SINOPSIS MOHABBATEIN episode 455 “PENOLAKKAN ADI” by. Sally Diandra

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 455 “PENOLAKKAN ADI” by. Sally Diandra Malam itu Raman masih terus mencari cari Ishita di balik reruntuhan gedung, saat itu Mihika menelfon Abhishek dan bertanya tentang lokasi mereka, mereka semua akan datang kesana untuk mencari Ishita dan membantu Raman “Mihika, disini banyak sekali huru hara” Abhishek berusaha menolak permintaan Mihika namun Mihika bersikeras meminta alamatnya “Baiklah, aku akan mengirimkan lokasinya” akhirnya Abhishek tak mampu menolak permintaan Mihika, saat itu Ruhi masih terus menangis sambil berkata “Tolong selamatkan ibu Ishiku, selamatkan dia” ujar Ruhi sambil terus mengulang ngulang ucapannya, 


Shagun kemudian menghampiri Ruhi dan Adi, Ruhi segera membentak Shagun “Ibu Shagun, kenapa ibu Shagun baru datang sekarang ?” ujar Ruhi yang kemudian memberitahu Adi kalau ibu Ishinya tadi meminta bantuan Shagun untuk menyelamatkan Adi dari kobaran api tapi Shagun malah pergi begitu saja dan tidak peduli pada mereka, Adi kaget mendengar cerita Ruhi, kemudian Ruhi mengatakan pada salah satu polwan yang sudah ada disana yang membantu mereka kalau dirinya tidak kenal dengan Shagun, Shagun merasa kesal “Mereka ini anak anakku”, “Dia bohong !” bentak Ruhi “Aku tidak mau menunjukkan mukaku lagi di hadapanmu jika terjadi sesuatu pada ibu Ishi ! Aku tidak mau bertemu denganmu !” bentak Ruhi kesal, kemudian polwan tersebut mengajak Ruhi dan Adi ke ambulans untuk mendapatkan perawatan 

Tak lama kemudian, anak anak bertemu dengan keluarga Bhalla dan Iyer, mereka baru tahu tentang ledakan tabung gas dan bertanya bagaimana bisa terjadi, Ruhi lalu menceritakan semuanya pada mereka, mereka semua menangis begitu mendengar cerita Ruhi “Kemudian ibu Ishi menyelamatkan kak Adi dari kobaran api” ujar Ruhi sambil teringat ketika Ishita masuk ke dapur dan membawa Adi keluar dari dapur, Ruhi juga menceritakan soal gempa bumi dan ketika Ishita menyuruh mereka menyelematkan diri, sedangkan dirinya sendiri terjebak diantara reruntuhan gedung, seluruh keluarga terkejut dan semakin sedih dengan deraian airmata, saat itu tim penyelamat mulai berhasil mengeluarkan orang orang yang terjebak diantara reruntuhan gedung, 

Raman juga masih mencari Ishita “Raman, sudah hentikan, semuanya sudah berakhir” Raman terperangah mendengar ucapan Abhishek, Raman lalu teringat pada saat pesta pernikahannya dengan Ishita dan perjalanan kehidupan mereka berdua yang penuh dengan liku liku, Ruhi meminta tolong pada semua orang sambil menangis “Selamatkan ibu Ishiku” ujar Ruhi sedih, mereka semua meminta pada polisi yang sudah ada disana untuk menyelamatkan Ishita, saat itu mereka menemukan mayat dan membawanya ke ambulans, seluruh keluarga Bhalla dan Iyer menangis, 

Sedangkan Raman tanpa putus asa mencoba kembali mencari Ishita, Ruhi berlari ke arah reruntuhan dan memangil Ishita dengan lantang, Ruhi teringat bagaimana dulu ketika pertama kali bertemu dengan Ishita di jalan ketika Ruhi hendak menyelamatkan Muttu Swami, sementara itu Adi menyalahkan dirinya sendiri atas keadaan yang menimpa Ishita, Rinki memeluk Adi dan memberikan dukungan padanya, Abhishek berusaha menghentikan usaha Raman dalam mencari Ishita “Dia ada disini, Abhishek !” ujar Raman kemudian kembali berusaha mencari Ishita lagi 


Tiba tiba Ruhi berlari ke arah reruntuhan, Romi bergegas berteriak memanggil Ruhi, nyonya Bhalla juga berlari mengejar Ruhi, kemudian Romi dan Abhishek mencoba menghentikan Raman yang terus menerus mencari Ishita tanpa kenal lelah, saat itu Ruhi melihat tangan Ishita yang keluar dari balik reruntuhan, Ruhi berusaha membebaskan dirinya dari neneknya yang sedari tadi memegangi tangannya “Ruhi, kamu mau kemana ?” tanya Raman cemas “Ayah, ibu Ishi ada disana !” ujar Ruhi sambil menunjuk kearah reruntuhan dinding, Raman segera berlari kesana dan menyingkirkan bongkahan bongkahan besar tersebut, tim SAR juga ikut menyingkirkan reruntuhan tersebut dan berhasil menemukan Ishita yang tak sadarkan diri dan terluka, Raman mencoba membangunkan Ishita “Ishita, bangunlah ! Ruhimu ada disini ,,, Ruhi, bangunkan ibu Ishimu sayang” pinta Raman sambil menangis “Ibu Ishi bangun ! Ibu Ishi tidak boleh pergi jauh dariku, ibu Ishi buka matamu !” ujar Ruhi sambil menangis, 

Raman lalu memeluk Ishita erat dan meminta mereka untuk membawa tandu secepatnya, mereka juga meminta Ishita membuka matanya kemudian membawa Ishita ke ambulans, Shagun nampak terkejut melihat keadaan Ishita “Untung saja mereka bisa menemukan Ishita” gumam Shagun sedih, Abhishek berusaha menenangkan Raman “Tenang, Raman ,,, biarkan dokter mengerjakan tugasnya” pinta Abhishek, dokter kemudian mengecek kondisi Ishita dan membawanya ke rumah sakit dengan ambulans 

Shagun menghampiri Adi dan bertanya padanya “Adi bagaimana keadaan kamu ? Apakah kamu baik baik saja ?” tanya Shagun cemas “Tinggalkan aku ! Aku harus pergi !” ujar Adi ketus dengan sikapnya yang menunjukkan penolakkan pada Shagun “Apakah kamu akan pergi meninggalkan ibumu sendirian ? Tinggallah bersama ibu, mereka semua bersama Ishita” Adi langsung menyela “Kamu itu bukan ibuku, ibu Ishi adalah ibuku, pergilah sana” ujar Adi kemudian berlalu meninggalkan Shagun yang tertegun tidak percaya, 

Saat itu Ashok datang kesana menghampiri Shagun “Shagun, apa yang terjadi disini ? Aku melihat berita ini di televisi, aku minta maaf, apakah kamu baik baik saja ? Apakah kamu mencari keluargamu ? Mereka bukan keluargamu lagi sekarang, kamu telah kehilangan semuanya untuk Ishita” Shagun hanya terdiam mendengar ucapan Ashok sambil teringat pada ucapan Ruhi dan Adi padanya tadi dan berkata “Kehilangan ,,, aku telah kehilangan semuanya, aku telah kehilangan anak anakku, Ishita adalah ibu mereka, mereka benar” Ashok tertegun mendengar ucapan Shagun 

“Aku telah melakukan semua ini semata mata hanya untuk egoku sendiri dan keegoisanku, aku telah memberikan resiko pada mereka dan Ishita telah menyelematkan mereka tanpa mempedulikan keselamatannya sendiri, aku ini memang seorang ibu yang sangat buruk” Ashok menyela ucapan Shagun yang tampak pasrah dan tidak berdaya “Shagun, sejak kapan kamu menjadi ibu Teresa ? Kenapa kamu berubah seperti ini ?” tanya Ashok heran “Kamu tidak akan mengerti, Ashok”, “Baiklah, pergilah sana sendiri, aku tidak mau tahu !” ujar Ashok kesal kemudian segera berlalu meninggalkan Shagun sendirian, Shagun hanya bisa menangis meratapi nasibnya yang buruk SINOPSIS MOHABBATEIN episode 455 “PENOLAKKAN ADI” by. Sally Diandra
Bagikan :
Back To Top