SINOPSIS MOHABBATEIN episode 507 “KERJA SAMA YANG BAIK” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 507 “KERJA SAMA YANG BAIK” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 507 “KERJA SAMA YANG BAIK” by. Sally Diandra Nyonya Bhalla akhirnya pulang kerumah dengan perasaan bahagia dan mengajak seluruh keluarganya ngobrol “Lalu dimana Raman dan Ishita ?” tanya nyonya Bhalla heran, Simmi dan tuan Bhalla berusaha mengatakan pada nyonya Bhalla kalau Raman dan Ishita tidak ada di rumah mereka “Oooh mungkin Raman sedang pergi ke kantor yaa dan Ishita mungkin sedang pergi ke klinik, aku akan menelfon mereka” tuan Bhalla kembali menyela ucapan istrinya “Toshi, mereka tidak ada disini ! Mereka meninggalkan rumah kita” nyonya Bhalla kaget dan tidak percaya “Bagaimana kamu bisa membiarkan mereka pergi ? Ada apa ini ? Ini sudah keterlaluan !” nyonya Bhalla mulai menangis 

“Dulu kita mengijinkan Raman pergi bersama Shagun, tapi Raman bilang kalau dia tidak bisa meninggalkan kita, lalu apa yang terjadi sekarang ? Ishita sangat bahagia dengan kita, dia itu perempuan yang baik, kamu telah memilihnya untuk Raman, kamu harus mengurusi semua ini, suamiku” ujar nyonya Bhalla sedih “Raman sudah menjadi orang besar sekarang dan dia tidak membutuhkan kita, dia merasa kita ini adalah beban baginya, dia membuat aku menyadari kalau dia memang tidak membutuhkan kita, dia tidak peduli pada kita kalau tidak dia tidak akan pergi seperti ini” sahut tuan Bhalla 

Nyonya Bhalla langsung pergi ke rumah keluarga Iyer dan memanggil Raman dengan lantang, Raman bergegas menghampiri ibunya dan menyentuh kakinya namun nyonya Bhalla langsung menamparnya “Bagaimana bisa kamu menghina ayahmu ? Baru pertama kali aku melihat ayahmu menangis, dia memang tidak bisa mengekspresikan semuanya tapi dia menyayangi kalian semua, kamu adalah kebanggaannya, Raman ! Dan kamu menghancurkannya hari ini !” bentak nyonya Bhalla “Bagaimana bisa kamu meninggalkan rumah ketika ayahmu memarahi kamu ?” semua orang hanya bisa terdiam menatap kearah mereka, nyonya Bhalla lalu bertanya pada Ishita “Ishita, kenapa kamu tidak mencegah Raman pergi ? Kalian telah menyakiti perasaanku, tidak ada seorangpun yang lebih penting daripada ayahmu, Raman ! Aku tidak akan pernah memaafkan kalian semua !” nyonya Bhalla menangis dan bergegas pergi dari sana tapi Raman mencegahnya 

“Ibu, apakah ini kesalahanku ?”, “Iyaa ! Kamu telah mengambil langkah terlalu jauh dengan kemarahanmu, Raman ,,, mungkin ayahmu merasakan sesuatu yang salah dan salah paham, kenapa kamu tidak bisa mengerti ayahmu, apakah kamu lupa dia itu ayahmu, ketika kamu masih kecil dan berbuat banyak kesalahan, ayahmu biasanya menjelaskannya padamu dengan penuh cinta dan tidak pernah meninggalkan rumah seperti ini” jelas nyonya Bhalla “Lalu kalau aku memarahi kamu, apakah kamu juga akan mengusir aku keluar dari rumah ? Ketika anak anak sudah besar dan tumbuh dewasa, kamu ingin orang tuamu yang tua ini duduk dipojokkan dan hanya tergantung padamu, kami ini tidak tergantung pada orang lain, ayahmu dan aku cukup satu sama lain, anak kami tidak menghormati kami lagi” ujar nyonya Bhalla kemudian segera pergi meninggalkan mereka, 

Begitu nyonya Bhalla pergi, Ishita meminta pada Raman untuk bicara dengan ayahnya, Raman langsung masuk ke kamar, Ishita kemudian keluar rumah dan melihat nyonya Bhalla sedang terbaring di lantai dalam keadaan pingsan, Ishita langsung memanggil Raman dan semua orang, Ishita berusaha membangunkan ibu mertuanya 

Dokter sedang mengecek kondisi nyonya Bhalla, Ishita kemudian ngobrol sebentar dengan dokter itu dan dokter itupun pulang, Ishita berdiri diluar rumah keluarga Bhalla, Ishita merasa tidak berdaya dan bergegas pergi untuk melihat kondisi nyonya Bhalla, Ishita menangis dan meminta semua orang untuk pergi dulu karena Ishita ingin bicara dengan nyonya Bhalla, akhirnya tuan Bhalla, Simmi dan Romi keluar “Ibu, aku harus bicara dengan ibu dan bertanya pada ibu karena ibu telah menanyai Raman dan aku ini juga keluarga Bhalla, aku ini bukan hanya istrinya Raman tapi juga menantu dirumah ini” ujar Ishita, nyonya Bhalla hanya terdiam “Apapun yang terjadi diantara Raman dan ayah, tapi kenapa ibu melakukan hal ini padaku ? Apakah karena kita menantu dan mertua dan tidak ada hubungan yang lain ? Ibu telah memberikan aku kasih sayang seorang ibu pada anaknya, aku tahu kalau Raman telah memutuskan semua ini dalam keadaan marah, aku mendukungnya karena dia adalah suamiku, ibu” jelas Ishita 

“Tapi itu bukan berarti kalau aku tidak berkata salah kalau aku salah, ibu telah membuat Raman menjauh, dia itu anakmu dan tidak bisa tinggal tanpa ibu dan keluarga ini, hanya kita yang bisa membuat semuanya membaik, kita telah membuat Shagun pergi dari rumah ini dan sekarang kita saling membutuhkan satu sama lain” nyonya Bhalla hanya terdiam “Aku membutuhkan kamu, ibu ,,, tolong dukung aku, rumah kita sedang goyah saat ini, aku tidak bisa mengurusinya sendirian, aku ingin mengajak ibu untuk bekerja sama denganku untuk membawa perubahan dirumah ini” nyonya Bhalla akhirnya setuju dan saling menyatukan tangan mereka untuk membuat semuanya membaik kembali “Ibu, sekarang aku mendapatkan kekuatan” ujar Ishita sambil tersenyum 

Adi dan Ruhi sedang ngobrol tentang permasalahan dirumah mereka, Ruhi menyuapi kakaknya dan mencoba membuat kakaknya tersenyum sambil berkata “Ibu Ishi pasti akan membuat semuanya membaik” ujar Ruhi, tak lama kemudian Ruhi sedang menangis sambil ngobrol dengan Appa, Appa berusaha menghiburnya, Ishita juga datang kesana dan mencoba menghibur Ruhi “Ibu punya kejutan buat kamu, ibu akan membuat semuanya membaik kembali, percayalah pada ibu Ishi, ini janji ibu Ishi” hibur Ishita, Ruhi tersenyum senang mendengarnya SINOPSIS MOHABBATEIN episode 508 by. Sally Diandra

Bagikan :