SINOPSIS MOHABBATEIN episode 513 “SINDIRAN DEMI KEBAIKAN” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 513 “SINDIRAN DEMI KEBAIKAN” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 513 “SINDIRAN DEMI KEBAIKAN” by. Sally Diandra Ishita sangat terharu dengan apa yang dilakukan oleh Ruhi ketika Ruhi mengukur perut Ishita untuk membuat sebuah gelang rakhi yang sangat special, Ishita lalu memeluk putri kesayangannya ini erat dan menyuruhnya untuk segera berangkat ke sekolah, ketika Ruhi sudah pergi, Vandu tanya soal hasil test yang disarankan oleh dokter Mukherjee “Kakak, testnya akan diperlukan kalau ,,, ya sudah aku akan kesana”, “Ajak Raman juga, Ishu” pinta Vandu “Aku tidak mau Raman lebih sedih lagi, kak ,,, hasilnya kan bisa apa saja” Vandu berusaha menghibur Ishita dengan dialog sebuah film “Kali ini pasti akan ada sebuah keajaiban yang datang, percayalah” hibur Vandu sambil tersenyum manis “Baiklah, kak ,,, aku akan menemui dokter Mukherjee” ujar Ishita, 

Tak lama kemudian Ishita sudah berada di rumah sakit dan bertemu dengan istrinya dokter Mukherjee karena kebetulan dokter Mukherjee sedang keluar kota “Dokter Ishita, kalau aku lihat dari hasil testmu ini baik baik saja, keajaiban rupanya terjadi, kamu mempunyai harapan untuk mempunyai momongan, aku rasa kamu mengambil langkah selanjutnya untuk Ruhi” ujar istri dokter Mukherjee, saat itu rupanya Shagun juga berada di rumah sakit yang sama, Shagun meminta perawat untuk menunjukkan semua file filenya karena dia bekerja untuk LSM wanita “Aku minta semua data yang masuk” ujar Shagun sambil mulai mengeceknya satu per satu “Aku akan bicara dengan dokternya sendiri” ujar Shagun sambil berlalu dari sana menuju ke ruang dokter, 

Di dalam ruang praktek dokter, istri dokter Mukherjee meminta Ishita untuk mengambil langkah selanjutnya “Dengan begitu kita bisa melakukan treatmentnya”, “Iyaa aku bisa mengerti” sahut Ishita “Kalian berdua, kamu dan Raman harus menjalankan hubungan suami istri yang normal” kebetulan saat itu Shagun hendak masuk ke ruang praktek dokter dan mendengar pembicaraan mereka “Kami berdua saat ini telah menjadi teman baik, awalnya kami berdua tidak saling mengenal satu sama lain sebelumnya tapi kami berdua mulai saling memahami dan saling mengerti satu sama lain, kami merasa kami berdua tidak membutuhkan seorang anak” ujar Ishita “Untung saja ada gejala yang ditunjukkan dalam perubahan tubuhmu” hibur istri dokter Mukherjee, dari luar Shagun tertegun sambil berfikir dalam hati “Aku tidak percaya kalau Raman dan Ishita tidak ,,,” bathin Shagun heran 

Sementara itu Ashok mendapat telfon dari Jhakad “Ashok, Raman dan istrinya akan datang nanti di pesta, kamu tahu kan bagaimana caranya membuat sebuah pesta menjadi menarik ?” Ashok tersenyum senang, saat itu tuan Bhalla datang ke tempat Ashok dan berkata “Kamu tidak perlu memberikan apartemen ke Rinki !” bentak tuan Bhalla, Ashok berusaha bersikap manis didepan tuan Bhalla tapi tuan Bhalla tetap memarahinya dan mengancam Ashok “Jangan coba dekati keluargaku, Ashok ! Menjauhlah dari keluargaku, kami sekeluarga masih bersama Raman sampai hari ini !” bentak tuan Bhalla lagi sambil memuji Raman di depan Ashok “Rinki masih mempunyai rumah untuk dia tinggali !” ujar tuan Bhalla sambil mengembalikan semua surat surat apartemen itu ke Ashok, Ashok hanya terdiam 

Di rumah sakit, akhirnya Ishita keluar dari ruang praktek dokter dan mulai memikirkan ucapan dokter itu, Shagun bergegas menemuinya dan mulai menghina Ishita seperti biasa, sambil bertanya tentang kondisi anak anaknya, kemudian Shagun berkata kalau dirinya mendengar semua pembicaraan Ishita dengan dokter tadi “Kamu ini memang mandul, Ishita” ejek Shagun sambil menghina hubungan Ishita dan Raman “Mana pernah ada seorang suami yang tidak menyentuh istrinya ? Apakah Raman tidak mencintai kamu ? Atau kamu yang melarikan diri darinya ? Ini sungguh sangat menyedihkan, bahkan doktermu itu juga terkejut dan mentertawakan kalian” Ishita menangis mendengar sindiran Shagun yang pedas “Shagun, aku mohon agar kamu tidak ikut campur dalam urusan pribadiku !”, 

“Ini bukan persoalan pribadi, Ishita ! Rumah sakit sudah mengetahuinya, aku bisa memberikan saran padamu, Ishita ,,, kamu sudah menikahi Raman dan tidak bisa mendapatkan dia dalam pelukkanmu maka berakhirlah drama legenda Sati Savitri ! Jangan hanya bilang aku mencintaimu tapi ekpresikan juga perasaan itu, lakukan sebuah perbuatan yang nyata, Ishita ,,, seorang suami biasanya lebih dekat dengan ibu anak anaknya, apakah kamu hanya ingin menjadi pengasuhnya anak anak ? Bukan ibunya ?” sindir Shagun ketus “Sayang sekali Raman tidak meihat kamu dari sisi yang itu kalau tidak dia pasti tidak akan menjauh darimu, kamu tahu ,,, dulu ketika Raman bersamaku, dia tidak pernah meninggalkan aku, kami berdua selalu berada di kamar setiap waktu, tapi itu aku dan sekarang kamu hanya seorang pengasuh saja, sayang sekali, kasihan” Ishita menangis mendengarnya 

“Kamu ini memang bukan tipenya Raman, kalau tidak dia tidak akan menjauh dari kamu, semuanya yang terbaik untuk si bayi” ujar Shagun ketus “Aku merasa sedih karena aku telah menyakiti perasaanmu, Ishita” ujar Shagun sambil menatap kearah Ishita “Maafkan aku, Ishita ,,, aku sebenarnya menyayangi kamu dan berharap psikologi terbalikku ini bisa berhasil, dengan begitu Ishita akan mengambil langkah selanjutnya kemudian Raman dan Ishita akan bersatu untuk selama lamanya” gumam Shagun penuh harap 

Ishita sedang dalam perjalanan dan teringat pada ucapan Shagun, Ishita merasa kesal dan menghantamkan mobilnya ditempat parkir, Mihika yang saat itu juga ada disana sangat khawatir dan bertanya “Kakak, apakah kamu baik baik saja ?” tanya Mihika, supir taxi mulai bertengkar dengan Ishita, Ishita menyela “Kenapa kamu parkir disini ?” bentak Ishita sambil memarahi supir itu, Mihika mencoba menenangkannya “Kakak, kenapa kakak sangat marah ?” tanya Mihika heran Sementara itu Rinki sedang mencari surat surat apartemennya dan bertanya pada ayanhya tentang surat apartemen itu “Iyaaa ayah yang menemukannya dan ayah sudah mengembalikkannya ke Ashok !” Rinki kaget mendengar ucapan ayahnya

Ishita sedang curhat ke Mihika “Shagun mengira kalau Raman itu tidak tertarik padaku, aku ini sangat buruk, aku tidak bisa terima hal ini, Mihika ,,, aku tidak akan mengampuninya” ujar Ishita kesal, Vandu dan Mihika mencoba mengajak Ishita bicara dari hati ke hati “Shagun ada disini lagi”, “Lalu apa masalahnya ? Jangan berikan dia kesempatan, Ishita !” sela Vandu “Tapi aku rasa dia benar, Raman memang suka pada perempuan yang glamour” Mihika menyela ucapan Ishita “Tapi, kak ,,, semua orang memuji kamu dan Raman”, “Aku ini hanya pengurus rumah tangga dan anak anak, Shagun bilang aku ini hanya seorang pengasuh” ujar Ishita sedih, saat itu Raman menelfon Ishita tapi Ishita menolaknya, mereka kemudian menekan tombol speaker agar mereka semua mendengarnya, Raman rupanya memberitahu Ishita tentang pesta ditempatnya Jhakad, Jhakad mengundang mereka “Tidak masalah kalau kamu tidak ingin datang, tapi kalau aku harus menampakkan diriku disana” jelas Raman, 

Vandu dan Mihika berusaha membujuk Ishita untuk setuju dengan ajakan Raman “Aku akan pulang kerumah nanti malam, jika kamu mau datang maka bersiaplah, kalau tidak, tidak apa apa” ujar Raman kemudian mengakhiri telfonnya, Ishita sangat marah sambil berkata “Dia itu malu mau mengajak aku” gumam Ishita “Ishu, dia tidak akan menelfon kamu kalau dia tidak ingin mengajak kamu kesana”, “Aku tidak apa apa kalau dia memang tidak tertarik” ujar Ishita kesal “Ishu, dengarkan aku !” sela Vandu, Ishita bergegas pergi meninggalkan mereka dengan perasaan kesal, Mihika dan Vandu mulai memikirkan apa yang harus mereka lakukan SINOPSIS MOHABBATEIN episode 514 by. Sally Diandra

Bagikan :