SINOPSIS MOHABBATEIN episode 508 by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 508 by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 508 by. Sally Diandra Di rumah keluarga Iyer Ishita meminta Ruhi untuk percaya padanya karena ibu Ishi akan menyelesaikan semua permasalahan dirumah mereka, Ishita berusaha menghibur Ruhi “Ibu Ishi, kak Adi menyalahkan dirinya sendiri”, “Kita akan bersamanya, kita tidak akan membiarkan dirinya merasa bersalah, ibu Ishi janji kalau kita akan membuatnya membaik lagi seperti sebuah tim, tentu saja bersama nenek Bhalla, kita akan menyatukan keluarga kita lagi” hibur Ishita “Aku menyayangimu, ibu Ishi ,,, ibu Ishi memang ibu terbaik sedunia !”, “Itu karena ibu Ishi punya seorang anak yang terbaik yaitu Ruhi” balas Ishita 

Rinki sedang ngobrol dengan nyonya Bhalla di rumah keluarga Bhalla, mereka sedang ngobrol tentang Mihir yang akan pergi ke Amerika “Tidak ada seorangpun yang bisa menolong kita lagi sekarang, ibu ,,, jadi kami harus mengatasi semuanya sendiri”, “Iyaaa, Rinki ,,, ayahmu juga hanya seorang pensiunan, kenapa kita harus meminta tolong pada kakakmu Raman, benar kan ? Mungkin Mihir mempunyai tabungan sehingga dia melakukan hal ini untuk kamu” sahut nyonya Bhalla “Kak Raman mengira kalau dirinya itu bisa mengendalikan kehidupan kami, itulah mengapa dia mengirimkan Mihir ke Amerika, aku sudah bilang sama Mihir untuk memindahkan aku ke apartemen yang baru” sela Rinki, nyonya Bhalla baru mengerti kalau Rinki sedang menyulut api dirumahnya sendiri dengan meminta Mihir untuk membelikan sebuah apartemen yang baru “Kasihan Mihir” bathin nyonya Bhalla, 

Setelah Rinki pulang, nyonya Bhalla kemudian menelfon Ishita “Ishita, Mihir mau membeli sebuah apartemen yang lebih bagus untuk Rinki, Rinki yang memintanya untuk membelikan sebuah apartemen yang mewah dan Mihir juga akan pergi ke Amerika, aku tidak tahu bagaimana nanti Mihir bisa mengatasi semua ini ?”, “Ibu jangan cemas, aku akan mengeceknya dulu, oke ?” ujar Ishita, kemudian Ishita menelfon Raman yang saat itu sedang berada di kantor “Raman, kata Neelu keadaan ibu baik baik saja”, “Ibu itu sedang kurang enak badan karena dia memikirkan kita semua, tapi kenapa Rinki mengira kalau aku ini tidak memikirkan keluargaku ? Apakah dia bukan keluargaku ?” ujar Raman kesal 

“Biarkan dia berfikiran seperti itu, Raman ,,, suatu saat dia akan mengerti nanti, lebih baik kamu kerjakan tugasmu dan tidak usah memikirkan tentang dia, oke ?” sela Ishita “Tapi kenapa Rinki merasa kalau dirinya tidak aman ?”, “Saat ini Mihir sedang memikirkan untuk membeli sebuah apartemen yang baru untuk Rinki, aku merasa dia tidak punya cukup uang, mungkin dia akan mengambil pinjaman, jika kamu bisa membantunya, bantulah dia” Raman tertegun mendengar ucapan Ishita “Darimana kamu tahu ?” Raman mulai penasaran “Aku tahu dari Neelu, dia mendengar pembicaraan Rinki dan ibu”, “Baiklah, aku akan coba bicara dengan Mihir” ujar Raman

Setelah menutup telfonnya, Ishita kemudian menelfon ibu mertuanya kalau dirinya sudah memberitahu Raman soal Mihir dan Rinki Mihir menemui Raman di ruang kerjanya “Raman, aku sudah mengerjakan semua pekerjaan dan akan menyelesaikan sisanya sebelum aku pergi ke Amerika”, “Apakah yang kamu lakukan ini benar ? Dengan menyembunyikan hal yang sebesar ini ?” Mihir tertegun dan tidak tahu arah pembicaraan Raman “Aku bertanya soal pembelian apartemen baru, bukankah kamu bisa mengatakannya padaku ?” tanya Raman heran

“Raman, Rinki telah melakukan banyak sekali drama” sahut Mihir “Ketika Rinki berada diantara kita, kamu bisa menggunakan uang perusahaan, kamu bisa mengambilnya sebagai pinjaman, dengan begitu kamu bisa pergi ke Amerika dengan tenang, sampai kamu datang nanti, Rinki pasti akan menyadarinya” Mihir langsung memeluk Raman dan berterima kasih atas bantuan Raman “Aku telah melakukan hal yang benar dengan menikahkan kamu dengan kakakku, Shagun dulu karena dengan begitu aku jadi memiliki Raman sebagai kakakku dan sahabat terbaikku” puji Mihir tulus 

Dirumah keluarga Bhalla, nyonya Bhalla sedang ngobrol dengan suaminya, nyonya Bhalla berusaha menyadarkan suaminya untuk merubah keadaan dirumah dan bagaimana Raman dan Ishita mengurusinya sebelumnya “Kita harus mengurusi rumah ini dengan mengencangkan ikat pinggang, suamiku ,,, Neelu, gunakan teh dan gulanya sedikit saja yaa” ujar nyonya Bhalla, tuan Bhalla lalu pergi dari sana, nyonya Bhalla lalu meminta Simmi untuk mengurusi semuanya “Jika mereka berdua, ayahmu dan kakakmu masih keras kepala, maka akulah yang harus mengurusi semuanya”, “Ibu, ibu jaga diri baik baik saja” sahut Simmi, dalam hati nyonya Bhalla memikirkan Ishita “Aku akan membawa bersama kembali seperti dulu” bathin nyonya Bhalla 

Keluarga Iyer sedang ngobrol bersama, Raman bergegas menuju ke meja makan, Ishita lalu menyusulnya “Aku tahu kalau kamu merindukan makanan Punjabi, iya kan ? Maaf tadi aku sibuk tapi sekarang aku akan membuat makanan favouritemu, jangan tegang begitu” ujar Ishita, saat itu Raman sedang sibuk dengan telfonnya, Ishita datang menemuinya dan menutup pintu kamar, Raman tertegun “Ishita, kita ini sedang berada di rumahnya ayah mertua, kenapa kamu menutup pintunya ?”, “Neelu tadi baru saja mengirimkan paratha buat kamu” ujar Ishita sambil mengajaknya bergurau dan meminta Raman untuk memakannya “Aku tidak lapar”, 

“Ya sudah, lupakan saja, aku yang akan memakannya” ujar Ishita sambil menaruh paratha itu tetap di dalam kamar dengan sengaja lalu bergegas keluar kamar Nyonya Bhalla keluar dari apartemennya dan bertanya tentang Raman pada Ishita “Ishita, apakah dia makan parathanya ?”, “Tenang, ibu ,,, aku yakin dia pasti akan memakannya” ujar Ishita yakin “Terima kasih ya sayang, aku tidak ingin membebani Raman soal Mihir”, “Ibu, Mihir itu adalah bagian dari perusahaan Raman” jelas Ishita “Baiklah, nanti kabari aku yaa, kalau Raman sudah memakan parathanya” Ishita tertawa geli mendengar ucapan ibu mertuanya “Tentu saja, ibu ,,, ibu istirahat saja yaa” ujar Ishita, 

Kemudian Ishita masuk lagi ke kamar dan dilihatnya kotak yang berisi paratha masih berada ditempatnya “Waah rupanya Raman benar benar tidak memakannya” bathin Ishita, kemudian Ishita hendak keluar kamar lagi, Raman langsung bertanya “Ishita, kamu mau kemana ?”, “Aku mau menemui anak anak, nanti aku buatkan susu buat kamu, oke” ujar Ishita sambil mengambil kotak makanan tersebut dan dirasanya kotak itu sangat ringan, Ishita tersenyum sambil keluar dari kamar dan mengeceknya ternyata kotak itu kosong, tidak ada paratha yang tersisa disana, Ishita langsung tertawa “Ternyata beberapa orang memang sangat dramatis” gumam Ishita, Ishita bergegas menelfon nyonya Bhalla dan mengabarkan kalau Raman sudah memakan semua parathanya “Sekarang ibu bisa tidur dengan nyenyak” nyonya Bhalla sangat senang mendengarnya 

Raman mendapat telfon dari Pathak “Raman, aku baru tahu kalau Parmeet sudah keluar dari penjara dan dia mengajukan kasus hak asuh Ananya”, “Pasti Ashok yang membebaskannya, Parmeet seharusnya tidak mendapatkan hak asuh apapun !” ujar Raman kesal, kebetulan Ishita mendengar pembicaraan Raman dengan Pathak dan memintanya untuk menekan tombol speaker agar dia juga bisa mendengar “Kali ini Parmeet melakukan permainan yang kotor, dia akan menyebut Simmi sebagai orangtua tunggal yang pengangguran dan dia juga menceritakan soal permasalahan dirumahmu, Suraj dan Ashok ada bersama Parmeet” jelas Pathak 

“Simmi tidak boleh tahu tentang hal ini, buatlah sebuah pertemuan dengan Parmeet”, “Baiklah, aku akan mengabari kamu lagi nanti” kemudian telfon mereka berakhir “Raman, kita harus membuat sebuah kesepakatan yang baik”, “Aku juga tidak akan membiarkan Ananya jatuh ke tangan Parmeet, jangan katakan hal ini dirumah” ujar Raman kesal kemudian berlalu dari sana, Ishita merasa heran “Yaaa ampuuuun apa yang terjadi dirumah kami ? Satu per satu permasalahan selalu datang” ujar Ishita sedih 

Ishita dan nyonya Bhalla sedang berada di kios sayuran, nyonya Bhalla melihat Ishita sedang bersedih “Ishita, kamu memikirkan apa ? Sampai melamun seperti itu ?” tanya nyonya Bhalla, Ishita lalu terburu buru membeli sayuran dan meninggalkan ibu mertuanya, kemudian memberikan sayuran itu ke rumah ibunya sendiri dan pergi lagi, 

Sementara itu Bala sedang ngobrol dengan seseorang “Banyak komputernya tidak bekerja dengan baik, bagaimana bisa aku mengajari murid muridku ? Datanglah kesini dan cek apa kerusakannya” ujar Bala, Romi kebetulan mendengarnya, Bala juga melihat Romi ada disana dan meminta orang itu untuk datang segera dan memperbaiki komputernya 

Ishita menemui Raman dan bertanya “Raman, apakah kamu sudah ngobrol sama Parmeet ?” saat itu Parmeet sudah ada disana dan menyapa Ishita “Raman tadi menelfonku dan memintaku untuk datang kesini, jadi aku datang” ujar Parmeet santai “Aku tadi sudah bilang sama Raman kalau aku tidak akan membuat kesepakatan sampai Ishita datang” Raman menyela “Karena kamu tahu kalau Ishita ada disini, maka kamu bisa pergi hidup hidup”, “Iyaa tepat ! Hanya Ishita yang bisa mengendalikan kamu” ejek Parmeet “Baiklah, katakan sekarang !”, “Aku tidak ingin bertengkar soal kasus hak asuh Ananya, berikan saja aku uang 15 crore” ujar Parmeet senang, Ishita dan Raman hanya bisa menatap satu sama lain SINOPSIS MOHABBATEIN episode 509 by. Sally Diandra

Bagikan :