SINOPSIS MOHABBATEIN episode 465 “KELUARGA BHALLA & IYER DI USIR” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 465 “KELUARGA BHALLA & IYER DI USIR” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 465 “KELUARGA BHALLA & IYER DI USIR” by. Sally Diandra Di kantor Raman, rupanya Ashok memberikan peringatan dan mengejek Raman kalau kehidupan dan rumah Raman akan berantakan gara gara peristiwa ini, kemudian Ashok berlalu dari sana, di kelas science rupanya Adi juga di sindir oleh teman teman lesnya tentang kasus Raman, Adi tidak terima dan membela Raman habis habisan “Lihat saja beritanya ditelevisi, bagaimana ayahmu membutuhkan uang padahal ayahmu kan CEO besar” Adi sangat marah mendengar ejekan mereka “Aku akan menghajar kalian ! Kalau kalian mengata ngatai tentang ayahku lagi !” Adi dan anak anak tersebut nyaris saling memukul satu sama lain namun Vinni segera merelai mereka dan membela Adi juga ayahnya, Vinni tersenyum manis pada Adi dan meminta anak anak itu untuk pergi, kemudian Adi berterima kasih pada Vinni “Aku rasa ayahmu pasti akan mengatakan yang sebenarnya, ayahku bilang kalau media itu buruk, mereka selalu membuat alasan untuk membuat sebuah cerita” hibur Vinni, kemudian Adi dan Vinni melakukan percobaan kembali, Adi tersenyum manis sambil menatap kearah Vinni 

Di lingkungan apartemen keluarga Bhalla dan Iyer, rupanya seluruh warga apartemen meminta mereka semua pergi meninggalkan tempat itu, Amma berusaha membela diri, tak lama kemudian keluarga Bhalla datang dan bergabung dengan mereka “Bagaimana bisa kami meninggalkan rumah kami ?” ujar nyonya Bhalla, salah satu warga meminta mereka untuk segera mengemasi barang barang mereka dan pergi dari sana, rupanya seluruh warga termakan oleh pemberitaan tentang Raman yang menjual Ananya demi uang “Kalian semua tahu kan kalau kami ini adalah orang orang yang baik, tolong cobalah mengerti tentang permasalahan ini” pinta Ishita namun seluruh warga tetap saja tidak mau tahu tentang mereka dan meminta mereka untuk pergi, 

Saat itu Adi baru pulang dari kelas science-nya dan melihat semua ini, Bala juga datang kesana dan berusaha untuk ngobrol dengan seluruh warga dan memarahi mereka semua “Subbu adalah adikku, aku ini adalah kakaknya, tapi aku membela mereka, ini membuktikan kalau mereka ini tidak bersalah !” namun seluruh warga apartemen tidak peduli dan tetap mengusir mereka, kemudian Bala meminta seluruh keluarga Bhalla untuk ikut ke rumahnya karena seluruh warga apartemen tidak mengijinkan mereka untuk tinggal di apartemen mereka sendiri, akhirnya Ishita meminta seluruh keluarganya untuk ikut dengan Bala sambil menghibur mereka kalau Raman pasti bisa menyelesaikan permasalahan ini 

Di kantor Raman, Raman sedang mengadakan meeting dengan klien dan investornya , Raman meminta mereka waktu dan menjelaskan duduk perkaranya, klien dan investor Raman bisa mengerti kemudian mereka pun pergi dari sana, saat itu Raman mendapat telfon dari Ishita “Baiklah aku akan datang kesana” ujar Raman dan bergegas pergi, sementara itu di rumah Bala dan Vandu, Bala menyediakan makanan ringan untuk tamunya dan meminta Vandu untuk menyiapkan makanan ala Punjabi “Kalau Shravan datang nanti, minta dia untuk mengajak Adi bermain dikamarnya” pinta Bala, Mihika dan Ishita juga ikut menyajikan teh untuk semua orang, Vandu meminta Simmi untuk beristirahat dikamarnya bersama Ananya “Aku baik baik saja, Vandu ,,, terima kasih” ujar Simmi, Ishita bisa melihat seluruh keluarganya nampak sedih, Ishita lalu meminta Mihika untuk mengajak Adi istirahat dikamar Shravan, 

Sedangkan Bala sangat malu pada apa yang diperbuat oleh Subbu, Bala merasa bersalah pada mereka semua, gara gara Subbu, seluruh keluarganya harus mengalami hal seperti ini, Bala meminta maaf pada mereka semua kemudian pergi menyendiri meratapi nasibnya, Ishita mengejarnya dan mencoba menghiburnya “Kakak ipar, kakak ipar jangan merasa lemah, ini semua bukan kesalahanmu, kak” hibur Ishita Sementara itu Mihika sudah mengajak Adi ke kamar Shravan, kemudian meninggalkan Adi sendirian disana, Adi merasa jenuh sambil memainkan tab-nya, saat itu Vinni menelfon Adi, awalnya Adi ragu hendak mengangkat telfon Vinni namun kemudian Adi mengangkat juga, Vinni berusaha menghibur Adi namun Adi merasa heran bagaimana bisa Vinni tahu kalau seluruh keluarganya diusir dari rumah mereka sendiri, kemudian mereka berdua pun ngobrol, Adi merasa nyaman mendengar suara Vinni 

Raman akhirnya pulang ke rumah, Simmi dan Ishita menyiapkan makanan untuk para pria yang makan terlebih dulu, rupanya tanpa sengaja Simm menumpahkan makanan ditangan Raman, Raman yang merasa frustasi langsung memarahi Simmi dengan keras, semua orang kaget dan merasa iba pada Simmi yang dibentak bentak oleh Raman, terutama Ishita, Simmi pun menangis dan bergegas berlalu dari sana, Ishita yang berusaha membela Simmi, juga ikut ikutan dibentak oleh Raman, Ishita hanya terdiam tidak membalas bentakkan Raman karena akan memperkeruh suasana saja, sedangkan semua orang hanya terdiam dan menatap kearah mereka, Simmi kemudian masuk ke kamar Vandu sambil menangis dan berkata “Kak Raman pasti merasa kalau semua ini terjadi gara gara aku, begitu aku mau menikah dengan Subbu lalu semua ini terjadi” ujar Simmi sedih, tak lama kemudian Simmi mendapat telfon dari seorang perempuan yang menyebutnya sebagai wanita yang tidak tahu malu dan serakah, Simmi juga disebut sebagai wanita yang menodai citra keibuan  

“Berapa harga yang kamu dapatkan dengan menjual anakmu itu ?” Simmi sangat marah mendengar ucapan wanita tersebut “Omong kosong apa ini ? Siapa kamu ?” bentak Simmi namun wanita itu segera menutup telfonnya sambil tersenyum sinis dan melirik ke orang yang duduk di sebelahnya di dalam sebuah mobil, ternyata orang itu adalah Subbu, Subbu lalu memberikan uang ke wanita tersebut sambil tersenyum senang dan berterima kasih padanya karena telah menteror Simmi, kemudian wanita itu pun keluar dari mobil Subbu setelah mendapat uangnya “Tunggu saja, Simmi ,,, ini baru permulaan” ujar Subbu sinis sambil menelfon Simmi, awalnya Simmi tidak mengangkat telfon Subbu tapi ketika Subbu menelfonnya kembali, akhirnya Simmi mengangkatnya “Apa yang kamu inginkan, Subbu ?”, “Kamu yang melakukan semua ini, Simmi ! Keluargamu harus bertanggung jawab atas semua ini !” ujar Subbu sinis “Kenapa kamu ingin menyakiti keluargaku ?”, “Baiklah, datang dan temui aku sekarang juga, aku akan mengatakan semuanya padamu, datanglah sendirian” ujar Subbu kemudian menutup telfonnya, 

Simmi merasa bimbang setelah menutup telfon Subbu “Aku tidak akan pergi kesana, mungkin ini juga rencananya” ujar Simmi gelisah, Simmi menangis sambil menatap ke arah Ananya dan mengajaknya bicara “Tapi aku akan tahu kenapa Subbu melakukan semua ini” ujar Simmi sambil menggendong Ananya, kemudian Simmi bergegas pergi dari rumah Vandu tapi Ishita mencegatnya “Simmi, apakah kamu baik baik saja ?”, “Aku baik baik saja, Ishita” ujar Simmi menyela ucapan Ishita “Aku hanya ingin mengajak Ananya jalan jalan”, “Simmi, aku harap kamu jangan sedih begitu mendengar ucapan Raman tadi” Simmi mengangguk dan bergegas pergi, kemudian Isihita merapikan kamar yang dipakai Simmi tadi, tiba tiba Ishita teringat tadi Simmi membawa tas, Ishita langsung berfikir “Simmi, mau pergi kemana ?” bathin Ishita 

Di jalan, Simmi sudah mencegat bajaj yang lewat, ketika hendak masuk ke dalam bajaj, Ishita menghentikannya “Simmi, kamu mau pergi kemana ?”, “Aku akan pergi menemui Subbu” ujar Simmi “Apakah kamu sudah gila ? Aku akan ikut denganmu”, “Aku akan datang sendirian saja, Ishita” ujar Simmi dan segera masuk ke dalam bajaj lalu meninggalkan Ishita, Ishita merasa heran “Bagaimana bisa dia pergi dengan keadaan seperti itu ?” bathin Ishita, saat itu Raman menelfonnya dan bergegas naik ke atas menuju apartemen Vandu, sementara itu di rumah Subbu, Subbu sedang memandangi foto Laksmi dan Karthik sambil berkata “Laksmi, aku menunggu hari ini” ujarnya, tak lama kemudian Simmi sudah datang ke rumah Subbu bersama Ananya dan siap menghadapi Subbu “Sudahlah, Simmi ,,, tidak usah bersandiwara, sekarang kamu harus ikut aku !” ujar Subbu, Simmi pun setuju SINOPSIS MOHABBATEIN episode 466 by. Sally Diandra

Bagikan :