karena saat itu Rinki mendapat sms dari seseorang dan berkata ke Simmi “Maaf, kak ,,, aku ada kuliah tambahan, aku pergi dulu” Rinki bergegas pergi dengan terburu buru, 

Simmi merasa heran “Rinki kok jadi aneh sekarang ?” tepat pada saat itu Mihir menelfon Simmi “Apakah Rinki yang bilang ke kamu untuk menelfon aku ?” tanya Simmi heran “Aku kangen sama masakan buatanmu, Simmi” ujar Mihir sambil bertanya soal Rinki, Simmi jadi semakin heran “Rinki sedang pergi, katanya ada kuliah tambahan”, “Baiklah, tidak lama lagi aku akan pulang, aku sudah membeli banyak hadiah untuk Ananya dan tolong bilang sama Rinki kalau aku meninggalkan pesan untuknya” ujar Mihir, dalam hati Simmi jadi semakin tidak mengerti “Lalu dengan siapa tadi Rinki chatting ? Kenapa dia bohong sama aku ?” bathin Simmi heran 

Raman akhirnya mendatangi pesta bisnis koleganya dan pak Menteri mengajaknya ngobrol soal insiden bis kemarin “Keluargaku baik baik saja, pak Menteri” salah seorang tamu berkata “Aku ingin sekali bertemu dengan istrimu, tuan Raman ,,, dan aku kagum dengan keberaniannya”, “Tadinya dia ingin datang tapi dia harus berada dirumah untuk mengawasi anak anak belajar” sahut Raman “Kamu benar benar beruntung, tuan Raman ,,, karena kamu bisa mendapatkan istri seperti dia” puji orang itu, Raman hanya tersenyum SINOPSIS MOHABBATEIN episode 552 by. Sally Diandra

Bagikan :