SINOPSIS MOHABBATEIN episode 526 “RUHI & MUTTU SANG PENYELAMAT” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 526 “RUHI & MUTTU SANG PENYELAMAT” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 526 “RUHI & MUTTU SANG PENYELAMAT” by. Sally Diandra Keluarga Bhalla sedang dalam perjalanan, kotak kotak minuman itu belum diturunkan dari truk dan pestanya masih terus berlangsung, pak Menteri sangat senang melihat waktu pengiriman akan segera dimulainya, saat itu supir melihat begitu banyak miskol dari Ishita di ponselnya, supir langsung menelfon Ishita balik, Ishita segera memberitahunya, supir itu pun kaget, supir lalu memberitahu pada asisten pak Menteri kalau Ishita memintanya untuk tidak membuka terlebih dulu karton minuman itu “Omong kosong apa ini ?” ujar pak Menteri, tepat pada saat itu Raman dan keluarganya datang dan menghentikan mereka, Ishita lalu memberitahu Murthy kalau ada seseorang yang menjebak mereka dimana dua karton berisi peptisida “Apa ? Lalu bagaimana caranya kamu menemukannya ? Ini tentang nyawa anak anak”, “Kami akan menemukan caranya” sela Raman “Lalu apa yang akan kita katakan pada pak Menteri ?”, “Berikan kami waktu” pinta Raman 

“Bagaimana caranya kamu menemukannya ?” ujar Murthy “Kami yang akan mencarinya !” tiba tiba terdengar suara Ruhi yang datang bersama Romi dan anjing kesayangannya, Muttu Swami “Ruhi, kenapa kamu membawa Muttu kesini ?” tanya Raman heran “Ayah, Muttu bisa menemukan karton itu, seperti dulu waktu dia menemukan jaket kak Adi” Raman tersenyum bangga mendengar ucapan putri kesayangannya ini “Ruhi memang sangat pintar ! Kita akan menaruh semua karton itu pada satu tempat” ujar Raman, kemudian Muttu mulai mencari karton yang berisi peptisida, sementara itu pak Menteri memberikan medali pada beberapa anak yang berprestasi,tiba tiba Muttu menggonggong pada beberapa karton yang ada didepannya, Raman bergegas meminta Romi untuk mengecek box tersebut, Romi lalu mencium bau jus tersebut, mereka semua tegang dan menatap ke arah Romi 

"Kakak, ini memang peptisidanya, disini ada dua box”, “Ishita, apakah memang hanya ada dua box ?” tanya Raman “Iyaa, Rinki mendengarnya seperti itu, katanya ada dua box” sahut Ishita, semua orang berterima kasih pada Dewa dan merasa lega “Kita akan mengambil box ini sekarang” Murthy menyela ucapan Ishita “Bagaimana kalian bisa begitu yakin kalau tidak ada lagi box yang berisi peptisida ?”, “Aku yakin karena Muttu sangat terlatih, percayalah pada kami karena nyawa anak anak lebih penting daripada kontrak manapun” Ishita berusaha meyakinkan pantia acara “Aku tidak mau mengambil resiko, nyonya”, “Baiklah” Ishita kemudian membuka salah satu box dan mengambil minuman jus yang ada didalamnya, kemudian meminumnya untuk lebih meyakinkan Murthy 

“Tidak terjadi apa apa padaku kan ? Apakah kamu yakin sekarang kalau kami ini tidak berbohong ?”, “Baiklah, aku yakin semuanya akan baik baik saja, kalian juga harus ikut dengan kami ketika pak Menteri membagikan jus ini, kalian semua harus berada disana” ujar Murthy Tak lama kemudian pak Menteri mulai mengenalkan launches the drink.minuman jus tersebut pada semua orang, mereka semua bertepuk tangan, Raman merasa lega “Akhirnya kita bersatu dalam sebuah hubungan dan kemasyarakatan, aku ingin mengucapkan terima kasih pada Murthy dan juga menyebutkan siapa orang orang yang telah membuat proyek impian ini menjadi nyata” ujar Raman yang kemudian maju ke depan untuk memberikan pidatonya “Aku ingin berterima kasih pada para pekerjaku dipabrikku” ujar Raman

Saat itu semua pekerja Raman menontonnya di televisi dan merasa bahagia “Mereka selalu mendukungku dalam waktu susah dan senang, mereka tidak melanggar kepercayaanku, aku juga ingin berterima kasih pada tetangga kami yang telah membantu kami” ujar Raman sambil memuji mereka dan menyebutkan nama nama tetangganyaa “Bahkan meskipun seseorang itu hancur, dia bisa menjadi baik dengan dukungan keluarga, saudaraku, ayah, ayah mertua, mereka semua menjaga kehormatanku” ujar Raman sambil mengucapkan terima kasih pada mereka 

“Dibalik keberhasilan seorang laki laki selalu ada wanita dibelakangnya, dia ada disini dan semua pujianku ini aku tujukan pada istriku, nyonya Ishita Bhalla, dialah yang telah menyelesaikan proyek ini dan mengerjakannya lebih baik daripada aku, terima kasih, Ishita” Ishita tersenyum manis “Oh iyaa, bagaimana aku bisa lupa pada putri kesayanganku, Ruhi dan temannya yang pintar, Muttu yang telah membantu kami” ujar Raman sambil mengucapkan selamat hari kemerdekaan, mereka semua bertepuk tangan dan merasa senang Tuan Bhalla sedang membaca berita dikoran mengenai Ishita Bhalla yang menyelamatkan anak anak, tuan Bhalla menunjukkan kabar positif tersebut ke semua orang, mereka merasa senang, 

Sarika merasa khawatir melihat foto keluarganya dan merasa kalau dirinya seharusnya tidak berada di dalam foto tersebut “Kalau ada orang yang melihatnya, maka ,,,” bathin Sarika cemas, sedangkan Ishita meminta Raman untuk minum vitamin dulu “Raman, minum vitaminnya”, “Iyaa aku ingat tapi kamu melupakan sesuatu” ujar Raman menimpali ucapan Ishita “Apa itu ? Aku tidak ingat” Ishita tertegun, Raman sengaja menggodanya “Acara mandi sponsku masih tertunda”, “Ya sudah pergilah dan mandilah sekarang” ujar Ishita “Heeiiii kamu ini perawat disini, kamu harus melakukan itu, kamu harus memandikan aku”, “Raman, pekerjaanku masih banyak, hari ini adalah perayaan pemberian nama untuk Shitija” Ishita berusaha menolak dengan halus namun tidak peduli dan mengajaknya bermesraan, Ishita merasa malu sambil membuat alasan dan bergegas pergi meninggalkan Raman, ketika Ishita turun ke bawah, Neelu segera memberikan sebuah paket dari kliniknya “Taruh paket ini dikamarku dan tanya sama tuan Raman, apakah dia butuh bantuan atau tidak ? Ya sudah pergi sana” ujar Ishita

Neelu menuruti perintah Ishita dan bergegas ke kamar mereka lalu bertanya ke Raman “Tuan Raman, apakah kamu butuh bantuan ?”, “Bantulah dirimu sendiri !” ujar Raman kesal “Nyonya Ishita yang bertanya”, “Aku membutuhkan nyonya yang lain untuk kamu, apakah kamu bisa mencarinya ?” ujar Raman, kemudian Raman bergegas menghampiri Ishita “Raman, aku sangat sibuk” ujar Ishita, saat itu nyonya Bhalla menunjukkan hadiah yang dibelinya untuk Shitija “Ibu, Raman membutuhkan bantuan ibu, dia ingin mandi spons”, “Ayoo sini ikut” ujar nyonya Bhalla, Romi lalu menggoda Raman “Waaah ibu akan memandikan kak Raman dengan mandi spons” Ishita langsung menyela “Ya sudah kalian berdua yang memandikan Raman” ujar Ishita sambil tertawa SINOPSIS MOHABBATEIN episode 527 by. Sally Diandra

Bagikan :