SINOPSIS MOHABBATEIN episode 534 “PESTA PERNIKAHAN ROMI & SARIKA” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 534 “PESTA PERNIKAHAN ROMI & SARIKA” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 534 “PESTA PERNIKAHAN ROMI & SARIKA” by. Sally Diandra Ishita dan Ruhi sedang melakukan ritual di Mata Ki Chowki dan teringat kenangan mereka satu tahun yang lalu, mereka semua kemudian menyanyikan lagu pujian Jai Mata Di, sementara itu dokter Manoj sedang melakukan test kesuburan milik Ishita, keesokan harinya, seluruh keluarga Bhalla dan keluarga Iyer sedang bersiap siap untuk melangsungkan pernikahannya Romi dan Sarika, tuan Bhalla meminta Raman untuk menyuruh Romi mengenakan pakaian pengantinnya, Ishita lalu mengoleskan titik hitam di belakang telinga Romi, Pammi mengajak Romi bercanda dan semua orang tertawa, orang orang penabuh kendang datang dan mereka semua menari nari dengan di iringi suara kendang tersebut, 

Saat itu dokter Manoj menelfon Ishita namun Ishita tidak mengangkatnya karena sedang sibuk dengan keluarganya, dokter mencoba untuk menelfon Ishita lagi, Ishita akhirnya menyadari kalau ada telfon yang masuk dan segera mengangkatnya sambil berjalan ke kamar “Maafkan aku, dokter Manoj ,,, hari ini pernikahan adik iparku, oh iya bagaimana dengan hasil testnya ?”, “Hasil testmu sudah keluar, aku tahu kalau kesempatan kehamilanmu sangat tinggi tapi rahimmu tidak cukup kuat dan juga tidak siap untuk sang janin nanti, cukup sulit bagimu untuk mengandung, dokter Ishita” ujar dokter Manoj

Ishita langsung menangis begitu mendengar penjelasan dokter Manoj, dokter Manoj segera mengakhiri telfonnya, sementara itu ponsel yang dibawa oleh Ishita jatuh ke bawah, sedangkan seluruh keluarga sedang bersuka cita sambil menari nari dengan kendang dan mulai menyiapkan iring iringan pengantin untuk Romi, Ishita masih menangis di kamarnya, Raman bertanya pada Rinki tentang Ishita, Rinki tidak tahu dan berkata “Mungkin dia sedang pergi untuk membeli beberapa perlengkapan pemujaan lainnya, kak” tuan Bhalla menyela ucapan Rinki “Kita akan terlambat, waktu terbaiknya hampir tiba” kendang itupun berhenti 

Sementara itu Shagun bertanya pada dokter Manoj tentang kesempatan untuk Ishita menjadi seorang ibu, ketika dokter Manoj memberitahu Shagun soal hasilnya yang negatif, Shagun langsung menangis dan prihatin untuk Ishita “Manoj, aku rasa kamu harus bisa melakukan sesuatu untuknya, Ishita tidak pantas menerima semua ini” dokter Manoj berusaha menenangkan Shagun, kemudian Shagun bergegas pergi ke kamarnya, dokter Manoj merasa heran “Rupanya Ruhi sangat peduli pada Ishita, dia tidak ingin agar aku memberitahu Raman dan Ishita tentang dirinya, sepertinya ada sebuah sejarah diantara mereka” dokter Manoj mulai bertanya tanya 

Ishita akhirnya keluar dari kamarnya dan ikut menghadiri pesta pernikahan Romi dan Sarika sambil berusaha tersenyum, Ishita mendengar pembicaraan Ruhi dan Shravan “Aku beruntung bisa menghadiri pernikahan orangtuaku”, “Tapi aku yang mempunyai adik bayi” balas Shravan tidak mau kalah “Aku juga akan mendapatkannya nanti, ibu Ishi akan membawakannya untukku, tanya saja sama dia !” sahut Ruhi, Ishita menangis mendengar pembicaraan Ruhi dan Shravan, saat itu Pammi datang dan menghentikan langkahnya dan mengajaknya bergosip, Pammi memuji penampilan Ishita, tak lama kemudian Raman datang menghampiri mereka dan segera membawa Ishita pergi dari sana, 

Raman berusaha bermesraan dengan Ishita “Ishita, kamu harus memberikan aku waktu untuk menjadi ayahnya anak anak, kalau kamu sudah hamil nanti, apa yang akan terjadi nanti ? Oh iya apa yang dokter Manoj katakan ?”, “Aku rasa kita akan segera mendapat laporannya, apakah ini saatnya untuk bertanya tentang hal itu ? Kita sedang menghadiri sebuah pesta pernikahan bukan ?” Ishita mencoba mengalihkan topik pembicaraan Raman “Iyaa, tapi aku kan juga harus menghabiskan waktuku dengan istriku” Ishita hanya tersenyum mendengarnya kemudian berlalu meninggalkan Raman dan berbaur dengan yang lain, sementara Raman bergumam pada dirinya sendiri sambil melihat kepergian Ishita “Begitu dia hamil ,,,” Raman tersenyum senang membayangkannya 

Mihika sedang mengurusi Shitija, Abhishek yang melihatnya langsung memuji kemampuan Mihika dalam mengurus bayi “Apakah aku kenal kamu ?” tanya Mihika kesal “Kenapa kamu bersikap seperti itu ? Apakah kamu masih marah ?”, “Tidak ! Aku tidak bicara dengan orang asing yang tidak dikenal, kamu tidak percaya padaku kan dan kamu juga tidak menceritakan padaku tentang Sarika” sahut Mihika kesal “Mihika, aku bisa menjelaskannya, dengarkan aku” pinta Abhishek, saat itu pendeta meminta kakak laki laki dari mempelai perempuan untuk melakukan ritual kanyadaan, Abhishek pamit sebentar sama Mihika “Mihika, kita akan membicarakan tentang hal ini nanti” kemudian Abhishek berlalu menuju kedua mempelai dan melakukan ritual kanyadaan, 

Romi dan Sarika kemudian juga melakukan serangkaian ritual pernikahan yang lain, Appa memberitahu Sarika kalau dirinya bisa datang kapan saja kerumahnya “Karena aku ini sudah seperti ayahmu sendiri dan rumah itu adalah rumah orangtuamu” Sarika tersenyum mendengar penjelasan Appa “Pak Iyer ini juga kurang lebih sudah seperti ibumu, Sarika” sela nyonya Bhalla, sementara itu Raman terlihat tersenyum sambil memperhatikan Ishita, Ishita masih saja bersedih karena pemberitahuan dari dokter Manoj tadi, kemudian Romi mengenakan kalung mangalsutra ke leher Sarika dan mengoleskan sindoor di keningnya, lalu mengelilingi api suci sebanyak tujuh kali, semua orang tersenyum melihatnya sambil menaburkan bunga bunga sebagai tanda restu untuk mereka, dalam hati Ishita berdoa agar dirinya diberi kekuatan karena semua orang sedang sangat bahagia sekarang SINOPSIS MOHABBATEIN episode 535 by. Sally Diandra

Bagikan :