SINOPSIS MOHABBATEIN episode 520 “ASHOK DITAHAN” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 520 “ASHOK DITAHAN” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 520 “ASHOK DITAHAN” by. Sally Diandra Ashok sedang ngobrol dengan seorang perempuan, Ashok bertengkar dengan perempuan itu dan mengakui kejahatannya, tepat pada saat itu Raman datang dan berkata “Itu yang ingin aku dengar, Ashok ! Ternyata kamu yang mencampuri minuman itu dan memberikannya pada Ishita hingga Ishita mabuk dan tidak sadarkan diri” Raman mulai memarahi Ashok, Ashok merasa kesal “Pak polisi bawa orang ini”, “Tuan Ashok, kami memang sengaja membuat rencana ini untuk membuat anda mengakui kejahatan anda, perempuan ini dari LSM perempuan dan dia telah membantu tuan Raman” jelas polisi, Raman lalu berterima kasih pada perempuan itu, tak lama kemudian perempuan itu pergi meninggalkan mereka, Ashok sangat marah dan Raman masih saja memarahinya “Sebenarnya aku ingin menghajarmu karena telah membuat Ishita mabuk tapi biar pak polisi saja yang akan menghajarmu di penjara nanti” sindir Raman sinis, akhirnya Ashok dibawa oleh polisi, 

Sementara Ishita masih merasa khawatir kalau Raman tahu dirinya bersama Ashok semalam, jika ada seeorang yang mempengaruhi Raman, semuanya akan buyar, tak lama kemudian Raman datang menghampiri Ishita, Ishita langsung bertanya “Raman, apakah Ashok ditahan atau tidak ?”, “Dia sudah ada di penjara, apakah kamu kira aku tidak akan tahu kalau Ashoklah yang telah mencampuri minuman untukmu ? Aku sudah tahu semuanya, aku sudah menghajarnya dan perempuan itu sebenarnya dari LSM, dia membantuku dalam hal ini, mereka membuat Ashok mengakui kejahatannya, Ashok berusaha untuk menyentuh dan memperkosa kamu” Ishita tertegun “Ashok telah melakukan sebuah kesalahan, ini semua tentang kehormatanmu, Ishita ,,, sekarang Ashok tidak akan memperdaya perempuan manapun, tapi ngomong ngomong kenapa kamu tidak memberitahu aku ?”, “Tapi tetap saja kamu juga tahu kan ?” Raman tersenyum dan berkata “Aku bisa membaca dari matamu, aku memperhatikan kamu sedari tadi dan aku merasa kalau ada yang tidak beres” Ishita tersenyum mendengar penjelasan Raman “Ucapanmu sangat manis sekali” ujar Ishita lalu mereka berdua saling berpelukkan mesra sambil tersenyum manis 

Keesokan harinya, Suraj mengunjungi Ashok di penjara dan meihatnya sedang dihajar oleh para polisi, Ashok sangat terluka, Suraj kemudian mulai ngobrol dengan Ashok “Mereka telah menghajarku sepanjang malam, dimana kamu ?”, “Aku sedang mengurus seorang pegacara untukmu, ini kasus perkosaan, kamu mungkin telah melakukan sesuatu pada perempuan itu” ujar Suraj “Aku tidak melakukan apa apa, Suraj ! Ini semua sudah direncanakan” Ashok kemudian menceritakan tentang rencana yang dibuat oleh Raman “Lagi lagi Raman Bhalla ! Lagi lagi Raman Bhalla ! Dia selalu saja melakukan hal seperti ini, aku sudah bilang sama kamu kan jangan ganggu istrinya !” Suraj sangat kesal 

“Aku telah melakukan kesalahan, bebaskan aku, mereka selalu saja menghajarku disini”, “Jangan cemas, aku akan segera meminta bantuan pengacara, Raman telah menjebak kamu dan merampas kontrak kita, kita harus memberinya pelajaran padanya kalau kita lebih pintar darinya” ujar Suraj geram “Lakukan apa saja, Suraj ! Balaskan dendamku !”, “Pasti ! Aku pasti akan melakukan sesuatu tapi ingat, Ashok ,,, jangan bereaksi berlebihan, media akan memperhatikanmu, aku akan balas dendam dan membuat Raman tidak akan bisa tidur dengan nyenyak” ujar Suraj geram 

Pagi itu, Ishita membangunkan Raman dengan mesra, Raman tersenyum manis lalu mereka berdua pun bermesraan, saat itu Ruhi memasuki kamar mereka dan meminta tolong pada ibu Ishinya untuk mengepang rambutnya “Iyaa, sini ibu Ishi akan mengepang rambutmu, ibu Ishi cuma menyingkirkan debu dari mata ayah saja tadi” Ishita mencoba membuat alasan didepan Ruhi, Ruhi malah merasa senang dan berkata “Sebentar lagi kita akan punya adik bayi yang baru” ujar Ruhi sambil memeluk ayah dan ibunya “Kata temanku ketika orangtua berpelukkan, mereka berdoa untuk mendapatkan seorang bayi” Raman dan Ishita tertegun “Siapa yang mengatakan padamu ? Ini tidak akan terjadi”, “Iyaaa seorang bayi akan datang dengan sebuah doa” ujar Ishita sambil mengajak Ruhi keluar kamar 

Tuan Bhalla dan Appa sedang ngobrol soal program acara ditanggal 15 Agustus, para tetangga sedang membicarakan soal Ashok yang mendapatkan kontrak, tuan Bhalla langsung menyela dan berkata “Tapi anakku yang mendapatkan kontraknya” Appa langsung menelfon Raman dan Raman mendengar ketika ayahnya memuji dirinya didepan orang banyak, Appa tersenyum senang, sedangkan kedua mata Raman nampak berkaca kaca dan terharu, ketika Raman pulang ke rumah, Raman segera berterima kasih pada Appa karena telah menelfonnya dan membuatnya mendengar apa yang diucapkan oleh ayahnya “Iyaa, Raman ,,, orangtua memang kadang merasa kesal dan marah pada anaknya tapi mereka tidak melenyapkan kasih sayangnya pada anaknya”, “Ayooo sekarang kita sarapan” sela Amma menimpali ucapan Appa “Bagaimana kalau kita membuat sebuah pesta perayaan pemberian nama untuk Shitija ?” sela Mihika, saat itu Adi dan Ruhi sedang bertengkar kecil, Ishita mencoba merelai mereka dan meminta mereka untuk bersepeda bersama diluar 

Sementara itu Shagun kembali mengunjungi rumah sakit, perawat memberitahu Shagun kalau dokter Mukherjee akan datang sebentar lagi jadi Shagun harus cepat cepat mengecek berkas berkasnya, Shagun berterima kasih padanya dan segera mengecek arsip arsip itu, kemudian Shagun menelfon salah seorang pengurus LSM dan memberitahu padanya tentang program ibu pengganti “Rupanya mereka memanfaatkan para perempuan yang tidak berdaya untuk menjadi ibu penganti dan memberikan padanya sedikit uang, aku akan mencari beberapa informasi tentang mereka” ujar Shagun, saat itu Manoj datang dan berkata “Permisi ,,,” Shagun langsung menatap kearahnya “Apa yang sedang kamu lakukan disini ?” tanya Manoj sambil menunjukkan kartu identitasnya 

“Aku adalah seorang dokter dan bekerja disini”, “Aku ingin mendapatkan beberapa informasi” ujar Shagun “Jadi kamu ini salah seorang yang pernah aku dengar rupanya, kenapa kamu menanyai perawat dan OB rumah sakit, kamu harus mengatakannya padaku secara detail, baru kemudian kamu bisa masuk ke ruang arsip”, “Aku ini bukan seorang penjahat dan aku tidak akan menjawab pertanyaanmu itu, tapi ngomong ngomong aku tidak pernah melihat kamu dirumah sakit ?” balas Shagun menimpali ucapan dokter Manoj “Aku memang biasanya tugas malam” Shagun tidak peduli dengan jawabannya dan segera berlalu meninggalkannya 

Di area parkir apartemen, Adi dan Ruhi sedang bersantai disana, Adi sedang membantu Ruhi belajar main sepeda, Pammi mengunjungi Sarika dan menemui Rohit “Sarika, apakah kamu ini kesal karena Vandu tidak mengundang kamu di pesta perayaan pemberian nama anaknya ?” tanya Pammi “Aku tidak kesal, hanya saja dari kemarin bibi Iyer tidak ada disini, jadi baru sekarang bisa diadakan perayaan pemberian nama” ujar Sarika, sementara itu Adi meminta Ruhi untuk tidak bersepeda sendirian, kebetulan saat itu kereta bayinya Rohit mulai bergerak sendiri dan meluncur ke jalan, sedangkan Sarika tidak menyadarinya, 

Raman yang kebetulan ada disana melihat Ruhi nyaris akan menabrak Rohit, Raman segera berlari dan langsung menarik kereta bayi Rohit, sedangkan Ruhi menabrak mobil yang diparkir disana dan terjatuh, Ishita dan Raman berusaha menghibur Ruhi, Ruhi menangis kesakitan “Kak Raman tadi melihat Ruhi mulai kehilangan keseimbangan dan langsung menyelamatkan Rohit bukannya Ruhi, terima kasih, kak Raman”, “Rohit, juga anak kami” sahut Ishita “Iyaa tidak perlu berterima kasih” ujar Raman “Terima kasih, kak Ishita”, “Tidak usah berterima kasih karena Rohit sudah seperti Adi dan Ruhi bagi kami” ujar Ishita, mereka pun saling tersenyum senang SINOPSIS MOHABBATEIN episode 521 by. Sally Diandra

Bagikan :