SINOPSIS MOHABBATEIN episode 515 “RAMAN JENGAH” by. Sally Diandra

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 515 “RAMAN JENGAH” by. Sally Diandra Malam itu Raman dan Ishita sampai juga di sebuah pesta, Bansal memuji penampilan Ishita yang sedikit sexy dengan gaun merah mudanya dengan dada yang sedikit terbuka, Raman hanya menatapnya dengan perasaan tidak suka, tuan Jhakad juga memuji penampilan Ishita, kemudian mereka mulai ngobrol bersama, Raman lalu menjauh dan menemui para pebisnis yang lain, Ishita merasa sedih karena Raman meninggalkannya, ketika Raman hendak balik ke Ishita, salah seorang tamu mencegat Raman dan mengajaknya ngobrol “Kamu adalah bosku yang pertama, aku sangat senang bisa bertemu denganmu, tuan Raman ,,, aku meninggalkan pekerjaanku dan bergabung dengan tuan Bansal sekarang”, “Kamu bisa sampai disini, itu berkat kerja kerasmu sendiri” puji Raman, saat itu Ashok datang bersama nyonya Tandon, Raman menatap ke arah mereka dengan perasaan heran “Tuan Raman, apakah itu istrinya tuan Khanna ?” tanya pria itu penasaran “Bukan, tapi dia memang selalu tertarik dengan istri orang lain” sahut Raman, 


Saat itu Ashok mengenalkan Shweta Tandon, istrinya tuan Tandon ke nyonya Jhakad sambil melirik ke arah Ishita yang sendirian, Ashok rupanya terpukau dengan penampilan Ishita yang berbeda yaang mengenakan gaun, Ashook kemudian menghampiri Ishita sambil tersenyum senang, Ashok memuji kecantikan Ishita dengan gaun itu “Gaun ini sangat indah, Ishita” puji Ashok, Raman menatap ke arah Ashok yang saat itu sudah beralih dan ngobrol bareng Ishita “Raman memang sangat beruntung, kenapa kamu terlihat sedih dengan gaun yang indah ini ? sendirian lagi, aku akan mengambilkan minuman buat kamu”, “Tidak usah, terima kasih” Ishita berusaha menolak, sedangkan Raman merasa kesal dan bergegas menghampiri mereka “Oooh lihat, suamimu datang, aku harus bicara dengannya” ujar Ashok, 

Ketika Raman sudah bergabung dengan mereka, Ashok segera memuji Ishita di depan Raman “Raman, istrimu ini sangat menakjubkan, mataku saja sampai tidak bisa berpaling untuk tidak melihat kecantikannya, aku harus mengatakan kalau Ishita kali ini sudah berubah, biasanya dia mengenakan kain saree tapi hari ini dia mengenakan gaun warna merah muda, lihat penampilannya”, “Ashok, lebih baik kamu memikirkan tentang dirimu sendirimu, Ashok” sela Raman kesal “Raman, aku harap kamu bisa mengerti maksudku, aku tidak membahas soal gaunnya tapi kakak ipar Ishita, dia berusaha untuk beradaptasi dengan pesta ini, ini sebuah perubahan, Raman ,,, aku melihatnya seperti aku bertemu dengan istri pertamamu, Shagun dulu” ujar Ashok sambil menyindir Raman “Lebih baik kamu menyingkir saja dari sini, Ashok” pinta Raman, tiba tiba seorang pria menyeruak dan menyela pembicaraan mereka “Tuan Raman, tuan Bansal memanggil kamu” Raman bergegas meninggalkan Ashok dan menemui Bansal, 

Ashok lalu kembali ke Shweta “Ashok, apakah kamu baru saja ngobrol dengan Raman ?”, “Iyaaa, maafkan aku, tadi aku tidak bilang kalau Raman akan ada disini” ujar Ashok “Tidak apa apa, aku juga tidak peduli” sahut Shweta, sementara itu Ishita kembali merasa sendirian karena Raman meninggalkannya, dalam hati Ishita berkata “Kenapa Raman tidak memperhatikan aku ? Aku yakin kalau penampilanku ini juga tidak buruk” bathin Ishita yang saat itu melihat Ashok ternyata sedang bersama Shweta Tandon, Ishita kaget, Ishita lalu menghampiri Raman, orang yang bersama Raman memuji penampilan Ishita “Tuan Raman, istrimu memang sangat cantik”, “Sungguh ?” tanya Raman santai sambil minum wine lebih banyak, ketika Ishita sudah di dekat Raman, Ishita berkata “Raman, ada sesuatu yang ingin aku katakan”, “Nanti saja” sahut Raman, Jhakad yang melihatnya hanya tersenyum, sedangkan Ishita mulai menangis 

Dirumah keluarga Iyer, Mihika dan Vandu sedang membahas tentang Ishita “Sepertinya tadi kak Raman dan kak Ishita terlihat sedih, aku harap mereka bisa menikmati pestanya” ujar MIhika, kemudian Mihika menelfon Ishita untuk memastikan keadaannya, Mihika bertanya tentang pestanya ke Ishita, Ishita berusaha menutupi perasaan dan kondisinya saat ini didepan kedua saudaranya itu, Vandu dan Mihika berusaha mengajaknya bercanda Saat itu Jhakad mengajak semua orang untuk berdansa “Kita seharusnya berdansa sekarang” Bansal setuju dengan permintaan Jhakad “Iyaa, betul, istri istri kita mungkin saja sudah mulai bosan” sahut Bansal “Raman, panggil istrimu, ajak dia untuk bergabung” ujar Bansal, Raman menolak tapi Bansal bersikeras memintanya, Ishita masih ngobrol dengan Vandu dan Mihika, Ishita meminta Mihika untuk datang kesana sambil mengajak Vandu, musik pun mulai terdengar sehingga Mihika tidak mendengar suaranya “Mihika, nanti aku telfon kamu lagi” ujar Ishita lalu mematikan telfonnya, dirumah keluarga Iyer, Vandu berkata “Jangan cemas, dia mungkin sedang menikmati pestanya” ujar Vandu 

Di ruang pesta, Bansal meminta Raman untuk mengajak Ishita untuk berdansa “Kamu sangat beruntung mendapat kesempatan untuk dansa bersama seorang istri yang cantik seperti istrimu ini, Raman” puji Bansal, Raman lalu mengulurkan tangannya dan Ishita memegang tangannya, mereka berdua mulai berdansa bersama namun Raman terlihat kesal dan marah pada Ishita, cara berdansa Raman sangat kasar dan tidak menyenangkan, Ashok memperhatikan gaya Raman yang kasar pada Ishita, Ishita hanya bisa menangis dan bertanya padanya “Raman, ada masalah apa ?”, “Kamu itu sama saja seperti yang lain, Shagun dulu juga seperti ini juga, dia selalu menikmati pujian semua orang, kemudian dia berubah dan meninggalkan aku” ujar Raman kesal dan tiba tiba meninggalkan Ishita begitu saja di arena dansa, Ishita juga pergi dari sana, Shweta memperhatikan Raman, lalu Ashok menyuruh Shweta untuk menemani Raman, 

Shweta berusaha untuk lebih dekat dengan Raman dan mengajaknya berdansa, awalnya Raman menolak tapi Shweta mengulurkan tangannya dan memaksa Raman untuk berdansa dengannya, akhirnya Raman berdansa dengan Shweta, Ishita hanya bisa mengangis melihat kebersamaan mereka, saat itu Ashok menemui Ishita dan berkata “Ini tidak benar, aku rasa Raman itu lebih tertarik dengan perusahaan ketimbang dirimu, jangan cemas, aku tidak akan membiarkan kamu sendirian, berdansalah denganku” Ishita langsung menolak ajakan Ashok dan langsung pergi meninggalkan Ashok, sambil memperhatikan kepergian Ishita, Ashok bergumam pada dirinya sendiri “Bagus juga kalau kedua istrinya Raman menjadi milikku semuanya” gumam Ashok sambil tersenyum senang, Ashok melihat Ishita sedang menangis SINOPSIS MOHABBATEIN episode 516 by. Sally Diandra
Bagikan :
Back To Top