SINOPSIS MOHABBATEIN episode 545 “MANOJ MEMBELA SHAGUN” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 545 “MANOJ MEMBELA SHAGUN” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 545 “MANOJ MEMBELA SHAGUN” by. Sally Diandra Raman langsung memarahi Shagun begitu melihatnya ada dirumah sakit   “Kamu tahu kan kalau Ishita sedang hamil, jadi kamu datang kesini untuk menyakitinya disini, kamu juga telah melakukan kecelakaan padanya !” saat itu dokter Manoj datang dan meminta Raman untuk berhenti memarahi Shagun “Dokter, kamu itu tidak kenal siapa dia !”, “Aku sangat mengenalnya dengan baik, tuan Raman” sela dokter Manoj “Tapi kamu tidak kenal dia dengan baik ! Dia ini perempuan yang jahat yang bisa melakukan apapun demi uang ,,,” dokter Manoj langsung menyela ucapan Raman “Dia bekerja di LSM perempuan sekarang, Shagun telah menyelamatkan banyak perempuan, jadi aku tidak bisa toleransi kalau kamu berkata kata buruk tentangnya” Shagun hanya terdiam mendegar pembicaraan mereka, karena Raman membantah dan mengajak dokter Manoj bertengkar 

“Tuan Raman, kamu tidak tahu kenyataan yang sebenarnya sekarang, jangan salahkan dia !”, “Aku sangat tahu kenyataan yang sebenarnya tentang dirinya, dokter Manoj !” ujar Raman marah “Apa yang kita lihat kadang itu tidak benar, tuan Raman ,,, Shagun memang bekerja di LSM perempuan dan dia juga telah memenjarakan para wanita penghibur dan pria hidung belang, dia datang kesini untuk sebuah proyek yang ditanganinya disini”, “Manoj, sudahlah hentikan !” sela Shagun “Biarkan aku mengatakannya, Shagun” kemudian dokter Manoj memberitahu Raman kalau sebenarnya Shagun sangat ingin Ishita hamil “Shagun sangat senang dan gembira begitu tahu istrimu hamil, dia berdoa untuk nyonya Ishita siang dan malam, ketika dia tahu nyonya Ishita adalah pasienku, Shagun memintaku untuk melakukan usaha semaksimal mungkin yang terbaik yang bisa aku lakukan, tuan Raman” Raman hanya terdiam dan tidak percaya 

“Itu adalah idenya yang menyuruhku untuk datang kerumahmu, bukalah matamu, dia bukan lagi orang yang kamu bicarakan sedari tadi, dia adalah perempuan yang luar biasa, masa lalunya tidaklah penting saat ini, yang terpenting adalah bagaimana dia sekarang” dokter Manoj mencoba membuat Raman mengerti tentang perubahan dalam diri Shagun “Aku tidak tahu bagaimana sejarah kalian berdua, yang aku tahu dia hanya ingin kebaikan untuk nyonya Ishita, istrimu” dalam hati Raman mulai berfikir kalau Shagun saat ini telah benar benar berubah “Lalu siapa yang ingin menyakiti Ishita ?” bathin Raman heran 

Mantan sopir Ashok yang bernama Shyam atau Chand Mishra meminta Ashok untuk memberikan uang yang dijanjikannya, namun Ashok malah memarahinya “Tuan Ashok, anda harus menyelamatkan anakku !”, “Pergi saja kamu dari sini ! Uang apa ? Menyelamatkan apa ? Pekerjaanmu saja tidak becus !” bentak Ashok sambil mendorong Shyam keluar dari ruang kerjanya “Aku tidak akan mengampuni kamu, tuan Ashok !” Ashok langsung menghajarnya dan berkata “Jangan berani beraninya kamu datang kesini lagi ! Pergi sana !” bentak Ashok, 

Sementara itu Raman memberitahu Ishita kalau Shagun ingin kehamilannya ini berjalan dengan baik “Saat ini Shagun bekerja untuk LSM perempuan” sela dokter Manoj “Aku sangat bahagia untuknya, akhirnya dia merubah sikap dan hidupnya dan juga yang lainnya” ujar Ishita tulus “Raman, kamu harus mengantar aku ke klinik”, “Tapi aku ada pertemuan dikantor, Ishita” sahut Raman “Aku harus bicara dengan dokter Batra, kenapa dia tidak mengambil pertemuan para pasienku ?” Raman lansung menggeleng “Tidak ! Kita akan langsung pulang ke rumah” namun Ishita bersikeras dan bertanya “Apakah kamu menyembunyikan sesuatu ?”, “Aku yang memperingati dokter Batra dan meminta padanya agar dia tidak memberikan kasus pasien apapun padamu” akhirnya Raman mengaku “Raman, aku tahu kalau kamu ini sangat peduli pada bayi kita tapi aku akan depresi kalau berada dirumah terus selama 9 bulan, bawa aku ke klinik” pinta Ishita, akhirnya Raman setuju 

Dirumah keluarga Bhalla, Simmi meminta Neelu untuk mengambilkan obat, saat itu rupanya Neelu sedang sibuk dan Lata, si pembantu baru yang membantu Simmi, Neelu terlihat kesal dan tidak suka, sementara itu Shagun bertanya pada dokter Manoj “Manoj, kenapa kamu malah membelaku di depan Raman ?”, “Aku melakukan ini semua untuk kamu, Shagun ,,, aku tidak bisa terima mendengar Raman berkata buruk tentang kamu” sahut dokter Manoj “Seharusnya kamu tidak usah ikut campur dalam urusanku dengannya”, “Iyaaa aku ini memang bodoh, tapi aku merasa aku ini sesuatu buatmu” Shagun tertegun “Manoj, sudah ! Pembicaraan kita sampai disini saja karena tidak ada hubungan apa apa diantara kita berdua, mungkin ini adalah kesalahan terbesar dengan menjalin pertemanan denganmu” Shagun bergegas pergi meninggalkan dokter Manoj 

Dirumah keluarga Bala, Sarika sedang mencari Lata “Dimana Lata ? Dia ada disini demi aku”, “Lata sedang bebas tugas jadi aku menyuruhnya untuk pergi jalan jalan, aku tidak tahu kalau kamu membutuhkan dia” sela Simmi “Ya sudah biarkan saja, tidak usah dibuat masalah, aku ini sudah hampir terlambat, aku akan pergi dulu” ujar Sarika, nyonya Bhalla hanya memperhatikan mereka dari kejauhan, malam harinya nyonya Bhalla memberikan sebuah pengumumman “Semua hal yang baik dan kebahagiaan berada di rumah kita, aku sudah bilang sama Pammi dan memesan sebuah bis, kita akan pergi besokk dan mengunjungi kuil” Ishita menyela ucapan ibu mertuanya 

“Ibu, tapi aku ada pasien besok, dia menderita sakit gigi”, “Tidak ! Kita akan pergi bersama sama” Sarika juga ikut menyela ucapan nyonya Bhalla “Aku juga ada kuliah besok, ibu ,,, jadi aku tidak bisa ikut” namun nyonya Bhalla bersikeras meminta seluruh anggota keluarganya ikut tanpa terkecuali, saat itu Ishita mendapat telfon dan berkata pada yang lain setelah menutup telfonnya “Untung saja, anak itu sudah tidak apa apa sekarang, jadi kita bisa pergi”, “Mata Rani telah memanggil kita, kita akan pergi bersama sama” ujar nyonya Bhalla senang 

Keesokan harinya, seluruh keluarga masuk ke dalam bis, ternyata Chand Mishra, orang suruhan Ashok yang bernama Shyam yang menjadi supirnya, Adi memperhatikan Chand, sepertinya Adi pernah melihatnya, entah dimana, Chand Mishra sendiri teringat pada anaknya, saat itu Chand Mishra kehilangan anaknya, dokter memberitahu Chand kalau anaknya perlu menjalani operasi, istrinya menangis dan berkata “Anak kita sudah meninggal” Chand sangat geram dan berkata “Ashok Khanna kamu telah merenggut semuanya dari aku, maka aku akan merenggut semuanya dari kamu !” kemudian Chand Mishra melirik ke arah Adi dan teringat betapa Ashok sangat menyayangi Adi, dalam hati Chand berkata 

“Ashok juga akan menangis untuk anaknya, dia tidak akan bisa melihat Adi lagi” bathin Chand geram, sementara itu istrinya Mishra pergi ke kantor polisi dan memberitahu Abhishek kalau Mishra hendak melakukan sesuatu yang buruk setelah anak mereka meninggal “Lalu dimana Chand sekarang ?”, “Aku tidak tahu dimana dia, dia tidak kembali sejak semalam” ujar istrinya Chand “Apa yang bisa kita lakukan ?” tanya Abhishek cemas “Ashok Khanna ! Mishra akan merenggut sesuatu dari Ashok, Mishra sangat marah, hentikan dia pak polisi !” Abhishek sangat cemas mendengar penjelasan dari istrinya Mishra 

Di dalam bis, Mishra masih terus saja menatap kearah Adi, kemudian bis pun berangkat, sementara itu Ashok bertemu dengan Abhishek dan memberitahunya tentang Mishra “Iyaaa dia memang mantan sopirku dulu, kenapa dia mau menyakiti aku atau orang yang aku sayangi ?”, “Anaknya meninggal dan istrinya memberitahu aku kalau dia akan merenggut sesuatu dari kamu” ujar Abhishek cemas “Mungkin saja dia mabuk dan jatuh disuatu tempat, tidak usah khawatir, santai saja” Abhishek kemudia pergi dari tempat Ashok, begitu Abhishek pergi, Ashok bergumam pada dirinya sendiri “Aku tahu apa yang dimaksud oleh Mishra, dia mengira kalau Adi itu dekat denganku, dia mengira kalau aku terkait dengan Adi karena aku menyayanginya, dia tidak tahu kalau aku sama sekali tidak menyayangi Adi, kasihan Adi, dia yang terjebak sekarang, tapi biar saja, kita lihat saja bagaimana Raman akan menyelamatkan anaknya kali ini” gumam Ashok senang SINOPSIS MOHABBATEIN episode 546 by. Sally Diandra

Bagikan :