SINOPSIS MOHABBATEIN episode 510 by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 510 by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 510 by. Sally Diandra Ishita meminta Raman untuk pulang kerumah karena semua orang sedang menantinya, Ishita juga meminta Raman untuk membiarkan Romi dan Sarika berfikiran yang lain, akhirnya Raman pulang kerumah sambil membawa beberapa mainan dan hadiah, Raman tersenyum begitu melihat Ananya, sedangkan Sarika segera membawa Rohit dan meminta tuan Bhalla untuk mengawasi Rohit karena dia baru saja datang, Raman hanya bisa berdiri dan menatap kearah mereka dengan perasaan heran 

“Raman, masuklah kedalam” pinta Ishita, tuan Bhalla menatap kearahnya dan tidak berkata apapun, Raman merasa heran “Kenapa harus pergi kesini kalau ayah tidak memanggil ?” bathin Raman heran, sedangkan tuan Bhalla berharap Raman mau mengunjungi mereka, nyonya Bhalla juga berkata dalam hati kalau sebenarnya suaminya ingin Raman datang tapi dia tidak ingin memanggilnya “Tidak ada gunanya, percuma saja, tidak ada seorangpun yang berharap aku datang kesini” ujar Raman kemudian bergegas berlalu dari sana, 

Begitu Raman pergi, nyonya Bhalla bertanya pada suaminya “Suamiku, kenapa kamu tidak memanggil Raman ?”, “Kenapa harus aku yang memanggilnya ? Apakah aku yang memintanya pergi ? Ini adalah rumahnya, apakah dia membutuhkan undangan ?” sahut tuan Bhalla kesal, ditempat Raman, Ishita juga menanyakan hal yang sama pada Raman, Ishita meminta Raman untuk pergi menemui ayahnya dan memeluk ayahnya, lalu memberikan mainan pada anak anak, paling tidak untuk Ananya dan Rohit “Hanya untuk anak anak”, “Baiklah, pergilah sana” ujar Ishita, 

Raman menuruti permintaan Ishita dan pergi lagi ke apartemen keluarga Bhalla, Simmi melihat kedatangan Raman dan memintanya untuk masuk, Simmi segera membawa Raman “Kakak, apa yang kamu beli itu ?” tanya Simmi, Raman kemudian memberikan mainan itu untuk Ananya dan melihat kearah tuan Bhalla, Raman lalu memberikan mainan ke Sarika “Berikan mainan ini untuk Rohit atau buang saja kalau kamu tidak suka” Sarika langsung menyela ucapan Raman “Mainannya bagus juga, Rohit pasti akan bermain dengan mainan ini” ujar Sarika, 

Nyonya Bhalla meminta Neelu untuk menyiapkan makanan di meja makan “Seluruh keluarga akan makan bersama hari ini” ujar nyonya Bhalla, tiba tiba salah satu tetangga mereka datang dan memberitahu pada mereka kalau ada pertemuan warga apartemen hari ini dan mereka harus membayar uang sewanya sebelum tanggal 5 setiap bulannya “Aku akan membayarnya” ujar Raman, saat itu Romi datang kesana, Ishita menyela “Terima kasih, karena kamu telah melakukan hal ini, ini sangat penting untuk kami, ibu mertuaku akan mengurusi semuanya” nyonya Bhalla kemudian bertanya ke Raman 

“Raman, kenapa kamu yang akan membayarnya ? Mulai sekarang Romi yang akan membayarnya, dia kan sudah bekerja sekarang” Romi tertegun dan mengatakan iya namun nyonya Bhalla sebenarnya hanya berpura pura saja dan meminta Raman untuk menyimpan uangnya itu “Iyaa ibu benar, kami yang akan membayarnya, kenapa tidak ? Kami tidak menginginkan uang kak Raman” ujar Romi dengan gayanya “Kakak, makan malamlah dulu” pinta Simmi, namun Raman langsung pergi dengan perasaan jengkel, nyonya Bhalla merasa prihatin pada Raman, 

Saat itu Ishita melihat Raman sedang bersedih “Ada apa, Raman ?” , “Ishita, apakah aku ini begitu buruknya ? Kalau aku mengharapkan sesuatu, mereka merasa kalau aku ini sedang pamer” ujar Raman sedih “Raman, mungkin saja ibumu ingin Romi yang bertanggung jawab kali ini” hibur Ishita “Lalu apa yang harus aku katakan pada Mihir ? Aku merasa aku sudah tidak punya apa apa sekarang”, “Kita mempunyai keluarga, sedangkan uang bisa kita dapatkan lagi, kita sudah memutuskan untuk bekerja keras dan menghasilkan uang” ujar Ishita Nyonya Bhalla sedang ngobrol dengan Ishita “Tidak ada yang curiga dengan tetangga kita yang memberitahu ada pertemuan warga, untung saja tadi Romi juga ada disana” ujar nyonya Bhalla “Ishita, kamu harus mengurusi Raman, aku ingin semua orang menyadari betapa pentingnya Raman dirumah kita” ujar nyonya Bhalla lagi, Ishita setuju dengan pendapat nyonya Bhalla, 

Sementara itu Romi bertanya ke Sarika “Sarika, kenapa kamu mau saja menerima mainan ini dari kak Raman ?” nyonya Bhalla langsung menyela “Romi, jangan lupa untuk membayar uang sewa apartemen sebesar 60.000 rupee (12 juta rupiah)” Romi sangat kaget begitu mendengarnya “Biasanya kakakmu memberikan uangnya sebelum tanggal 5”, “Itu jumlah yang tidak sedikit, ibu”, “Iyaa, tapi disini lingkungannya bagus dan apartemen ini memiliki lima kamar, ibu yakin kamu pasti bisa mengaturnya, ibu akan membelanjakan uangnya seperti yang kamu katakan tapi tidak usah memintanya ke Raman” pinta nyonya Bhalla, 

Romi mulai bingung sambil berkata “Begitu banyak tagihan” ujar Romi sambil menyadari kesalahannya “Bagaimana caranya untuk mengurusi semua pengeluaran ini sekarang ?” gumam Romi, nyonya Bhalla merasa yakin kalau saat ini Romi akan mengerti kalau betapa mudahnya mengatakan seseorang tidak bertanggung jawab dan menjadi orang yang bertanggung jawab itu sulit “Aku yakin rencanaku dan Ishita akan berhasil, kami akan merubah pemikiran keluarga kami” ujar nyonya Bhalla penuh harap 

Romi sedang memperbaiki komputer ditempat bimbel Bala dan ngobrol dengan Bala “Pak Bala, apakah kamu membeli komputer ini dari temanku ? komputernya ini komputer rakitan” ujar Romi, kebetulan Jhakad datang kesana dan meminta pengembalian uang muka les komputer “Masalahnya sudah bisa kami atasi, tuan” ujar Bala “Apakah kamu tidak tahu apa kesalahanmu ? Untung saja Romi menunjukkannya padamu, apa yang akan kamu ajarkan pada anak didikmu ?”, “Baiklah, aku akan mengembalikan uangnya” sahut Bala “Romi, apakah kamu mau bekerja untukku ?” tanya Jhakad sambil menawarinya beberapa keuntungan dengan gaji yang menggiurkan, 

Romi teringat pada ucapan ibunya “Dengan senang hati aku akan bekerja” ujar Romi senang, Jhakad kemudian memberikan kartu namanya dan memintanya untuk datang ke kantornya, kemudian Jhakad berlalu dari sana, begitu Jhakad pergi, Bala segera memberikan selamat pada Romi “Selamat, Romi ,,, untuk pekerjaanmu yang baru dan terima kasih atas perbaikan komputernya” ujar Bala “Romi, kalau boleh aku tahu, kenapa kamu marah pada Raman dan Ishita tempo hari ?”, “Sudahlah lupakan saja, pak Bala” ujar Romi kemudian pergi dari sana, Bala berharap semuanya bisa terselesaikan dengan baik segera 

Ishita sedang ngobrol dengan pasien dan ibunya pasien, perempuan itu memberikan usulan ke Ishita untuk membuka klinik dokter giginya sendiri dan memberitahu Ishita kalau suaminya adalah kontraktor, Ishita jadi teringat kalau Mihir sudah memesan sebuah apartemen disana, dimana ayah pasiennya bekerja, Ishita lalu bertanya padanya “Suamiku pasti akan memberikan diskon yang bagus untuk anda, dokter Ishita” ujar perempuan itu 

Rinki sedang ngobrol dengan kontraktor “Suamiku sudah memberikan uang muka padamu kan ?”, “Kami tidak bisa mengembalikan uang mukanya, nyonya” ujar kontraktor itu “Ini namanya penipuan ! Kembalikan uang kami !”, “Kami tidak bisa melakukan apa apa, aku akan memberikan waktu tiga hari untuk mendapatkan uang” ujarnya, tiba tiba Ashok muncul dan bicara dengannya, kebetulan Ishita juga datang kesana untuk bertemu dengan kontraktor itu “Aku harus ketemu dengan kontraktor itu” ujar Ishita sambil memikirkan untuk melakukan sesuatu agar bisa membeli apartemen itu “Rinki dan Raman pasti akan senang nanti” gumam Ishita senang, saat itu rupanya Ashok membayar keseluruhan harga apartemen yang akan dibeli Rinki “Aku membeli apartemen ini untuk Rinki, aku selalu ingin Mihir mendapatkan semuanya yang pantas dia dapatkan, jadi aku membantu kamu, Rinki ,,, tolong gunakan nama Rinki untuk nama pemilik apartemennya” pinta Ashok yang saat itu melihat kehadiran Ishita disana, 

Ashok lalu berkata lagi “Aku bisa memberikan hadiah ini pada adikku karena aku sudah menganggapnya seperti itu, aku kenal dengannya sejak dia kecil dulu”, “Belakangan hari ini bahkan kakak kandungku sendiri tidak memikirkannya” sahut Rinki, Ishita terperangah melihat kearah mereka, Ishita merasa sedih, Ashok lalu berkata lagi “Rinki, aku antar kamu pulang ke rumah, ayooo” Ishita segera bersembunyi agar tidak terlihat Rinki dan Ashok, saat itu Rinki sudah pergi bersama Ashok, Ishita benar benar sedih “Bagaimana caranya menjelaskan ke Rinki kalau Ashok hanya memanfaatkan dirinya ? Raman akan marah kalau dia tahu tentang hal ini, aku tidak bisa memberitahu mereka, Raman pasti akan membunuh Ashok dan bertengkar dengan Rinki” gumam Ishita cemas SINOPSIS MOHABBATEIN episode 511 by. Sally Diandra

Bagikan :