SINOPSIS MOHABBATEIN episode 469 “MIMPI BURUK RAMAN" by. Sally Diandra

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 469 “MIMPI BURUK RAMAN” by. Sally Diandra Di rumah keluarga Bhalla, Raman sedang ngobrol dengan Simmi “Kakak, aku rasa aku harus memikirkan tentang diriku sendiri, aku ingin mandiri tapi aku tidak tahu arahnya” ujar Simmi, Raman lalu menunjukkan sebuah artikel di koran tentang menjadi seorang pengusaha wanita, Ishita datang kesana menghampiri mereka dan tersenyum begitu melihat Raman yang sedang memberikan keberanian pada Simmi, Ishita lalu menyela “Raman, Mihir menelfon kamu” ujar Ishita, Raman kemudian ngobrol dengan Mihir ditelfon dan meminta Ishita untuk pergi ke dokter “Iyaaa iyaa aku ini memang pasien” sindir Ishita, kemudian Raman berlalu dari sana, setelah Raman pergi, Ishita mulai ngobrol dengan Simmi “Simmi, aku harus ke dokter sekarang tapi kita akan ngobrol nanti” ujar Ishita 

Tak lama kemudian Ishita sudah sampai di rumah sakit dan menunggu gilirannya, saat itu Ishita melihat inspektur polisi Abhishek Singh sedang berdebat dengan seorang perawat, Abhishek meminta perawat itu mengecek profil pekerjaan dari seseorang yang hilang “Aku hanya punya fotonya saja tapi namanya berbeda, bagaimana bisa aku memberikan kamu informasi detail tentang mantan pegawai disini ?” tanya perawat itu heran, Ishita kemudian menghampiri Abhishek dan bertanya “Inspektur Abhishek, apa yang kamu lakukan disini ?”, “Mereka tidak punya catatan tentang sepupuku, dia berhubungan dengan seorang laki laki lalu sesuatu yang buruk terjadi, kemudian dia memutuskan hubungan dengan semua orang” ujar Abhishek sedih 

“Dia itu sahabat baikku, ketika aku datang ke Delhi, dia tidak ada dimana mana, jadi aku datang kesini untuk mencarinya”, “Aku yakin kamu pasti akan menemukannya” hibur Ishita “Iyaa dan menemukan laki laki itu juga, aku akan melakukan keadilan padanya” ujar Abhishek ketus “Berikan aku informasi yang detail tentang saudaramu itu, aku akan mencoba bertanya pada teman teman kampusku, siapa tahu mereka tahu”, “Baiklah” ujar Abhishek kemudian Ishita berlalu dari sana, Abhishek melihat kearah foto yang dipegangnya sambil berkata “Dimana kamu Sarika ?” ternyata foto itu adalah fotonya Sarika, mantan pacar Romi “Dimana laki laki yang telah menghancurkan semuanya ?” Abhishek bertanya tanya 

Dirumah keluarga Bhalla, Romi sedang teringat pada Sarika sambil menangis, nyonya Bhalla menghampiri Romi, Romi kemudian menceritakan soal Sarika pada ibunya, dalam hatinya berkata “Kenapa aku membiarkan dia pergi dari hidupku ?”, “Kita pasti akan bisa mendapatkannya, tapi ingat Romi, jangan katakan pada siapapun !” pinta nyonya Bhalla, 

Raman sedang memberikan presentasinya didepan kliennya, semua orang menyukainya kecuali salah satu investor “Tuan, anda harus percaya pada keputusanku dalam berinvestasi” pinta Raman, Mihir juga memberikan sebuah kabar baik tentang sebuah kesepakatan yang baru dibuat oleh perusahaan mereka dan memberikan pujian pada kepala marketing yang baru Mihika Iyer Ishita sedang bertemu dengan dokternya dan perawat mengatakan kalau ada salah seorang pasien yang membutuhkan darah, Ishita berniat untuk mendonorkan darahnya untuk pasien tersebut, dokter kemudian meminta perawat untuk mengetes dulu darahnya Ishita, 

Sementara itu Adi setuju dengan permintaan teman temannya untuk pergi ke sebuah pesta di malam hati tapi dalam hati kecilnya, Adi sangat khawatir kalau nanti dimarahi sama ayah dan ibunya, sedangkan Mihika segera memberitahu Amma lewat telfon kalau dirinya telah membantu Raman dalam mendapatkan sebuah kontrak baru untuk perusahaannya, semua orang memberikan ucapan selamat untuk Mihika dikantor, tak lama kemudian Mihika dalam perjalanan pulang ke rumah, saat itu bajaj yang ditumpanginya berhenti di tengah jalan karena trafic lightnya berwarna merah, kebetulan Mihika melihat disebrang sana ada seorang polisi lalu lintas yang sedang berdiri, Mihika jadi teringat pada Abhishek “Pak, mampir ke kantor polisi dulu” ujar Mihika tiba tiba 

Saat itu Abhishek sedang ngobrol dengan seseorang yang mengabarkan kalau dirinya sedang mencoba mencari informasi tentang putrinya, Abhishek berusaha menghiburnya “Kadang kita gagal untuk menemukan orang yang kita cintai juga” ujar Abhishek, saat itu Mihika datang kesana dan ketika Abhishek berbalik, ponselnya jatuh, Abhishek langsung memarahi Mihika “Aku minta maaf, Abhishek ,,, coba terka apa yang aku bawa ? Ice cream !” ujar Mihika senang “Ada banyak hal yang ingin aku katakan padamu” ujar Mihika lagi namun Abhishek malah marah dan meminta Mihika untuk pergi saja dari sana karena saat ini dia sedang sibuk “Aku minta maaf, inspektur polisi Abhishek Singh ,,, aku jadi lupa dengan sikapku, aku kira aku mendatangi temanku, tapi ternyata aku salah sangka, aku datang kesini sebenarnya ingin mengabarkan sebuah kabar baik, ambil ice cream ini atau biarkan saja !” ujar Mihika ketus dan segera berlalu dari sana 

Sementara itu dirumah keluarga Bhalla, Shaila akhirnya meninggalkan rumah mereka dan kembali ke London, sebelum berpamitan, Shaila ngobrol dulu dengan mereka, tak lama kemudian, Adi meminta ijin pada Raman untuk pergi ke pesta salah satu temannya malam ini, Raman menyetujuinya namun Ishita tidak karena Adi belum dewasa, Adi memohon pada Ishita dan Raman akhirnya mengijinkannya pergi

Mihika teringat pada ucapan Abhishek tadi dan Amma memberitahunya kalau ibunya menelfonnya “Bibi, sebenarnya ibu meminta aku pulang ke Chennai beberapa hari, aku akan pulang kalau proyekku sudah selesai, aku harus pergi ke bandara dulu” ujar Mihika sambil melirik ke arah ponselnya dan bergumam “Inspektur polisi itu memang tidak mempunyai kesopanan untuk meminta maaf” gumam Mihika kesal, 

Sementara itu Raman dan Ishita sedang ngobrol dikamar mereka berdua, mereka berdua sedang bercengkrama satu sama lain, tiba tiba Ishita mendapat telfon dari dokternya yang meminta Ishita untuk bertemu dengannya besok karena ada masalah dari hasil tes darahnya tadi, Ishita merasa khawatir, Raman berusaha mengalihkan perhatian Ishita dari harapannya akan hasil test darahnya yang mudah mudahan tidak begitu mengkhawatirkan, tak lama kemudian Raman dan Ishita tertidur, 


Tiba tiba tengah malam, Raman terbangun dari tidurnya, rupanya Raman bermimpi buruk, Raman merasa terjadi sesuatu pada Ishita dan Ishita akan pergi jauh darinya, Ishita yang saat itu juga terbangun berusaha menghibur Raman “Raman, aku disini, bersama kamu, kemana lagi aku akan pergi ?” hibur Ishita, Raman merasa cemas “Ishita, kamu tidak boleh pergi kemana mana karena aku tidak bisa hidup tanpa kamu” Ishita tersenyum terharu “Aku juga, Raman ,,, aku tidak akan pernah meninggalkan kamu, sudah sekarang kita tidur lagi” Raman akhirnya tertidur disebelah Ishita, Ishita menatap ke arah Raman dengan penuh cinta, kemudian Ishita memeluknya dan tertidur dalam pelukkan Raman  SINOPSIS MOHABBATEIN episode 470 by. Sally Diandra
Bagikan :
Back To Top