SINOPSIS MOHABBATEIN episode 530 “PESTA BUJANGAN ROMI" by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 530 “PESTA BUJANGAN ROMI" by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 530 “PESTA BUJANGAN ROMI" by. Sally Diandra Dalam rangka recana pernikahan Sarika dan Romi, seluruh perempuan di keluarga Bhalla dan keluarga Iyer sedang tertawa terbahak bahak dalam keadaan mabuk, saat itu seluruh pria baik dari keluarga Bhalla dan keluarga Iyer sedang merayakan pesta bujangannya Romi maka para perempuan merayakan pesta lajangnya Sarika, Vandu dan Sarika yang saat itu tidak ikutan mabuk, hanya menatap ke arah mereka saja dengan perasaan heran, keesokan harinya Ishita bangun dan mengira kalau Raman sudah pergi ke kantor, Ishita turun ke bawah dan Neelu langsung bertanya Ishita dan bertanya “Nyonya Ishita, mau dibuatkan apa untuk sarapan pagi ?”, “Kenapa semua orang belum juga turun ke sini ?” ujar Ishita heran, kemudian Ishita menelfon Raman, Raman terbangun dari tidurnya dalam keadaan yang sangat aneh, Ishita merasa heran “Kenapa tidak ada seorangpun yang mengangkat telfonnya ? Semua laki laki memang seperti itu” gumam Ishita kesal, 

Saat itu ternyata Raman mengangkat telfon Ishita “Raman, kamu ada dimana ?”, “Jangan berteriak !” bentak Raman “Aku tidak berteriak, ini sudah jam 10 pagi, dimana ayahku ?”, “Ayahmu akan pulang sebentar lagi, aku juga tidak tahu” ujar Raman “Apakah kamu habis bangun tidur dari mabuk, Raman ?”, “Kami akan sarapan pagi lalu pulang” ujar Raman lagi “Lalu dimana ayahku, Raman ?” tanya Ishita cemas “Dia sedang mandi !”, “Katakan pada ayah untuk pulang cepat !” bentak Ishita “Jangan terlalu tegang begitu” ujar Raman kesal, kemudian Ishita menutup telfonnya Ishita merasa kepalanya benar benar sangat pusing “Aku merasa sepertinya aku ini kena dehidrasi ,,, Neelu, tolong buatkan air lemon yaa !” ujar Ishita sambil terus memijat mijat kepalanya, 

Sementara itu di hotel tempat para pria menginap, Raman bertabrakan dengan Abhishek, mereka berdua masih dalam pengaruh alkohol dengan penampilan yang sungguh aneh, mereka lalu menemukan Appa dan mencoba mencari tuan Bhalla, sedangkan dirumah keluarga Bhalla, Neelu memberikan air lemon untuk Ishita, saat itu Amma datang dengan kepala yang juga pening “Ishu, kepalaku pusing sekali”, “Kepalaku juga, ibu” sahut Ishita “Mihika juga sama, dia juga mencerita pusing kepala tapi anehnya Vandu tidak, berikan ibu obat pusing” pinta Amma “Lalu apakah ayah dan kak Bala sudah pulang ?”, “Belum, ayahmu belum pulang juga sampai sekarang” ujar Amma kesal “Aku tadi sudah bicara dengan Raman ditelfon, dia bilang mereka sedang sarapan pagi dan akan segera pulang”, “Tapi anehnya aku tidak mengingat apa apa” sela Amma “Aku bahkan juga tidak ingat apapun, semalam kita makan panipuri kan ? Dan ibu mertua yang membuatkannya” Ishita dan Amma mulai menyadari darimana datangnya sakit kepala mereka, ini semua pasti perbuatan nyonya Bhalla “Ayahmu juga sedang bersama para Punjabi itu, aku tidak tahu apa yang terjadi pada mereka ?” ujar Amma cemas 

Di hotel, Appa berkata “Tuan Bhalla telah memberiku wine yang sangat hebat dan aku tidak ingat apa apa”, “Tidak ada apa apa, ayah ,,, sekarang ayah menyegarkan diri dikamar mandi dulu dan kamu, Abhishek ,,, tolong bantu aku untuk mencari yang lain” ujar Raman, Appa bergegas ke kamar mandi untuk membasuh mukanya, ketika selesai membasuh muka, Appa benar benar kaget ketika bercermin didepan cermin, karena ternyata di bahu kirinya ada tanda lipstik merah yang menempel “Bagaimana bisa ada tanda seperti ini di bahuku ?” ujar Appa cemas, sementara itu dirumah, Amma langsung memarahi nyonya Bhalla yang telah mencampurkan wine ke dalam panipuri semalam sehingga membuat mereka mabuk “Ibu mertua, kenapa ibu melakukan hal ini ? Ibu tahu kan kalau ibuku tidak menyukai hal seperti ini”, “Yaaa aku pikir, semua dirumah kita sedang pergi berpesta, jadi aku pikir kenapa kita tidak berpesta juga seperti mereka ?” bela nyonya Bhalla didepan Ishita dan Amma 

Di hotel, Appa keluar dari kamar mandi dengan perasaan gelisah sambil menutupi bahunya, semua orang merasa heran, ketika Appa menunjukkan tanda lipstick di bahunya, mereka semua tertawa terbahak bahak dan mengejek Appa yang bakalan kena semprot dari Amma, Bala yang sudah ada disana merasa senang karena bukan hanya dirinya yang akan ketakutan dan memberikan alasan pada istrinya tapi ayah mertuanya juga mengalami nasib serupa, Raman kemudian mengejek Bala, rupanya gigi depan Bala hilang, Bala kaget “Kemana memangnya gigiku ini ? Apa yang akan aku katakan pada Vandu tentang gigiku ini ? Ayooo bantu aku nyari gigiku dulu”, “Sudahlah lupakan gigimu itu dulu, sekarang kita cari ayahku dulu, baru nanti aku bantu kamu mencari gigimu” pinta Raman 

Di apartemen Shagun dan dokter Manoj, beberapa orang dari perusahaan farmasi datang kesana untuk bertemu dengan dokter Manoj, mereka berdua memberitahu dokter Manoj kalau perusahaan mereka tertarik dengan proyek penelitian yang akan dilakukan oleh dokter Manoj dan mereka ingin mengecek latar belakang dan kehidupan pribadi dokter Manoj, ketika kedua orang itu masuk ke dalam, mereka kaget begitu melihat Shagun juga ada disana “Siapa dia ? Bukannya kamu ini masih bujangan ?” dokter Manoj bingung ketika melihat Shagun sedang berada di dapur dengan mengenakan celemek “Oooh itu pembantuku” Shagun sangat marah ketika mendengar ucapan dokter Manoj yang memperkenalkan dirinya sebagai pembantunya, 

Shagun langsung menghampiri mereka dan ingin melabraknya namun dokter Manoj segera menggeretnya masuk ke dalam kamar sebelum Shagun bertindak yang macam macam, begitu sampai dikamar, Shagun langsung menghardik dokter Manoj “Aku ini pembantumu ?” bentak Shagun, dokter Manoj lalu menceritakan semuanya tetang kedatangan kedua tamunya itu dan meminta bantuan Shagun karena kalau tidak dana yang dibutuhkannya akan dibatalkan, akhirnya Shagun setuju dan mau membantu dokter Manoj, kemudian dokter Manoj memanggil Shagun dengan nama Nancy 

Di hotel, Raman masih juga belum menemukan ayahnya “Apakah ayah sudah pulang kerumah ?” Bala menyela dan berujar kalau giginya tidak ada dimana mana, Abhishek juga menyela “Hari ini adalah hari perayaan sangeetnya adikku” sela Abhishek “Iyaaa dengan adikku” sela Raman, Appa masih menyembunyikan tanda lipstick di bahunya, saat itu tuan Bhalla datang ke kamar mereka dengan dibawa oleh salah satu petugas hotel “Tadi tuan ini sedang berenang sambil mengenakan sepatu”, “Aku hanya tertidur saja tadi” ujar tuan Bhalla membela diri, penampilan tuan Bhalla juga sangat aneh, tuan Bhalla juga heran ketika melihat tanda lipstick di bahu Appa “Pak Iyer, memangnya siapa yang menciummu ?” tanya tuan Bhalla “Heiii dimana Pathak ? Dia kan seorang pengacara” tanya Raman heran, saat itu Pathak datang masih dalam keadaan mabuk dan terjatuh disana, Raman memintanya untuk bangun, Pathak bingung “Dimana aku ini ?” tanya Pathak heran, 

Di apartemen Shagun, Shagun menyajikan teh untuk kedua tamu dokter Manoj, kemudian dokter Manoj minta disediakan biskuit juga, sedangkan tamu dokter Manoj minta air putih, Manoj kembali meminta pada Shagun untuk menyediakan air putih untuk tamunya, Shagun benar benar kesal diperlakukan seperti pembantu oleh dokter Manoj tapi Shagun mencoba menjaga sikapnya di depan tamu dokter Manoj, kemudian dokter Manoj bertanya pada tamunya “Lalu kapan saya bisa mendapatkan dananya ?” tanya dokter Manoj, sementara itu Abhishek berusaha mencari Romi “Raman, Romi tidak ada dimana mana”, “Ini hari sangeetnya ! Apa yang akan kita katakan pada semua orang ? Apakah kita harus bilang kalau pengantin prianya hilang ?” mereka semua merasa khawatir SINOPSIS MOHABBATEIN episode 531 by. Sally Diandra

Bagikan :