SINOPSIS MOHABBATEIN episode 533 “PERJUANGAN RAMAN & ISHITA” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 533 “PERJUANGAN RAMAN & ISHITA” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 533 “PERJUANGAN RAMAN & ISHITA” by. Sally Diandra Sarika akhirnya memaafkan Romi, mereka berdua kemudian menari dengan lagu Dil mera……. Semua orang pun ikut menari bersama mereka sambil tersenyum senang, Raman sedang bergumam sambil duduk, Ishita menghampirinya, Raman lalu bertanya pada Ishita “Ishita, bagaimana kamu bisa bersikap normal setelah semua ini ?” Ishita hanya diam saja sambil memberikan salep untuk Raman “Kenapa kamu tidak berkata apa apa, kenapa bisa begitu ? Bagaimana seorang laki laki bisa memahami istrinya ?”, “Tidak perlu untuk memahami” ujar Ishita 

“Aku akan menjelaskan pada apa yang terjadi tadi malam” ujar Raman “Mintalah pada Neelu untuk membuatkan air lemon untukmu, aku sendiri juga ingin makan yang asam asam” Raman tertegun mendengar ucapan Ishita “Apa ? Kamu tahu kan, kalau seorang perempuan makan yang asam asam maka ,,, kamu tahu kan ? Duduklah sini” pinta Raman “Itu artinya, sebentar lagi akan ada yang datang” ujar Raman “Bukan seperti tu, siapapun bisa saja makan sesuatu yang asam”, “Kalau begitu kamu minum jus kerela saja” ujar Raman kemudian berlalu dari sana “Dia itu memang lucu, jika aku mengajaknya bertengkar, dia pasti membantahnya tapi ketika aku tidak mengatakan apa apa, dia malah merasa bersalah” gumam Ishita 

Keesokan harinya, nyonya Bhalla dan seluruh keluarganya sedang melakukan persiapan untuk pernikahan Romi dan Sarika, saat itu Sarika datang, nyonya Bhalla langsung mencegahnya masuk “Sarika, kamu tidak bisa masuk ke dalam rumah” Romi merasa heran “Ada ada dengan ibu ?” tiba tiba nyonya Bhalla tertawa sambil berkata “Aku telah mengerjai kalian semua, besok adalah pernikahan Sarika dan Romi dan kamu bisa datang kesini sebagai menantu” Sarika tersenyum mendengar ucapan nyonya Bhalla “Apa yang kamu katakan, ibu ?”, “Sarika, akan berada dirumah kami dan kami akan melakukan semua ritual untuknya” sela Vandu “Nanti aku akan menyuruh Ishita kesana” sahut nyonya Bhalla 

“Semua pekerjaan telah selesai, aku akan melakukan ritual untuk Romi, sementara kak Vandu melakukan ritual untuk Sarika” sahut Ishita “Dan ingat, mereka berdua tidak boleh saling bertemu sampai hari H pernikahan” sela nyonya Bhalla, kemudian Romi dan Sarika meminta restu dari para orangtua, nyonya Bhalla meminta mereka untuk datang ke Mata Ki Chowki di malam hari “Nah Vandu, sekarang kamu bisa membawa Sarika ke rumahmu dan kamu Raman, bawa Ishita ke dokter, tapi jangan lupa yaaa”, “Kami akan pergi, ibu” sela Raman “Aku yakin Dewa akan membuat semuanya membaik” ujar nyonya Bhalla, Ishita mengangguk mengiyakan 

Di apartemen dokter Manoj, dokter Manoj akhirnya pulang kerumah, Shagun memintanya untuk sarapan pagi “Kamu pasti sangat lelah, apa yang terjadi ? Bagaimana dengan hasil testnya Ishita ?”, “Sekarang aku mengerti, kamu melakukan semua ini bukan untuk Ishita kan ? Tidak perlu berpura pura, aku tidak akan menyuap untuk pasienku, kamu ini memang tipe perempuan yang sangat pintar memanipulasi keadaan” ujar dokter Manoj “Aku hanya ingin bersikap baik saja, pikirkan, baru bicara” sindir Shagun kesal “Maafkan aku”, “Ini semua hanya untuk Ishita” ujar Shagun lagi “Aku janji aku akan melakukan apapun yang mungkin bisa aku lakukan” ujar dokter Manoj sambil memegang tangan Shagun, Shagun hanya tersenyum ”Bagaimana kalau sekarang kita sarapan pagi ?” pinta dokter Manoj 

Raman dan Ishita akhirnya pergi menemui dokter, mereka berdua saling menyindir dengan ucapan mesranya, tak lama kemudian Raman dan Ishita bertemu dengan dokter Manoj “Waaah benar benar dunia ini sangat kecil”, “Iyaa, itu betul, tuan Raman” ujar dokter Manoj menimpali ucapan Raman tentang pertemuan mereka yang kedua kalinya, Raman lalu bertanya tentang permasalahan mereka, dokter Manoj menjelaskan pada mereka berdua kalau hasil testnya sudah keluar dan dia punya harapan besar pada Ishita, kalau Ishita bisa hamil “Berikan dia waktu dan berusahalah untuk melakukan kehamilan normal, aku akan melakukan test pada rahimnya juga, kamu bisa menemui perawatku dulu, nyonya Ishita” pinta dokter Manoj “Aku akan menyusul nanti” Ishita langsung menggeleng 

“Tidak usah, Raman ,,, kamu bisa pingsan nanti kalau melihatnya, tunggu saja disini” ujar Ishita sambil bergegas pergi dari sana “Sudah, tuan Raman ,,, relax, santai, pikirkan yang positif saja maka istrimu itu hasilnya juga akan positif”, “Lakukanlah yang terbaik untuk Ishita, dokter ,,, karena dia adalah seorang ibu yang baik, semua orang menghinanya karena dia tidak bisa mempunyai anak, dia pantas untuk mendapatkan kesempatan ini” ujar Raman penuh harap “Tuan Raman, asal kamu tahu saja, banyak yang mendoakan nyonya Ishita, Ruhi juga bilang padaku kalau nyonya Ishita adalah seorang ibu yang baik”, “Ruhi adalah putriku, dimana kamu bertemu dengannya ?” tanya Raman heran, saat itu perawat masuk ke ruang kerja dokter Manoj dan meminta dokter Manoj untuk melakukan test, dokter Manoj segera pergi dari sana 

Shagun sedang menelfon dokter Manoj dan bertanya tentang Ishita “Tadi Raman dan Ishita datang kesini, bahkan Raman juga sangat tegang dan gelisah sama seperti kamu, ayoolah ikut denganku dan bertemu dengannya, aku menceritakan tentang kamu pada Raman”, “Dokter Manoj, lebih baik jangan ceritakan apapun tentang aku pada mereka, karena hidupku dengan mereka sangat dekat, mereka tidak akan suka kalau aku ikut campur dengan mereka, aku yakin Ishita pasti akan menceritakannya padaku kalau dia sudah merasa nyaman” ujar Shagun “Oooh begitu, baiklah” kemudian dokter Manoj mengakhiri telfonnya “Aneh, kenapa Ruhi sangat bersemangat dengan bayinya Ishita dan Raman ? Hubungan seperti apa diantara mereka ?” gumam dokter Manoj heran, di apartemen, Shagun juga berharap hasil tesnya Ishita akan positif, sementara itu Raman dan Ishita sudah sampai dirumah dan memberitahu nyonya Bhalla tentang test yang baru saja dilakukannya dan berharap mendapat hasil yang memuaskan SINOPSIS MOHABBATEIN episode 534 by. Sally Diandra

Bagikan :